Di blog saya yang lama, saya pernah menulis tentang sebuah kisah cinta monyet saya di masa SMU. Kisah cinta itu begitu membekas dalam hati saya hingga menjadi sebuah obsesi. Dan, obsesi itu-pun terwujud 10 tahun kemudian berkat jasa adik dari pujaan hati saya itu. Tapi namanya bukan jodoh, kisah itu berlalu begitu saja, hanya menyisakan perkenalan yang seharusnya terjadi 10 tahun yang lalu. Sekarang-pun saya tak lagi tahu bagaimana kabarnya. Buat saya, biarlah dia mengendap dalam memori saya seperti dia apa adanya ketika jaman remaja dulu karena dialah kenangan termanis yang saya miliki semasa SMU.
Putus kontak selama beberapa bulan ternyata tak otomatis memutus tali silaturahmi. Sebulan yang lalu, sang adik yang berjasa mewujudkan obsesi cinta monyet menghubungi saya. Berbincang tentang hal-hal ringan hingga akhirnya tercetus keinginannya untuk mencari pendamping hidup. Sasarannya adalah adik saya. Hmm...tak ada salahnya juga saya memberikan nomor contact adik, karena toh adik saya juga sedang membutuhkan teman untuk berbagi rasa. He's very excited when he knows my sister using the same celluler provider. *bahkan untuk urusan hati, prinsip ekonomi tetap berlaku* Setelah pemberian nomer itu, saya tak lagi update kabar berita mereka dan saya kira dia tak terlalu serius dengan adik saya, hanya ingin berkenalan saja. Tapi, kemarin saya bak mendapat hujan deras dengan tiba-tiba di tengah siang hari yang terik. Adik saya bilang bahwa ia sekarang 'jalan' atau pacaran dengan adik dari pujaan hati saya. Wow...sebuah proses yang cepat buat saya dan saya hanya bisa mengucap syukur atas apa yang terjadi. Tak sadar, saya telah sukses menjadi mak comblang. *padahal saya sama sekali tak berniat menjodohkan mereka* Membayangkan mereka, saya jadi sering tersenyum-senyum sendiri. Apa jadinya jika kelak mereka menikah ? Lalu, hubungan saya dengan obsesi 10 tahun saya akan berbentuk seperti apa ya ? *can't wait*
Jadi...siapa berikutnya yang ingin saya comblangin ?
PS: Tulisan ini adalah sebuah letupan kegembiraan yang tak dapat dibendung dan ditulis sambil mencuri-curi waktu di saat jam kerja. Dipersembahkan untuk adikku yang hatinya sedang berwarna merah jambu. I love you, sis!
Tampilkan postingan dengan label asmara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asmara. Tampilkan semua postingan
Kamis, 22 Oktober 2009
Senin, 18 Mei 2009
Episode Patah Hati
Apakah begitu sulitnya bagi dirimu untuk mengabarkan kabar bahagia itu padaku ?
Apakah begitu sulitnya bagi dirimu untuk memberitahuku bahwa kau tak lagi sendiri ?
Mengapa kau masih saja melayangkan sejuta kata-kata mesra di saat kau akan melepaskan status lajangmu ?
Mengapa kau biarkan aku bermimpi bahwa aku masih punya kesempatan untuk menjalin asmara yang sempat renggang ?
Sejuta kata tanya berkecamuk di dalam otakku dan kau tetap diam membisu, tak memberikan sepatah kata-pun sebagai penjelasan.
Apakah begitu sulitnya bagi dirimu untuk memberitahuku bahwa kau tak lagi sendiri ?
Mengapa kau masih saja melayangkan sejuta kata-kata mesra di saat kau akan melepaskan status lajangmu ?
Mengapa kau biarkan aku bermimpi bahwa aku masih punya kesempatan untuk menjalin asmara yang sempat renggang ?
Sejuta kata tanya berkecamuk di dalam otakku dan kau tetap diam membisu, tak memberikan sepatah kata-pun sebagai penjelasan.
Rabu, 01 April 2009
Jejaring Cinta

Semalam saya melihat film Jomblo, sebuah karya apik dari sutradara Hanung Bramantyo yang diangkat dari novel karya Adhitya Mulya. Film lama sih, tapi saya baru sempat melihatnya semalam dan saya merasa rugi baru melihatnya sekarang. Filmnya cukup unik dari segi sinematografi, but...saya tidak mau mengomentari dari sisi teknis perfilman karena saya bukan ahlinya. Saya tertarik pada jalan cerita filmnya karena menurut saya film ini sangatlah nyata dan menggambarkan romantika asmara di dunia kuliah.
Film Jomblo sendiri berkisah tentang kehidupan empat orang cowok yang bersahabat dekat dan kuliah di Teknik Sipil UNB. Dari judul filmnya bisa ditebak bahwa keempat cowok tersebut adalah jomblo'ers karena berbagai alasan. Doni (Christian Sugiono) adalah tipe cowok playboy yang tidak siap menjalin komitmen, Bimo (Dennis Adhiswara) adalah tipe cowok yang pantang menyerah untuk mendapatkan pacar meski terkendala masalah fisik alias kurang tampan dan norak, Olip (Rizky Hanggono) adalah tipe cowok yang tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya dan sangat terobsesi pada satu wanita, sedangkan Agus (Ringgo Agus Rahman) adalah tipe cowok yang sangat idealis dalam mencari pacar. Adegan-adegan awal berisi tentang pandangan-pandangan keempat cowok tersebut tentang kriteria cewek idaman dan terus bergulir ke cara-cara mendapatkan cewek idaman tersebut. Konflik atau klimaks film mulai terjadi ketika ada kisah perselingkuhan dan rebutan kekasih di antara sahabat.
Sebuah cerita yang biasa kan ? Tapi, saya yakin itulah kisah asmara sebagian besar mahasiswa di Indonesia, termasuk saya. Dulu, ketika masih muda *sekarang juga masih awet muda* dan masih seneng-senengnya tinggal di kampus, saya terlibat di sebuah organisasi pecinta alam, PALAPSI. PALAPSI bukan hanya menjadi ajang berkegiatan di alam bebas yang mengandung resiko tinggi, tapi juga menjadi ajang olah asmara dengan tingkat kerumitan tinggi. Persis seperti jalan cerita di film jomblo! Hal ini terjadi karena nyaris sebagian besar waktu dihabiskan bersama-sama dengan teman satu organisasi, sehingga memungkinkan orang-orang yang terlibat di dalamnya untuk menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman berkegiatan, termasuk hubungan asmara. Si A suka pada si B, tapi si B suka pada C. Si A disukai oleh D, E, dan F. F dikejar oleh G. E gagal dapat A, menggaet H, putus, jalan sama I. Complicated! Kami menyebut hubungan rumit ini dengan jaring laba-laba cinta. Bahkan, seorang teman sempat iseng menggambarkan hubungan yang complicated itu dalam sebuah peta hubungan yang memang jika dilihat dari bentuk fisiknya menyerupai jaring laba-laba.
Memang tak sedikit yang akhirnya berhasil melewati masa-masa kritis romantika asmara jaman kuliah dan berakhir happy ending dengan pernikahan, tapi banyak pula yang berujung tragis seperti Doni dan Olip karena berebut cinta yang sama sehingga merusak persahabatan. Saya sendiri juga terjebak dalam jaring laba-laba itu. Saya sempat menyukai kakak kelas saya, sebut saja namanya A. Eh...ternyata yang suka pada A ini bukan hanya saya seorang, tapi ada 6 cewek lain dan kami semua bersahabat. Gila kan ? Dan, gawatnya si A tak pernah menjatuhkan pilihan karena A adalah tipe Doni-takut menjalani komitmen! Ada lagi kisah yang lebih gila...seorang teman, sebut saja N, disukai oleh kakak kelas bernama T dan P. Awalnya N suka pada T dan merekapun berpacaran, tapi kemudian si P lebih menarik hati N sehingga N-pun memutuskan T dan berpacaran dengan P. Akibatnya hubungan T dan P yang awalnya bersahabat menjadi tegang. *maaf jika ceritanya kurang pas benar dengan kejadian sesungguhnya karena ini hanyalah pandangan dari pihak ketiga, bukan pelaku utama*
Sebuah kisah asmara yang rumit dan banyak menguras emosi serta air mata pada jamannya, tapi kini kisah-kisah itu telah menjadi bagian dari sejarah dan selalu mengundang senyum dan tawa jika dikenang kembali. Beberapa teman yang terlibat dalam jaring laba-laba kini telah bahagia dengan pasangan hidupnya masing-masing, dan beberapa yang lain masih terus berjuang mengubah status jomblo, termasuk saya. Hehehe...
Gambar diambil dari www.sinemart.com
Langganan:
Postingan (Atom)