Selasa, 26 Juni 2012

Suatu Hari di Stasiun dan Kereta Api

Hari ini adalah hari pertama dari cuti pertama saya sejak kerja di site di Muara Tae. Jam 05.00, saya sudah berangkat ke Bandara, menumpang pada mobil travel dari site lain karena saya ditinggalkan oleh driver dari site sendiri:( Untunglah, si driver travel itu sangat cekatan, sehingga tidak kurang dari 15 menit, kami sudah sampai di bandara dan tidak terlambat untuk chek ini. Penerbangan jam 06.50 dari Balikpapan ke Surabaya-pun berjalan dengan mulus dan tepat waktu. Ketika pengambilan bagasi, salah satu dari rekan saya yang baru lulus dari OJT menjadi operator mengalami kesulitan ketika akan keluar dari bandara. Ia ditahan petugas bandara karena nama yang tertera di tag bagasinya tak sama dengan nama yang tertera di tiket. Rupanya, karena mereka chek in berombongan, petugas-pun salah memberikan tag dan celakanya yang namanya tertera di tag bagasi sudah keluar dari bandara dan kami tak memiliki nomernya. Pelajaran berharga:1. Telitilah barang bawaan Anda, nama siapa yang tertera, apalagi jika chek-in berombongan.2. Kalau chek-in berombongan, maka sebaiknya keluar dari bandara-pun bersama-sama.3. Milikilah no HP dari teman seperjalanan Anda.

Dan, perjalanan saya-pun berlanjut ke Jember. Saya memutuskan untuk naik kereta dibandingkan bus karena jika siang, naik bus bukanlah pilihan yang bijak. Macet dan panasnya minta ampun. Sedikit dibumbui ketololan saya, akhirnya saya-pun mendapatkan tiket yang saya inginkan di detik-detik terakhir. Di stasiun kereta api Sidoarjo, saya bertemu seorang mas-mas yang cukup gaul, bekerja di Jakarta sebagai pedagang buah grosiran. Ia bertanya, saya darimana mau kemana. Saya-pun menjawab dari Balikpapan, mau ke Jember. Dan, pertanyaan berikut dari si mas-mas membuat saya berpikir bahwa pendidikan geografi perlu diberikan ulang kepada setiap warga negara ini yang daerahnya luas membentang dari Sabang sampai Merauke. Pertanyaan mas-mas itu adalah...'Balikpapan itu sudah di luar Jawa ya,mbak?' Tuing! Bingung saya harus menjawab apa...

Di dalam kereta, lain lagi ceritanya. Saya duduk di seberang jalan seorang bapak dan ibu yang tidak saling mengenal. Kami sama sama naik dari stasiun Sidoarjo dan saya tahu bahwa si ibu membawa bungkusan dalam 2 buah tas plastik besar yang kemudian diletakkan di belakang kursinya karena kebetulan kami duduk di kursi yang paling belakang. Di tengah perjalanan, si bapak membeli risoles dan es jus durian. Dan tebak apa yang dilakukannya ketika ia bingung dimana harus membuang sampah plastik pembungkus risoles? Dengan santainya, ia julurkan tangannya ke belakang, dan membuang sampah itu ke dalam tas plastik bungkusan punya si ibu. Ya ampun...apa dia kira itu tempat sampah ya padahal bungkusan itu dibungkus dengan rapi? #kelakuan aneh para pengguna Kereta Api#
Etika berkendara menggunakan moda kereta api: 1. Buanglah sampah pada tempat yang sudah disediakan, yaitu kantong plastik yang diletakkan di masing masing kursi untuk kereta eksekutif, jika di kereta ekonomi dan bisnis, bawalah plastik sampah sendiri. 2. Hargailah penumpang kereta yang lain dengan bersikap sopan dan menjaga kebersihan bersama.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minggu, 17 Juni 2012

Sad Things At Site #1

Kalau kemarin saya posting tulisan tentang hal-hal lucu yang terjadi di site, maka kali ini saya ingin posting sebuah cerita yang menyedihkan yang terjadi selama saya tinggal di site. Mudah-mudahan hal yang lucu lebih banyak terjadi, dibandingkan yang sedih. Hal yang menyedihkan tinggal di site adalah kalau jatuh sakit seperti yang saya alami sekarang...pilek, batuk, kepala berat, gak bisa buat nengok karena leher tegang plus dapat menstruasi. Tak ada orang-orang tercinta yang merawat ataupun sahabat untuk menghibur. Tak ada juga pengalih perhatian agar sakit tak terasa. Makanya, bergaya hiduplah sehat ketika tinggal di site karena sakit itu sungguh tak enak, apalagi kalau jatuh sakit di site:(

#please hug me, kay#saat-saat sakit adalah saat dimana rasa kangen menjadi naik berkali-kali lipat tingkatannya...
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamis, 14 Juni 2012

Funny Things At Site #3

Di kalimantan ternyata berlaku aturan yang sama dengan di Papua untuk denda menabrak anjing, yaitu denda dihitung per puting susu yang dimiliki oleh anjing tersebut. Besaran denda biasanya Rp.500.000/puting susu. Karena besarnya denda, maka pengendara mobil biasanya lebih berhati2 jika ketemu anjing di jalan-berusaha untuk tidak menabraknya, bahkan menyenggolnya. Namun, anjing-anjing tersebut sepertinya tahu jika harga mereka sangatlah mahal dan pengetahuan itu membuat mereka-pun berlaku seenaknya di jalan. Mereka dengan santainya tiduran di jalan, berdiri di tengah tengah jalan, atau menyeberang jalan, apalagi jika cuaca pagi cerah, maka bisa dipastikan mereka akan berbaring-baring dengan santainya di atas aspal menikmati panasnya matahari. Alhasil, para pengendaralah yang harus bermanuver agar tidak mengganggu istirahat anjing-anjing itu. Dan, tingkah laku anjing-anjing itu-pun akhirnya seringkali menjadi topik pembicaraan penyegar suasana di dalam mobil. Ada satu anjing yang sukses membuat kami penasaran, yaitu anjing kampung yang perutnya besar. Semula kami menduga anjing itu hamil, namun sudah beberapa bulan, kondisinya tetap, tidak kunjung melahirkan, sehingga kami-pun selalu berspekulasi apa yang terjadi pada anjing itu kalau kebetulan berpapasan. Mulai dari tumor, masih mencari siapa yang harus bertanggungjawab, atau hamil lagi. Yang jelas tingkah lakunya membuat kami geli karena anjing itu termasuk yang berani mengadu nyawa di jalanan, mungkin dia ingin berguna bagi majikannya, menghasilkan uang dengan cara menyerahkan nyawa pada ban mobil. Jadi berhati-hatilah jika melintas di jalan, jangan sampai menyenggol ataupun menabrak anjing-mahal dendanya!
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 06 Juni 2012

Funny Thing At Site #2

Seorang teman di site punya jargon unik ketika dia sedang jengkel atau heran terhadap tingkah laku seseorang. Dan, ketika mendengar dia mengucapkannya, bukan rasa jengkel yang terbit, tapi malah geli sendiri.
Kalimat yang sering diucapkan teman saya adalah, 'Kaya pelawak aja kamu!'
Dan kalimat ini sering dilontarkannya pada setiap orang. Alhasil, mungkin hampir seluruh site pernah diberi label pelawak olehnya. Kami-pun berkelakar satu sama lain...'Kita ini memang group pelawak!' Hidup pelawak!

*hidup itu cuma sebentar, jadi kenapa tak kita hiasi dengan tawa alih alih tangisan*
Melawak-lah sebelum melawak diharamkan...
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, 05 Juni 2012

Funny Thing at Site #1

Suatu malam di sebuah toko serba ada di daerah Muara Tae, Jempang, Kutai Barat, Kaltim

Saya : Mbak, r***na-nya dong...
Mbak penjual : Yang warna apa?
Saya-pun sibuk memilih varian wangi deodorant
Mbak penjual : Mbak, mbaknya belum mandi ya?
Saya : He????? Kenapa memangnya,mbak?
Mbak penjual : Gak papa,mbak. Kalau pulang kerjanya jam segini (sambil mengarahkan pandangan ke jam dinding yang menunjuk angka 8), pasti belum mandi ya,mbak?
Saya. : Ya iyalah,mbak...emangnya mau mandi dimana??? (Dengan nada yang sewot)

-masih tak habis pikir dengan dialog absurd malam ini-
*mbak penjualnya sekedar basa basi tapi malah garing atau badan saya yang memang bau ya?* snif...snif...snif...
Powered by Telkomsel BlackBerry®