Kamis, 01 September 2011

Konvoi Motor

Pemandangan yang sering dijumpai ketika ritual mudik terjadi adalah
adanya konvoi motor pemudik yang bertujuan ke suatu kota tertentu atau
menggunakan merk sepeda motor tertentu. Mudik dengan menggunakan motor
beberapa tahun belakangan ini menjadi trend dan semakin diminati oleh
masyarakat karena harga motor yang semakin terjangkau dan juga mudik
menggunakan kendaraan sendiri memiliki waktu yang lebih leluasa
dibandingkan dengan menggunakan kendaraan umum. Dan tak asyik rasanya
jika mudik menggunakan motor hanya sendirian saja, karena itu banyak
yang memutuskan untuk melakukan konvoi. Tujuannya bukan hanya agar tak
sendirian di jalan, tapi juga meningkatkan keamanan dan keselamatan.

Beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih duduk di bangku kuliah,
saya juga senang melakukan konvoi motor. Tujuannya tidak jauh sih
hanya Jogja-Wonogiri atau sebaliknya karena konvoi itu dilakukan saat
mudik ke Jogja dari lokasi KKN. Kami menggunakan 5 motor atau kurang
bersama-sama pergi ke Jogja atau hanya sekedar main ke kota. Tak ada
penanda khusus yang kami kenakan untuk menyatakan kami adalah 1
rombongan, seperti pita atau jaket. Dalam berkendara secara
berombongan, biasanya kami merasa lebih tenang karena merasa memiliki
teman perjalanan, jika terjadi sesuatu di jalan maka ada teman-teman
yang selalu siap sedia membantu, dan perjalanan lebih efektif karena
bisa bergantian menjadi pengemudi jika ada yang kecapaian. Biasanya
kami sudah saling mengenal style mengemudi masing-masing personal
sehingga ketika di jalan kami akan langsung dapat memposisikan diri
siapa yang jadi leader, siapa yang di tengah dan siapa yang di
belakang. Jarak kami dalam berkendara tak boleh jauh-jauh untuk
menjaga satu sama lain dan memastikan jika ada yang mengalami masalah,
maka yang lain akan tahu. Jika ada yang jaraknya terlalu jauh maka
yang di depan akan sengaja melambatkan jalannya atau berhenti untuk
menunggu. Sungguh kental rasa persahabatan dan persaudaraannya. Namun
ada juga ruginya berkonvoi seperti itu, terutama kalau tak satupun
dari anggota konvoi tahu arah jalan, maka satu tersesat semua akan
tersesat. Tapi tersesat beramai ramai lebih baik daripada tersesat
sendiri.

Suatu hari ingin juga melakukan konvoi motor lagi tapi dengan jarak
yang pendek-pendek saja mengingat usia tak muda lagi dan stamina sudah
berkurang.

--
Sent from my mobile device