Sudah lama saya tak merasa bergairah seperti sekarang. Bergairah...bernafsu...bersemangat..! Apa gerangan yang membuat jiwa saya serasa berdenyut-denyut dan bak lampu petromaks yang terus dipompa sehingga nyalanya berpendar-pendar setara lampu 12 watt ? Tak lain tak bukan adalah karena saya punya mimpi, saya sedang punya keinginan yang telah lama terpendam dan akan terpenuhi dalam waktu dekat *tentu saja jika Tuhan mengijinkan-manusia boleh berencana, tapi Tuhan juga yang menentukan* Saya hanya tinggal menghitung hari hingga mimpi 7 tahun lalu akan menjadi kenyataan.
Mimpi saya berawal dari pencarian tempat eksplorasi untuk melakukan ekspedisi kecil-kecilan yang melibatkan seluruh divisi di Palapsi. Waktu itu sedang booming KKN Tematik, yaitu sebuah program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa secara bebas dan program itu akan dihitung sebagai kredit point KKN 3 sks. Sebuah program yang menyenangkan karena mahasiswa diperkenankan untuk merancang sendiri program pengabdiannya, beda dengan KKN reguler yang hanya mengikuti pola yang telah dirancang oleh universitas. PALMAE, kelompok mahasiswa pecinta alam dari fakultas ekonomi berhasil melakukan KKN tematik itu di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Kebetulan waktu itu, saya kenal dengan beberapa penggiatnya dan tertarik untuk melakukan program serupa dengan membonceng kegiatan ekspedisi kecil-kecilan yang sedang digagas oleh Palapsi. Saya-pun menggali dari teman-teman PALMAE tentang Manggarai dan cerita mereka tentang kearifan budaya disana sekonyong-konyong membuat saya jatuh cinta pada Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur *eksotisme Manggarai serasa cocok dengan gairah idealisme saya tentang ecotourism yang menjadi minat besar saya saat itu*. Saya-pun mengusulkan pada tim kecil untuk melakukan kegiatan Litbang disana, melanjutkan apa yang telah dirintis PALMAE dan mendaftarkannya sebagai KKN tematik. Usul saya memang didengar karena kebetulan saya menjabat sebagai Kadiv Litbang saat itu dan termasuk salah satu yang berkewajiban untuk mencari tempat bagi tim saya untuk berekspedisi, namun saya rupanya terlalu naif dan lupa bahwa setiap organisasi punya 'gengsi'nya masing-masing. Kami adalah organisasi yang terkenal karena kreatifitas dan kegigihannya, masa iya akan mengikuti jejak organisasi lain atau istilah kasarnya adalah 'membeo', apalagi kami dilahirkan lebih dulu. Jadi, selain karena faktor tersebut dan faktor lainnya, Manggarai dicoret dari daftar tujuan ekspedisi. Saya legowo dan akhirnya memang saya mendapatkan pengalaman yang tak kalah serunya saat itu dan memberikan bekas yang mendalam dalam hati saya, yaitu keramahan penduduk Selo, Merapi.
Meskipun gagal ke Manggarai, namun tempat itu tak pernah saya lupakan. Dalam relung hati saya yang paling dalam, saya telah bertekad bahwa suatu saat saya akan kesana. Saya terlanjur jatuh cinta pada cerita teman-teman dari PALMAE tentang eksotisme Manggarai. Nah...ternyata Tuhan menjawab mimpi saya itu, meskipun tak persis sama dengan yang saya inginkan. Ketika bekerja di Merauke, saya bertemu dengan seorang teman dari Flores. Saya-pun menceritakan keinginan saya yang terpendam itu bahwa saya ingin berkunjung ke Manggarai. Ia-pun sangat antusias menjawab keinginan saya, meskipun ia tak berasal dari Manggarai. Ia mengajak saya ke kampung halamannya, Maumere. Hmm...siapa juga yang bisa menolak rejeki ? Perjalanan kami rencanakan di tahun 2010, namun karena kesibukan masing-masing dan jarak ruang sosial yang tercipta di antara kami, perjalanan itu gagal.
Berbagai peristiwa menerpa saya dan saya sempat lupa dengan mimpi saya itu hingga suatu hari teman dari Flores itu-pun kembali memasuki ruang sosial saya. Seorang teman yang dengan caranya telah berhasil menyentuh hati saya yang terluka, seorang teman yang mengucapkan suatu pengakuan yang menggetarkan hati saya, seorang teman yang tak pernah lupa pada janjinya untuk membawakan mimpi pada saya mengunjungi tanah Flores, dan seorang teman yang saya harap nantinya bisa lebih dari sekedar teman jika Tuhan mengijinkan-ups!. Dan melaluinya, mimpi saya 7 tahun lalu-pun akan terwujud sebentar lagi. Bulan April adalah bulan yang dijanjikannya untuk mengajak saya mengunjungi tanah kelahirannya. Saya begitu bersemangat melakukan perjalanan itu. Bukan hanya karena saya akan menggenapi mimpi saya, tapi juga karena saya sudah lama tak melakukan perjalanan yang penuh tantangan seperti itu. Perjalanan terakhir saya adalah ke Lampung bersama dengan teman-teman yang baru saya kenal lewat milis 1 tahun yang lalu. Sebuah perjalanan yang mengasyikkan dan saya menyukai perasaan yang timbul saat perjalanan itu...adrenalin saya terpompa hingga level optimal.
Saya masih belum tahu apakah perjalanan besok akan terlaksana atau tidak, akan semenarik perjalanan ke Lampung atau tidak, namun yang jelas saya sudah cukup bersemangat dengan hanya memikirkannya saja. Saya akan berangkat tanggal 19 April agar dapat merayakan Paskah disana yang konon katanya meriah. Saking antusiasnya, saya baru sadar bahwa sebenarnya itu adalah tanggal yang mustahil bagi saya karena tanggal itu adalah masa tutup buku untuk perhitungan payroll yang menjadi tanggung jawab saya. Tapi Flores sudah di depan mata...haruskah saya sia-siakan lagi kesempatan mewujudkan mimpi saya itu? Tas ransel sudah saya siapkan, dana untuk perjalanan telah saya sisihkan...haruskah saya menunda lagi?
Terimakasih untuk mas Haryo dan Ipunk Palmae yang telah menularkan mimpi tentang Manggarai...
Thanks to special friend who will take me to Flores. Without you, I can't reach my dream...
Senin, 07 Maret 2011
Minggu, 06 Maret 2011
Complicated Feeling
Saya tak tahu bagaimana awalnya namun sekarang saya jadi dibuat bingung oleh perasaan saya sendiri. Saya tak tahu bagaimana menjelaskan dengan kata-kata apa yang saya rasakan saat ini. Saya tak tahu apakah apa yang saya rasakan itu benar ataukah salah. Saya tak tahu apakah yang saya rasakan saat ini akan bertahan lama ataukah hanya karena rasa euforia dan kesepian saja.
Apapun itu, saya hanya ingin menikmatinya karena perasaan yang saya rasakan sekarang mampu membangkitkan saya dari keterpurukan, mampu membangkitkan kembali energi saya sedikit demi sedikit.
Namun, saya tak mampu mengekspresikan rasa saya itu dengan terbuka karena saya terikat pada sesuatu yang sebenarnya sudah tak jelas lagi bentuknya. Tak jelas bentuknya tapi tak dapat dilepaskan karena saya berhutang banyak pada bentuk yang kadang nyata kadang samar itu.
Rupanya saya memang tak bisa lepas dari sebuah rasa yang complicated. Apakah ini menjadi kutukan buat saya, tak bisa menjalani sebuah rasa yang bentuknya sederhana saja ? Hanya waktu yang bisa menjawabnya...akan berakhir seperti apa perasaan saya sekarang ini...
Dedicated to both of you who cheers up my life...
Apapun itu, saya hanya ingin menikmatinya karena perasaan yang saya rasakan sekarang mampu membangkitkan saya dari keterpurukan, mampu membangkitkan kembali energi saya sedikit demi sedikit.
Namun, saya tak mampu mengekspresikan rasa saya itu dengan terbuka karena saya terikat pada sesuatu yang sebenarnya sudah tak jelas lagi bentuknya. Tak jelas bentuknya tapi tak dapat dilepaskan karena saya berhutang banyak pada bentuk yang kadang nyata kadang samar itu.
Rupanya saya memang tak bisa lepas dari sebuah rasa yang complicated. Apakah ini menjadi kutukan buat saya, tak bisa menjalani sebuah rasa yang bentuknya sederhana saja ? Hanya waktu yang bisa menjawabnya...akan berakhir seperti apa perasaan saya sekarang ini...
Dedicated to both of you who cheers up my life...
Selasa, 01 Maret 2011
Kehilangan sedikit kewarasan
Saya mengalami beberapa episode tragis di tahun 2010 dan hal itu cukup membuat saya 'terpuruk'. Buat saya, cobaan di tahun 2010 kemarin adalah yang terberat yang pernah saya alami dimana salah satunya nyaris merenggut nyawa saya dari kehidupan yang indah ini. Namun, Tuhan masih memberikan kesempatan pada saya untuk memperbaiki hidup dan keluar dari lingkaran setan di tahun 2010. *kata seorang teman, tahun 2010 memang tahun yang berat untuk siapapun*
Lepas dari tahun 2010 yang penuh huru hara, saya memasuki tahun 2011 dengan rasa gamang. Bagaimana tidak ? Peristiwa traumatis yang saya alami masih segar dalam ingatan karena terjadi di penghujung tahun 2010 dan peristiwa itu merobek-robek rasa percaya diri saya, keberanian saya dan sedikit ketegaran saya. Buat orang-orang yang tak terlalu mengenal saya, mungkin hanya akan melihat secara kasat mata bahwa fisik saya mengalami penurunan. Namun, buat orang-orang yang dekat dan mengenal pribadi saya dengan baik, pasti akan dapat merasakan perubahan besar dalam diri saya. Tak dapat dipungkiri...sekuat apapun saya, peristiwa di penghujung tahun itu ternyata membawa dampak yang cukup nyata dalam perkembangan mental saya. Bukannya tak menyadari, namun kini-pun saya masih berusaha untuk menyembuhkan diri guna menjadi pribadi yang seutuhnya, kembali seperti dulu lagi...
Kewarasan saya sedikit hilang akibat peristiwa kelabu di penghujung tahun. Saya merasakan kehilangan beberapa kemampuan yang dulu sangat membantu saya untuk beraktifitas dan menjadi 'lebih' dari orang lain. Salah satu contohnya adalah memori. Saya memiliki ingatan yang bagus, namun sejak kejadian itu, saya seperti orang pikun. Lupa ini dan lupa itu. Dan, pengalaman paling gress adalah saya lupa password email untuk membuka blog ini. Sama sekali saya lupa...tak satupun abjad dari password itu yang melekat dalam ingatan saya, padahal saya cukup sering membukanya...Postingan saya yang terakhir-pun baru 1 bulan berselang. Saya mendadak menjadi khawatir bahwa ternyata dampak yang saya alami lebih besar daripada yang saya rasakan. Apakah sudah saatnya saya berkonsultasi pada seorang ahli untuk mengembalikan sedikit kewarasan saya yang telah terenggut paksa di penghujung tahun ?
Bagaimana menurut Anda ?
Lepas dari tahun 2010 yang penuh huru hara, saya memasuki tahun 2011 dengan rasa gamang. Bagaimana tidak ? Peristiwa traumatis yang saya alami masih segar dalam ingatan karena terjadi di penghujung tahun 2010 dan peristiwa itu merobek-robek rasa percaya diri saya, keberanian saya dan sedikit ketegaran saya. Buat orang-orang yang tak terlalu mengenal saya, mungkin hanya akan melihat secara kasat mata bahwa fisik saya mengalami penurunan. Namun, buat orang-orang yang dekat dan mengenal pribadi saya dengan baik, pasti akan dapat merasakan perubahan besar dalam diri saya. Tak dapat dipungkiri...sekuat apapun saya, peristiwa di penghujung tahun itu ternyata membawa dampak yang cukup nyata dalam perkembangan mental saya. Bukannya tak menyadari, namun kini-pun saya masih berusaha untuk menyembuhkan diri guna menjadi pribadi yang seutuhnya, kembali seperti dulu lagi...
Kewarasan saya sedikit hilang akibat peristiwa kelabu di penghujung tahun. Saya merasakan kehilangan beberapa kemampuan yang dulu sangat membantu saya untuk beraktifitas dan menjadi 'lebih' dari orang lain. Salah satu contohnya adalah memori. Saya memiliki ingatan yang bagus, namun sejak kejadian itu, saya seperti orang pikun. Lupa ini dan lupa itu. Dan, pengalaman paling gress adalah saya lupa password email untuk membuka blog ini. Sama sekali saya lupa...tak satupun abjad dari password itu yang melekat dalam ingatan saya, padahal saya cukup sering membukanya...Postingan saya yang terakhir-pun baru 1 bulan berselang. Saya mendadak menjadi khawatir bahwa ternyata dampak yang saya alami lebih besar daripada yang saya rasakan. Apakah sudah saatnya saya berkonsultasi pada seorang ahli untuk mengembalikan sedikit kewarasan saya yang telah terenggut paksa di penghujung tahun ?
Bagaimana menurut Anda ?
Senin, 24 Januari 2011
Selamat Jalan Kawan!
Pagi hari ketika saya bangun tidur dan menengok FB, saya terkejut bukan main membaca wall seorang teman SMA. Seorang teman yang terkenal humoris, tulus, polos dan baik telah pergi selama-lamanya karena kecelakaan di daerah Jatiroto. Saya terpekur, bengong tak percaya ketika membaca berbagai ucapan belasungkawa di wall teman tersebut. Tak dapat dipungkiri, sedih menggelayut dalam ruang hati saya sepanjang pagi tadi. Saya memang tak kenal dekat dengan almarhum, tapi mengetahui sepak terjangnya selama hidup di dunia membuat saya merasa kehilangan yang amat sangat. Mengapa orang-orang yang baik selalu singgah sebentar di dunia ?
Almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berusia 2 bulan. Ia mengalami kecelakaan ketika akan pulang ke Jember dari Probolinggo untuk menengok keluarganya tercinta. Saya tak tahu persis kecelakaan seperti apa yang menimpanya, namun saya berharap ia tak mengalami banyak rasa sakit ketika Tuhan akhirnya memutuskan bahwa dia telah cukup berkarya di dunia dan sudah saatnya bergabung bersamaNya karena tabungan kebaikannya telah mencukupi. Saya yakin bahwa orang sebaik dia pasti akan mendapat tempat yang indah di kerajaan Allah.
Kejadian ini juga mengingatkan saya akan peristiwa yang baru saja saya alami beberapa waktu yang lalu menjelang penghujung tahun 2010. Saya mengalami kecelakaan parah, namun Tuhan masih berkenan untuk memberikan kesempatan pada saya untuk meneruskan hidup. Unbelieveble! Saya yang lama meninggalkanNya untuk mengejar kesenangan pribadi ternyata masih disayang oleh Tuhan. Seorang teman berkata bahwa saya adalah orang yang keras dan Tuhan-pun menegur saya dengan cara yang keras juga. Terima kasih, Tuhan karena Engkau masih mempercayaiku untuk berkarya di dunia ini, masih memberiku kesempatan untuk menambah tabungan kebaikan...
Selamat Jalan, kawan! Meskipun engkau telah pergi, namun engkau akan selalu ada di hati kami! Teruslah berjalan menuju kedamaian abadi, tak usah kau cemaskan mereka yang kau tinggalkan di dunia ini karena kami akan menjaganya untukmu...
In memoriam : Mawan Budiyanto 'Ateng' (22 Januari 2011)
Almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berusia 2 bulan. Ia mengalami kecelakaan ketika akan pulang ke Jember dari Probolinggo untuk menengok keluarganya tercinta. Saya tak tahu persis kecelakaan seperti apa yang menimpanya, namun saya berharap ia tak mengalami banyak rasa sakit ketika Tuhan akhirnya memutuskan bahwa dia telah cukup berkarya di dunia dan sudah saatnya bergabung bersamaNya karena tabungan kebaikannya telah mencukupi. Saya yakin bahwa orang sebaik dia pasti akan mendapat tempat yang indah di kerajaan Allah.
Kejadian ini juga mengingatkan saya akan peristiwa yang baru saja saya alami beberapa waktu yang lalu menjelang penghujung tahun 2010. Saya mengalami kecelakaan parah, namun Tuhan masih berkenan untuk memberikan kesempatan pada saya untuk meneruskan hidup. Unbelieveble! Saya yang lama meninggalkanNya untuk mengejar kesenangan pribadi ternyata masih disayang oleh Tuhan. Seorang teman berkata bahwa saya adalah orang yang keras dan Tuhan-pun menegur saya dengan cara yang keras juga. Terima kasih, Tuhan karena Engkau masih mempercayaiku untuk berkarya di dunia ini, masih memberiku kesempatan untuk menambah tabungan kebaikan...
Selamat Jalan, kawan! Meskipun engkau telah pergi, namun engkau akan selalu ada di hati kami! Teruslah berjalan menuju kedamaian abadi, tak usah kau cemaskan mereka yang kau tinggalkan di dunia ini karena kami akan menjaganya untukmu...
In memoriam : Mawan Budiyanto 'Ateng' (22 Januari 2011)
Langganan:
Postingan (Atom)