Selasa, 07 Oktober 2008

Lebaran di Merauke : Indahnya Pantai Kaiburse

Saya dan teman-teman kantor yang tidak bisa mudik karena tidak dapat jatah cuti memilih menghabiskan waktu libur lebaran dengan berkeliling dari rumah ke rumah kenalan yang jumlahnya tidak seberapa di kota Merauke ini. Berkeliling dari rumah ke rumah ini kami lakukan karena 2 alasan. Pertama, untuk menjalin tali silaturahmi dengan beberapa kenalan baru di tanah rantau dan kedua, mencari makanan untuk mengisi perut yang kelaparan karena ditinggal tukang masak kantor selama hari lebaran.

Hari pertama lebaran, kami habiskan setiap rumah di Merauke yang potensial untuk dikunjungi. Hari kedua, kami memutuskan untuk berkunjung ke mess teman-teman kehutanan di daerah Kurik karena mereka menjanjikan untuk menghidangkan bebek goreng. Maka 3 rombongan diberangkatkan ke Kurik demi mengisi perut yang kelaparan di hari Lebaran, sekaligus bersilaturahmi dan refreshing. Satu bus berisi 17 orang, satu ford ranger berisi 5 orang dan satu inova berisi 8 orang-pun membelah jalanan Merauke menuju Kurik dengan muka 'mupeng' membayangkan lezatnya bebek goreng.

Sesampainya di Kurik, sang empunya rumah terkejut bukan main karena tidak membayangkan akan diserbu oleh banyak orang. Tapi karena motivasi berkunjung bukan hanya sekedar mencari makan, kami tidak terlalu kecewa ketika mengetahui bahwa bebek gorengnya masih hidup alias tidak ada hidangan bebek goreng. Hidangan dari tuan rumah, yaitu ayam goreng dan sate-pun licin tandas disikat oleh tamu-tamu dari Merauke yang sudah berhimpitan dalam kendaraan selama 2 jam. Makanan memang terasa nikmat ketika disantap ramai-ramai di tengah kehangatan sebuah keluarga besar. Tidak penting apa yang kita makan, tapi dengan siapa kita makan!

Puas membuat 'kekacauan' di mess Kurik, kami memutuskan pergi menikmati indahnya pantai di dekat Kurik, yaitu Pantai Kaiburse. Selain ingin menikmati keindahan alam pantai Merauke, kami juga ingin mengetahui suasana lebaran di Pantai Kaiburse yang menurut masyarakat selalu ramai dikunjungi jika lebaran tiba. Sayangnya kami terlambat sampai di Pantai Kaiburse karena panggung hiburannya baru saja usai. Akhirnya untuk mengobati kekecewaan, kami putuskan untuk bermain di pantai sambil hunting foto-foto 'keluarga'.

Inilah hasil jepretan-jepretan fotografer amatir di Pantai Kaiburse !

                              Kamera yang kepencet...hasilnya unik!                              Foto...ambil gambar!                              Pantai ketika surut...bergelombang!
                             
                              Siluet berbagai bentuk tubuh....
  
                              Wajah-wajah di balik kapal karam....

I love my new family!


Selasa, 26 Agustus 2008

Minggu, 22 Juni 2008

Memancing Rusa

Yup....benar! Anda tidak salah membaca judul di atas...
Itulah yang saya dan teman-teman lakukan ketika sedang melakukan perjalanan dari site kerja menuju kota Merauke. Saat kami sedang santai menikmati perjalanan menggunakan speed boat, tiba-tiba beberapa rekan teriak....Rusa...Rusa.... Saya yang tengah terkantuk-kantuk sontak bangun dan mengumpulkan nyawa yang nyaris bepergian menjelajah ruang mimpi. Saat sadar sepenuhnya, driver sudah mengarahkan speed boatnya menuju sebuah titik yang tampak terapung-apung di tengah sungai. Benar saja...teman saya tidak salah lihat...ada seekor rusa yang tengah berenang menyeberangi sungai dengan tergesa-gesa karena dia dikejar anjing pemburu. Teman saya memang awalnya melihat anjing berenang di sungai, kemudian driver speed boat yang biasa berburu langsung mengarahkan pandangannya ke arah berlawanan karena berdasarkan pengalamannya....jika anjing pemburu sampai berenang menyeberangi sungai, pastilah ada yang dikejar. Dan...dia benar!
Pemancingan rusapun dimulai....teman-teman yang biasa berburu langsung membuat tali laso untuk menangkap rusa yang mempunyai tanduk indah. Beberapa kali percobaan penangkapan mengalami kegagalan karena tali tidak tepat mengenai rusa. Saat tali berhasil menjerat tanduk rusa, kami terpaksa melepaskannya karena rusa itu meronta dan kami khawatir tanduknya mengenai dinding fiber speed boat. Namun, kami tidak mau menyerah dengan mudah...usaha penangkapan-pun dimulai kembali. Apalagi, telinga rusa sudah kemasukan air...dan menurut teman-teman yang sudah berpengalaman dalam hal rusa, rusa itu tidak akan dapat bertahan lama di air karena hal tersebut. Jadi, misi kami bukan ingin mencelakakan rusa itu, tapi menyelamatkannya dan sebisa mungkin membawanya kembali ke daratan.
Setelah berkali-kali mencoba dan mengejar rusa yang mempunyai kecepatan cukup tinggi dalam berenang, kami berhasil menjeratnya... Menaikkannya ke atas speed boat bukan perkara yang mudah juga. Rusa tersebut mempunyai badan yang cukup besar sehingga cukup berat bobotnya. Setelah berhasil dinaikkan, teman-teman cepat-cepat mengikatnya sebelum dia meronta lebih kuat dan bisa mencelakakan kami semua.
Rusa yang kami tangkap adalah rusa betina dengan tanduk yang sangat indah dan cantik. Sayang...tanduknya baru saja lepas sehingga tanduk yang sekarang dimilikinya masih merupakan tanduk bulu, jadi lembek/kurang keras. Saya yang melihat rusa itu terikat dan belum pernah melihat rusa sedekat itu jadi iba karena suara merontanya sangat menyayat hati. O ya...suaranya hampir mirip dengan kambing.
Sesampainya di muara Bian, seorang teman menitipkannya pada penduduk sekitar untuk dipelihara dan nantinya akan dibawa naik ke site untuk dipelihara. Tapi sayang....nasib rusa itu memang sudah ditakdirkan untuk mati. Seseorang tiba-tiba datang dan mengklaim bahwa rusa itu adalah hasil buruannya yang lepas sehingga dia berhak atas rusa itu. Dan...tamatlah riwayat rusa betina yang cantik itu di ujung pisau pemburu.
Pengalaman singkat menangkap rusa di sungai Bian itu adalah pengalaman yang tak kan terlupakan. It's really ADVENTURE! Selamat tinggal rusa yang cantik.....
Save our animal....!