<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225</id><updated>2011-11-03T23:04:36.207+09:00</updated><category term='indonesia timur'/><category term='pemilu'/><category term='SDM'/><category term='kandidat'/><category term='menikah'/><category term='rekrutmen'/><category term='mimpi'/><category term='fotografi'/><category term='psikologi'/><category term='patah hati'/><category term='rembulan'/><category term='flores'/><category term='romansa'/><category term='refleksi'/><category term='penampilan'/><category term='perasaan'/><category term='pembangunan'/><category term='politik'/><category term='resiko'/><category term='tahu'/><category term='wanita'/><category term='wisata'/><category term='hari raya'/><category term='foto'/><category term='tn wasur'/><category term='family'/><category term='sota'/><category term='perbatasan ri-png'/><category term='rumah'/><category term='sikap negatif'/><category term='karir'/><category term='aturan'/><category term='minat'/><category term='asmara'/><category term='cuti'/><category term='kriminalitas'/><category term='diri sendiri'/><category term='lingkungan'/><category term='pantai'/><category term='kesadaran'/><category term='ulang tahun'/><category term='makanan'/><category term='palapsi'/><category term='human resource'/><category term='facebook'/><category term='kuliah'/><category term='perempuan'/><category term='rasialis'/><category term='air'/><category term='tetangga'/><category term='road race'/><category term='pelamar'/><category term='infrastruktur'/><category term='mencuci'/><category term='pekerjaan'/><category term='jomblo'/><category term='shock'/><category term='single'/><category term='cinta'/><category term='bumi'/><category term='blog'/><category term='user'/><category term='teror'/><category term='emosi'/><category term='rekayasa'/><category term='hari kartini'/><category term='jodoh'/><category term='interview'/><category term='merauke'/><category term='lombok'/><category term='eksploitasi'/><category term='film'/><category term='indonesia'/><category term='informasi'/><category term='refreshing'/><category term='laporan'/><category term='konspirasi'/><category term='hukum'/><category term='pernikahan'/><category term='kehidupan'/><category term='ide'/><category term='hari istimewa'/><category term='rasa aman'/><title type='text'>DeBoeng</title><subtitle type='html'>I'm a dreamer</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>89</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-1855220708852381327</id><published>2011-11-03T23:04:00.000+09:00</published><updated>2011-11-03T23:04:36.237+09:00</updated><title type='text'>DeBoeng is writing something</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tahun 2011 dapat dikatakan bukanlah tahun terbaik saya. Saya mengalami kebangkrutan finansial, beberapa bulan kehidupan tak tentu arah, dan jobless. Rasanya semua kesialan kompak terjadi di tahun 2011 ini dan apa yang sudah saya lakukan untuk kembali bangkit ? Tak ada sama sekali. Saya seperti tak punya daya juang, hanya menunggu sesuatu yang lebih baik akan terjadi dalam hidup saya tanpa sungguh-sungguh berusaha mendapatkannya. Dan parahnya, saya juga seringkali terjebak dalam romantisme kejayaan masa lalu sehingga perasaan, pikiran dan tingkah laku seringkali mengkhianati kenyataan yang sebenarnya. Saya hanya duduk-duduk saja menggemukkan badan, persis seperti hewan ternak yang akan dikurbankan di hari raya kurban tanpa melakukan sesuatu yang berarti. Saya tak muda lagi tapi saya malah tak bergerak untuk melakukan sesuatu yang berguna untuk sisa hidup saya. Entah apa yang salah, tapi bermalas-malasan, doing nothing, tak bertanggung jawab rasanya nikmat sekali. Tapi jiwa saya tak bisa dibohongi! Setiap saat, ada letupan-letupan perasaan dan pikiran yang membuat saya tidak tenang, merasa tak komplit sebagai seorang manusia dewasa. Rasa cemas, takut, kuatir akan masa depan sering terlintas tapi saya tetap tak melakukan apa-apa. Hmmm...jika dipikir-pikir sebenarnya saya bisa melakukan banyak hal yang berguna selama masa kosong ini, seperti membaca kembali teori-teori tentang HRD-dunia karir saya, menulis, merapikan kembali kekacauan-kekacauan yang saya buat tapi memang yang namanya SETAN itu sulit untuk ditepis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Maka untuk membangkitkan hidup saya lagi, saya mencoba menulis sesuatu...entah itu bermakna atau tidak...hanya demi mengasah intuisi perjuangan saya, mengingatkan saya bahwa saya adalah seorang pejuang...not a loser! (&lt;i&gt;terima kasih untuk blog teman-teman lama yang telah menyalakan 'api' dalam jiwa saya meski nyalanya masih kecil)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Menulis memang terapi yang handal ketika hidup sedang berada dalam titik nadir...sebuah pengingat yang abadi akan drama kehidupan...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;ditulis ketika sedang membuang waktu di daerah Trisakti, Grogol&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-1855220708852381327?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/1855220708852381327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/11/deboeng-is-writing-something.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1855220708852381327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1855220708852381327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/11/deboeng-is-writing-something.html' title='DeBoeng is writing something'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-7809379461143170610</id><published>2011-09-01T16:20:00.001+09:00</published><updated>2011-09-01T16:20:18.886+09:00</updated><title type='text'>Konvoi Motor</title><content type='html'>Pemandangan yang sering dijumpai ketika ritual mudik terjadi adalah&lt;br&gt;adanya konvoi motor pemudik yang bertujuan ke suatu kota tertentu atau&lt;br&gt;menggunakan merk sepeda motor tertentu. Mudik dengan menggunakan motor&lt;br&gt;beberapa tahun belakangan ini menjadi trend dan semakin diminati oleh&lt;br&gt;masyarakat karena harga motor yang semakin terjangkau dan juga mudik&lt;br&gt;menggunakan kendaraan sendiri memiliki waktu yang lebih leluasa&lt;br&gt;dibandingkan dengan menggunakan kendaraan umum. Dan tak asyik rasanya&lt;br&gt;jika mudik menggunakan motor hanya sendirian saja, karena itu banyak&lt;br&gt;yang memutuskan untuk melakukan konvoi. Tujuannya bukan hanya agar tak&lt;br&gt;sendirian di jalan, tapi juga meningkatkan keamanan dan keselamatan.&lt;p&gt;Beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih duduk di bangku kuliah,&lt;br&gt;saya juga senang melakukan konvoi motor. Tujuannya tidak jauh sih&lt;br&gt;hanya Jogja-Wonogiri atau sebaliknya karena konvoi itu dilakukan saat&lt;br&gt;mudik ke Jogja dari lokasi KKN. Kami menggunakan 5 motor atau kurang&lt;br&gt;bersama-sama pergi ke Jogja atau hanya sekedar main ke kota. Tak ada&lt;br&gt;penanda khusus yang kami kenakan untuk menyatakan kami adalah 1&lt;br&gt;rombongan, seperti pita atau jaket. Dalam berkendara secara&lt;br&gt;berombongan, biasanya kami merasa lebih tenang karena merasa memiliki&lt;br&gt;teman perjalanan, jika terjadi sesuatu di jalan maka ada teman-teman&lt;br&gt;yang selalu siap sedia membantu, dan perjalanan lebih efektif karena&lt;br&gt;bisa bergantian menjadi pengemudi jika ada yang kecapaian. Biasanya&lt;br&gt;kami sudah saling mengenal style mengemudi masing-masing personal&lt;br&gt;sehingga ketika di jalan kami akan langsung dapat memposisikan diri&lt;br&gt;siapa yang jadi leader, siapa yang di tengah dan siapa yang di&lt;br&gt;belakang. Jarak kami dalam berkendara tak boleh jauh-jauh untuk&lt;br&gt;menjaga satu sama lain dan memastikan jika ada yang mengalami masalah,&lt;br&gt;maka yang lain akan tahu. Jika ada yang jaraknya terlalu jauh maka&lt;br&gt;yang di depan akan sengaja melambatkan jalannya atau berhenti untuk&lt;br&gt;menunggu. Sungguh kental rasa persahabatan dan persaudaraannya. Namun&lt;br&gt;ada juga ruginya berkonvoi seperti itu, terutama kalau tak satupun&lt;br&gt;dari anggota konvoi tahu arah jalan, maka satu tersesat semua akan&lt;br&gt;tersesat. Tapi tersesat beramai ramai lebih baik daripada tersesat&lt;br&gt;sendiri.&lt;p&gt;Suatu hari ingin juga melakukan konvoi motor lagi tapi dengan jarak&lt;br&gt;yang pendek-pendek saja mengingat usia tak muda lagi dan stamina sudah&lt;br&gt;berkurang.&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;Sent from my mobile device&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-7809379461143170610?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/7809379461143170610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/09/konvoi-motor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7809379461143170610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7809379461143170610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/09/konvoi-motor.html' title='Konvoi Motor'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-5158366110843998684</id><published>2011-08-19T02:03:00.001+09:00</published><updated>2011-08-19T02:03:40.532+09:00</updated><title type='text'>Who said that cover is not important?</title><content type='html'>Hari ini saya mengalami peristiwa yang sedikit memalukan. Siang&lt;br&gt;menjelang istirahat, saya dipanggil oleh direktur HRD. Saya memang&lt;br&gt;biasa dipanggil oleh beliau untuk tugas-tugas nan ajaib di&lt;br&gt;tengah-tengah kerepotan saya mengerjakan berbagai tugas rutin. Tapi&lt;br&gt;rupanya kali ini beliau tidak memanggil saya dalam rangka memberikan&lt;br&gt;tugas, namun memberikan sedikit feed back atas penampilan saya. Saya&lt;br&gt;dinilai &amp;#39;lusuh&amp;#39; dan kali ini memang harus saya amini. Pagi-pagi saya&lt;br&gt;sudah bingung akan pakai baju apa karena baju-baju terbaik saya&lt;br&gt;semuanya sedang masuk dalam keranjang cucian. Damn! Akhirnya pilihan&lt;br&gt;jatuh pada pakaian yang memang jauh dari trendi dan saya-pun merasa&lt;br&gt;kurang nyaman memakainya. Mungkin body language saya-pun mengatakan&lt;br&gt;demikian sehingga secara keseluruhan saya-pun jadi kelihatan tidak&lt;br&gt;menarik. Si ibu direktur-pun mengkoreksi penampilan saya karena saya&lt;br&gt;berada di posisi strategis dan sebaiknya berpenampilan profesional. No&lt;br&gt;hurt feeling! Saya terima masukannya dan saya memang juga merasa tidak&lt;br&gt;nyaman dengan penampilan hari ini, ditambah lagi dengan beberapa&lt;br&gt;agenda kerja yang berantakan.&lt;br&gt;Satu hal yang membuat saya berkesan adalah si ibu menyampaikan bahwa&lt;br&gt;kita hidup di Indonesia dan culture Indonesia masih sangat&lt;br&gt;memperhatikan penampilan. Benarkah begitu? Hmmm...mungkin juga! Karena&lt;br&gt;jumlah penduduk yang jutaan banyaknya, maka orang-pun harus&lt;br&gt;menggunakan berbagai cara untuk dapat menarik perhatian orang lain.&lt;br&gt;Salah satu cara paling mudah adalah lewat penampilan. So...who&amp;#39;s gonna&lt;br&gt;say that cover is not important? Untuk tertarik membaca sebuah buku,&lt;br&gt;maka cover haruslah dibuat se-atraktif mungkin sehingga orang akan&lt;br&gt;datang untuk memegang, membaca sinopsisnya, membeli, merobek&lt;br&gt;plastiknya dan kemudian membacanya. Jika ternyata isinya jelek...it&amp;#39;s&lt;br&gt;ok...karena buku tersebut toh telah terbeli dan terbaca. Sampul yang&lt;br&gt;tak menarik...orang-pun enggan untuk melirik.&lt;p&gt;Fiuh! Tapi untuk tampil menarik butuh dana yang tidak sedikit apalagi&lt;br&gt;jika kita tidak memiliki sedikitpun tabungan atau modal awal. Dan&lt;br&gt;itulah yang terjadi pada saya. Damn yang kedua! Adakah yang ingin&lt;br&gt;mengajak saya berbelanja? Really need a make over...apalagi sekarang&lt;br&gt;di usia 30-an, jerawat malah banyak bermunculan...kenapa juga baru&lt;br&gt;datang sekarang? Kemana saja selama 30 tahun ini...benar-benar muncul&lt;br&gt;di saat yang tidak tepat!&lt;p&gt;*ditulis saat sedang tidak punya uang dan harus belanja perlengkapan&lt;br&gt;untuk tampil cantik*&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;Sent from my mobile device&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-5158366110843998684?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/5158366110843998684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/08/who-said-that-cover-is-not-important.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/5158366110843998684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/5158366110843998684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/08/who-said-that-cover-is-not-important.html' title='Who said that cover is not important?'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-946432275178681277</id><published>2011-08-15T02:41:00.002+09:00</published><updated>2011-08-15T02:55:24.977+09:00</updated><title type='text'>Up In The Air: U're fired!</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Malam ini adalah malam pertama saya memulai kembali hobby yang lama&lt;br /&gt;saya tinggalkan karena berbagai kesibukan, yaitu nonton film. Saya&lt;br /&gt;suka menonton film karena selain menghibur, biasanya film selalu dapat&lt;br /&gt;memberikan energi positif karena film membawa pesan-pesan yang&lt;br /&gt;tersirat yang memberikan motivasi untuk hidup.*&lt;i&gt;asal bukan film horor&lt;/i&gt;*&lt;br /&gt;Pilihan film untuk hari ini adalah Up In The Air yang dibintangi oleh&lt;br /&gt;George Clooney, bintang film gaek yang semakin mempesona ketampanannya&lt;br /&gt;saat usia bertambah.&lt;br /&gt;Up In The Air bercerita tentang Ryan Bingham yang berprofesi sebagai&lt;br /&gt;'tukang pecat'. Ia bekerja di semacam konsultan yang memberikan jasa&lt;br /&gt;kepada suatu perusahaan untuk melakukan tugas memecat karyawan.&lt;br /&gt;Pekerjaan yang aneh sekaligus tidak menyenangkan sama sekali. Saya&lt;br /&gt;pernah memecat orang dan itu buat saya benar benar merasa tidak nyaman&lt;br /&gt;dan bersalah. Seharusnya saya memang menonton film ini sejak dulu&lt;br /&gt;sehingga saya dapat melakukan tugas tidak mengenakkan itu dengan penuh&lt;br /&gt;empati, memberikan pencerahan kepada yang dipecat dan menguntungkan&lt;br /&gt;bagi semua pihak. Ryan Bingham punya pendekatan yang sangat apik dalam&lt;br /&gt;menjalankan tugas memecat itu, yaitu Ia membuat orang yang dipecat&lt;br /&gt;berpikir bahwa dipecat adalah bukan akhir dari segala-galanya, setiap&lt;br /&gt;orang punya kesempatan untuk meraih hal baru dan pasti dapat mengatasi&lt;br /&gt;semua kendala itu karena mereka berjuang untuk orang-orang yang mereka&lt;br /&gt;kasihi.  Tentu saja menanamkan hal itu dalam pikiran orang yang akan&lt;br /&gt;dipecat bukanlah hal yang mudah, butuh teknik komunikasi persuasif&lt;br /&gt;yang mumpuni agar mereka tetap termotivasi dan tidak jatuh depresi.&lt;br /&gt;*&lt;i&gt;Ia pantang mengatakan 'U're fired!&lt;/i&gt;'* Orang yang dipecat pasti reaksi&lt;br /&gt;pertamanya adalah emosional, tapi bagaimana  dapat mengarahkan emosi&lt;br /&gt;itu menjadi sebuah kesadaran positif adalah hal yang paling sulit.&lt;br /&gt;Baru baru ini saya mendengar bahwa perusahaan saya sebelumnya&lt;br /&gt;melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap puluhan karyawannya karena&lt;br /&gt;proyek tak ada dan bisa ditebak...proses itu tak berjalan mulus,&lt;br /&gt;timbul anarki yang merugikan banyak pihak. Mungkin hal itu tak akan&lt;br /&gt;terjadi jika HRD sebagai pihak yang mendapat tugas tak mengenakkan itu&lt;br /&gt;meluangkan sedikit waktunya untuk berbicara terhadap satu persatu&lt;br /&gt;karyawan yang akan dipecat dengan penuh empati dan memberikan semangat&lt;br /&gt;bahwa mereka tetaplah orang-orang yang memiliki nilai lebih dan pasti&lt;br /&gt;akan tetap dapat survive meski tak lagi bekerja di perusahaan itu. HRD&lt;br /&gt;yang ketiban sampur melakukan tugas pemecatan jamaknya selalu ingin&lt;br /&gt;melakukan tugas ini dengan cepat dan taktis serta ingin cepat-cepat&lt;br /&gt;lari dari tugas tersebut karena itu memang tugas yang berat. Sikap&lt;br /&gt;ketergesa-gesaan inilah yang akhirnya berbuah pil pahit karena&lt;br /&gt;dianggap tidak berperikemanusiaan, raja tega dan memotong hak hidup&lt;br /&gt;orang lain. Percayalah...dalam melakukan pekerjaan yang satu ini,&lt;br /&gt;unsur kecepatan dan pragmatis harus diabaikan karena akan berujung&lt;br /&gt;lebih tidak mengenakkan dan merugikan. Mungkin tidak harus menggunakan&lt;br /&gt;cara seperti di film Up In The Air, tapi yang terpenting adalah&lt;br /&gt;gunakan empati dan kata-kata positif untuk meminimalkan efek negatif&lt;br /&gt;dari proses pemutusan hubungan kerja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wanna try this job?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;-- &lt;br /&gt;Sent from my mobile device&lt;br /&gt;-- &lt;br /&gt;Sent from my mobile device&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-946432275178681277?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/946432275178681277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/08/up-in-air-ure-fired.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/946432275178681277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/946432275178681277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/08/up-in-air-ure-fired.html' title='Up In The Air: U&apos;re fired!'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-5477890608436739202</id><published>2011-07-27T14:37:00.000+09:00</published><updated>2011-07-27T14:37:42.855+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lombok'/><title type='text'>Orang lokal vs Orang bule</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;H3 : Mataram - Senggigi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Setelah terombang ambing di lautan selama kurang lebih 4 jam, akhirnya kapal fery-pun menyentuh daratan Lombok...here we come! Melihat kondisi pelabuhan Lembar, nyiut juga nyali karena tak terlihat satupun angkutan umum dan kondisi pelabuhannya-pun jauh dari bayangan. Dalam hati kecil, bersyukur juga memilih angkutan langsung ke Mataram dari Ubung. Sampai di terminal Mandalika, Mataram pk. 09.45. Lagi-lagi terminalnya jauh dari bayangan. Sepi, tak ada papan petunjuk sama sekali. Sambil sibuk menolak para calo angkutan dan tukang ojek, kami mengedarkan pandangan ke seluruh terminal mencari-cari petunjuk. Nihil! Akhirnya, kami memutuskan untuk cari info sambil makan karena kebetulan perut juga keroncongan. Duduk makan nasi balap dengan lauk sambal belut yang enak banget dan harganya-pun murah, yaitu Rp. 10.000. Iseng-iseng tanya pada ibu penjual tentang angkutan menuju Senggigi. Eh, jawaban si Ibu tidak mencerahkan tapi malah buat bingung karena si Ibu merangkap jadi calo juga, tepatnya calo ojek. Kata si ibu, kalau naik angkot warna kuning ke Senggigi bisa kena Rp. 150.000...tapi silahkan ditawar saja. Masalahnya kami tidak tahu berapa harga normalnya. Menurut info yang kami pegang, ke Senggigi bisa naik angkutan L300 dengan ongkos Rp. 5.000, tapi sejauh mata memandang tak tampak satupun benda bermotor yang menyerupai L300. Si ibu kemudian menawarkan sebuah solusi, yaitu naik ojek seharga Rp. 30.000. Fiuh! Mahal plus agak ngeri naik ojek di negeri orang-takut ada apa apa...*&lt;i&gt;perasaan yang mungkin wajar dirasakan oleh perempuan ketika di tempat asing*&lt;/i&gt; Karena mengetahui kami asing di tempat itu dan tampak sekali kalau baru pertama kali ke Lombok, kami 'dikepung' oleh beberapa orang yang nampaknya tukang ojek. Mereka mencoba mengambil kesempatan untuk menawarkan jasa. Takut dan tak tahu harus berbuat apa...akhirnya dengan sedikit nekat, kami memutuskan cari angkutan di luar terminal karena tak sengaja saya melihat ada L300 di luar terminal. Jalan keluar terminal berharap lolos dari para calo, tapi ternyata harapan kami semu saja. Kami ditawari berbagai macam angkutan yang kami tak tahu mana yang benar. L300 ternyata tak ada yang langsung ke Senggigi! Duh...pemberi informasi di blog itu dapat info darimana sih...*&lt;i&gt;geram dan gemas karena kami kurang survei awal* &lt;/i&gt;Akhirnya ada seorang Ibu yang baik hati menunjukkan satu angkutan menuju Senggigi, tapi memang harus ganti angkutan 2 kali. Pertama, kami naik angkutan dalam kota warna kuning sampai ke pasar kebonruik. Saya tidak tahu tarif pastinya berapa, saya berikan Rp. 10.000 untuk berdua, tak kembali dan si sopir mengucapkan terima kasih yang cukup berlebihan menurut saya. Hmm...nampaknya ongkosnya tak sampai segitu...tapi entahlah! Dalam angkot itu, kami bertemu seorang bapak petugas pengamanan (seperti satpol PP) yang menawarkan bantuan jika kami terlibat masalah selama di Senggigi karena katanya daerah itu kurang aman. Si bapak yang akhirnya kami tahu namanya Tajudin dapat ditemui di pos Amphibi di terminal Mandalika *&lt;i&gt;serasa mendapatkan keluarga di tempat asing* &lt;/i&gt;Dari pasar kebonruik, kami pindah angkutan pedesaan ke arah Senggigi. Lagi-lagi kami dapat sopir angkutan yang baik tapi tetap tidak tahu ongkos yang pasti menuju Senggigi. Bapak Mahli, nama sopir angkudes itu, berjanji menunjukkan tempat penginapan yang murah meriah di Senggigi. Hmmm...si bapak rupanya bisa melihat kalau kami turis dengan dana cekak. Perjalanan ke Senggigi cukup jauh dan saya terus berhitung kira-kira berapa ongkosnya. Akhirnya, saya memberikan Rp. 30.000-harga yang cukup mahal mungkin tapi bagi saya itu adalah sebuah ungkapan terima kasih atas kebaikan di bapak di tengah kebingungan kami di tanah orang. Pak Mahli menepati janjinya, ia mengantarkan kami ke penginapan murah, yaitu Sonja-yang kata teman memang banyak direkomendasikan di antara backpacker. Masih banyak kamar kosong waktu kami datang jadi kami bebas memilih. Dengan harga Rp. 90.000/kamar, kami mendapatkan sebuah kamar mungil dengan fasilitas ranjang spring bed dengan kelambu plus kamar mandi dalam yang menggunakan korden alih alih daun pintu, kipas angin dan sarapan. Tak banyak tamu yang menginap karena bukan musim liburan. Kami langsung bergegas untuk bersih-bersih badan karena badan rasanya lengket dan kotor setelah 1,5 hari tak mandi dan di kereta kemarin udara sangat panas. Mandi kali ini benar-benar seperti anugerah di tengah teriknya matahari di bumi Lombok *&lt;i&gt;lebay.com*&amp;nbsp; &lt;/i&gt;Setelah mandi, saya dan teman memutuskan untuk mencari makan karena perut rasanya lapar setelah petualangan mencari angkutan ke Senggigi. Tak banyak warung makan yang ok menurut kantong dan selera kami hingga akhirnya kami berakhir di warung nasi dekat penginapan. Saya minta oseng-oseng kikil dan ternyata si ibu memberikan tambahan beberapa lauk, yaitu ayam sambal, tahu, telur dadar dan orek tempe. Hmmm...apa itu memang paketnya warung nasi tersebut ya kok rasanya terlalu komplit tambahan lauknya. Saya sudah siap-siap membayar mahal ketika selesai makan, tapi ternyata 2 porsi nasi dengan lauk yang sangat komplit ditambah 2 teh botol dan 1 krupuk hanya Rp. 21.000. Murah sekali! Perburuan berikutnya adalah mencari motor sewaan untuk keliling Lombok karena angkutan menuju berbagai tempat wisata sangat sulit di dapat dan kantong kami tak cukup tebal untuk menggunakan jasa travel agent. Di sekitar penginapan, ada banyak sekali jasa persewaan motor/mobil, namun beberapa tutup karena sedang sholat Jumat. Kami berusaha mencari motor manual karena tidak PD dan tidak terbiasa menggunakan motor matic. Di salah satu tempat persewaan dekat warung nasi kami melihat ada beberapa motor manual yang diparkir jadi kami memutuskan untuk menyewa dari tempat tersebut. Tak ada penjaganya, hanya 3 anak kecil yang sedang bermain-main di gerainya. Ketika si anak bertanya pada si bapak di dalam rumah, ia bilang motor sewaan sudah habis. Hmmm...ok-lah kalau begitu! Kami pindah ke tempat sewa yang ada di samping penginapan. Si mas penjaga gerai kelihatan ragu-ragu ketika melihat kami. Dia bilang pada si boss yang entah ada di mana...dan inilah jawaban yang kami dapat, "Maaf, mbak...kita gak sewakan pada orang lokal. Boss bilang gak bisa!". He? Yah...menurut info, para penyedia jasa ini memang lebih percaya pada turis asing daripada turis domestik karena menurut mereka turis domestik banyak yang melarikan kendaraan sewaan mereka. Dan, sekarang kami merasakan sendiri diskriminasi yang terjadi karena ulah orang-orang yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Fiuh! Susahnya jadi pelancong di negeri sendiri padahal kami sama mampunya dengan para turis bule itu. Di terminal jadi sasaran calo, mau sewa kendaraan tidak dipercaya. Penolakan itu membuat darah sedikit naik ke ubun-ubun, apakah segitu parahnya kelakukan orang Indonesia sehingga akhirnya semua orang Indonesia di-cap 'jahat' oleh para penyedia jasa seperti mereka ataukah mereka yang terlalu lebay dalam menjaga properti mereka ? Yah...yang jelas kami adalah warga negara yang baik yang tidak akan melarikan motor sewaan untuk digadai atau dijual, tapi siapa mau percaya karena warna kulit kami sama coklatnya, rambut sama hitamnya, mata sama beloknya, KTP-pun bertuliskan negara yang sama dengan para penjahat yang suka mengambil barang milik orang lain tanpa ijin itu. Sempat terbersit pikiran iseng...bagaimana jika mengaku sebagai orang Malaysia ? Kan secara fisik sama...uuuh...tapi dialek bahasa tak bisa menipu. Pulang ke penginapan dengan langkah gontai...kami bertanya pada pengurus penginapan apakah punya motor yang disewakan kepada kami. Si pengurus bilang ada motor manual yang bisa dipakai, dan belum sempat kami bilang iya, tiba-tiba pemilik penginapan muncul dan bilang bahwa motornya sudah habis disewa, tidak ada lagi yang tersisa. Ya ampun...di penginapan sendiri-pun, kami tak dipercaya. Tapi, pemilik penginapan masih baik hati. Ia menyuruh kami mencoba di dekat pasar seni. Yah...apa salahnya mencoba. Dengan sedikit perasaan cemas, kami jalan menuju pasar seni. Tepat di samping pasar seni, ada persewaan motor. Si penjaga sedang asyik mendengarkan lagu-lagu dari laptopnya sambil bertelanjang dada. Dan begitu kami menyampaikan keinginan kami untuk pinjam motor, dia langsung bertanya untuk berapa hari. Ah...dia mau menyewakan motornya. Hore! Kami beruntung, masih ada 1 unit motor yang tersisa untuk disewakan, yaitu Yamaha Mio warna putih. Si mas penjaga meminta KTP kami sebagai jaminan dan kami menyerahkan ongkos sewa untuk 2 hari sebesar Rp. 100.000, maka motor-pun berpindah tangan ke kami. Yippie! Akhirnya, ada juga yang menyadari bahwa kami adalah orang baik-baik dan tidak layak untuk diperlakukan berbeda dari orang bule karena sama terpercayanya dengan mereka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Target berikutnya setelah kami mendapatkan motor adalah mencari peta. Sayangnya di tempat kami sewa motor tak ada peta yang tersisa dan ia menyarankan kami untuk mencarinya di supermarket. Peta wisata Lombok itu terdapat di buletin Lombok Guide. Setelah mendapatkan peta, maka kami-pun travelling menggunakan motor mencari tempat-tempat yang asyik untuk menikmati pemandangan sore. Tujuan pertama kami adalah Pura yang terletak di pinggir pantai. Pemandangan dari atas pura tersebut sangatlah eksotis dan momen foto-foto narsis pertama kami dilakukan di pura tersebut. Puas berfoto, kami menjelajah pantai lagi hingga sampai di pantai private, yaitu Coco Beach. Ada gugusan karang di pantai tersebut yang merupakan spot yang indah untuk menikmati deburan ombak laut dan tentu saja untuk berfoto narsis. Menikmati rujak buah sambil menunggu matahari terbenam adalah momen terindah sore itu yang kami dapatkan pada hari pertama di Lombok. Menjelang malam, kami-pun berburu makanan untuk mengisi perut yang terasa mudah lapar sejak pertama kali menginjakkan kaki di Lombok. Pilihan kami adalah di sebuah cafe tak jauh dari penginapan yang menjual menu khas Lombok. Kami memilih hidangan laut dan tak lupa plencing kangkung. Rasanya lumayan, tapi yang penting adalah harganya sesuai dengan kantong. Dengan menu yang cukup lumayan banyak untuk ukuran kami berdua, hanya menghabiskan Rp. 60.000. Cukup murah kan mengingat daerah ini adalah daerah wisata dengan banyak turis asing. Berbincang-bincang dengan pramusaji cafe, kami mendapatkan info yang sangat penting, yaitu jika kami jalan lurus dari cafe tersebut maka kami akan mendapatkan Pantai Senggigi. Heh? Kami tersenyum-senyum sendiri...baru sadar bahwa sejak siang tadi kami tiba, kami memang tidak pernah tahu dimana letak persisnya Pantai Senggigi. Menurut perkiraan kami, sepanjang daerah tersebut semuanya adalah Pantai Senggigi, ternyata kami keliru. Akhirnya kami buka peta kembali dan foila...memang benar apa yang dikatakan oleh pramusaji itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Setelah kenyang, kami memutuskan untuk mencoba ke Pantai Senggigi namun begitu sampai di lokasi, kami urungkan niat. Parkiran pantai Senggigi sangatlah gelap dan tak ada penerangan di pantai sedikitpun, padahal menurut pramusaji, Pantai Senggigi ramai hiburan jika malam tiba. Hmmm...mungkin karena ini masih hari Jumat, maka tak ada hiburan yang digelar di pantai. Kami-pun memutuskan untuk balik kanan, esok saja kami coba lagi. Kami-pun memutuskan untuk melihat-lihat pasar seni di dekat tempat kami menyewa motor. Pasar seni isinya standar dan seperti souvenir-souvenir yang banyak dijumpai di Bali, tak ada yang istimewa menurut kami-bahkan di Jogja-pun banyak dijumpai souvenir serupa. Pasar seni malam itu juga sepi pengunjung seperti halnya Pantai Senggigi. Karena lelah, kami memutuskan untuk tidur cepat, lagipula esok kami harus bangun pagi-pagi sekali untuk mulai perjalanan ke Gili Trawangan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Lesson of the day : Diskriminasi tak hanya diterapkan oleh bangsa penjajah, tapi terkadang juga oleh bangsa sendiri. Stop diskriminasi! Stop mental negara jajahan! &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-5477890608436739202?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/5477890608436739202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/07/orang-lokal-vs-orang-bule.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/5477890608436739202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/5477890608436739202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/07/orang-lokal-vs-orang-bule.html' title='Orang lokal vs Orang bule'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-3785297076672395056</id><published>2011-07-26T19:23:00.001+09:00</published><updated>2011-07-26T19:23:48.390+09:00</updated><title type='text'>Life is full of grey colour</title><content type='html'>Akhir-akhir ini saya dibuat bingung akan semua konsep hidup yang sudah&lt;br&gt;saya pegang selama bertahun-tahun. Ada apa gerangan ? Tak lain karena&lt;br&gt;konsep hidup saya banyak bertentangan dengan konsep hidup yang&lt;br&gt;diyakini oleh pasangan saya. Dan gawatnya, kami sama-sama meyakini&lt;br&gt;bahwa apa yang kami pahami tentang konsep-konsep itu adalah benar.&lt;br&gt;Akibatnya kami sering bertengkar hebat tentang hal-hal tersebut,&lt;br&gt;seringkali akhirnya saling diam.&lt;p&gt;Salah satu konsep hidup yang sering jadi sumber pertengkaran kami&lt;br&gt;adalah tentang sifat manusia. Bagi pasangan saya, jika seseorang itu&lt;br&gt;baik maka ya seterusnya adalah baik, dan sebaliknya jika orang itu&lt;br&gt;jahat maka seterusnya orang itu adalah jahat. Buat saya konsep itu&lt;br&gt;agak tidak masuk akal karena manusia dilahirkan dengan bekal akal&lt;br&gt;budi, sekaligus nafsu yang sering disebut dengan id sehingga manusia&lt;br&gt;jamak melakukan hal baik karena perilakunya senantiasa dikontrol oleh&lt;br&gt;akal budi dan juga melakukan hal jahat karena perilakunya ditujukan&lt;br&gt;untuk memuaskan id-nya. Jadi manusia tidak selalu baik, juga tidak&lt;br&gt;selalu jahat. Plus, baik dan jahat juga seringkali tergantung dari&lt;br&gt;sudut pandang ketika kita menilai konteks permasalahan yang&lt;br&gt;melingkupinya. Bisa jadi seseorang menilai apa yang dilakukannya&lt;br&gt;adalah baik, tapi tidak untuk orang lain karena apa yang dilakukannya&lt;br&gt;tersebut ternyata merugikan orang lain. Misal, ketika seorang kepala&lt;br&gt;daerah memutuskan untuk menggusur perumahan ilegal karena akan&lt;br&gt;dijadikan proyek saluran air hujan untuk menyelamatkan kota dari&lt;br&gt;musibah banjir tahunan. Bagi orang-orang yang terkena penggusuran&lt;br&gt;tentu saja tindakan kepala daerah itu jahat karena menyebabkan mereka&lt;br&gt;tak memiliki tempat tinggal, tapi apakah tindakan kepala daerah bisa&lt;br&gt;dibilang jahat jika dia ingin menyelamatkan kota dari banjir ?&lt;p&gt;Buat saya, hidup tak melulu hitam dan putih, tapi juga abu-abu. Bahkan&lt;br&gt;abu-abu yang seringkali mendominasi kehidupan kita. Apakah Anda setuju&lt;br&gt;dengan saya?&lt;p&gt;Entah sampai kapan saya dan pasangan akan terus bermasalah tentang&lt;br&gt;konsep ini, tapi saya harap perbedaan ini tak kan melunturkan cintanya&lt;br&gt;terhadap saya. Bukankah cinta akan lebih berwarna ketika ada perbedaan&lt;br&gt;di dalamnya agar saling melengkapi ? Tapi tentu saja, harus tetap ada&lt;br&gt;persamaan agar cinta menjadi maju, tak diam di tempat tanpa&lt;br&gt;menghasilkan apapun juga.&lt;p&gt;*curahan hati ketika sedang galau*&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;Sent from my mobile device&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-3785297076672395056?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/3785297076672395056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/07/life-is-full-of-grey-colour.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3785297076672395056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3785297076672395056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/07/life-is-full-of-grey-colour.html' title='Life is full of grey colour'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-7031447019885966277</id><published>2011-07-25T12:11:00.001+09:00</published><updated>2011-07-25T12:11:41.333+09:00</updated><title type='text'>Menunggu</title><content type='html'>Jika Anda diberikan pertanyaan berikut, &amp;quot;Kegiatan apa yang membuat&lt;br&gt;Anda paling jengkel?&amp;quot; Saya yakin jawabannya adalah menunggu. Mengapa&lt;br&gt;hal itu membuat jengkel? Karena menunggu membuat kita tidak&lt;br&gt;mendapatkan kepastian dan dibuat dalam kondisi tidak berdaya. Saat&lt;br&gt;ini, saya tengah mengikuti proses seleksi di sebuah perusahaan. Entah&lt;br&gt;apa yang salah dalam sistem mereka, tapi beberapa kali datang ke&lt;br&gt;kantor mereka, saya mengamati dan merasakan sendiri bahwa kandidat&lt;br&gt;diminta datang jam sekian, tapi pada prakteknya, kandidat baru akan&lt;br&gt;diproses setelah 1 jam atau lebih. Kandidat dibiarkan menunggu di&lt;br&gt;lobby tanpa mendapatkan keterangan mengapa mereka harus menunggu.&lt;p&gt;Tak banyak yang bisa dilakukan untuk membunuh waktu selama menunggu.&lt;br&gt;Keluar kantor tak bisa karena takut sewaktu-waktu dipanggil, membaca&lt;br&gt;tak bisa karena tak disediakan bahan bacaan, makan minum-pun tak bisa&lt;br&gt;karena rasanya tak etis. Serba salah! Membuat kandidat menunggu&lt;br&gt;sebenarnya bukanlah hal yang baik karena harus disadari bahwa kandidat&lt;br&gt;tak hanya punya agenda di tempat tersebut, bisa memiliki acara di&lt;br&gt;tempat lain juga. Jika waktu molor dari kesepakatan awal, bisa&lt;br&gt;dibayangkan bagaimana rumitnya kandidat harus mereschedule jadwalnya.&lt;br&gt;Tapi dalam proses seleksi seperti ini, perusahaan ada di pihak yang&lt;br&gt;berkuasa tentu saja. Kandidat adalah orang yang membutuhkan pekerjaan&lt;br&gt;dan menunggu adalah sedikit pengorbanan serta usaha yang harus&lt;br&gt;dilakukan untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Tapi, jika bisa&lt;br&gt;melakukan segalanya tepat waktu dan terjadwal dengan baik, mengapa&lt;br&gt;harus membuat orang lain menunggu? Bukankah yang nantinya rugi juga&lt;br&gt;citra perusahaan itu sendiri ?&lt;p&gt;Urusan tunggu menunggu ini, saya seperti mendapatkan karma karena dulu&lt;br&gt;sering meminta kandidat untuk menunggu saya melakukan hal-hal lain&lt;br&gt;yang saya anggap lebih penting padahal saya juga yang membuat janji&lt;br&gt;bertemu dengan mereka. Menunggu adalah hal yang tidak enak, dan saya&lt;br&gt;bertekad dalam hati, jika suatu saat saya harus berurusan dengan&lt;br&gt;kandidat lagi...saya akan berusaha tepati janji saya...stop membuat&lt;br&gt;kandidat menunggu dan membuang waktu mereka.&lt;p&gt;*curhat nggak penting karena kelelahan menunggu lebih dari 1 jam*&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;Sent from my mobile device&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-7031447019885966277?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/7031447019885966277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/07/menunggu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7031447019885966277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7031447019885966277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/07/menunggu.html' title='Menunggu'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-3850309264764947666</id><published>2011-06-03T08:09:00.001+09:00</published><updated>2011-06-03T08:09:44.001+09:00</updated><title type='text'>Jakarta-Jogjakarta-Denpasar</title><content type='html'>Pelajaran penting jika ingin melakukan perjalanan dengan biaya rendah&lt;br&gt;atau low cost adalah lakukan persiapan yang matang dan jangan percaya&lt;br&gt;pada satu sumber informasi.&lt;br&gt;Saya dan seorang teman kuliah merencanakan perjalanan ke Lombok dalam&lt;br&gt;waktu yang singkat. Kami tak bertemu muka untuk membahasnya dan hanya&lt;br&gt;menggunakan modal browsing internet untuk cari tahu tentang bagaimana&lt;br&gt;mencapai Lombok dengan murah dan apa saja yang akan kami lakukan di&lt;br&gt;sana. Karena kesibukan masing-masing, kami tak sempat eksplore dalam&lt;br&gt;tentang masing-masing info yang kami peroleh dan bodohnya, kami&lt;br&gt;mempercayai 1 sumber informasi yang setelah kami baca cermat, hanya&lt;br&gt;membuat rencana perjalanan tapi tidak ada laporan dia akhirnya&lt;br&gt;melakukan perjalanan tersebut. Sebuah kesalahan fatal!&lt;p&gt;H1 : Jakarta-Jogja, Jogja-Surabaya&lt;br&gt;Tanggal keberangkatan kami tentukan mendadak dan tanpa pertimbangan&lt;br&gt;yang matang, hanya berdasarkan pada long weekend. Itu artinya hanya&lt;br&gt;seminggu setelah punya ide ke Lombok bersama-sama. Saya yang berpikir&lt;br&gt;praktis, memilih menghampiri teman ke Jogja-sebuah pertimbangan&lt;br&gt;praktis yang dalam pelaksanaannya ternyata tidak praktis sama sekali&lt;br&gt;karena menghabiskan energi. Saya berangkat ke Jogja menggunakan kereta&lt;br&gt;Fajar Utama pada tanggal 1 Juni 2011 pagi dengan biaya Rp.120.000.&lt;br&gt;Tiba di Jogja sore hari, dan harus melanjutkan perjalanan ke Lombok&lt;br&gt;malam harinya. Saya tak sempat istirahat setelah perjalanan yang cukup&lt;br&gt;panjang. Harusnya kami bertemu di Surabaya saja...jalan tengah dan&lt;br&gt;dapat menghemat energi saya karena ternyata kami salah perkiraan. Bus&lt;br&gt;ke arah banyuwangi habis pk.20.00 dan kami baru tiba di terminal&lt;br&gt;Giwangan pk.22.00. Akhirnya kami harus ke Surabaya dahulu. Kami&lt;br&gt;memilih menggunakan bus patas dengan pertimbangan selisih biaya yang&lt;br&gt;tidak terlalu besar, yaitu 20 ribu saja. Kami menggunakan bus Eka&lt;br&gt;dengan biaya Rp.63.000 including meals. Not bad!&lt;p&gt;H2 : Surabaya-Denpasar, Denpasar-Mataram&lt;br&gt;Kesalahan kembali dilakukan pada saat pemilihan moda transportasi&lt;br&gt;menuju Bali. Alih-alih melanjutkan menggunakan bus dari terminal&lt;br&gt;bungurasih, kami memutuskan menggunakan kereta api seperti saran dari&lt;br&gt;sumber info yang kami dapatkan. Kami menggunakan kereta mutiara timur&lt;br&gt;dengan sedikit modifikasi dari sumber info. Jika sumber info hanya&lt;br&gt;sampai Banyuwangi, kami membeli tiket langsung Denpasar. Entah mana&lt;br&gt;yang lebih menguntungkan. Kami merogoh kocek Rp.150.000 untuk sampai&lt;br&gt;Terminal Ubung, Denpasar. Pemilihan ini membuat kami tak punya&lt;br&gt;guidance lagi, karena kami tidak dapat info tentang angkutan dari&lt;br&gt;Terminal Ubung ke Pelabuhan Padang Bai. Saya hanya mengandalkan logika&lt;br&gt;bahwa terminal Ubung adalah terminal antar kota, jadi mestinya ada&lt;br&gt;angkutan untuk kemana saja. Satu hal juga yang kami lupakan dalam&lt;br&gt;menyusun skenario perjalanan adalah we are girls dan ternyata kami&lt;br&gt;memiliki rasa keder ketika di tengah perjalanan, yang tampak hanya&lt;br&gt;laki-laki dan laki-laki. Kereta terlambat tiba di banyuwangi, otomatis&lt;br&gt;juga terlambat menuju denpasar. Sampai di Denpasar sudah larut malam,&lt;br&gt;sekitar pk.23.00. Terminal sudah sepi, kami kehabisan pilihan. Mungkin&lt;br&gt;belum kehabisan, tapi saya pribadi malas ambil resiko karena sudah&lt;br&gt;kelelahan. Kondektur bus PJKA menunjukkan pada kami bus eksekutif&lt;br&gt;tujuan Mataram. Tanpa pikir panjang dan tak bertanya, kami langsung&lt;br&gt;mengiyakan. Bisa ditebak jalan akhirnya...kami harus mengeluarkan uang&lt;br&gt;ekstra untuk sampai Mataram. Kegamangan karena dikelilingi calo, minim&lt;br&gt;informasi, tak ada keberanian untuk ambil resiko merupakan kombinasi&lt;br&gt;yang komplit dan kami harus membayarnya dengan harga Rp.160.000 untuk&lt;br&gt;perjalanan Denpasar-Mataram. Fiuh...total general kalau kami hitung,&lt;br&gt;perjalanan Jogja-Mataram habis biaya Rp.380.000-lebih mahal daripada&lt;br&gt;menggunakan bus Safari Dharma Raya yang tarifnya Rp.350.000 untuk&lt;br&gt;sampai Mataram dari Jogja. Huaaaaa...! Maunya dapat murah malahan&lt;br&gt;dapat mahal dan rugi waktu. Snif...snif... O ya, bus eksekutif yang&lt;br&gt;kami tumpangi, ternyata hobi ngetem...Janji jalan j00.00 WITA,&lt;br&gt;ternyata baru jalan menjelang pk.01.00 dan satu lagi yang buat kami&lt;br&gt;tercengang...ternyata pelabuhan Padang Bai itu dekat dengan terminal&lt;br&gt;Ubung, cuma 1/2 jam perjalanan. Hiks! Sampai di Padang Bai, bus itu&lt;br&gt;lagi-lagi parkir sampai jam 4 subuh dengan alasan yang saya kurang&lt;br&gt;tahu...Alhasil pk.07.00 WITA, kami masih terkatung-katung di tengah&lt;br&gt;lautan...&lt;p&gt;-to be continued-&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;Sent from my mobile device&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-3850309264764947666?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/3850309264764947666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/06/jakarta-jogjakarta-denpasar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3850309264764947666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3850309264764947666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/06/jakarta-jogjakarta-denpasar.html' title='Jakarta-Jogjakarta-Denpasar'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-1708978923068876607</id><published>2011-06-01T11:26:00.001+09:00</published><updated>2011-06-01T11:26:19.598+09:00</updated><title type='text'>Last Day</title><content type='html'>Selasa, 31 Mei 2011, adalah hari terakhir perjuangan saya berkarya di&lt;br&gt;PT.M****Papua. Ada rasa kehilangan yang sangat ketika hari itu&lt;br&gt;akhirnya tiba. 3 tahun perjalanan saya akhirnya harus berakhir pada&lt;br&gt;sebuah hari yang gelap-diguyur hujan lebat. Saya masih ingat pertama&lt;br&gt;kali dulu saya bergabung dengan perusahaan itu. Ada semangat menggebu,&lt;br&gt;ada kebanggaan merasuk dalam diri saya. Cita-cita saya dari kecil&lt;br&gt;untuk bekerja di Papua terwujud, bahkan akhirnya di tempatkan di ujung&lt;br&gt;timur Indonesia-tak semua orang seberuntung saya:p Saya yang masih&lt;br&gt;hijau dalam dunia HRD nekat terjun ke kawah candradimuka di Merauke.&lt;br&gt;Berbekal pengetahuan seadanya, saya menjadi tim HRD yang pertama&lt;br&gt;tinggal di sana. Saya jatuh bangun ketika bekerja di sana.&lt;br&gt;Berkali-kali saya demotivasi, apalagi ketika cash flow perusahaan&lt;br&gt;sedang seret, tapi akhirnya berhasil bangkit dan berlari ketika saya&lt;br&gt;melihat dan merasakan bahwa kesempatan untuk membangun perusahaan&lt;br&gt;besar di tengah keterbatasan di tanah Papua ternyata sangat menantang&lt;br&gt;adrenalin saya. Yes...I love challenge!&lt;p&gt;Sejak awal berdirinya hingga akhirnya saya memutuskan untuk keluar,&lt;br&gt;saya telah kehilangan banyak teman-teman hebat yang berguguran.&lt;br&gt;Kehilangan yang sangat terasa adalah kehilangan manager saya, entah&lt;br&gt;kenapa sejak saat itu saya merasa kehilangan arah. Honestly, saya&lt;br&gt;sangat cocok dengannya dan ternyata akhirnya saya bermasalah dengan&lt;br&gt;penggantinya-tak cocok dengan gaya kepemimpinannya. Politik kantor&lt;br&gt;jua-lah yang akhirnya menghempaskan motivasi saya ke titik nadir.&lt;br&gt;Diperparah oleh kondisi cash flow yang tak menunjukkan titik terang,&lt;br&gt;gugatan masyarakat terhadap tanah yang tak kunjung mencapai titik&lt;br&gt;temu, dan keputusan-keputusan managemen yang tak menunjukkan sense of&lt;br&gt;crisiss. Selain itu, saya sendiri juga membutuhkan stimulasi lebih&lt;br&gt;untuk menjadi profesional di bidang HRD. 3 tahun di Papua, saya&lt;br&gt;kehilangan akses informasi dan itu juga berarti kehilangan ilmu&lt;br&gt;pengetahuan. Feels stupid if compare it with others! Saya berada di&lt;br&gt;zona nyaman yang membuat saya terkadang tampil arogan dan over&lt;br&gt;confidence. Tak ada yang menghentikan saya, tak ada yang mengontrol&lt;br&gt;saya...! Saya merasa keadaan itu lama-lama akan berpengaruh terhadap&lt;br&gt;kepribadian saya. Maka demi untuk kesehatan mental dan kemajuan ilmu&lt;br&gt;saya, saya akhirnya memilih keluar.&lt;p&gt;Tak ada air mata...hanya suara tertahan karena rasa haru harus&lt;br&gt;berpisah dengan teman-teman yang sudah seperti keluarga. Kelak ketika&lt;br&gt;perusahaan itu benar-benar sukses, saya-pun telah turut menancapkan&lt;br&gt;jejak langkah saya di dalamnya. That&amp;#39;s enough! Selamat tinggal&lt;br&gt;Merauke...! Terima kasih telah memberikanku banyak pelajaran dalam&lt;br&gt;hidup, terima kasih telah memberiku keluarga baru...!&lt;p&gt;Tulisan ini dipersembahkan untuk tim HRD yang hebat dan tim pioneer!&lt;br&gt;Love u,guys!&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;Sent from my mobile device&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-1708978923068876607?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/1708978923068876607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/06/last-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1708978923068876607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1708978923068876607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/06/last-day.html' title='Last Day'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-633596698163219011</id><published>2011-05-23T01:29:00.004+09:00</published><updated>2011-05-23T16:52:36.824+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Next destination : Lombok</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah berkunjung ke Flores beberapa waktu yang lalu untuk mewujudkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;mimpi, maka mimpi saya selanjutnya adalah LOMBOK. Mengapa Lombok?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alasannya sederhana dan mungkin sedikit tidak masuk akal, yaitu saya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;baru saja menonton film Eat, Pray and Love yang dibintangi oleh Julia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Robert. Lalu apa hubungannya? Di film itu, ada adegan dimana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Liss-tokoh yang diperankan dengan apik oleh Julia-membaca sebuah buku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;tour guide yang berjudul 'BALI dan Lombok'. Begitu melihat adegan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;tersebut, tiba-tiba terbersit keinginan untuk menjelajah Lombok yang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;di buku tersebut cuma ditulis dengan huruf kecil dan font yang lebih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;kecil daripada Bali seolah-olah Lombok itu hanya bonus perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bali adalah daerah tujuan wisata yang umum dan mudah dijangkau oleh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;siapapun, tapi Lombok? Tak banyak wisatawan yang datang kesana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;meskipun jaraknya hanya sepelemparan batu dari Bali *&lt;i&gt;membandingkan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;jumlah wisatawan yang datang ke Bali dan Lombok&lt;/i&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mumpung saya punya sedikit waktu luang akibat dampak dari resign dan&lt;br /&gt;menunggu mendapatkan pekerjaan baru mengapa saya tak melakukan sebuah&lt;br /&gt;petualangan baru? Ada sedikit uang dan ada seorang teman kuliah yang&lt;br /&gt;tertarik bergabung maka jadilah sebuah rencana perjalanan ke Lombok.&lt;br /&gt;Mengapa saya berani melakukannya di saat kondisi saya yang tidak&lt;br /&gt;menguntungkan? Jawabannya adalah karena saya butuh sebuah pelampiasan&lt;br /&gt;untuk meredakan semua ketegangan dalam diri (katarsis) dan saya butuh&lt;br /&gt;sebuah pencapaian untuk mengangkat mental saya kembali menjadi&lt;br /&gt;'individu' seperti dulu atau bahkan lebih baik lagi. Perjalanan-pun&lt;br /&gt;dirancang berbudget minim karena keterbatasan dana dan juga ingin&lt;br /&gt;merasakan semangat petualangan seperti jaman kuliah dulu. Merasakan&lt;br /&gt;romansa perjalanan petualangan membangkitkan gairah dalam diri saya&lt;br /&gt;seperti dulu ketika masih remaja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika tak ada aral melintang, maka perjalanan ke Lombok akan kami&lt;br /&gt;lakukan pada awal bulan Juni...Tunggu kami, Lombok..... untuk&lt;br /&gt;menjelajahi indahnya lekuk tubuhmu...!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;-- &lt;br /&gt;Sent from my mobile device&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-633596698163219011?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/633596698163219011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/05/next-destination-lombok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/633596698163219011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/633596698163219011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/05/next-destination-lombok.html' title='Next destination : Lombok'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-172607653368920890</id><published>2011-05-22T15:03:00.002+09:00</published><updated>2011-05-23T16:50:00.354+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perasaan'/><title type='text'>Titik Nol</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Titik Nol...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bukan...saya tak hendak bercerita tentang kisah Agustinus Wibowo yang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;berjudul sama dan dimuat di Kompas beberapa tahun yang lalu. Saya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ingin bercerita tentang Titik Nol saya sendiri. Apa arti bilangan nol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;buat saya? Nol adalah kosong, nol adalah sebuah kehampaan atau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ketiadaan dan nol adalah sebuah lingkaran tak terputus yang kadang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;kecil bentuknya, namun kadang besar juga. Nol itulah kondisi saya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;sekarang. Meskipun banyak orang tak percaya bahwa saya mengalaminya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;namun inilah fakta yang terjadi dan saya mengalaminya karena sebagian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;besar adalah akibat dari kebodohan hakiki yang saya miliki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketidakmampuan dan ketidakberdayaan di masa lalu menghempaskan saya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dari angka puncak menuju angka terendah,yaitu 0 (nol).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya memutuskan keluar dari pekerjaan saya yang sedang di puncak&lt;br /&gt;karier. Apa salahnya dengan itu? Tak ada yang salah jika saya&lt;br /&gt;mendapatkan yang lebih baik dari pekerjaan sekarang. Tapi&lt;br /&gt;kenyataannya, saya keluar dari pekerjaan saya saat ini dan belum&lt;br /&gt;mendapatkan pekerjaan baru. Saya mengambil resiko besar di tengah&lt;br /&gt;beberapa kondisi yang kurang menguntungkan buat saya. Mengakhiri&lt;br /&gt;pekerjaan yang merupakan satu-satunya sumber penghasilan saya, yang&lt;br /&gt;merupakan kebanggaan saya selama kurun waktu 3 tahun, dan menjadi&lt;br /&gt;tanda eksistensi saya setelah saya melepas status pelajar. Bukan hal&lt;br /&gt;yang mudah untuk saya hadapi karena saya terbiasa memiliki sesuatu&lt;br /&gt;yang pasti dalam hidup saya. Saya terbiasa hidup dalam sebuah&lt;br /&gt;keteraturan, biasa mengontrol segala sesuatu dan sekarang, saya tak&lt;br /&gt;punya apa-apa. Seperti kembali ke titik nol ketika lulus dari&lt;br /&gt;kuliah-berburu pekerjaan, survival dengan bekal seadanya karena tak&lt;br /&gt;lagi bisa bergantung pada orang tua. Sebuah kondisi yang tak&lt;br /&gt;mengenakkan...&lt;br /&gt;Dan, kondisi ini ditambah lagi dengan bekal finansial yang tidak&lt;br /&gt;mencukupi bahkan minus karena sebuah peristiwa yang tak mengenakkan di&lt;br /&gt;akhir tahun berhasil menguras uang tabungan saya. Lengkaplah sudah&lt;br /&gt;titik nol saya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa yang sudah saya lakukan mengatasi hal ini? Nyaris tak ada! Saya&lt;br /&gt;bahkan seperti terseret ke dalam arus putaran episode 'mengasihani&lt;br /&gt;diri sendiri'. Saya berkutat dengan kegalauan perasaan-perasaan yang&lt;br /&gt;saya rasakan semenjak kehidupan saya merosot. Perasaan malu, rendah&lt;br /&gt;diri, tak berdaya, gengsi, kuatir menjadi satu dan saya bingung&lt;br /&gt;bagaimana menghadapinya. Saya hanya takut saya melakukan hal yang&lt;br /&gt;bodoh selama masa titik nol ini. Tapi untunglah, saya masih diberikan&lt;br /&gt;akal sehat dan lingkungan pergaulan yang positif sehingga titik nol&lt;br /&gt;perlahan bertumbuh dan berkembang meninggalkan titik statisnya. Memang&lt;br /&gt;terkadang saya merasa frustasi dan kembali ke titik statis, namun&lt;br /&gt;setiap kali saya jatuh, Tuhan selalu mengirimkan malaikat-malaikat tak&lt;br /&gt;bersayapnya berupa teman yang mengingatkan saya untuk terus berjuang&lt;br /&gt;dan yang terpenting membangkitkan rasa percaya diri saya bahwa saya&lt;br /&gt;memang special!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebuah coretan untuk meredakan kecemasan, membuat saya untuk tetap&lt;br /&gt;berpikiran 'waras' dan kelak sebagai pengingat jika saya sudah kembali&lt;br /&gt;di titik teratas...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;-- &lt;br /&gt;Sent from my mobile device&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-172607653368920890?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/172607653368920890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/05/titik-nol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/172607653368920890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/172607653368920890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/05/titik-nol.html' title='Titik Nol'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2908158930166639165</id><published>2011-05-20T17:06:00.001+09:00</published><updated>2011-05-20T17:06:52.835+09:00</updated><title type='text'>Rajin Nge-blog</title><content type='html'>&lt;font size="2"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,sans-serif;"&gt;Rasanya produktivitas blog saya dari tahun ke tahun semakin menurun. Ada saja seribu alasan yang saya buat sebagai bentuk permakluman bahwa blog saya kurang update, mulai dari tidak ada waktu sampai terbatasnya sarana dan prasarana untuk nge-blog. Namun muara dari semua alasan itu sebenarnya adalah niat! Niat saya untuk menulis kurang kuat sehingga apapun alasan yang saya buat pasti akan terasa masuk akal. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: trebuchet ms,sans-serif;"&gt; &lt;br style="font-family: trebuchet ms,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,sans-serif;"&gt;Sekarang, saya berniat untuk menghilangkan seluruh hambatan untuk menulis dan update blog. Salah satu cara yang akan saya lakukan adalah berusaha untuk tetap dapat update blog meskipun menggunakan sarana yang minim. Voila! Akhirnya, saya menemukan cara posting yang mudah yang bisa dilakukan dimana saja asalkan saya membawa ponsel pintar saya, si Blackberry karena cara yang saya gunakan adalah mengirim posting blog melalui email. Dan karena Blackberry, saya bisa akses email saya dimanapun dan kapanpun. Ini adalah tulisan pertama saya menggunakan fasilitas tersebut. Jika tulisan ini berhasil Anda baca, berarti saya telah berhasil. Namun jika saya tidak berhasil, maka Anda-pun tidak akan pernah tahu saya telah membuat tulisan ini:p&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: trebuchet ms,sans-serif;"&gt; &lt;/font&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2908158930166639165?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2908158930166639165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/05/rajin-nge-blog.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2908158930166639165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2908158930166639165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/05/rajin-nge-blog.html' title='Rajin Nge-blog'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-6217139218581619153</id><published>2011-05-16T18:33:00.000+09:00</published><updated>2011-05-16T18:33:19.721+09:00</updated><title type='text'>Flores...family and love - bagian 2!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Seperti halnya daerah Indonesia Timur yang lain, ikatan kekerabatan di Flores juga sangat erat. Kakak adik tinggal berdekatan meskipun sudah memiliki keluarga masing-masing. Keluarga pasangan saya juga begitu. Orang tua pasangan saya sudah menyiapkan 3 rumah untuk nantinya diberikan kepada masing-masing anaknya yang kesemuanya berada dalam 1 kompleks. Jadi bisa dibayangkan bagaimana ramainya jika nanti kami semua tinggal disitu. Nenek dari mama tinggal tak jauh juga dari rumah orang tua pasangan saya dan usianya-pun sudah sangat lanjut, yaitu 97 tahun. Hebatnya, beliau masih tegap berdiri dan sanggup ke kebun untuk bercocok tanam...! Di Flores, sebutan Nenek berlaku pada laki-laki dan perempuan, tak seperti di Jawa dimana Nenek selalu merujuk pada perempuan. *&lt;i&gt;dan ini baru saya ketahui setelah 3 hari berada di Flores-bodoh!&lt;/i&gt;* Sebutan untuk laki-laki adalah Nenek Ama dan sebutan untuk perempuan adalah Nenek Ina&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Disana, saya merasakan suasana kekeluargaan yang hangat dan erat sekali. Saya tak tahu persis apakah ini berlaku pada keluarga Flores yang lain atau memang kebetulan suasana kekeluargaan yang hangat itu hanya dimiliki oleh keluarga pasangan saya. Kata Om yang merasuki kakak perempuan (baca tulisan bagian 1), "Orang Maumere itu makannya banyak, omongnya juga banyak". Maksudnya adalah orang Maumere suka makan dan suka mengobrol . Dan kata-kata Om itu memang ada benarnya. Saya yang tak terbiasa makan pagi dipaksa untuk makan 6 kali sehari dengan porsi yang lumayan besar dan tetap saja buat mereka, saya itu ukurannya kurang makan. Hehehe...porsi makan saya sama dengan porsi makan keponakan pasangan saya yang usianya 6 tahun. Acara makan adalah acara yang penuh kehangatan karena makan sering dilakukan bersama-sama dan lauk seadanya-pun terasa nikmat di lidah ketika seluruh anggota keluarga berkumpul, duduk bersama untuk menikmati hidangan. Menu favorit keluarga adalah ikan bakar dan hore...saya berhasil membersihkan ikan dan membuat bumbu ikan bakar di bawah bimbingan pasangan saya. Pernah suatu hari, kami makan ikan jam 12 malam karena tak sabar menikmati ikan yang dibawa oleh kakak ipar pasangan saya dari tempatnya bertugas dan memang tak sia-sia membakar ikan tengah malam karena hasilnya memang luar biasa enak. Di sana, nasi 1 rice cooker ukuran sedang habis untuk 1 kali makan, sedangkan di rumah saya, 1 rice cooker ukuran sedang untuk makan seharian dan kadang esok paginya masih ada sisa. Tapi ternyata makan ikan bakar lebih nikmat dengan pisang yang digoreng tanpa tepung atau dibakar. Sayang, sambal disana terasa asin di lidah saya. Dapur juga rasanya tak pernah istirahat untuk terus men-supply kebutuhan makan dan berkumpul seluruh anggota keluarga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Selesai makan, keluarga biasanya berkumpul untuk bercerita dan mengobrol. Event inilah yang disebut Om sebagai 'banyak omong'. Semua cerita mengalir tak henti-henti, dari obrolan tentang masa lalu, masa sekarang,&amp;nbsp; masa depan hingga obrolan omong kosong dan mereka betah berjam-jam untuk melakukan hal itu serta melakukannya dengan suara yang lantang. Stamina mereka memang hebat. Tak perlu jamuan makan mewah untuk menyatukan keluarga dalam sebuah kehangatan. Saya belajar bahwa cara memasak yang natural dan sederhana ternyata mampu membawa suasana kehangatan dalam keluarga karena semuanya dilakukan dengan semangat melayani seluruh keluarga dan gotong royong.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Di keluarga bapa pasangan saya ada seorang tante yang tak menikah, begitu pula di keluarga mama. Menurut pasangan saya, ini adalah sebuah tradisi bahwa salah satu anak perempuan tidak boleh menikah agar tinggal di rumah orang tuanya dan merawat orang tuanya dalam usia senja hingga meninggal. Sebuah bentuk pengabdian yang hanya dapat dipahami dalam sebuah sistem kekeluargaan yang erat. Entah apa kata LSM pemberdayaan perempuan atau HAM tentang hal ini. Saya rasa mereka tak bisa mengatakan pengabdian tersebut sebagai sebuah bentuk pemaksaan kehendak atau pemasungan hak perempuan karena saya yakin semuanya melakukan hal itu dengan semangat kasih dan pelayanan terhadap keluarga. Namun rasanya hal itu sekarang sulit dilakukan seiring dengan jumlah anak yang semakin sedikit. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dari keluarga pasangan saya *&lt;i&gt;tak berani membuat generalisasi keluarga Flores pada umumnya-butuh riset lebih dalam&lt;/i&gt;*, saya belajar tentang arti sebuah cinta, pelayanan dan pengabdian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;- to be continued to part 3...&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-6217139218581619153?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/6217139218581619153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/05/floresfamily-and-love-bagian-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/6217139218581619153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/6217139218581619153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/05/floresfamily-and-love-bagian-2.html' title='Flores...family and love - bagian 2!'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-3908847668763995551</id><published>2011-05-16T13:20:00.001+09:00</published><updated>2011-05-16T18:34:52.789+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mimpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><title type='text'>Flores...the dream come true! - bagian 1</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Setelah bermimpi sekian lama tentang tanah Flores, akhirnya saya berhasil mewujudkan mimpi saya. Tanggal 19-28 April lalu saya berkesempatan pergi ke Flores meski tak mengeksplore keseluruhan pulau Flores yang membentang cukup luas, tapi hanya di daerah Maumere saja. Namun perjalanan itu adalah perjalanan yang tak akan pernah saya lupakan karena saya tak sekedar travelling kesana, tapi juga punya agenda lain, yaitu mengunjungi calon keluarga baru saya. Hehehehe...yup...saya dapat jackpot karena tak hanya berhasil berkunjung ke Flores, tapi juga mendapatkan pasangan hidup dari Flores. Jadi, perjalanan kemarin tak menitikberatkan pada eksplore keindahan alam Flores, melainkan fokus pada memahami budaya yang kelak akan menjadi budaya saya juga jika menikah dengan pasangan saya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Berangkat ke Flores menggunakan maskapai Batavia Air dengan rute Jakarta-Kupang dan Kupang-Maumere dengan harga tiket Rp. 1.400.000. Tak ada yang istimewa dengan penerbangannya, kecuali harus bangun pagi-pagi sekali dan berangkat dari rumah pk. 03.00 karena penerbangan dijadwalkan pk. 06.00. Fiuh! Saya berangkat dengan pasangan dan 2 saudara perempuannya. Barang bawaan saya hanya 1 tas, begitu juga dengan pasangan saya. Tapi, barang bawaan saudara perempuan pasangan saya luar biasa banyak hingga over baggage padahal sudah menggunakan jatah bagasi milik saya dan pasangan. Hal yang jamak terjadi untuk penerbangan ke Indonesia Timur karena banyak oleh-oleh untuk kerabat dan membawa barang-barang yang hanya dapat dijumpai di daerah Indonesia Barat. Jakarta-Kupang ditempuh dalam jangka waktu kurang lebih 2,5 jam dan lancar. Namun tidak demikian dengan rute Kupang-Maumere. Meskipun jarak tempuhnya hanya 30 menit, namun penerbangan singkat itu membuat jantung berdegup kencang dan tak henti-hentinya memanjatkan doa mohon keselamatan karena sepanjang perjalanan, pesawat berguncang-guncang yang disebabkan oleh awan mendung tebal. Bahkan seorang penumpang ada yang sampai menangis karena ketakutan dan pramugari membatalkan pembagian snack karena kondisi tidak memungkinkan. *&lt;i&gt;sementara saya...berpegangan erat pada tangan pasangan saya yang 'berpura-pura' tenang. wkwkwkwk&lt;/i&gt;*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Jam 14.00, kami tiba di Maumere. Udara panas langsung menyambut kami begitu menginjakkan kaki di bandara Frans Seda meskipun hujan baru saja berhenti. Menurut saya, bandara Frans Seda cukup luas dan bersih untuk ukuran bandara kabupaten, jika dibandingkan dengan bandara-bandara kabupaten lain, seperti Manokwari dan Biak. Kami dijemput oleh kakak perempuan pasangan lengkap dengan mujair-mujairnya *&lt;i&gt;kami menyebut keponakan pasangan yang masih kecil-kecil dan ramainya minta ampun dengan mujair&lt;/i&gt;* Tujuan pertama adalah mengantarkan saudara sepupu pasangan yang tadi satu pesawat dengan kami ke rumahnya. Sesampai di rumahnya, sambutan keluarga benar-benar di luar perkiraan saya. Ramah, ramai dan hangat seperti saya ini sudah lama dikenal oleh mereka. Yang buat saya terheran-heran adalah tak ada satupun yang bersuara pelan disana, semuanya memiliki suara keras...hehehehe...kalau di rumah saya, ada yang bersuara sekeras itu, pasti sudah dimarahi oleh ibu saya karena dianggap membentak. Telinga saya-pun harus terbiasa dengan suara-suara 8 oktaf itu:p&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Selesai mengantar saudara sepupu pasangan, kami pergi bakar lilin ke makam nenek dari pihak bapa. *&lt;i&gt;bakar lilin=ziarah kubur&lt;/i&gt;* Alih-alih bunga tabur seperti lazimnya di Jawa, kami menggunakan lilin yang ditaruh di sekeliling makam atau di kepala nisan. Saya sempat shock ketika mengetahui tradisi di sana tentang makam, yaitu keluarga dimakamkan di halaman rumah. Jadi hampir setiap halaman rumah, pasti ada makam leluhur tapi tentu saja itu jika rumahnya di kampung. Bahkan menurut pasangan saya, ada yang menaruh makam anaknya di kamar tidur untuk menunjukkan kecintaan mereka terhadap sang anak. Takut? Pasti! Tapi itu hanya awal-awal saja karena lama-lama makam jadi pemandangan biasa dan mereka mendekorasi makam sedemikian rupa sehingga kesan angker-pun nyaris tidak ada. Aaarrrghhh...tapi saya tak berani membayangkan jika makam itu masih baru, pasti saya tidak akan berani tidur sendirian. Untungnya besok kalau saya harus kembali kesana, saya tak perlu lagi tidur sendirian:p&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Bicara tentang leluhur, keterikatan orang Flores terhadap leluhur sangatlah kuat. Buktinya adalah makam leluhur yang terletak di halaman rumah. Kecintaan terhadap keluarga, penghormatan terhadap leluhur adalah hal yang mutlak disana. Malam pertama saya di rumah pasangan, saya dibuat ketakutan setengah mati karena tiba-tiba kakak perempuan yang tadi menjemput kami di bandara kerasukan arwah paman/om yang telah beberapa tahun berselang meninggal dunia. Seumur hidup saya, baru kali ini saya melihat orang kesurupan dengan cara yang seperti dialami oleh kakak perempuan. Dulu waktu kuliah, ada seorang adik kelas yang kesurupan dan sangat menakutkan karena dia disusupi oleh arwah jahat penunggu gedung kampus. Itu adalah pengalaman pertama saya bersentuhan dengan dunia lain. Dan kemarin di Flores, saya mengalami hal yang benar-benar di luar jangkauan akal sehat saya namun benar-benar terjadi. Semasa hidupnya, om memang terkenal sangat sayang pada kakak perempuan itu sehingga itu pula sebabnya om memilih raga kakak perempuan sebagai media untuk berkomunikasi dengan orang-orang terkasih yang ditinggalkannya. Jauh dari kesan menakutkan, om sangat ramah ketika 'kembali' ke tengah-tengah keluarga. Ia memberikan wejangan, nasehat, mengenang masa lalu, bahkan memberikan nomer togel dengan gaya seakan-akan dia memang masih hidup. Alih-alih suasana mencekam, peristiwa kerasukan itu malah menjadi ajang reuni keluarga dan penuh canda tawa. Saya tak tahu persis apa yang dikatakan om karena sebagian besar disampaikan dengan menggunakan bahasa daerah, tapi saya sempat berkenalan dengannya. Sebuah peristiwa yang tak akan terlupakan sepanjang hidup saya. Om tak hanya datang sekali, tapi sekitar 4-5 kali selama saya berkunjung kesana dan setiap kali datang, om akan bertahan sekitar 2-3 jam. Om dapat mengungkapkan kembali apa yang kami bicarakan dan apa yang kami rencanakan dengan tepat dan buat saya itu benar-benar menakjubkan.Satu hal yang buat saya penasaran adalah apakah Om dapat membaca apa yang kami pikirkan tapi tak terkatakan? Menurut pasangan saya sih itu tak dapat dilakukan tapi siapa yang tahu ? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Suatu saat ketika saya sudah kembali ke Jakarta, Om datang dan dapat mengungkapkan kegalauan hati saya dan pasangan tentang sesuatu hal. Yang buat saya surprise adalah topik yang buat kami galau itu, kami bicarakan melalui YM.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Jadi apakah Om bisa baca YM juga ?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Beberapa kali kedatangan Om, kesan yang saya tangkap adalah penuh dengan suasana mistis dan menegangkan karena mungkin ada masalah yang sedang dihadapi oleh keluarga besar berkaitan dengan ilmu-ilmu hitam tapi entahlah...itu hanya pengamatan saya sebagai orang awam saja. Namun reaksi pasangan saya, tak urung juga sempat menciutkan nyali saya...membuat bulu kuduk merinding namun saya pendam saja, berpura-pura tak takut. hehehehehe... Mudah-mudahan kalau saya betul-betul tinggal disana, hal-hal seperti itu tak akan terjadi...Amin!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-yAnQkD19Vpg/TdClN6uZfbI/AAAAAAAAAFM/7j8X1PnDQqg/s1600/IMG00255-20110422-0907.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-yAnQkD19Vpg/TdClN6uZfbI/AAAAAAAAAFM/7j8X1PnDQqg/s320/IMG00255-20110422-0907.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Salah satu makam keluarga (Om pastor) yang kami kunjungi di Seminari Rita Piret&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;-to be continued to part 2...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-3908847668763995551?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/3908847668763995551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/05/floresthe-dream-come-true-bagian-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3908847668763995551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3908847668763995551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/05/floresthe-dream-come-true-bagian-1.html' title='Flores...the dream come true! - bagian 1'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-yAnQkD19Vpg/TdClN6uZfbI/AAAAAAAAAFM/7j8X1PnDQqg/s72-c/IMG00255-20110422-0907.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-181039125577955432</id><published>2011-04-01T03:10:00.000+09:00</published><updated>2011-04-01T03:10:09.414+09:00</updated><title type='text'>Man Jadda Wajadda</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Beberapa waktu yang lalu saya membeli buku 5 Menara karangan A. Fuadi di Kompas Gramedia Book Fair. Sudah tertarik dengan buku ini lama, tapi baru kesampaian membelinya kemarin karena ada diskon besar. *&lt;i&gt;gak mau rugi.com&lt;/i&gt;* Buku ini berkisah tentang perjuangan seorang bocah Padang bernama Alif Fikri dalam menamatkan pendidikannya di Pondok Madani (PM)-sebuah pondok pesantren modern di Ponorogo. Menimba ilmu di PM bukanlah cita-citanya karena bagi anak-anak usianya masuk pondok pesantren sama sekali tidaklah keren, namun karena desakan orang tuanya dan demi baktinya kepada ayah-ibu, maka ia dengan setengah hati masuk ke PM. Namun, ternyata pendidikan di PM jauh dari bayangan Alif. Disana ia dididik dengan keras oleh para kyai dengan dibekali slogan-slogan yang bertujuan untuk menuntun langkah agar tampil menjadi orang yang sukses, salah satunya adalah &lt;i&gt;Man Jadda Wajadda&lt;/i&gt; yang artinya siapa yang berusaha sungguh-sungguh maka akan memperoleh kesuksesan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Yes, I'm totally agree with that! &lt;i&gt;Man Jadda Wajadda&lt;/i&gt; terasa enak di dengar di telinga, tapi pelaksanaannya tak pernah seindah kata-katanya. Siapa yang dalam episode kehidupannya tak pernah merasakan yang namanya putus asa ? Saya rasa tak ada satu orang-pun yang tak pernah menyerah ketika menjalani hidup di dunia yang penuh kompleksitas ini. Ok...mungkin tidak menyerah sepenuhnya dan berhenti berusaha, tapi pernahkah Anda mengatakan pada diri sendiri..."&lt;i&gt;Ah malam ini cukup belajarnya, besok kan masih ada waktu&lt;/i&gt;" atau "&lt;i&gt;Aku sudah ngantuk, besok saja aku teruskan tugas ini&lt;/i&gt;". Saya sering sekali mengucapkan itu dan benar-benar melakukannya ketika fisik sudah lelah dan semangat kendor karena buntu pikiran. Dan, jika begini maka bisa dibilang saya telah gagal menerapkan &lt;i&gt;Man Jadda Wajadda&lt;/i&gt;. Menurut Kyai Rais, pimpinan PM dalam novel 5 Menara, &lt;i&gt;Man Jadda Wajadda&lt;/i&gt; berarti &lt;i&gt;going extra miles&lt;/i&gt;-berusaha di atas rata-rata orang lain. Rasa kantuk itu wajar apalagi jika kita sudah menguras energi habis-habisan, namun apakah kita harus menyerah pada rasa kantuk dan menyia-nyiakan kesempatan dan waktu untuk mendapatkan sesuatu yang lebih ? Kenapa kita sering mudah menyerah pada batasan-batasan fisik ketika sedang berjuang untuk meraih sesuatu ? Kalau iya, berarti kita kurang berusaha sungguh-sungguh sehingga ganjaran sukses-pun akan tertunda datangnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Semasa kuliah, saya ikut kegiatan pecinta alam. Slogan yang diteriakkan di organisasi itu tentu saja bukan &lt;i&gt;Man Jadda Wajadda&lt;/i&gt; seperti di PM, namun memiliki esensi yang kurang lebih sama : &lt;i&gt;Never Give Up!&lt;/i&gt; Menolak untuk menyerah! Saya ingat mengikuti kegiatan pendakian gunung tahun 2000 di Merbabu. Itu adalah pengalaman naik gunung pertama saya dan tentu saja saya diliputi perasaan takut sekaligus penasaran untuk mencapai puncaknya. Naik gunung memang tak pernah mudah-sudah capek capek naik, harus turun lagi dan di puncak cuma sebentar sekali. Malam pendakian, saya muntah-muntah di tengah jalur pendakian karena campuran masuk angin dan grogi. Namun, teman-teman senior tidak membiarkan saya terkapar di setengah perjalanan itu. Mereka menemani saya dengan setia sambil memompa semangat saya untuk terus berjuang...&lt;i&gt;Never Give Up&lt;/i&gt;! Langkah demi langkah kecil saya jejakkan di punggung Merbabu. Setiap kali saya merasa lelah, mereka akan terus menyoraki saya untuk mencoba sedikit lebih tinggi lagi...lagi dan lagi...hingga akhirnya...huray! Saya mencapai puncak Merbabu. Saya menangis terharu ketika tiba di puncaknya. Hari telah terang tanah, saya kehilangan momen &lt;i&gt;sunrise&lt;/i&gt; tapi itu tetap perjuangan terindah saya. Bayangkan jika saya tak pernah mencoba lagi dan lagi, maka saya tak akan pernah sampai puncak Merbabu dan saya akan dikejar mimpi penasaran di kemudian hari dan kehilangan uang bantingan tanpa mendapatkan apa-apa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Man Jadda Wajadda&lt;/i&gt;...siapa yang bersungguh-sungguh akan memperoleh kesuksesan maka berusahalah di atas rata-rata orang lain-&lt;i&gt;going extra miles&lt;/i&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Never Give Up&lt;/i&gt;...Menolak untuk menyerah, maka jika merasa sudah lelah, teruslah mencoba sedikit lagi...lagi dan lagi hingga akhirnya mencapai garis finish atau kesuksesan...! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-181039125577955432?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/181039125577955432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/04/man-jadda-wajadda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/181039125577955432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/181039125577955432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/04/man-jadda-wajadda.html' title='Man Jadda Wajadda'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-6952305283177950929</id><published>2011-03-16T01:35:00.001+09:00</published><updated>2011-03-16T01:35:53.075+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mimpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekerjaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulang tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merauke'/><title type='text'>Three years ago</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-QKLkv97vJ_w/TX-UqOwfqoI/AAAAAAAAAFI/zIgb4Awt8f8/s1600/DSC00001.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh3.googleusercontent.com/-QKLkv97vJ_w/TX-UqOwfqoI/AAAAAAAAAFI/zIgb4Awt8f8/s320/DSC00001.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Sejak saya kecil, saya bercita-cita ingin bekerja di pedalaman Papua-dulu namanya masih Irian Jaya. Sebuah artikel kecil di majalah Kartini tentang seorang dokter perempuan dari Jawa yang dengan penuh semangat pengabdian mengorbankan masa mudanya melayani masyarakat di pedalaman Papua telah menggugah minat saya dan dalam hati kecil saya selalu terucap..."Saya harus seperti dia jika besar nanti, bekerja di Irian Jaya". Dan, rupanya keinginan yang terucap terus menerus dalam hati itu-pun mendapatkan kesempatan untuk terwujud.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tiga tahun yang lalu ketika saya masih bekerja di sebuah perusahaan media, saya mendapat telpon dari HR Manager PT. M****Papua dan meminta saya untuk datang interview. Wow...saya tak merasa melamar kesana tapi kenapa saya dipanggil? Itu adalah pertanyaan pertama yang muncul dalam benak saya. Sambil mencuri-curi waktu ketika mengurus vendor training, saya datang untuk memenuhi panggilan interview tersebut. *&lt;i&gt;maaf mas ogie dan mas chaly...saya mencuri waktunya-membuat pengakuan&lt;/i&gt;* Perusahaan yang saya tahu persis adalah perusahaan besar dan terkenal cukup menggetarkan hati saya ketika datang ke kantornya untuk pertama kali dan saya berusaha meyakinkan diri saya bahwa saya layak untuk mendapat panggilan disana. Bertemu dengan HR Manager yang ternyata adalah seorang ibu yang sangat gesit, tegas dan percaya diri membuat saya minder sesaat. Namun, lama kelamaan minat saya yang besar akan Papua perlahan-lahan mengikis rasa minder saya dan berganti menjadi rasa percaya diri bahwa saya mampu menjawab tantangan yang dilontarkan oleh ibu HR Manager tersebut. Bahkan ketika direktur Finance dan SDM memberikan pertanyaan kepada saya, lebih suka bekerja di Jakarta atau Papua? Saya jawab dengan mantap tanpa keraguan...Papua! Hehehe...mungkin jawaban itulah yang akhirnya membuat saya tidak melalui proses panjang untuk diterima sebagai karyawan. *&lt;i&gt;belakangan saya heran pada diri saya sendiri kenapa bisa seyakin itu dalam menjawab. hehehe...&lt;/i&gt;* Bahkan saya-pun melanggar ketentuan perusahaan untuk proses mengundurkan diri satu bulan sebelumnya karena saya sudah tak sabar ingin segera ke Papua. Di kemudian hari, saya menyesali tindakan konyol saya itu (&lt;i&gt;tidak melalui proses one month notice-red.&lt;/i&gt;) karena saya merasa melukai hati mantan boss saya yang telah memberikan banyak ilmu untuk saya. Mereka memang tak berkata-kata tapi pesta perpisahan yang dilakukannya ketika saya pergi membuat saya mengerti bahwa mereka menghargai saya dan menyayangi saya. Ikatan emosi yang kuat tak pelak membuat saya merasa berat juga meninggalkan perusahaan lama, tapi apa boleh buat...impian masa kecil di depan mata, tak bisa lagi ditunda untuk terwujud. Saya nyaris menangis ketika mengucapkan kata-kata resign kepada boss saya dan dia benar-benar terkejut karena saya tak menunjukkan tanda-tanda akan hengkang dari situ. Tatapan matanya dan nasehat yang meluncur dari mulutnya benar-benar mengoyak pertahanan batin saya. Satu yang saya ingat dari pesannya, yaitu setiap kali saya merasa ragu, saya harus bertanya pada diri saya sendiri..."What are you looking for?" Dan, it works! Setiap kali saya merasa putus asa dan ingin menyerah ketika berada di Papua, saya langsung teringat pada kata-kata itu. Kata-kata itu bak mantra ajaib yang akan selalu mengembalikan saya ke jalan mimpi saya, memastikan agar saya tak melenceng dari jalur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tanggal 10 Maret 2008, saya resmi bergabung dengan PT. M****Papua dan ditempatkan di Merauke. Pertama kali masuk, saya terkejut bukan main karena ternyata perusahaan ini baru berdiri dan saya-pun termasuk karyawan pioneer. Nomer Induk Karyawan saya-pun masih berbilang puluhan, yaitu no 34. Wedeh...saya salah tangkap rupanya ketika interview. Merasa dibohongi ? Sedikit! Tapi kaki sudah melangkah dan tak bisa menekan tombol backspace, sehingga hambatan harus dilihat sebagai tantangan. Saya ikut menghadiri presentasi para kontraktor yang akan membangun di site Buepe, Merauke tempat perusahaan saya akan beroperasi nantinya dan surprise...ternyata tempatnya masih berupa hutan belantara...belum dibuka sama sekali. Duh! Dan semenjak surprise pertama itu, kejutan demi kejutan lainnya saya terima. Awalnya saya memang sempat pesimis dapat menjalani itu semua karena saya tidak punya pengalaman sebagai HR di site yang notabene akan lebih banyak bersinggungan dengan urusan administrasi dan hubungan industrial. Tapi perlahan lahan saya-pun mulai menemukan kenikmatan bekerja disana. Setiap hari adalah tantangan baru! Teman-teman datang silih berganti, ada yang bertahan *&lt;i&gt;rombongan pertama hanya menyisakan 5 orang termasuk saya&lt;/i&gt;*, ada yang tak bisa pergi jauh dari keluarganya dan ada juga yang terlalu takut untuk menjalani kerasnya kehidupan di tanah Papua sehingga hanya bertahan tak lebih dari seminggu kemudian pulang kembali ke Jawa. Jauh dari keluarga membuat teman-teman seperjuangan menjadi keluarga. Saya menemukan sahabat, keluarga baru, bahkan pacar (:p) dan saya sangat bersyukur bahwa saya diberikan kesempatan untuk merasakan itu semua. Saya juga dapat banyak pengalaman yang tak mungkin saya dapatkan ketika saya memilih tetap bekerja di tempat lama, yaitu berkonflik dengan masyarakat lokal, diancam, didemo karyawan, sampai dengan perubahan management dan politik kantor. Pengalaman-pengalaman yang benar-benar menempa saya untuk semakin kuat dan dewasa...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tiga tahun sudah saya berada di Papua dan saya masih ingin kembali kesana...membangun tanah Papua dengan kemampuan yang saya miliki...karena itulah mimpi saya!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Happy 3rd anniversary for me...Never Give Up!:p&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;March 10, 2008 - March 10, 2011 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-6952305283177950929?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/6952305283177950929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/03/three-years-ago.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/6952305283177950929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/6952305283177950929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/03/three-years-ago.html' title='Three years ago'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-QKLkv97vJ_w/TX-UqOwfqoI/AAAAAAAAAFI/zIgb4Awt8f8/s72-c/DSC00001.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2862464267117922807</id><published>2011-03-08T03:21:00.000+09:00</published><updated>2011-03-08T03:21:38.078+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='romansa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perasaan'/><title type='text'>Between Me and Him</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Beberapa hari ini hati saya berbunga-bunga, melayang ke taman firdaus. Saya tahu persis apa penyebabnya, namun tak bisa mengungkapkannya. Mengapa ? Karena saya memiliki complicated feeling. Dan karenanya, saya bagaikan makan buah simalakama. Jika saya ungkapkan, maka satu pihak akan tersakiti untuk kedua kalinya. Jika saya tak ungkapkan, berarti saya membohongi apa kata hati saya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Saya tak terlalu berani mengambil resiko kali ini karena saya tak mau lagi terjebak dalam kisah yang semu dan mendatangkan sengsara berkepanjangan seperti yang sudah-sudah. Saya ingin matang dalam mengambil keputusan dan tak ingin membuat banyak hati terluka. Saya tak tahu bagaimana prosesnya sehingga saya seperti terlempar ke taman Firdaus sekarang ini dan merasakan gejolak gairah hidup bak remaja belasan tahun, namun semuanya berawal dari sebuah sapaan hangat yang masuk dalam ruang dengar saya dan kemudian menyentuh hati saya yang sedang dalam keadaan beku. Tak ada rayuan gombal setinggi langit, hanya obrolan-obrolan ringan tentang sebuah perjalanan ke tempat impian saya, tentang pekerjaan, tentang keluarga, tentang impian, dan lain sebagainya. Namun rupanya obrolan-obrolan itu akhirnya jadi semacam candu dalam hidup saya dan dirinya. Rasa rindu mulai menggelitik hati saya dan dirinya sehingga waktu dirasa tak pernah cukup untuk memuaskan keinginan kami untuk bercerita, saling menyapa dan berbagi tentang hidup.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Meskipun kami jadi akrab, namun sangat terasa masih ada jarak antara saya dan dirinya. Saya tak berani terlalu dekat karena kaki saya masih terikat pada sebuah hubungan masa lalu yang tak lagi berbentuk. Sedangkan dirinya mencoba untuk menahan diri agar tidak terlalu agresif dan mencoba menemukan moment yang pas untuk benar-benar terbuka. Lidah dapat dibuat kelu, dan tangan dapat diikat untuk menjaga agar semuanya tak melewati batas yang seharusnya, tapi hati tak pernah bisa ditipu. Meskipun ada jarak antara saya dan dirinya, namun hati saya dan dirinya semakin mendekat. Saya dapat merasakannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Entah kapan hati saya dan dirinya akan benar-benar bersatu dan diikuti oleh bagian raga yang lain. Mungkin waktu itu akan datang sebentar lagi atau mungkin juga tak akan datang. Semuanya tergantung dari keberanian kami masing-masing keluar dari ikatan yang membelenggu dan apakah Tuhan berkenan memberikan diri saya sebagai jodoh untuknya atau dirinya sebagai jodoh untuk saya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Antara saya dan dirinya sekarang ini tercipta jarak tak kasat mata, dan hanya Tuhan-lah yang dapat menentukan apakah jarak tersebut akan semakin lebar ataukah menjadi tak berjarak lagi. Tapi saya berharap, ketika Tuhan memberikan keputusanNya, tak akan ada hati yang terluka, apapun hasilnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2862464267117922807?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2862464267117922807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/03/between-me-and-him.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2862464267117922807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2862464267117922807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/03/between-me-and-him.html' title='Between Me and Him'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-6977771842386236473</id><published>2011-03-07T02:57:00.000+09:00</published><updated>2011-03-07T02:57:13.172+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mimpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia timur'/><title type='text'>Mimpi dan Flores</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sudah lama saya tak merasa bergairah seperti sekarang. Bergairah...bernafsu...bersemangat..! Apa gerangan yang membuat jiwa saya serasa berdenyut-denyut dan bak lampu petromaks yang terus dipompa sehingga nyalanya berpendar-pendar setara lampu 12 watt ? Tak lain tak bukan adalah karena saya punya mimpi, saya sedang punya keinginan yang telah lama terpendam dan akan terpenuhi dalam waktu dekat *&lt;i&gt;tentu saja jika Tuhan mengijinkan-manusia boleh berencana, tapi Tuhan juga yang menentukan&lt;/i&gt;* Saya hanya tinggal menghitung hari hingga mimpi 7 tahun lalu akan menjadi kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mimpi saya berawal dari pencarian tempat eksplorasi untuk melakukan ekspedisi kecil-kecilan yang melibatkan seluruh divisi di Palapsi. Waktu itu sedang booming KKN Tematik, yaitu sebuah program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa secara bebas dan program itu akan dihitung sebagai kredit point KKN 3 sks. Sebuah program yang menyenangkan karena mahasiswa diperkenankan untuk merancang sendiri program pengabdiannya, beda dengan KKN reguler yang hanya mengikuti pola yang telah dirancang oleh universitas. PALMAE, kelompok mahasiswa pecinta alam dari fakultas ekonomi berhasil melakukan KKN tematik itu di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Kebetulan waktu itu, saya kenal dengan beberapa penggiatnya dan tertarik untuk melakukan program serupa dengan membonceng kegiatan ekspedisi kecil-kecilan yang sedang digagas oleh Palapsi. Saya-pun menggali dari teman-teman PALMAE tentang Manggarai dan cerita mereka tentang kearifan budaya disana sekonyong-konyong membuat saya jatuh cinta pada Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur *&lt;i&gt;eksotisme Manggarai serasa cocok dengan gairah idealisme saya tentang ecotourism yang menjadi minat besar saya saat itu&lt;/i&gt;*. Saya-pun mengusulkan pada tim kecil untuk melakukan kegiatan Litbang disana, melanjutkan apa yang telah dirintis PALMAE dan mendaftarkannya sebagai KKN tematik. Usul saya memang didengar karena kebetulan saya menjabat sebagai Kadiv Litbang saat itu dan termasuk salah satu yang berkewajiban untuk mencari tempat bagi tim saya untuk berekspedisi, namun saya rupanya terlalu naif dan lupa bahwa setiap organisasi punya 'gengsi'nya masing-masing. Kami adalah organisasi yang terkenal karena kreatifitas dan kegigihannya, masa iya akan mengikuti jejak organisasi lain atau istilah kasarnya adalah 'membeo', apalagi kami dilahirkan lebih dulu. Jadi, selain karena faktor tersebut dan faktor lainnya, Manggarai dicoret dari daftar tujuan ekspedisi. Saya legowo dan akhirnya memang saya mendapatkan pengalaman yang tak kalah serunya saat itu dan memberikan bekas yang mendalam dalam hati saya, yaitu &lt;a href="http://blueboraus.blogspot.com/2010/11/sebentuk-cinta-dari-merapi.html"&gt;keramahan penduduk Selo, Merapi.&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Meskipun gagal ke Manggarai, namun tempat itu tak pernah saya lupakan. Dalam relung hati saya yang paling dalam, saya telah bertekad bahwa suatu saat saya akan kesana. Saya terlanjur jatuh cinta pada cerita teman-teman dari PALMAE tentang eksotisme Manggarai. Nah...ternyata Tuhan menjawab mimpi saya itu, meskipun tak persis sama dengan yang saya inginkan. Ketika bekerja di Merauke, saya bertemu dengan seorang teman dari Flores. Saya-pun menceritakan keinginan saya yang terpendam itu bahwa saya ingin berkunjung ke Manggarai. Ia-pun sangat antusias menjawab keinginan saya, meskipun ia tak berasal dari Manggarai. Ia mengajak saya ke kampung halamannya, Maumere. Hmm...siapa juga yang bisa menolak rejeki ? Perjalanan kami rencanakan di tahun 2010, namun karena kesibukan masing-masing dan jarak ruang sosial yang tercipta di antara kami, perjalanan itu gagal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berbagai peristiwa menerpa saya dan saya sempat lupa dengan mimpi saya itu hingga suatu hari teman dari Flores itu-pun kembali memasuki ruang sosial saya. Seorang teman yang dengan caranya telah berhasil menyentuh hati saya yang terluka, seorang teman yang mengucapkan suatu pengakuan yang menggetarkan hati saya, seorang teman yang tak pernah lupa pada janjinya untuk membawakan mimpi pada saya mengunjungi tanah Flores, dan seorang teman yang saya harap nantinya bisa lebih dari sekedar teman jika Tuhan mengijinkan-&lt;i&gt;ups!&lt;/i&gt;. Dan melaluinya, mimpi saya 7 tahun lalu-pun akan terwujud sebentar lagi. Bulan April adalah bulan yang dijanjikannya untuk mengajak saya mengunjungi tanah kelahirannya. Saya begitu bersemangat melakukan perjalanan itu. Bukan hanya karena saya akan menggenapi mimpi saya, tapi juga karena saya sudah lama tak melakukan perjalanan yang penuh tantangan seperti itu. Perjalanan terakhir saya adalah ke Lampung bersama dengan teman-teman yang baru saya kenal lewat milis 1 tahun yang lalu. Sebuah perjalanan yang mengasyikkan dan saya menyukai perasaan yang timbul saat perjalanan itu...adrenalin saya terpompa hingga level optimal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya masih belum tahu apakah perjalanan besok akan terlaksana atau tidak, akan semenarik perjalanan ke Lampung atau tidak, namun yang jelas saya sudah cukup bersemangat dengan hanya memikirkannya saja. Saya akan berangkat tanggal 19 April agar dapat merayakan Paskah disana yang konon katanya meriah. Saking antusiasnya, saya baru sadar bahwa sebenarnya itu adalah tanggal yang mustahil bagi saya karena tanggal itu adalah masa tutup buku untuk perhitungan payroll yang menjadi tanggung jawab saya. Tapi Flores sudah di depan mata...haruskah saya sia-siakan lagi kesempatan mewujudkan mimpi saya itu? Tas ransel sudah saya siapkan, dana untuk perjalanan telah saya sisihkan...haruskah saya menunda lagi?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Terimakasih untuk mas Haryo dan Ipunk Palmae yang telah menularkan mimpi tentang Manggarai...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Thanks to special friend who will take me to Flores. Without you, I can't reach my dream...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-6977771842386236473?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/6977771842386236473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/03/mimpi-dan-flores.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/6977771842386236473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/6977771842386236473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/03/mimpi-dan-flores.html' title='Mimpi dan Flores'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-8745211374526755868</id><published>2011-03-06T01:14:00.000+09:00</published><updated>2011-03-06T01:14:55.127+09:00</updated><title type='text'>Complicated Feeling</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Saya tak tahu bagaimana awalnya namun sekarang saya jadi dibuat bingung oleh perasaan saya sendiri. Saya tak tahu bagaimana menjelaskan dengan kata-kata apa yang saya rasakan saat ini. Saya tak tahu apakah apa yang saya rasakan itu benar ataukah salah. Saya tak tahu apakah yang saya rasakan saat ini akan bertahan lama ataukah hanya karena rasa euforia dan kesepian saja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Apapun itu, saya hanya ingin menikmatinya karena perasaan yang saya rasakan sekarang mampu membangkitkan saya dari keterpurukan, mampu membangkitkan kembali energi saya sedikit demi sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Namun, saya tak mampu mengekspresikan rasa saya itu dengan terbuka karena saya terikat pada sesuatu yang sebenarnya sudah tak jelas lagi bentuknya. Tak jelas bentuknya tapi tak dapat dilepaskan karena saya berhutang banyak pada bentuk yang kadang nyata kadang samar itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Rupanya saya memang tak bisa lepas dari sebuah rasa yang complicated. Apakah ini menjadi kutukan buat saya, tak bisa menjalani sebuah rasa yang bentuknya sederhana saja ? Hanya waktu yang bisa menjawabnya...akan berakhir seperti apa perasaan saya sekarang ini...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Dedicated to both of you who cheers up my life...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-8745211374526755868?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/8745211374526755868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/03/complicated-feeling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8745211374526755868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8745211374526755868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/03/complicated-feeling.html' title='Complicated Feeling'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-4472343546428637205</id><published>2011-03-01T00:33:00.000+09:00</published><updated>2011-03-01T00:33:30.884+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perasaan'/><title type='text'>Kehilangan sedikit kewarasan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Saya mengalami beberapa episode tragis di tahun 2010 dan hal itu cukup membuat saya 'terpuruk'. Buat saya, cobaan di tahun 2010 kemarin adalah yang terberat yang pernah saya alami dimana salah satunya nyaris merenggut nyawa saya dari kehidupan yang indah ini. Namun, Tuhan masih memberikan kesempatan pada saya untuk memperbaiki hidup dan keluar dari lingkaran setan di tahun 2010. *&lt;i&gt;kata seorang teman, tahun 2010 memang tahun yang berat untuk siapapun&lt;/i&gt;*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Lepas dari tahun 2010 yang penuh huru hara, saya memasuki tahun 2011 dengan rasa gamang. Bagaimana tidak ? Peristiwa traumatis yang saya alami masih segar dalam ingatan karena terjadi di penghujung tahun 2010 dan peristiwa itu merobek-robek rasa percaya diri saya, keberanian saya dan sedikit ketegaran saya. Buat orang-orang yang tak terlalu mengenal saya, mungkin hanya akan melihat secara kasat mata bahwa fisik saya mengalami penurunan. Namun, buat orang-orang yang dekat dan mengenal pribadi saya dengan baik, pasti akan dapat merasakan perubahan besar dalam diri saya. Tak dapat dipungkiri...sekuat apapun saya, peristiwa di penghujung tahun itu ternyata membawa dampak yang cukup nyata dalam perkembangan mental saya. Bukannya tak menyadari, namun kini-pun saya masih berusaha untuk menyembuhkan diri guna menjadi pribadi yang seutuhnya, kembali seperti dulu lagi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Kewarasan saya sedikit hilang akibat peristiwa kelabu di penghujung tahun. Saya merasakan kehilangan beberapa kemampuan yang dulu sangat membantu saya untuk beraktifitas dan menjadi 'lebih' dari orang lain. Salah satu contohnya adalah memori. Saya memiliki ingatan yang bagus, namun sejak kejadian itu, saya seperti orang pikun. Lupa ini dan lupa itu. Dan, pengalaman paling gress adalah saya lupa password email untuk membuka blog ini. Sama sekali saya lupa...tak satupun abjad dari password itu yang melekat dalam ingatan saya, padahal saya cukup sering membukanya...Postingan saya yang terakhir-pun baru 1 bulan berselang. Saya mendadak menjadi khawatir bahwa ternyata dampak yang saya alami lebih besar daripada yang saya rasakan. Apakah sudah saatnya saya berkonsultasi pada seorang ahli untuk mengembalikan sedikit kewarasan saya yang telah terenggut paksa di penghujung tahun ?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Bagaimana menurut Anda ? &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-4472343546428637205?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/4472343546428637205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/03/kehilangan-sedikit-kewarasan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/4472343546428637205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/4472343546428637205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/03/kehilangan-sedikit-kewarasan.html' title='Kehilangan sedikit kewarasan'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-1546151159213576035</id><published>2011-01-24T01:12:00.000+09:00</published><updated>2011-01-24T01:12:49.858+09:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Kawan!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Pagi hari ketika saya bangun tidur dan menengok FB, saya terkejut bukan main membaca wall seorang teman SMA. Seorang teman yang terkenal humoris, tulus, polos dan baik telah pergi selama-lamanya karena kecelakaan di daerah Jatiroto. Saya terpekur, bengong tak percaya ketika membaca berbagai ucapan belasungkawa di wall teman tersebut. Tak dapat dipungkiri, sedih menggelayut dalam ruang hati saya sepanjang pagi tadi. Saya memang tak kenal dekat dengan almarhum, tapi mengetahui sepak terjangnya selama hidup di dunia membuat saya merasa kehilangan yang amat sangat. Mengapa orang-orang yang baik selalu singgah sebentar di dunia ?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berusia 2 bulan. Ia mengalami kecelakaan ketika akan pulang ke Jember dari Probolinggo untuk menengok keluarganya tercinta. Saya tak tahu persis kecelakaan seperti apa yang menimpanya, namun saya berharap ia tak mengalami banyak rasa sakit ketika Tuhan akhirnya memutuskan bahwa dia telah cukup berkarya di dunia dan sudah saatnya bergabung bersamaNya karena tabungan kebaikannya telah mencukupi. Saya yakin bahwa orang sebaik dia pasti akan mendapat tempat yang indah di kerajaan Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Kejadian ini juga mengingatkan saya akan peristiwa yang baru saja saya alami beberapa waktu yang lalu menjelang penghujung tahun 2010. Saya mengalami kecelakaan parah, namun Tuhan masih berkenan untuk memberikan kesempatan pada saya untuk meneruskan hidup. Unbelieveble! Saya yang lama meninggalkanNya untuk mengejar kesenangan pribadi ternyata masih disayang oleh Tuhan. Seorang teman berkata bahwa saya adalah orang yang keras dan Tuhan-pun menegur saya dengan cara yang keras juga. Terima kasih, Tuhan karena Engkau masih mempercayaiku untuk berkarya di dunia ini, masih memberiku kesempatan untuk menambah tabungan kebaikan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Selamat Jalan, kawan! Meskipun engkau telah pergi, namun engkau akan selalu ada di hati kami! Teruslah berjalan menuju kedamaian abadi, tak usah kau cemaskan mereka yang kau tinggalkan di dunia ini karena kami akan menjaganya untukmu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;In memoriam : Mawan Budiyanto 'Ateng' (22 Januari 2011) &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-1546151159213576035?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/1546151159213576035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/01/selamat-jalan-kawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1546151159213576035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1546151159213576035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2011/01/selamat-jalan-kawan.html' title='Selamat Jalan Kawan!'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2338021439356930857</id><published>2010-11-09T16:28:00.000+09:00</published><updated>2010-11-09T16:28:00.707+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perasaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='palapsi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bumi'/><title type='text'>Sebentuk Cinta dari Merapi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Gunung Merapi akhirnya meletus juga, memuntahkan sebagian isi perutnya ke muka bumi pada tanggal 4 dan 5 November 2010 yang lalu. Sebuah peristiwa yang meluluh lantakkan hati banyak orang karena letusannya membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal, harta benda dan bahkan nyawanya. Mbah Marijan, sang tokoh fenomenal penjaga Merapi-pun ikut menjadi korbannya-konon beliau meninggal dalam posisi sembahyang bersujud...sebuah posisi yang mulia ketika maut datang menjemput. Semoga semua amal ibadahnya diterima oleh Tuhan...Selamat Jalan, Mbah !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Bercerita tentang Gunung Merapi dan kehidupan di sekitarnya memang tak akan pernah ada habisnya. Bagi saya, Gunung Merapi tak lagi sekedar gunung tapi sebuah oase untuk menimba kebijaksanaan hidup. Keramahan dan ketulusan penduduk di lereng gunung Merapi selalu membekas dalam benak saya setiap kali saya menjejakkan kaki di sana, entah di belahan Jogja maupun Boyolali *&lt;i&gt;saya belum pernah mengunjungi Merapi dari Klaten&lt;/i&gt;*&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tahun 2003, setelah kembali dari lokasi KKN di Wonogiri, saya harus menyusul tim litbang Palapsi di daerah Selo, Boyolali yang sedang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat disana. Sebelumnya di tahun 2001, saya yang seperti dituntun oleh alam semesta, menunjuk daerah Selo sebagai daerah untuk melakukan pengabdian masyarakat sebagai salah satu syarat pendidikan lanjutan di Palapsi. Saya memilihnya secara acak, tanpa didasari oleh studi pendahuluan yang mendalam. Sebuah keputusan yang tak pernah saya sesali. Penerimaan penduduk Selo terhadap kami yang notabene adalah sekelompok mahasiswa urakan dan hanya mengejar kesenangan sendiri sungguh di luar dugaan. Pak Carik Selo yang rumahnya kami jadikan base camp tak berkeberatan rumahnya menjadi hiruk pikuk karena kedatangan saya dan rombongan yang berjumlah 10 orang dan tinggal disana selama 3 hari. Anak-anaknya bahkan lengket dengan kami dalam jangka waktu yang singkat. Sajian makanan khas desa Selo-pun tak henti-hentinya diberikan kepada kami. Sungguh sebuah kebaikan yang tulus kepada kami yang bahkan tak tahu harus memberikan apa sebagai imbalan kebaikan hati mereka. Sepanjang jalan ketika kami berkegiatan, penduduk menyapa kami dengan keramahan yang luar biasa, bahkan beberapa muda-mudi desa-pun akhirnya menjadi teman bermain kami. *&lt;i&gt;Thanks to Nungki yang memiliki kemampuan building rapport luar biasa dengan masyarakat&lt;/i&gt;*&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Kembali ke tahun 2003. Desa Selo kembali menjadi tujuan latihan mengembangkan skill mengabdi pada masyarakat oleh tim Litbang tahun itu. Saya tidak ingat pasti apa tujuan akhir dari kegiatan tersebut, tapi yang jelas salah satu aktivitasnya adalah mengajar di sekolah desa. Kepolosan anak-anak desa Selo membuat kami tak percaya bahwa kami masih ada di belahan bumi Indonesia, bahkan di Jawa. Berbeda sekali kondisinya dengan kami yang dapat mengenyam pendidikan dengan fasilitas lengkap padahal jaraknya tak sampai ribuan kilometer dari tempat tinggal kami dan relatif mudah dijangkau. Yang tertangkap mata saat itu adalah baju seragam dengan emblem bermacam-macam sekolah. Rupanya mereka tak mampu membeli baju seragam sehingga baju yang mereka pakai adalah baju bekas dari sumbangan sekolah-sekolah lain. Meskipun begitu...semangat mereka untuk sekolah luar biasa. Jam 7 kurang, mereka sudah berada di sekolah padahal guru yang mengajar sering kali datang terlambat karena rumahnya jauh di kota. Satu kebiasaan mereka yang membuat saya merasa geli dan lucu adalah mereka berebutan mencium tangan kami dari dahi ke pipi kiri dan kanan dan terakhir ke mulut. Hal itu tak cukup dilakukan sekali, kadang-kadang sampai tiga kali dalam satu kesempatan dan satu anak bisa melakukannya lagi selang beberapa waktu kemudian. Ketika saya tanya...bukannya tadi sudah cium tangan ya? Mereka hanya tersenyum simpul malu-malu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Meski semua serba terbatas-duduk berhimpitan di bangku sekolah karena ruang kelas yang tak memadai- namun tampak bahwa mereka adalah murid yang pandai. Semua soal yang kami berikan, dapat mereka selesaikan dengan tingkat kesalahan yang sewajarnya. Dan mereka sangat antusias sekali belajar-sebuah pemandangan yang mengharukan dan menampar wajah kami. Fasilitas sekolah yang lengkap&amp;nbsp; membuai kami&amp;nbsp; sehingga sering kali malas untuk belajar dan malah asyik bermain. Suatu ironi jika dibandingkan dengan anak-anak di desa Selo. Mereka sangat tertarik pada pelajaran bahasa Inggris dan juga Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Senang rasanya dapat membantu mereka belajar meski hanya beberapa hari saja. Suatu hari, kami belajar tentang pembagian zona waktu di Indonesia. Saya melontarkan pertanyaan...Jika di Jambi jam 8, maka di Boyolali jam berapa ? Dan, mereka dengan kompak menjawab jam 9. Nah lho? Pertanyaan saya kemudian adalah...Tahu tidak dimana boyolali itu ? Dan tebak...semuanya menggelengkan kepala. Eng i eng...mereka tak tahu bahwa tempat mereka hidup saat ini masuk dalam sebuah wilayah yang bernama Boyolali! Mungkin mereka bukannya tidak tahu, tapi mereka mendadak lupa karena merasa takut dengan ibu gurunya yang cantik tapi galak. Hehehe...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Hari terakhir mengajar adalah hari yang tak akan pernah kami lupakan. Sepanjang pagi, murid-murid bertindak misterius. Mereka sengaja tak ingin mendekati kami dan sembunyi-sembunyi curi-curi pandang malu-malu. Rupanya mereka menyembunyikan sesuatu yang akan membuat kami meneteskan air mata haru setibanya di Jogja. Semua murid membuat surat perpisahan untuk kami dan kami dilarang membukanya sampai nanti ketika tiba di Jogja. Ada yang menangis, ada yang tertawa senang dan ada yang memuja kami ketika saat perpisahan tiba. Yang mengagetkan nama saya dan beberapa teman ditorehkan di jalan...Sungguh mengharukan dan cara yang indah mengekspresikan rasa syukur dan senang atas kehadiran kami.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tiga jam perjalanan kembali ke Jogja cukup melelahkan, namun kami memiliki semangat baru karena teman-teman kecil kami di SD menularkan semangat dan gairah hidup yang luar biasa. Sesampainya di kampus, kami buka lembar demi lembar surat yang ditujukan untuk kami. Kami tercengang bukan main ketika membuka surat-surat itu. Ada yang berterima kasih, ada yang memuji kami karena cantik, ada yang menyatakan cinta dan ada yang mengkritik. Sebuah luapan perasaan yang tak kami duga akan diungkapkan oleh anak-anak SD. Di surat-surat itu, ada juga kami temukan lembaran uang seribuan cukup banyak. Kami tak tahu apa maksud mereka memberi uang pada kami...apakah sebagai rasa ungkapan terima kasih atau sebagai ungkapan keprihatinan karena kami tak pernah 'jajan' selama berada di sekolah dan hanya bisa memandang murid-murid SD itu membeli berbagai macam penganan dengan air liur menetes. Di tengah kekurangan mereka, mereka masih dapat memberikan jatah uang jajan mereka kepada kami yang notabene lebih berkecukupan daripada mereka. Sungguh sebuah misteri sampai dengan saat ini. Selain uang, ada juga yang memberikan buku tulis kepada kami. Kami tahu betapa bermaknanya buku tulis itu bagi mereka karena kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan, sering kali mereka terpaksa menggunakan lagi buku yang sudah dipakai untuk kelas berikutnya. Cukup dengan menghapus tulisan pensil dari kelas sebelumnya...foila...buku dapat digunakan lagi ketika naik kelas. Dan mereka memberikan benda berharganya untuk kami yang sudah jarang menggunakan buku tulis untuk belajar. Sungguh sebuah tindakan yang tak dapat kami mengerti namun membuat kami sekali lagi tertampar. Di tengah kekurangan, mereka berusaha memberikan yang terbaik untuk tamu yang hanya singgah beberapa hari saja. Apakah kita bisa melakukan hal itu pada orang lain, pada orang asing yang sama sekali tak kita kenal ? O ya...salah seorang teman wanita malah mendapatkan hadiah mangkuk cantik! Saya tak bisa berpikir lagi tentang alasan di balik pemberian mangkuk itu...tak terjangkau oleh akal sehat saya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Ketulusan, keramahan, kebaikan, kedermawanan, dan hidup yang bersahaja adalah pelajaran hidup yang sangat berharga yang saya temui di lereng gunung Merapi. Ada sebuah cinta yang tulus dari masyarakat di lereng Merapi untuk kami...cinta yang akan kami kenang setiap kali melihat gunung Merapi. Semoga cinta itu tak pudar karena letusan Merapi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;*&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Thanks to pak carik sekeluarga yang bersedia menampung kami, dan pada Sukini-pemudi desa Selo yang tak pernah melupakan kami dan sambutannya yang hangat setiap kali kami datang. Terima kasih Merapi...atas cintamu yang tulus kepada kami...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;*&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2338021439356930857?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2338021439356930857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/11/sebentuk-cinta-dari-merapi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2338021439356930857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2338021439356930857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/11/sebentuk-cinta-dari-merapi.html' title='Sebentuk Cinta dari Merapi'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-3263802268097707971</id><published>2010-10-31T11:10:00.000+09:00</published><updated>2010-10-31T11:10:56.250+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perasaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='palapsi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bumi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Sejumput kenangan untuk Merapi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Indonesia berduka. Dalam rentang waktu yang singkat, bencana datang bertubi-tubi mendera wajah indah Indonesia. Diawali dengan banjir Jakarta, kemudian disusul dengan tsunami Mentawai dan meletusnya Gunung Merapi. Ada apa dengan Indonesia ? Tuhan memang pasti punya rencana yang indah dibalik semua peristiwa alam ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tanpa ingin mengecilkan arti bencana di daerah lain, meletusnya Gunung Merapi menorehkan kesedihan tersendiri dalam lubuk hati saya. Saya dan seperti jutaan orang lain yang pernah tinggal di sekitar gunung Merapi, seperti Jogjakarta, Boyolali, dan Klaten pasti merasakan bencana ini sebagai kesedihan mendalam karena gunung Merapi telah memberikan kenangan tersendiri bagi masing-masing orang yang pernah tinggal di sekitar kakinya yang kokoh menopang tubuh yang sudah renta namun masih tetap aktif menggodok material bumi di perutnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Saya pernah melakukan pendakian ke Gunung Merapi pada tahun 2001, 2002 dan 2003. Setiap pengalaman pendakian memberikan pengalaman tersendiri yang tak akan pernah saya lupakan. Pengalaman pertama pendakian Merapi saya adalah ketika ada even Pendakian Massal bersama PALAPSI. Saat itu, saya hanya sampai Pasar Bubrah saja. Tak kuat dan tak mau mendaki sampai puncaknya. Mendaki gunung bukanlah favorit saya. Pengalaman kedua bersama Merapi adalah ketika saya mengikuti even Pendakian Kartini dimana semua pendakinya adalah wanita, dilakukan pada hari Kartini tahun 2002. Persiapan yang kurang matang membuat kami hanya sampai di Pos 2 saja. Saya dan seorang sahabat terpisah dari rombongan yang lain karena kaki saya yang manja tak kuat mendaki dan kami terjebak dalam badai gunung. Tidur berhimpitan dalam tenda hingga esok menjelang dan gagallah pendakian ke puncak Merapi untuk kedua kalinya. Pendakian ketiga adalah yang paling berkesan dalam hidup saya karena akhirnya setelah 2 kali pendakian gagal, saya akhirnya bisa juga mencium bendera Palapsi di puncak Merapi. Saat itu kami hanya mendaki berdelapan saja. Rasanya tak dapat dilukiskan dengan kata-kata ketika mampu berdiri di atas puncak Merapi sampai-sampai lupa bahwa harus melakukan perjalanan turun. Meskipun mendaki gunung sulit, tapi saya tak pernah menjumpai cerita yang menyeramkan tentang Merapi, seperti laiknya gunung-gunung lain. Merapi selalu ramah pada setiap pendatang yang ingin merasakan tubuhnya, menikmati keindahan sang Pencipta.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Selain pendakian, saya sudah tak terhitung lagi berapa kali melakukan kegiatan-kegiatan bersenang-senang di lerengnya yang selalu sejuk dan menawarkan kedamaian, apalagi jika pagi menjelang. Kegiatan trekking, baik dalam rangka pendidikan maupun hanya sekedar iseng bersenang-senang nyaris saya lakukan 3-4 kali dalam setahun. Untuk kegiatan trekking, biasanya saya lakukan di daerah Kali Adem dan Bebeng. Titik yang selalu dikunjungi setiap tahun adalah titik 1330. Titik dimana hymne PALAPSI selalu berkumandang dan bendera dibentangkan untuk para pendatang baru PALAPSI. Tersesat, dikejar monyet hutan, dan kaki kram karena harus berhati-hati ketika menuruni lerengnya yang curam adalah pengalaman-pengalaman yang tak kan pernah hilang begitu mengingat Merapi. Merapi dari berbagai sisi selalu menawarkan pesonanya yang mampu membius setiap pengunjung. Ketenangan, kesejukan dan kedamaian adalah sebuah oase yang ditawarkan Merapi dan akan ditebus dengan harga berapapun oleh orang-orang yang sudah terpikat oleh pesonanya. Ketika memasuki lereng Merapi, segala penat dan lelah seperti luruh karena oksigen tak henti-hentinya membanjiri paru-paru. Mendengarkan suara celoteh burung, gemericik air dan merasakan sejuknya embun telah mengisi energi tubuh menjadi full. Sebuah baterai alami untuk tubuh yang lelah dan penat karena tuntutan hidup sehari-hari.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Terima kasih Merapi...semoga batukmu kali ini cepat sembuh dan kembali menjadi tempat yang menimbulkan berbagai romansa dalam benak setiap orang yang menjadi pemujamu. I'm gonna miss u, Merapi!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;-to be continued-&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-3263802268097707971?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/3263802268097707971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/10/sejumput-kenangan-untuk-merapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3263802268097707971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3263802268097707971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/10/sejumput-kenangan-untuk-merapi.html' title='Sejumput kenangan untuk Merapi'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-6774449398104671318</id><published>2010-10-10T15:16:00.000+09:00</published><updated>2010-10-10T15:16:09.508+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mimpi'/><title type='text'>Mimpi yang tak terwujud</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dulu dan sampai sekarang saya punya mimpi yang terdalam, yaitu berjalan-jalan keliling dunia menyelami kearifan lokal. Namun seiring berjalannya waktu dan pertambahan usia, mimpi itu sepertinya harus saya lupakan. Saya masih ingat alasan saya menerima pekerjaan di negeri antah berantah seperti sekarang, jauh dari kampung halaman saya. Tujuannya cuma satu, yaitu punya uang banyak dan cuti terjadwal sehingga mimpi saya untuk jalan-jalan-pun akan terwujud. Namun pelaksanaan tak pernah seindah rencana. Waktu cuti yang terus mengalami revisi karena menyesuaikan dengan kondisi perusahaan membuat saya tak bisa merencanakan perjalanan dengan baik. Ditambah lagi tuntutan keluarga yang ingin bertemu dengan anaknya yang jarang pulang membuat saya tak bisa dengan bebas menggunakan waktu cuti saya sepenuhnya untuk jalan-jalan seperti impian saya semula. Dan kemudian, muncullah seseorang yang akan menjadi pasangan hidup saya. Hobby yang berbeda dan target hidup ke depan untuk segera menikah membuat mimpi saya-pun semakin menjauh dari kehidupan saya...semakin kabur...menghilang dan akhirnya hanya menjadi tiada. Sungguh tragis memang nasib mimpi saya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Untuk tetap mengingatkan saya bahwa saya punya mimpi menjadi traveller atau petualang, maka saya mengikuti milis backpacker. Dan saya semakin merana setiap kali membaca diskusi-diskusi di milis yang banyak mengulas tentang bagaimana cara melakukan perjalanan dengan murah ke berbagai belahan dunia. Saya iri berat pada penggiat milis tersebut bagaimana mereka punya segala sumber daya untuk jalan-jalan ke seluruh belahan dunia dengan berbagai tujuan. Mengapa saya tak bisa seperti mereka ? Pertanyaan itu terus menari-nari dalam benak saya dan membuat saya down karena rasanya mustahil bagi saya untuk mewujudkan mimpi tersebut apalagi dengan kondisi saya sekarang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Mungkin sebenarnya saya pernah punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi tersebut, tapi saya melewatkannya begitu saja. Saya seringkali takut untuk keluar dari zona nyaman saya demi mewujudkan mimpi saya. Saya yang terbiasa hidup penuh dengan perencanaan dan penuh pertimbangan terhadap perasaan orang lain tentu saja tak bisa meninggalkan segalanya demi sebuah perjalanan yang hanya bisa saya rasakan sendiri kenikmatannya. Saya bukanlah pengambil resiko, tak seperti &lt;a href="http://avgustin.net/"&gt;Agustinus Wibowo&lt;/a&gt;. Dia berasal dari keluarga mapan dan hidupnya lurus-lurus saja hingga ia belajar di China dan melakukan perjalanan pertamanya ke Mongolia. Dari situlah ia kemudian memutuskan untuk menjadi traveller atau backpacker...meninggalkan segalanya demi keindahan dunia yang tak dapat dilihat oleh semua orang. Menghadapi bahaya dan kesengsaraan demi menyelami intisari kehidupan manusia di berbagai belahan dunia. Sungguh...saya tak seberani dia! Sakit dan sedih rasanya jika membaca perjalanan hidupnya. Saya sedih karena saya tak seberani dia yang dilahirkan di tahun yang sama dengan saya dan di daerah yang sama. Logikanya...dengan kapasitas yang sama dan kesempatan yang sama, harusnya saya bisa seperti dia tapi nyatanya saya tak pernah berani melepaskan genggaman saya pada sesuatu yang sudah pasti untuk melakukan ketidakpastian. Dan, mungkin inilah yang membuat mimpi saya tak akan pernah terwujud. Karena saya tak pernah punya keberanian itu, sekarang saya harus menanggung akibatnya dan belajar untuk merelakan mimpi saya pergi, dibawa angin entah kemana...!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-6774449398104671318?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/6774449398104671318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/10/mimpi-yang-tak-terwujud.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/6774449398104671318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/6774449398104671318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/10/mimpi-yang-tak-terwujud.html' title='Mimpi yang tak terwujud'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-3317779868932943602</id><published>2010-10-03T09:12:00.000+09:00</published><updated>2010-10-03T09:12:40.554+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='romansa'/><title type='text'>Privasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Jamak terjadi ketika seseorang menjalin hubungan dengan lawan jenis terjadi perubahan-perubahan mendasar dalam kehidupan masing-masing personalnya. Perubahan-perubahan tersebut umumnya lahir dari sebuah kompromi, tapi ada kalanya juga karena pemaksaan dari salah satu pihak kepada pihak yang lain. Perubahan tersebut biasanya terkait dengan kebiasaan, mulai dari kebiasaan-kebiasaan yang berkaitan dengan kebutuhan mendasar, seperti jadwal makan, mandi hingga kebutuhan tersier, seperti belanja, aktualisasi diri di dunia maya, dll. Jika tadinya jadwal makan jam 7 maka ketika berpasangan mungkin saja jadwal makan bisa jam 8 karena harus makan bersama-sama. Jika tadinya bebas berbelanja kapan saja dan belanja apa saja, maka ketika berpasangan mungkin saja untuk membeli sesuatu harus minta ijin pada pasangannya. Dan, perubahan paling besar yang terjadi ketika berpasangan menurut saya adalah kompromi terhadap besaran personal space atau biasa disebut dengan privasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Ketika berpasangan, privasi masing-masing personal pasti akan berkurang karena tuntutan dari pasangan untuk mengetahui lebih jauh tentang kehidupan pasangannya. Dan besar kecilnya privasi yang harus di korbankan untuk menjadi 'milik berdua' berkorelasi dengan tingkat kepercayaan. Semakin tinggi tingkat kepercayaan terhadap pasangan, maka semakin sedikit privasi yang akan dikorbankan untuk dibuka. Tapi jika tingkat kepercayaan rendah, maka harus siap-siap membuka hampir semua privasi kepada pasangan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Jika pasangan terlalu posesif, maka ruang privasi akan semakin sempit lagi. HP tidak boleh disimpan sendiri, semua sms dan telpon yang masuk pasti akan melalui screening dari pasangan, semua password dan PIN tidak berlaku lagi. Hilanglah personal space yang kadang-kadang merupakan persinggahan terakhir dari seseorang agar tetap dapat mempertahankan kewarasannya di tengah dunia yang semakin gila. Dan sebenarnya keterbukaan semacam itu tak menjamin kebahagiaan hidup berpasangan. SMS, telpon ataupun email yang isinya biasa atau salah kirim bisa memicu pertengkaran hebat dan jika sudah begitu, maka hidup masing-masing akan tidak tenang lagi. Semuanya saling waspada dan tak bisa bebas berekspresi karena takut menyinggung pasangannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Jadi apa yang harus dilakukan ? Mulailah percaya pada pasangan Anda bahwa dia memang mencintai Anda. Berikanlah ruang untuk pasangan Anda bernapas dalam ruangannya sendiri, berikanlah kebebasan padanya untuk tetap memiliki dunianya sendiri agar dia dapat mencintai Anda dengan lebih optimal. Jika pasangan Anda senantiasa takut dan tak punya kebebasan bagaimana bisa Anda harapkan untuk mencintai Anda dengan optimal ? Pasangan Anda adalah ibarat pasir...semakin kuat digenggam, maka pasir akan lepas dari genggaman Anda&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-3317779868932943602?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/3317779868932943602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/10/privasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3317779868932943602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3317779868932943602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/10/privasi.html' title='Privasi'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-4874360702493344912</id><published>2010-10-01T20:06:00.000+09:00</published><updated>2010-10-01T20:06:04.548+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekerjaan'/><title type='text'>Open your mind, Sir !</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Bekerja di perusahaan yang sekarang sangatlah jauh berbeda iklimnya dengan perusahaan saya sebelumnya. Di perusahaan saya sebelumnya, yaitu perusahaan media terkemuka di Indonesia, iklim intelektualitas sangatlah terasa. Di setiap sudut ruangan selalu berhembus aroma diskusi dan begitu banyak kosakata yang terhambur dari para pekerjanya. Sementara di perusahaan yang sekarang, jangankan diskusi, kosakata yang dipakai-pun sangatlah terbatas pada pekerjaan sehari-hari dan bahasa pergaulan sehari-hari, tak bertambah pengetahuan. Kerinduan akan suasana diskusi-pun tak pelak hadir dalam hati saya setiap waktu. Dulu, saya bisa betah ngobrol panjang lebar dengan supervisor serta manager saya hingga tak terasa waktu berjam-jam terlewati begitu saja. Obrolan bisa mulai dari tentang konsep HRD, psikologi manusia, hingga bergosip tentang para pekerja di kantor. Salah satu keuntungan menjadi HRD adalah bisa membicarakan karyawan lain dengan bebas tanpa merasa bersalah, sedangkan jika departemen lain membicarakan kinerja karyawan lain di luar departemennya bisa dianggap bergosip. He he he... Eniwei, saya betul-betul rindu akan suasana sharing ide seperti dulu. Pengetahuan saya berkembang, sel-sel otak saya-pun dirangsang terus untuk selalu berpikir sehingga otak saya hidup...terasa berdenyut bergairah. Setiap orang punya idenya masing-masing dan bisa menyanggah serta mengkritik ide yang lain dengan bertanggung jawab. Saya paling sering kalah argumen dengan manager saya, dia memang pintar luar biasa. Dia punya berbagai macam sudut pandang sehingga sulit dikalahkan argumennya, tapi dia sedikit kewalahan jika harus berdebat dengan supervisor saya yang 'kutu buku'. Kata-kata indah dan cuplikan-cuplikan teori dari buku-buku tebal dan tokoh-tokoh terkenal-pun meluncur dengan indah dari mulut mereka berdua. It's amazing to hear that...! Perdebatan mereka ibarat dua ksatria yang tengah berperang namun senjatanya bukan pedang, melainkan kata-kata. Kalau sudah begitu, saya yang mengaku gemar membaca selalu tak pernah bisa mengutip atau bahkan mengingat dengan baik siapa membuahkan teori apa atau teori apa dibuat oleh siapa. Jika dibandingkan dengan mereka berdua, saya memang bagaikan bayi baru lahir. Alhasil dengan iklim yang seperti itu, berbagai ide dan konsep-pun lahir dengan mulus dan tak pernah mati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Namun keadaan ini berbeda 180 derajat dengan perusahaan saya sekarang. Boss saya adalah tipe pragmatis yang lebih suka menjadi tipe pelaksana daripada konseptor sehingga hanya membuka ruang yang sangat sedikit untuk diskusi panjang lebar. Jangankan ngobrol panjang lebar tentang sesuatu hal, diskusi melalui dunia maya-pun tak terfasilitasi. Alhasil, pengetahuan saya mandeg, saya tumbuh bak katak dalam tempurung. Saya tak tahu apa yang saya lakukan ini memang sudah benar atau masih salah karena saya tak pernah diberikan feed back ataupun kritik yang membangun dan juga tak ada kesempatan untuk membandingkan dengan katak-katak di luar tempurung. Saya seringkali jengkel bukan main kalau ingin mengawali diskusi dengan departemen lain atau sesama rekan kerja dalam tim langsung di-cut oleh atasan saya itu. Menurutnya, diskusi tak ada gunanya. Fiuh! Sungkan untuk mengakui bahwa diri sendiri tak mampu, diri sendiri tak tahu sehingga harus bertanya pada pihak lain, yang mungkin menyebabkan boss saya tak mau membuka ruang diskusi. Yang lebih menjengkelkan adalah boss saya seringkali menolak ide-ide besar untuk perubahan ke arah yang lebih baik jika dirasa itu merepotkan dan kadang kala resistensinya itu adalah sikap yang tak pantas ditunjukkan oleh seorang leader dari departemen yang dituntut untuk selalu dinamis seperti HRD.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Saya selalu tertantang untuk melakukan segala sesuatu, termasuk bekerja di daerah remote area seperti sekarang. Tapi apa jadinya jika akhirnya sel otak saya mati karena tak pernah mendapatkan stimulus ? Akankah otak saya mati sia-sia di tengah hutan belantara ini ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibutuhkan segera : TEMAN DISKUSI !!!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-4874360702493344912?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/4874360702493344912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/10/open-your-mind-sir.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/4874360702493344912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/4874360702493344912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/10/open-your-mind-sir.html' title='Open your mind, Sir !'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-3944553165710795775</id><published>2010-09-23T05:25:00.000+09:00</published><updated>2010-09-23T05:25:41.049+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minat'/><title type='text'>Bebas berekspresi butuh kompromi ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Semalam, tanpa sengaja pacar saya membaca draft novel yang belum selesai saya buat. Dan di luar dugaan saya, dia cukup tersinggung dan marah membaca draft novel tersebut. Wajar sih jika dia marah karena novel tersebut bercerita tentang seputar kisah kehidupan saya sendiri di tanah rantau, dan menitik beratkan pada masalah asmara. Yang menjadi masalah adalah saya baru menyelesaikan novel saya sampai pada bab 3 yang tentu saja belum ada cerita tentang dirinya, tapi masih pada pertemuan dengan pacar lama. Rasa cemburu karena dirinya tak disebut atau mungkin lebih tepatnya adalah merasa dipermainkan karena saya masih mengingat dengan cukup baik kisah asmara lama saya membuatnya cepat naik darah dan tidak menyadari bahwa yang dibacanya adalah masih draft novel dan baru sampai pada bab 3/awal, memang belum sampai pada kisah tentang dirinya. Dan sebenarnya cerita itu bukan tentang murni asmara, tapi perjuangan seorang wanita mandiri yang terjebak dalam kisah asmara yang membelenggu kebebasannya karena pasangan yang terlalu over protektif. Bagaimana dia berkompromi dengan pasangannya yang beda budaya agar hubungan tetap berlangsung dan bagaimana dia harus mengesampingkan perasaannya sendiri untuk membuat pasangannya bahagia. Tema yang menurut saya sangat feminis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Yah tapi apa boleh buat...saya sepertinya harus merubah tema novelnya agar tidak menambah masalah. Baru saya sadari bahwa menulis-pun ternyata harus mempertimbangkan perasaan orang lain juga karena siapa tahu kisah yang kita tulis memiliki kemiripan dengan kisah orang lain. Jadi menulis tak boleh egois dan harus berpandangan luas agar tulisan dapat diterima oleh semua orang tanpa konflik emosi yang tak perlu, seperti tersinggung atau marah, kecuali memang ingin membuat tulisan dengan tujuan memprovokasi. Mungkin itu sebabnya di setiap film atau sinetron selalu ada kata penutup demikian :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;'&lt;i&gt;semua nama, tokoh dan kisah di dalam film ini adalah fiktif semata, jika terdapat kesamaan dengan nama, tokoh dan kisah maka itu hanyalah kebetulan saja&lt;/i&gt;'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Rupanya kalimat yang terkesan basa basi itu sebenarnya adalah untuk menegaskan bahwa cerita dibuat murni karena keliaran imajinasi pembuat ceritanya saja dan tidak dimaksudkan untuk menyinggung pihak-pihak tertentu. Kebebasan berekspresi melalui tulisan-pun ternyata membutuhkan sebuah kompromi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Apakah tulisan Anda hari ini sudah mempertimbangkan aspek perasaan pembaca Anda yang beragam ?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-3944553165710795775?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/3944553165710795775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/09/bebas-berekspresi-butuh-kompromi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3944553165710795775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3944553165710795775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/09/bebas-berekspresi-butuh-kompromi.html' title='Bebas berekspresi butuh kompromi ?'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-6037603081417881951</id><published>2010-09-22T05:36:00.000+09:00</published><updated>2010-09-22T05:36:51.989+09:00</updated><title type='text'>Reuni</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/TJkW_dPgswI/AAAAAAAAAE4/7Jqng5kRG7Y/s1600/reuni.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/TJkW_dPgswI/AAAAAAAAAE4/7Jqng5kRG7Y/s320/reuni.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.gsja.org/2010/07/06/reuni-stt-satyabhaktii-2010-ii/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Menjelang libur hari raya yang biasanya lumayan panjang, seperti Lebaran dan Natalan, biasanya saya mendapatkan banyak email atau sms atau telpon yang isinya mengajak dan membahas tentang reuni. Lebaran tahun ini, saya mendapat undangan untuk reuni dari 2 komunitas. Dua-duanya dari komunitas ketika saya kuliah, yang satu dari teman-teman satu angkatan dan yang satunya lagi dari teman-teman organisasi pecinta alam. Itu adalah yang formal. Yang informal alias ajakan ketemuan kecil-kecilan juga ada. Tahun ini, teman-teman SMA tidak mengadakan reuni besar seperti tahun lalu, tapi bentuknya hanya silaturahmi kecil saja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Lama rasanya saya tidak mengikuti even yang bernama reuni sejak saya bekerja jauh di pedalaman Papua. Even reuni yang masih sering saya ikuti dan rasanya menjadi kewajiban adalah acara camping Palapsi ketika hari ulang tahunnya bulan Juni. Dan, kini Palapsi akan mengadakan camping lagi dalam rangka silaturahmi lebaran. Melihat dari pembahasan-pembahasan di email, camping kali ini lebih ramai dan seru dibandingkan camping HUT dan ini betul-betul membuat saya iri. Saya ingin datang ke acara reuni yang ramai seperti itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Reuni...kata itu bagi beberapa orang merupakan obat dahaga akan kerinduan terhadap teman-teman lama, kerinduan untuk berbagi cerita dan pengalaman setelah berpisah sekian tahun. Namun tak jarang reuni juga merupakan momok bagi sebagian yang lain karena rasa-rasa aneh yang kerap menjalari orang-orang yang 'dianggap kurang sukses' oleh komunitasnya. Rasa minder, tidak percaya diri karena berbeda profesi dengan komunitas yang mengundang reuni atau merasa tidak sesukses teman-teman dalam komunitas tersebut. Reuni juga menjadi momok bagi orang-orang yang banyak memiliki 'dosa' ketika dulu aktif dalam komunitas tersebut. Meskipun kejadiannya sudah lama berselang, namun ajang reuni kerap kali membuka luka-luka lama dan ketika kejadian-kejadian memalukan tersebut diungkap kembali dalam reuni *&lt;i&gt;dan itu memang selalu terjadi dalam reuni&lt;/i&gt;*, banyak yang tak siap untuk menerima kenyataan bahwa dirinya adalah sang pembuat dosa. Rasa bersalah yang besar membuat ajang reuni bagai duri dalam daging.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Reuni seharusnya menjadi ajang untuk membuka kembali tali silaturahmi yang terputus setelah bertahun-tahun tak bertemu. Tali silaturahmi dapat tersambung kembali dengan cara mengenang kembali apa yang pernah terjadi bertahun-tahun yang lalu dan juga mencari jalan untuk kembali 'connect' di masa yang akan datang melalui hubungan-hubungan baru. Namun sering kali reuni tak menemukan maknanya ketika dibuat terlalu gemerlap dan akhirnya menjadi ajang pamer para anggotanya atas pencapaian yang diperolehnya sejak berpisah dari komunitas. Banyak yang melakukan 'make over' atas dirinya sendiri agar tampak 'lebih' dibandingkan teman-teman lamanya dan tidak menanggung malu. Jika sudah begini, maka reuni-pun kehilangan esensinya. Oleh karena itu, banyak yang kemudian malas untuk datang reuni ketika menyadari bahwa reuni tersebut akan berakhir membosankan dan hanya menjadi ajang pamer kesuksesan dan kekayaan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Reuni seperti apakah yang Anda ikuti tahun ini ?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-6037603081417881951?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/6037603081417881951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/09/reuni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/6037603081417881951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/6037603081417881951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/09/reuni.html' title='Reuni'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/TJkW_dPgswI/AAAAAAAAAE4/7Jqng5kRG7Y/s72-c/reuni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-3267266127928634100</id><published>2010-09-10T16:41:00.000+09:00</published><updated>2010-09-10T16:41:04.531+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hari raya'/><title type='text'>Semangat Lebaran</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tahun ini merupakan tahun pertama saya merayakan Lebaran di site setelah dua tahun lebaran di kota Merauke. Sungguh teramat sepi...! Di kota Merauke saja suasana terasa sepi, beda dengan di Jawa, apalagi di site. Pagi-pagi, teman-teman yang merayakan lebaran yang jumlahnya-pun tak seberapa berbondong-bondong *&lt;i&gt;terlalu hiperbolis sebenarnya menggunakan kata berbondong-bondong mengingat jumlahnya tak sampai 30 orang&lt;/i&gt;* ke mesjid untuk menunaikan sholat Ied. Sementara saya bisa ditebak...bangun kesiangan! Jam setengah sembilan saya baru bangun. He he he... bangun siang adalah hal yang tak bisa saya lakukan kalau lebaran di Jawa, apalagi di tempat simbah. Berani bangun lewat jam 6 saja, pasti sudah kena omelan karena anak cucu yang tidak ikut sholat Ied harus menyiapkan berbagai hidangan untuk tamu-tamu simbah yang banyak sekali jumlahnya plus membersihkan rumah agar tampak kinclong sedikit. *&lt;i&gt;sebuah ritual yang sebenarnya melelahkan tapi selalu dirindukan jika tak dilakukan&lt;/i&gt;* Saya sudah 3 tahun tidak berlebaran di rumah simbah dan tidak menginjakkan kaki di Jawa-sudah seperti bang Thoyib. Buat saya yang masih single *&lt;i&gt;mudah-mudahan tahun depan sudah double:p&lt;/i&gt;* dan memang sebenarnya tidak merayakan lebaran mungkin tak terasa menyakitkan, tapi buat teman-teman yang pada umumnya bapak-bapak yang sudah menikah, lebaran di site pasti terasa mengharu biru. Biasanya bertemu dengan istri, anak, orang tua, mertua dan kerabat sekarang hanya bisa lebaran sendiri ditemani oleh teman-teman lain yang sama merananya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Setelah bangun tidur, saya bergegas mandi untuk kemudian akan melakukan anjang sana ke rumah-rumah teman-teman yang lebaran. Hanya 3 rumah saja yang bisa dikunjungi karena yang lain setelah sholat ied, sudah kembali bekerja biasa. Beginilah jika hidup di dunia kapitalis industri-tak ada nafas untuk sekedar duduk dan bercengkrama dengan teman dan kerabat berbagi rasa. Sungguh terasa menyesakkan dada menemui mereka. Meskipun tak diungkapkan dengan kata-kata, namun sorot mata mereka jelas sekali menyiratkan kerinduan yang dalam kepada suasana lebaran di kampung. Biasanya jika anjang sana atau silaturahmi, kita akan kenyang dengan berbagai hidangan, maka di site sangat berbeda. Ada snack kecil saja sudah sangat lumayan. Untungnya teman-teman dapur membuat ketupat sehingga lebaran-pun tetap tak kehilangan ciri khasnya. *&lt;i&gt;terima kasih untuk teman-teman dapur yang begadang sampai jam 2 pagi untuk membuat ketupat. salute!&lt;/i&gt;* Semoga pengorbanan teman-teman yang tak bisa lebaran di kampung halaman mendapatkan balasan yang setimpal. Keluarga mereka tetap diberikan kebahagiaan meskipun sang kepala keluarga tak ada di tempat dan semoga tahun depan mereka bisa pulang kampung untuk merayakan meriahnya lebaran di kampung.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: large;"&gt;Selamat Lebaran, teman...Mohon Maaf Lahir dan Bathin!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-3267266127928634100?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/3267266127928634100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/09/semangat-lebaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3267266127928634100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3267266127928634100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/09/semangat-lebaran.html' title='Semangat Lebaran'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-9049259623624531732</id><published>2010-08-27T17:39:00.000+09:00</published><updated>2010-08-27T17:39:08.010+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='human resource'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><title type='text'>Jiwa Ksatria</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Seorang rekan kerja yang tak perlu disebutkan namanya terkenal karena kehebohannya. Hobbynya adalah membuat dunia persilatan geger, entah karena celotehannya yang bak air mengalir-tak bisa berhenti ataupun karena tingkah lakunya yang kadang-kadang dinilai ganjil oleh orang awam. Ia adalah seorang individu yang sangat...sangat percaya diri, jadi dia tak pernah ambil pusing bahwa tingkah lakunya tersebut membuat orang merasa tidak nyaman atau terkadang membuat orang pusing kepala. Dan, karena rasa percaya diri yang sangat tinggi tersebut, ia tak pernah mau disalahkan. Ia selalu punya sejuta alasan bahwa apa yang dilakukannya adalah benar dan jika sudah melakukan pembelaan diri, maka pengacara kelas wahid-pun akan kalah dalam adu argumentasi. Satu kata dari lawan bicara, sudah dibalasnya dengan rentetan kata bak peluru yang ditembakkan dari senapan otomatis. Pekak telinga ketika mendengarnya!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Di luar perilakunya yang aneh dan sering menyebalkan, sebenarnya ia adalah individu yang sangat perhatian pada orang lain dan ringan tangan. Namun, sayangnya terkadang kebaikannya tersebut terlalu berlebihan sehingga membuat orang lain risih dan akhirnya memilih untuk menjauh atau terkadang ada juga yang memanfaatkan kebaikan hatinya untuk kepentingan sendiri karena kebetulan rekan kerja saya memiliki posisi yang strategis di perusahaan. Nah...belum lama ini, dia membuat heboh lagi, yaitu ia dikritik oleh rekan kerja dari departemen lain karena hasil kerjanya tidak memuaskan. Dan sudah bisa ditebak akhir ceritanya, dia mengomel dan sibuk melakukan pembelaan diri. Ok-lah kalau pembelaan diri itu dilakukan dengan cara-cara yang elegan seperti menunjukkan bukti dan dengan tata bahasa yang sopan serta etika, tapi rekan kerja saya memilih melakukan pembelaan dengan cara-cara yang menurut saya malah menunjukkan ketidakmampuannya alias menunjukkan pepesan kosong. Malam-malam dia membangunkan atasan tertinggi hanya untuk menunjukkan bahwa dia tidak pantas dikomplain dan di setiap ruangan yang dia masuki, ia akan dengan sukarela mengoceh tentang orang-orang yang pernah komplain tentang kinerjanya dengan nada suara tinggi dan mengalir bak air bah. Akhirnya, orang memang tidak ada yang komplain, bukan karena takut, tapi mereka sudah pada titik jenuh dan malas berurusan dengan sang penembak kata-kata. Akibatnya, departemen yang dipimpin oleh rekan kerja saya itu tak pernah mengalami kemajuan sejak pertama kali dibentuk 2,5 tahun yang lalu. Tak ada inovasi...mati! Orang dipaksa untuk menerima standar pelayanan yang jelek dari departemen tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Mungkin saja departemen rekan kerja saya itu akan jadi departemen yang paling bagus dan paling banyak mendapat pujian mengingat fungsinya terhadap kenyamanan dan kelangsungan hajat hidup orang banyak jika saja rekan kerja saya itu mau sedikit mendengar komplain dan dengan segala rasa rendah hati menerima kritikan. Mengapa mesti membela diri dan menutup mata serta telinga jika itu untuk kebaikan ? Mungkin akar penyebab dari tak mau menerima kritik tersebut adalah tiadanya jiwa ksatria untuk mengakui kesalahan, selalu menganggap diri sendiri adalah yang benar atau sudah melakukan tindakan yang benar dan yang lain salah. Padahal bagi saya, semakin ngotot seseorang membela dirinya maka ia sebenarnya semakin kencang juga menyuarakan ketidakmampuannya untuk menampilkan kinerja terbaik. Itu sebabnya dia perlu membela diri, karena dia tak bisa memenuhi tuntutan yang lebih tinggi atau takut keluar dari zona nyaman yang sudah bertahun-tahun dibangunnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Afraid to get out from the box makes us think that our world never change and makes us easy to satisfied with everything and never accept other opinion!&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Do you agree with me ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-9049259623624531732?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/9049259623624531732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/08/jiwa-ksatria.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/9049259623624531732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/9049259623624531732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/08/jiwa-ksatria.html' title='Jiwa Ksatria'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-7760351784677142049</id><published>2010-08-20T11:20:00.000+09:00</published><updated>2010-08-20T11:20:28.093+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Komitmen = hilang kebebasan ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Seringkali orang bertanya mengapa saya masih betah sendiri di usia yang sudah layak disebut 'tak muda lagi', apalagi yang saya cari-demikian orang sering bertanya pada saya. Saya bukanlah perempuan yang tak laku-ada beberapa pria yang mendekati saya, bahkan berniat serius, dan saya adalah perempuan yang menurut ukuran sosial ekonomi cukup mapan karena punya penghasilan yang lumayan dan punya pekerjaan tetap dengan jabatan yang cukup tinggi, jadi apa lagi yang saya cari ? Saya tak mencari apa-apa, cuma entah mengapa kehidupan pernikahan terasa berat ketika dibayangkan apalagi dijalani. Saya takut menikah! Berpacaran it's ok, tapi menikah ? Saya perlu berpikir seribu kali untuk mengatakan 'Yes, I do' di depan altar gereja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Mengapa hal ini terjadi ? Mungkin jawabannya terletak pada cara hidup saya. Sejak kecil, hidup saya selalu ditentukan oleh orang lain. Dari menentukan sekolah dimana hingga baju seperti apa yang harus saya pakai. Waktu kecil, saya adalah pribadi yang kurang mandiri-saya ingat dulu selalu membontot/mengikuti kemanapun kakak saya pergi. Dia melakukan apa, saya-pun ikut. Akibatnya, saya jadi tak punya pendirian sendiri, tergantung pada kakak dan orang tua. Takut menyuarakan pendapat sendiri karena takut dimarahi. Saya jadi terkungkung dalam sangkar-tak berani untuk mengambil keputusan atau bertindak karena takut salah atau tak sesuai dengan harapan orang-orang di sekitar saya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Namun, hal itu berubah ketika saya pergi meninggalkan rumah untuk kuliah. Tuntutan untuk hidup mandiri-pun jelas di depan mata. Saya harus punya sikap sendiri dan berani mengambil keputusan sendiri. Keragu-raguan harus saya hapus dari benak saya karena saya harus berdiri di atas kaki saya sendiri. Dan, ternyata mandiri itu rasanya sangat menyenangkan. Saya sangat menikmati menjadi mandiri, hidup bebas tapi tetap bertanggung jawab. Namun, rupanya euforia kemandirian itu membuat petaka dalam hidup percintaan saya. Kesenangan untuk hidup bebas tak terikat menjadi hambatan ketika saya memiliki pasangan. Hidup berpasangan selalu membutuhkan sesuatu untuk mengikat yang lazim disebut dengan komitmen. Komitmen biasanya membutuhkan pengorbanan dan biasanya akan sedikit merenggut kebebasan masing-masing orang yang telah bersumpah setia dalam ikatan tersebut. Dan, saya takut untuk berkomitmen karena itu artinya saya harus kehilangan kesenangan saya untuk hidup bebas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Berkali-kali saya gagal menjalin akhir cinta yang manis dengan pasangan saya karena masalah kebebasan ini. Apa yang menurut saya sah dan wajar, ternyata buat pasangan sudah dianggap sebagai pelanggaran komitmen. Umumnya masalah yang sering terjadi adalah keinginan saya untuk tetap bebas berekspresi tidak sepenuhnya didukung oleh pasangan. Saya dituntut untuk lebih banyak membatasi diri ketika sudah berdua alias berpasangan. Ngobrol seru dengan pria lain dianggap sebagai pengkhianatan, jalan-jalan sendiri tidak boleh karena dianggap tidak pantas, bekerja sampai larut tak diijinkan karena harus punya waktu lebih banyak untuk pasangan. Dan, setiap kali memikirkan kesenangan-kesenangan yang akan terenggut itu, saya langsung bersikap antipati terhadap komitmen. Saya ketakutan akan kembali ke masa kecil saya dimana saya tak berani bersikap karena takut dimarahi atau takut tak sesuai dengan harapan orang-orang yang saya cintai. Saya tak mau melepaskan kesenangan yang sudah terlanjur saya nikmati. Saya takut kembali terkungkung dalam sangkar dan tak bisa menikmati indahnya dunia. Mungkin itu sebabnya banyak orang yang sudah menikah, sangat mendambakan 'me-time', suatu waktu dimana mereka bisa fokus untuk melakukan hobbynya sendiri. Dan, menurut saya itu adalah hal yang sangat sulit didapatkan dalam hidup pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Namun, cepat atau lambat saya harus segera membuat keputusan...mengikatkan diri dengan seseorang dan tak lagi bebas ATAU memilih untuk bebas dan terlambat untuk menikah. Terus terang, sampai detik ini ketika hati saya telah memilih seseorang, perasaan saya belum solid. Ketakutan-ketakutan akan konsekuensi yang harus dijalani ketika membuat komitmen sehidup semati tak bisa dihapuskan begitu saja dari benak dan keinginan-keinginan untuk  hidup bebas sendiri tak bisa begitu saja lenyap dari lubuk hati yang paling dalam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Haruskah saya tinggalkan semua hobby saya, seperti backpacking atau berkegiatan di alam bebas atau membaca di dalam kesendirian ? Hiks...Sedih rasanya membayangkan kehilangan semua itu...! Saya memang perlu banyak belajar untuk menjalani hidup ini...menyeimbangkan semua hal agar tak merasa tersiksa dan ikhlas ketika menjalani setiap episode kehidupan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-7760351784677142049?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/7760351784677142049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/08/komitmen-hilang-kebebasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7760351784677142049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7760351784677142049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/08/komitmen-hilang-kebebasan.html' title='Komitmen = hilang kebebasan ?'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-1490719577005990900</id><published>2010-06-18T01:31:00.000+09:00</published><updated>2010-06-18T01:31:23.969+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='human resource'/><title type='text'>Responsibility</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Hari ini perusahaan tempat saya bekerja mengeluarkan 2 internal memo yang berkaitan dengan kedisiplinan karyawan. Mengapa sampai perlu mengeluarkan 2 memo sekaligus dalam waktu bersamaan ? Jawabannya menurut saya cukup singkat, yaitu agar karyawan berani mempertanggungjawabkan tindakan/perilaku-perilakunya yang menyimpang dari peraturan perusahaan. *&lt;i&gt;memang sih...banyak orang bilang peraturan dibuat untuk dilanggar, tapi apa salahnya mencoba untuk sedikit patuh&lt;/i&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dan, rupanya untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dibutuhkan sebuah hukuman yang cukup ekstrem, tak cukup lagi dengan sebuah teguran atau sindiran halus. Sistem reward &amp;amp; punishment terbukti efektif untuk membentuk perilaku, meski awalnya akan menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Perusahaan saya menghadapi permasalahan yang cukup pelik tentang masalah kedisiplinan dan produktivitas karyawan. Sebagian besar karyawan belum berpengalaman bekerja di sebuah perusahaan sehingga masih belum familiar dengan peraturan-peraturan perusahaan. Akibat yang nyata terjadi adalah mereka cenderung bertindak sesuka hati, tidak memikirkan bahwa tindakan yang mereka lakukan akan berakibat cukup signifikan terhadap perusahaan. Contohnya adalah ijin meninggalkan pekerjaan untuk hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan perusahaan, seperti istri sakit, anak sakit, keluarga meninggal, kerabat menikah, dll. Dan, jika dihitung total per bulan, maka angka kehadiran mereka rata-rata hanya 21 hari, jauh dari aturan standart menurut Undang-undang, yaitu 25 hari kerja dalam sebulan. Gawatnya adalah mereka merasa tindakan ini sah-sah saja dilakukan dan tidak merasa bersalah sama sekali, bahkan kadang memprotes perusahaan yang katanya tidak mengerti akan kesejahteraan karyawan. Fiuh!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Menurut saya, sebenarnya ini tidak perlu terjadi jika setiap orang memiliki sedikit saja rasa tanggung jawab. Tanggung jawab disini berarti berani menanggung konsekuensi atas tindakan yang diambil dan melakukan kewajiban dengan bersungguh-sungguh, baru kemudian menuntut hak yang sepadan dengan hasil yang dicapai. Beberapa orang mungkin punya beberapa tanggung jawab sekaligus dalam hidupnya sesuai dengan perannya dalam lingkungan, yaitu tanggung jawab sebagai pekerja, tanggung jawab sebagai orang tua, tanggung jawab sebagai suami/istri atau tanggung jawab sebagai anggota komunitas, dll. Masalahnya adalah pemenuhan tanggung jawab dari masing-masing peran di atas kadang tidak seimbang dan yang paling sering dikorbankan adalah tanggung jawab sebagai pekerja. Tidak masalah jika seseorang menyadari bahwa jika dia tidak melakukan kewajibannya maka berarti dia tidak boleh menuntut haknya. Nah....yang sering terjadi di perusahaan saya adalah karyawan menuntut haknya padahal jelas-jelas mereka tidak menunaikan kewajibannya dan jika sudah begini, biasanya mereka alih-alih merasa bersalah, mereka malah sering mengintimidasi perusahaan dengan segala macam cara sehingga seolah-olah apa yang mereka lakukan adalah benar. *&lt;i&gt;akhirnya jadi sulit membedakan...yang tidak bertanggung jawab ini sebenarnya siapa...karyawan atau perusahaan. piss&lt;/i&gt;* Apakah wajar seorang karyawan tidak masuk tanpa ijin selama nyaris sebulan, kemudian tiba-tiba datang dan melapor bahwa dia tidak masuk karena mengurus keluarganya yang sakit dan sekarang menuntut untuk dipekerjakan kembali ? Atau apakah wajar di saat jam kerja normal, bekerja secara santai, kemudian ketika memasuki jam-jam akhir kerja sengaja pura-pura sibuk agar dapat lembur ? Dan, apakah wajar telah menghilangkan barang inventaris perusahaan dan ketika diminta untuk menggantinya malah berdalih macam-macam yang buntutnya adalah tidak mau mengganti ? Saya jadi bingung...apakah urat malu saat ini mudah putus sehingga mengabaikan tanggung jawab sudah menjadi hal yang biasa dan bahkan dianggap sebagai 'pembenaran' demi kesenangan diri semata ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Apakah Anda termasuk orang yang bertanggung jawab ?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-1490719577005990900?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/1490719577005990900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/06/responsibility.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1490719577005990900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1490719577005990900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/06/responsibility.html' title='Responsibility'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2920652603500872308</id><published>2010-06-13T14:35:00.000+09:00</published><updated>2010-06-13T14:35:23.149+09:00</updated><title type='text'>Never Give Up</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Never Give Up! Dengan hanya 3 kata, maka semangat saya bisa bangkit lagi. Entah mengandung magic apa kata-kata itu, tapi setiap kali saya merasa patah semangat, tak ada harapan atau sedang tertekan, dan hanya dengan menuliskan dan mengucapkan kata-kata itu, maka ajaib...semangat saya jadi tumbuh dengan pesat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Never Give Up!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Never Give Up!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Never Give Up!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Never Give Up!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Never Give Up!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Saya hanya butuh kata itu sekarang...tidak yang lain! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2920652603500872308?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2920652603500872308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/06/never-give-up.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2920652603500872308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2920652603500872308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/06/never-give-up.html' title='Never Give Up'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2252128098620539839</id><published>2010-06-07T18:10:00.000+09:00</published><updated>2010-06-07T18:10:18.734+09:00</updated><title type='text'>Laptop oh laptop</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Cobaan memang selalu datang di saat yang tidak tepat. Baru saja punya banyak inspirasi dan semangat untuk mengerjakan sesuatu, eh...laptop yang giliran tidak bisa diajak kompromi. Dari pagi sampai sore, laptop error terus menerus. Setiap kali buka aplikasi excell dan word, selalu saja ngadat dan lamanya minta ampun. Apakah itu artinya laptop yang telah setia menemani selama 2 tahun ini harus di lem biru (lempar beli baru) ? Hua...tak rela rasanya harus melepasnya karena ini adalah laptop pertama yang saya beli dengan uang sendiri. Tak tahu apa yang salah dengannya karena dalam jangka waktu 3 bulan, laptop sudah masuk bengkel departemen IT 2 kali-bukan sebuah rekor yang membanggakan. Oh...laptop...cepatlah sembuh....i need you, my cute black! Tanpamu....aku tanpa daya di tengah hutan rimba belantara ini...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2252128098620539839?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2252128098620539839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/06/laptop-oh-laptop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2252128098620539839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2252128098620539839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/06/laptop-oh-laptop.html' title='Laptop oh laptop'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2215110978137269895</id><published>2010-06-05T17:23:00.000+09:00</published><updated>2010-06-05T17:23:42.880+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refreshing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Damon River</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/TAoI7wa9BRI/AAAAAAAAAEo/5FuWjrgkgl4/s1600/damon+river.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="267" src="http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/TAoI7wa9BRI/AAAAAAAAAEo/5FuWjrgkgl4/s400/damon+river.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tak perlu banyak kata untuk melukiskan kegembiraan kami ketika berenang bersama di Kali Damon *&lt;i&gt;meskipun saya tak bisa berenang&lt;/i&gt;*. Kali damon adalah sebuah sungai kecil yang terletak di tengah-tengah lokasi site perusahaan. Airnya jernih meskipun dari atas tampak hitam karena dasarnya adalah lumpur dan sumber airnya saya duga dari air rawa yang hampir mendominasi semua area hutan di lokasi site. Tertawa, bermain air, bercanda dan berpose norak akan jadi hiburan baru bagi kami setiap kali libur tiba. I really like it and i love u, guys. Thanks for being my friend and my family in the middle of the jungle!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2215110978137269895?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2215110978137269895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/06/damon-river.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2215110978137269895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2215110978137269895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/06/damon-river.html' title='Damon River'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/TAoI7wa9BRI/AAAAAAAAAEo/5FuWjrgkgl4/s72-c/damon+river.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-3943751488540608918</id><published>2010-06-05T16:44:00.000+09:00</published><updated>2010-06-05T16:44:26.249+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karir'/><title type='text'>my boss is my enemy</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/TAn_53AADSI/AAAAAAAAAEg/ljUiuVRImhA/s1600/boss-employee-cartoon,F-N-194963-13.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/TAn_53AADSI/AAAAAAAAAEg/ljUiuVRImhA/s320/boss-employee-cartoon,F-N-194963-13.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Beberapa waktu yang lalu, seorang teman membawa kabar berita yang cukup menggetarkan seluruh isi dunia persilatan di site perusahaan. Dia akan RESIGN! Resign alias mengundurkan diri dari pekerjaan sebenarnya merupakan hal yang jamak terjadi, namun yang membuat saya tak habis pikir adalah alasan teman saya di balik pengunduran dirinya tersebut. Sebagai orang yang cukup dipandang karena keahlian dan kedewasaannya dalam bersikap, alasannya untuk resign terdengar cukup konyol. Ia mundur karena tidak cocok dengan bossnya. Hmm... semua orang tahu bahwa nyaris semua orang yang memiliki label 'boss' memang memiliki sikap menyebalkan jika dipandang dari sudut pandang bawahan. Mulai dari gayanya memerintah, gayanya membuat keputusan, dan sejuta alasan lain yang membuat boss ada di dalam urutan pertama orang yang akan ditimpuk beramai-ramai jika ada kesempatan. *&lt;i&gt;yang menyangkal pendapat ini pasti sedang di bawah ancaman bossnya. hehehe...&lt;/i&gt;*&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Boss bagaimanapun keadaannya, mau tak mau harus diakui bahwa dialah yang memilih bawahan dan bukan bawahan yang memilih bossnya. Jadi, baik dan buruknya tingkah laku boss memang harus diterima dengan lapang dada oleh bawahan. Memang sih...tidak semua bisa diterima, tapi jika tidak parah-parah sekali kenapa harus berontak apalagi jika hanya karena boss yang bertingkah laku NATO (No Action Talk Only) seperti yang dialami oleh teman saya? Ada saatnya batas kesabaran habis, namun ada saatnya pula bawahan harus menerima dengan pikiran terbuka alias menyesuaikan diri dengan boss demi kemajuan karirnya sendiri. Buat saya, karir professional saya tidak akan saya biarkan hancur gara-gara ketidakcocokan dengan boss. Boss yang 'sulit' seharusnya menjadi tantangan tersendiri bagi bawahan untuk dapat menaklukkannya. Teman saya ini sebelum mengundurkan diri, terlebih dahulu melakukan serangkaian aksi protes yang menurut saya kurang dewasa dan mencoreng perjalanan karirnya sendiri, yaitu membangkang perintah atasannya dan mangkir dari tugas-sebuah tindakan yang bisa dibilang tidak profesional. Membangkang dan mangkir adalah suatu tindakan yang kurang dewasa, karena bisa dibilang membangkang serta mangkir adalah tindakan yang biasa dilakukan oleh anak kecil jika sedang ngambek karena keinginannya tidak dipenuhi. Jika sudah begini, maka titik temu antara boss dan bawahan tidak akan pernah didapatkan dan biasanya yang terjadi adalah keadaan bertambah parah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Saya ingat, dulu waktu masih berkegiatan di organisasi pecinta alam, saya juga pernah mengalami hal yang sama. Saya jengkel sekali dengan seorang teman yang kebetulan diberi wewenang sebagai Ketua Organisasi dengan gaya kepemimpinannya yang otoriter militer. Saya tak pernah menemukan kesepakatan dengan dia karena kebetulan gaya komunikasi dan pemecahan masalah kami yang berbeda. Dan karena tidak tahan, saya mengambil keputusan untuk keluar dari organisasi *&lt;i&gt;melakukan tindakan konyol tercela dengan mutung sebagai aksi protes&lt;/i&gt;* , dan pada akhirnya, ini adalah tindakan yang sangat saya sesali sampai sekarang. Saya kalah sebelum berperang ketika mengajukan pengunduran diri tersebut, padahal sebenarnya masih ada cara-cara lain yang bisa saya lakukan untuk memenangkan 'pertempuran' dengan sang boss militer itu. Yang lebih parahnya, saya tak sadar bahwa tindakan saya itu menjadi preseden yang buruk bagi anggota yang lain. Ada beberapa orang yang mencontoh tindakan saya itu dan bertambah dalamlah rasa penyesalan saya. Beberapa bulan saya mengucilkan diri, tak berani datang ke sekretariat organisasi ataupun mengangkat muka pada teman-teman karena sangat malu telah begitu mudahnya menyerah pada boss yang 'gila' hanya gara-gara berbeda gaya/prinsip.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Kembali pada perusahaan saya, dalam 1 minggu, 2 orang minggat alias melarikan diri tanpa pamit karena alasan yang sama, yaitu tidak cocok dengan boss. Duh...rupanya &lt;i&gt;my boss is my enemy&lt;/i&gt; tidak dijadikan sebagai tantangan tapi malah dijadikan sebagai hambatan sehingga kabur-pun menjadi trend akhir-akhir ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tapi, ini juga tidak bisa dijadikan sebagai pembenaran atas tingkah laku boss. Bagaimanapun juga hubungan antara boss dan bawahan adalah hubungan simbiosis mutualisme dimana mereka saling terkait dan membutuhkan serta tak dapat sempurna tanpa kehadiran yang lain. Jadi, buat Anda yang menjadi boss... sebaiknya rajin-rajin mencari tahu apa yang diinginkan oleh seorang bawahan dari seorang boss dan juga memandang sama tinggi terhadap bawahan karena tak selalu bawahan itu lebih 'bodoh' dari boss. Dan yang lebih penting adalah memanusiakan bawahan karena mereka bukanlah benda mati yang bisa diperlakukan semena-mena sesuai dengan keinginan kita sendiri-toh ketika bawahan tak ada, yang repot boss juga!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Jadi...boss Anda termasuk dalam list musuh Anda bukan ? &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-3943751488540608918?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/3943751488540608918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/06/my-boss-is-my-enemy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3943751488540608918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3943751488540608918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/06/my-boss-is-my-enemy.html' title='my boss is my enemy'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/TAn_53AADSI/AAAAAAAAAEg/ljUiuVRImhA/s72-c/boss-employee-cartoon,F-N-194963-13.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2793815261489701404</id><published>2010-05-24T21:26:00.000+09:00</published><updated>2010-05-24T21:26:34.275+09:00</updated><title type='text'>Romantika Telepon</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Sejak saya dipindahkan ke site, ada satu hal yang saya rasakan hilang, yaitu privasi di ruang kerja. Privasi bagi saya sangat penting karena saya banyak mengerjakan data-data rahasia yang tidak boleh dibagi dengan sembarangan orang, seperti data gaji, data sanksi dan data-data lainnya yang menyangkut hajat hidup orang banyak. *&lt;i&gt;selain kerjaan, saya sering memanfaatkan posisi strategis saya untuk update blog dan browsing. hehehehe&lt;/i&gt;...* Nah...sejak saya dipindah ke site, privasi saya-pun hilang karena letak meja kerja yang kurang mendukung. Memang letaknya masih di pojok, tapi ada assesoris tambahan yang membuat saya kehilangan privasi dengan sempurna, yaitu dua buah pesawat telepon. Yup...telepon! Dan, jumlahnya ada dua, saudara-saudara...*&lt;i&gt;gregetan&lt;/i&gt;*, satu telepon ekstension (internal) dan satu telepon direct line (eksternal)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Berhubung di site tak ada sinyal, maka komunikasi hanya bisa dilakukan melalui telepon dan internet yang disediakan oleh kantor. Dan, gawatnya di seluruh site yang luasnya berhektar-hektar ini hanya ada 4 pesawat telepon ekstension, 2 pesawat telepon direct line dan 1 pesawat telepon direct line yang merangkap mesin fax. Alhasil karena saya yang paling dekat dengan pesawat telepon, maka saya-pun punya pekerjaan tambahan, yaitu menjadi resepsionis telepon. Dan hal ini sangat menyita waktu kerja saya. Meskipun banyak dukanya, namun 'pekerjaan sampingan' ini kadang-kadang bisa juga menjadi hiburan buat saya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Saya paling sebal jika harus mengangkat telepon direct line, karena pasti telepon itu dari keluarga karyawan. Jika semua keluarga karyawan memiliki pengertian yang tinggi bahwa yang mengangkat telepon itu bukanlah resepsionis yang kerjanya hanya menerima telepon dan menyampaikan pesan, serta paham bahwa area kerja di site sangatlah luas sehingga sulit untuk memanggil karyawan secara tepat waktu sih saya senang-senang saja. Namun, kadang-kadang keluarga karyawan banyak juga yang &lt;i&gt;rese-&lt;/i&gt;nya minta ampun-mereka tidak paham kalau area kerja di site itu luas dan kami hanya punya HT untuk memanggil karyawan yang bersangkutan sehingga belum ada 5 menit yang lalu mereka telepon, mereka sudah telepon lagi, masih untung jika mereka tidak emosi dan marah pada saya, nah ini kadang ada yang sungguh keterlaluan...marah-marah dan tidak tahu sopan santun. Kalau sudah begitu, saya akan dengan sengaja tidak angkat telepon saking jengkelnya. *&lt;i&gt;maaf bagi bapak-bapak yang keluarganya menelepon ke site dan sulit tersambungnya...maaf, pak...saya siap ditimpukin deh!&lt;/i&gt;* Yang buat jengkel lagi adalah jika sang penelepon tidak sadar bahwa dia sedang telepon di ruangan yang berukuran 5x2 m sehingga mereka sering teriak kencang-kencang ketika menelepon. Kalau sudah begini, konsentrasi kerja-pun otomatis akan hilang karena bising sekali. Bayangkan saja, orang menelepon di jarak 50 cm dari Anda dan mereka teriak-teriak kencang. *&lt;i&gt;untungnya sejauh ini tidak ada yang pakai hujan air liur kalau menelepon&lt;/i&gt;* Dukanya lagi adalah karena letak telepon yang persis ada di meja saya, maka orang yang menggunakan telepon sering harus duduk di dekat saya, dan jika sudah begitu, maka saya tak bisa lagi bekerja karena saya merasa sedang 'diintip'-layar laptop-pun terpaksa saya tutup. Benar-benar melelahkan!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Namun, seperti yang saya tulis tadi...tidak semuanya adalah pengalaman duka, ada juga pengalaman yang lucu atau sukanya. Pengalaman lucu adalah ketika mendengarkan dengan tidak sengaja pembicaraan di telepon karena ada-ada saja tingkah atau gaya bicara dari penelepon yang kadang-kadang lucu dan membuat saya tersenyum-senyum sendiri. Dari mendengarkan tidak sengaja pembicaraan di telepon itu, saya jadi tahu episode kehidupan yang dijalani oleh karyawan dan keluarganya-ada yang harmonis, ada yang tengah berbunga-bunga, ada yang dicemburui, dan ada yang dilanda duka. Dan entah kenapa, jika karyawan selesai menerima telepon, ada yang suka bercerita apa yang tadi dibicarakannya di telepon tanpa diminta, sepertinya mereka merasa perlu menjelaskan apa yang telah terjadi kepada saya karena saya tak sengaja mendengarkan pembicaraan telepon mereka-mungkin karena mereka malu atau butuh teman untuk berbagi suka dan duka. Dan, sebagai rekan kerja yang baik, tentu saja saya harus meluangkan waktu saya lagi untuk mendengarkan mereka bercerita. Senang sih...karena itu artinya mereka percaya pada saya dan saya-pun dapat mengambil beberapa pelajaran dari kisah hidup mereka, meskipun itu artinya saya harus kehilangan waktu efektif untuk bekerja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Karena saya sering sekali menerima telepon, maka saya-pun lama lama hafal akan kebiasaan keluarga karyawan. Ada yang kalau telepon hanya mengabarkan kabar duka terus, ada yang sedikit-sedikit telepon minta pertimbangan ini dan itu, ada yang telepon untuk iseng dan ada yang kasmaran dan cemburuan sehingga merasa perlu untuk telepon setiap hari. Namun dalam waktu dekat, saya akan mengakhiri jabatan saya sebagai 'resepsionis gadungan' karena telepon akan diparalel ke kantor security sehingga saya tak perlu lagi mengangkat telepon yang setiap 10 menit sekali berdering. Finally!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Apakah hari ini orang-orang tercinta Anda sudah menghubungi Anda ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2793815261489701404?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2793815261489701404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/05/romantika-telepon.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2793815261489701404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2793815261489701404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/05/romantika-telepon.html' title='Romantika Telepon'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2644455182838455575</id><published>2010-05-23T16:23:00.000+09:00</published><updated>2010-05-23T16:23:44.262+09:00</updated><title type='text'>Blueboraus</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Banyak orang yang bertanya pada saya apa arti 'blueboraus' yang saya gunakan sebagai alamat email dan juga sebagai alamat blog ini. Dan, untuk menjawab rasa penasaran, maka inilah arti &lt;i&gt;blueboraus&lt;/i&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Blueboraus tidak memiliki arti khusus. Nama itu tercipta ketika saya sedang membuat email di yahoo dan semua nama yang saya pilih kebetulan sudah ada yang menggunakannya. Akhirnya saya berpikir keras dan muncullah ide menggunakan nama blueboraus. Blueboraus sendiri tercipta dari pikiran saya menggabungkan beberapa kata, yaitu blue+bora+us. Blue...artinya biru...saya sangat menyukai warna biru. Bora...adalah nama panggilan saya waktu kecil. us...menandakan species manusia. *&lt;i&gt;ini adalah alasan yang paling ngawur saat itu&lt;/i&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Alasan yang kekanak-kanakan ya ? Maklumlah, nama email itu saya buat ketika saya masih muda belia, belum genap 20 tahun. Tapi, saya tak menyesal menggunakan nama itu, karena akhirnya nama itu sekarang jadi unik dan menjadi melekat dengan diri saya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Apakah nama email anda juga memiliki sejarah ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2644455182838455575?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2644455182838455575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/05/blueboraus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2644455182838455575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2644455182838455575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/05/blueboraus.html' title='Blueboraus'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2901573061837423081</id><published>2010-05-17T21:51:00.000+09:00</published><updated>2010-05-17T21:51:24.538+09:00</updated><title type='text'>Genjreng.....Genjreng</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Mengisi waktu luang di site tak banyak ragamnya karena kondisi lingkungan alam dan sosial yang tak memungkinkan. Namun, akhir-akhir ini ada satu aktivitas yang sungguh-sungguh menghibur dan dapat meredakan stress, yaitu bernyanyi bersama. Aktivitas menyanyi memang terbukti dapat meredakan ketegangan karena itulah maka tempat-tempat karaoke selalu ramai pengunjung dan mendengarkan musik sambil bersenandung lirih selalu dilakukan oleh karyawan sesibuk apapun mereka bekerja untuk menyeimbangkan jiwa yang lelah karena beban pekerjaan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Apa yang menarik dari aktivitas menyanyi bersama ? Menurut saya...sekali lagi, menurut saya...jika Anda ingin menambahkan, dipersilahkan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;1. Dalam aktivitas menyanyi bersama, suara&amp;nbsp; &lt;strike&gt;saya&lt;/strike&gt; kita yang jelek tak terlalu terdengar karena bercampur dengan suara yang lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;2. Dalam aktivitas menyanyi bersama, kita dapat melakukan katarsis-pelampiasan emosi-karena kita bisa bebas mengeluarkan suara sekencang-kencangnya tanpa ditimpuk beramai-ramai oleh orang lain dan hatipun jadi terbebas...ringan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;3. Dalam aktivitas menyanyi bersama, kita dapat menambah pengetahuan akan bermacam-macam lagu. Semakin banyak orang, maka referensi lagu lagu yang dinyanyikan-pun menjadi semakin beragam. Pengalaman kemarin, kami menyanyikan lagu dari berbagai era dan genre.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;4. Silahkan tambahkan sendiri...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Sebenarnya menyanyi berjamaah seperti yang saya alami sekarang, bukanlah pengalaman baru bagi saya, bahkan pengalaman kemarin menimbulkan kenangan dan kerinduan tersendiri akan kebersamaan teman-teman di PALAPSI. Pengalaman kemarin membuat saya rindu akan suasana camping di pegunungan yang dingin sambil genjreng-genjreng menyanyikan lagu-lagu dari yang versi asli sampai versi rekaan, dari lagu yang romantis sampai &lt;i&gt;saru, &lt;/i&gt;dari kondisi sadar sampai kondisi teler karena &lt;strike&gt;mabuk minuman keras&lt;/strike&gt;&amp;nbsp; kelelahan bernyanyi. Aaaahhh...tak sabar rasanya menunggu momen itu tiba kembali di bulan Juni. O ya...dalam setiap even menyanyi bersama, pasti ada satu orang yang akan menjadi idola dan pusat dari kegiatan, yaitu gitaris karena tanpanya menyanyi bersama takkan indah. Di PALAPSI dulu, kami punya beberapa gitaris andalan yang memang TOP BGT dan kami benar-benar memuja mereka, bahkan seorang teman rela menyerahkan cintanya 50% demi sang gitaris asal dia tak melepaskan gitarnya. Kalau dia melepaskan gitarnya, maka ketampanannya akan hilang dan cinta teman saya-pun hilanglah. Dan, saya-pun baru menyadari bahwa teman saya benar... seorang rekan kerja di site mendadak menjadi tampan sekali ketika dia memainkan gitarnya dan saya rela menyerahkan jatah &lt;strike&gt;cinta&lt;/strike&gt; makan saya padanya 50% demi mendengarkan dia memainkan gitar untuk mengiringi kami menyanyi. &lt;i&gt;He's very cool when he played his guitar and i'm falling in love with his performance! &lt;/i&gt;Hehehehe... Jadi, semoga aktivitas genjreng-genjreng menyanyi bersama ini akan langgeng karena benar-benar efektif untuk meredakan stress!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;PS : Ncoet, tenang saja...cintaku tak akan berpindah ke sang gitaris kok! *takut ditimpuk si Ncoet yang membaca tulisan ini*&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2901573061837423081?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2901573061837423081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/05/genjrenggenjreng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2901573061837423081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2901573061837423081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/05/genjrenggenjreng.html' title='Genjreng.....Genjreng'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-3075198211074816521</id><published>2010-05-17T21:11:00.000+09:00</published><updated>2010-05-17T21:11:51.284+09:00</updated><title type='text'>Teknologi (tak) mengerti Anda</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Try Again! Try Again!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Itulah kata yang selalu keluar setiap kali saya mencoba untuk online melalui YM. Kata yang membuat emosi memuncak mendidih. Bagaimana tidak ? YM adalah satu-satunya komunikasi yang memungkinkan di lokasi site perusahaan tempat saya bekerja, karena tempat ini tak terjangkau oleh sinyal telepon selular. Ada sih telepon wartel, tapi biayanya tinggi sekali karena menggunakan teknologi satelit. Alhasil, kejengkelan-pun memuncak...di tengah hasrat kerinduan yang membutuhkan penyaluran untuk dilampiaskan pada orang-orang yang dicintai, YM seperti ingus-keluar masuk, on-off...benar benar teknologi yang tak mengerti Anda! Sebenarnya tak tepat juga menyalahkan YM, karena yang bermasalah adalah jaringan di site perusahaan. Bandwith yang terbatas dengan jumlah pengguna yang semakin banyak membuat koneksi menjadi super duper lambat, dan akibatnya tak bisa online lagi. Hiks!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Arrrrrggggghhhhh....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Arrrrrrrrrrrrgggggghhhhhhhh......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Ingin rasanya teriak sekencang-kencangnya melepaskan semua beban yang menghimpit di dada. Ketika semua tak terjadi sesuai dengan rencana dan suasana hati sedang buruk, semua menjadi tampak berkonspirasi menambah kesialan, termasuk teknologi. Dan...stress luar biasa-pun resmi menyerang tubuh dan jiwa. Kalau saja dapat membanting semua barang-barang untuk melampiaskan stress *&lt;i&gt;dan nyaris saya lakukan&lt;/i&gt;*, dapat menyelesaikan persoalan, mungkin saya sudah akan melakukannya. Tapi, untunglah pikiran saya masih dikuasai sepenuhnya oleh kewarasan sehingga tindakan konyol itu &lt;strike&gt;belum&lt;/strike&gt; tak kan saya lakukan. Dan, saya-pun tak bisa berdiam diri menghadapi kesialan yang disebabkan oleh teknologi, saya akhirnya memutuskan untuk segera meneror kantor pusat agar mereka segera meningkatkan bandwith...dan itu saya lakukan semata-mata demi kerinduan yang semakin memuncak untuk meredakan ketegangan/stress yang luar biasa...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Ncoet...aku kangen kamu dan semoga teknologi segera mengerti kita!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-3075198211074816521?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/3075198211074816521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/05/teknologi-tak-mengerti-anda.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3075198211074816521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3075198211074816521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/05/teknologi-tak-mengerti-anda.html' title='Teknologi (tak) mengerti Anda'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-7803756883960710340</id><published>2010-04-27T17:08:00.000+09:00</published><updated>2010-04-27T17:08:07.092+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perasaan'/><title type='text'>Blank</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Hari ini suasana hati tak seburuk hari kemarin, tapi pikiran tetap jalan di tempat. Entah sedang jalan-jalan kemana sang pikiran sehingga ketika saya cari tak berhasil saya temui. *&lt;i&gt;mungkin juga karena saya mencarinya hanya dengan setengah hati dan akhirnya membiarkan dia pergi menjauh&lt;/i&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Saya menjalani hari seperti robot-bangun pagi, mandi, datang ke kantor dengan otak yang kosong karena ditinggal pikiran pergi, menunggu bel makan siang, istirahat, ke kantor lagi masih dengan setengah nyawa, menunggu bel pulang, pulang, makan malam, dan beranjak ke peraduan. What a life!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Saya mengalami masa-masa penuh ketidakpastian dan terjebak di dalam pusaran hidup yang membosankan. Hidup berubah jadi membosankan dan membuat otak saya beku-blank! Semalam, saya mencoba ngobrol dengan seorang teman yang dulu saya anggap lawan bicara yang seimbang dan bermutu dan saya terhenyak-saya bukan lawan yang seimbang lagi baginya! Kata-kata saya menjadi kurang bermutu dan dangkal sekali maknanya, saya tak sanggup menghasilkan pemikiran yang cerdas....huaa...kecerdasanku ikut pergi! Ah...episode hidup macam apakah yang sekarang ini saya jalani? Saya sungguh tak menikmatinya!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-7803756883960710340?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/7803756883960710340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/04/blank.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7803756883960710340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7803756883960710340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/04/blank.html' title='Blank'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-933493963463791259</id><published>2010-04-26T15:50:00.000+09:00</published><updated>2010-04-26T15:50:37.553+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perasaan'/><title type='text'>Frustasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/S9U3gCFZ5SI/AAAAAAAAAEY/5qld9UWdNAI/s1600/stress.bmp" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="154" src="http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/S9U3gCFZ5SI/AAAAAAAAAEY/5qld9UWdNAI/s320/stress.bmp" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Suasana hati saya saat ini sedang sangat buruk sekali. Dan, jika sedang buruk begini, saya biasanya tak bisa sabar, amarah rasanya meledak-ledak. Saya tahu persis suasana hati buruk itu yang membuat adalah diri sendiri, tapi entah kenapa saya tak bisa berbuat banyak untuk mengontrolnya, alih-alih merubah suasana hati, saya malah semakin larut dalam suasana hati yang buruk. Akibatnya...semua berjalan tak semestinya dalam pandangan saya hari ini. Semuanya jadi berubah serba salah!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Yang lebih gawat adalah saya mulai membenci keadaan yang berlangsung di sekitar saya, seakan-akan semua keberuntungan lenyap dari hidup saya dan berubah jadi kesialan. Mulai dari teman kantor yang sangat saya andalkan akan pergi, kekasih hati yang uring-uringan tidak jelas karena saya tidak bisa penuhi janji, masalah-masalah di kantor yang semakin bervariasi dan politik kantor yang semakin terasa mencekik leher, serta teknologi informasi yang berubah menjadi lambat dan tidak bersahabat. Semuanya seperti berkonspirasi membuat hari saya jadi buruk tak karuan. Saya FRUSTASI!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-933493963463791259?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/933493963463791259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/04/frustasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/933493963463791259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/933493963463791259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/04/frustasi.html' title='Frustasi'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/S9U3gCFZ5SI/AAAAAAAAAEY/5qld9UWdNAI/s72-c/stress.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-8348688344306278688</id><published>2010-04-24T15:28:00.000+09:00</published><updated>2010-04-24T15:28:12.467+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mimpi'/><title type='text'>Ingin menjadi seperti mereka</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Seharian berkutat dengan data payroll ternyata membawa hikmah tersendiri. Kelelahan yang akut dan kebosanan yang memuncak membawa saya kembali pada kebiasaan lama, yaitu membaca blog-blog keren, salah satunya adalah &lt;a href="http://ndorokakung.com/"&gt;Ndoro Kakung&lt;/a&gt;. Sang penulis adalah teman sekerja saya di media nasional terkemuka di Indonesia sebelum saya pindah ke Merauke. *&lt;i&gt;saya sih tentu saja masih mengingat beliau dengan baik, entah apakah beliau masih mengingat saya ataukah tidak* &lt;/i&gt;Membaca tulisan-tulisannya bagaikan menemukan oase di tengah padang gurun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Energi langsung terisi penuh ketika selesai membaca postingan-postingannya yang bernas. Mungkin, dia memang dilahirkan sebagai penulis, tak seperti saya yang dilahirkan entah untuk menjadi apa, sehingga ia mampu memproduksi rentetan kata-kata yang indah dan entah bagaimana caranya selalu mampu membangkitkan sebuah rasa bagi para pembacanya, entah itu manis ataupun pahit, getir atau asam, bahkan kadang-kadang mampu membuat rasa nano-nano.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Sebuah postingannya yang baru sempat saya baca hari ini salah satunya yang mampu menciptakan rasa nano-nano dalam benak saya setelah membacanya. Anda penasaran ? Silahkan langsung meluncur ke &lt;a href="http://ndorokakung.com/2010/02/25/28-hari-pecas-ndahe/"&gt;TKP&lt;/a&gt;! Membaca postingannya membuat rasa penasaran saya akan dunia tulis menulis langsung tergugah. Semangat untuk menulis yang sebelumnya padam dan nyaris terkubur menemukan jalannya kembali. Ide-ide kreatif-pun mendadak keluar dari dalam kepala. Membaca postingannya membuat saya merinding karena saya tersihir oleh semangatnya dalam menulis, tak pernah mati ide. Ya Tuhan...mengapa saya tak terlahir dengan bakat seperti itu ? Dikasih makan apakah mereka itu sehingga mereka begitu kreatif dan produktif dalam menulis ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Sang Ndoro menjalin kerjasama dengan seorang perempuan pintar yang memiliki blog &lt;a href="http://beradadisini.wordpress.com/"&gt;squeezing marshmallow&lt;/a&gt; membuat dua buah cerita bersambung/estafet yang sangat apik. Proyek itu dituangkan dalam dua buah blog, yaitu &lt;a href="http://perempuanku.tumblr.com/"&gt;Perempuanku&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://lelakiku.tumblr.com/"&gt;Lelakiku&lt;/a&gt;, dan hebatnya mereka mengerjakan itu dalam waktu 28 hari saja. *&lt;i&gt;CMIIW&lt;/i&gt;* Sebuah karya yang patut diacungi jempol karena isinya benar-benar sangat romantis dan benar-benar membuat saya serasa menjadi pelakunya-mungkin karena saya pernah mengalami kisah yang sama dengan kisah imajinasi mereka berdua. Saya terpaku dan terhenyak...bagaimana mereka dapat mengisahkan kisah yang sebenarnya lazim dialami orang menjadi indah untuk diikuti melalui serangkaian kata-kata yang sarat makna. OMG...saya ngiri sekali! Adakah yang punya saran bagaimana agar bisa menjadi seperti mereka berdua? Keren, kreatif, pintar dan penuh imajinasi! Tuhan...saya ingin seperti mereka&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-8348688344306278688?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/8348688344306278688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/04/ingin-menjadi-seperti-mereka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8348688344306278688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8348688344306278688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/04/ingin-menjadi-seperti-mereka.html' title='Ingin menjadi seperti mereka'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2317255625615504750</id><published>2010-03-19T16:37:00.000+09:00</published><updated>2010-03-19T16:37:42.518+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mimpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='emosi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sikap negatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perasaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan'/><title type='text'>Sang Pembosan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Apakah seorang pemimpi bisa mengalami rasa bosan ? Hmm... saya tak yakin jawabannya adalah iya, karena seorang pemimpi biasanya pandai membuat dirinya termotivasi dengan impian-impian dan mudah bangkit jika merasa terpuruk. Bagaimana menurut Anda ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;Saya yang &lt;strike&gt;pernah&lt;/strike&gt; menyatakan diri sebagai seorang pemimpi terpaksa harus merenung kembali apakah saya ini benar-benar seorang pemimpi seperti tag line blog saya atau saya hanya berangan-angan dan berandai-andai sebagai pemimpi karena saya adalah orang yang mudah bosan dan jenuh dengan apa yang saya jalani. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;Dengan prinsip &lt;em&gt;easy come easy go, &lt;/em&gt;saya tumbuh jadi pribadi yang tak pernah betah mengerjakan sesuatu hal dalam jangka waktu lama. Perhatian saya mudah teralihkan oleh hal-hal baru. Bukan sesuatu hal yang baik, apalagi dalam kehidupan profesional. Sebagian besar alasan saya pindah-pindah kerja sampai dengan saat ini-pun sebenarnya adalah karena saya merasa jenuh dengan pekerjaan yang saya lakoni dan seringkali tak tahu harus berbuat apa, namun saya selalu bisa merangkai alasan klasik itu dengan alasan rasional yang memang kebetulan 'mampir' dalam episode kehidupan saya saat itu dan kemudian lari dari rasa bosan dengan berpindah pekerjaan. Alhasil...saya hanya berhasil bertahan tak lebih dari 1,5 tahun di tempat kerja yang sama. Dan yang sekarang ini saya jalani adalah sebuah rekor baru...2 tahun bekerja di tempat yang sama *&lt;em&gt;yippie...congratz for my self!&lt;/em&gt;* Tapi itu bukan berarti jiwa pembosan saya telah mati, dia masih hidup dan sekarang saya mulai merasakan kebangkitannya dalam tubuh saya. Sang pembosan yang bersemayam dalam jiwa saya mulai menggeliat, berusaha keluar dan menguasai tubuh. Rasanya tak enak sekali ketika ia mulai mencakar-mencakar semua ruang dalam tubuh untuk mencari celah keluar. Kadang saya menang terhadapnya, tapi terkadang saya kalah telak melawannya seperti yang terjadi selama seminggu ini. Sang pembosan berhasil mendorong jari jemarinya keluar dari tubuh saya dalam bentuk kemalasan tiada tara, semangat kerja yang mendadak hilang dan otak yang buntu-tak sanggup berpikir apapun, bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun. Dan gawatnya, serangan yang bertubi-tubi dari sang pembosan telah membuat daya juang saya melemah-saya yang seharusnya cepat bangkit dan menyatakan perang terhadapnya malah membiarkan saya terseret semakin jauh dalam permainannya, saya membiarkan diri saya terjebak dalam rasa bosan. Fiuh! Haruskah saya melawannya dengan lari lagi dari pekerjaan sekarang ? Atau mengerahkan seluruh tenaga untuk berjuang mencari jalan terang dan mencari senjata yang ampuh untuk membunuh sang pembosan dan membuangnya ke dasar jurang terdalam ? Tapi dimanakah saya dapatkan senjata itu ? Ada yang tahu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;Sebenarnya, saya sudah memiliki senjata yang ampuh untuk melawan sang pembosan, namun entah kenapa senjata itu terasa berat sekali di tangan. Senjata itu berupa&amp;nbsp;tugas baru untuk mengelola site yang letaknya di tengah hutan. Saya sebenarnya pernah melakukannya dulu sekali ketika saya mulai bergabung di perusahaan sekarang, namun entah kenapa tugas baru itu yang seharusnya bisa jadi jalan keluar dari sang pembosan malah membuat saya merasa gamang. Entah karena tantangannya yang terlalu besar yang tak sesuai dengan kompetensi saya atau karena saya tiba-tiba bisa melihat bahwa sang pembosan akan lebih mudah menguasai saya jika saya mengambil kesempatan itu dan saya akan semakin tak berdaya melawannya. Saya tak tahu pasti...tapi memang senjata itu rasanya berat sekali, bahkan hanya untuk sekedar diangkat, apalagi jika harus dihunuskan ke jantung sang pembosan. Arrrrrggghhhh...saya malas membayangkannya! *&lt;em&gt;derita seorang pekerja yang tengah dilanda rasa bosan yang akut&lt;/em&gt;*&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2317255625615504750?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2317255625615504750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/03/sang-pembosan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2317255625615504750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2317255625615504750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/03/sang-pembosan.html' title='Sang Pembosan'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2815370281066383978</id><published>2010-03-18T15:43:00.003+09:00</published><updated>2010-03-18T16:10:35.471+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Menulis dan Membaca</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ternyata menulis itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Entah sudah berapa kali saya buka blog ini dan hanya sampai pada halaman muka saja kemudian saya anggurkan dan akhirnya saya tutup kembali tanpa hasil tulisan apapun. Butuh konsentrasi dan tekad yang kuat untuk menulis, bahkan jika itupun hanya beberapa patah kata. *&lt;em&gt;saya sudah lama tak update status FB karena tak tahu harus menulis apa dan pikiran buntu&lt;/em&gt;* Dulu ketika saya buat blog ini, saya optimis akan bisa menghasilkan tulisan minimal 1 setiap minggunya, tapi ternyata saya salah. Rasa optimis saya tidak realistis karena saya meniadakan faktor M (Malas) yang seringkali merenggut jiwa saya dan hasilnya, sudah 2 bulan ini saya tak menghasilkan satu tulisanpun yang bermutu. Kalau sudah begini, impian untuk jadi penulis rasanya terasa mustahil untuk diraih *&lt;em&gt;mungkin juga saya terlalu PD bahwa saya bisa menulis&lt;/em&gt;* &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jangankan menulis, aktivitas membaca saya akhir-akhir ini juga terasa kurang-entah kenapa. Padahal saya tergolong cepat dalam membaca. 1 buku biasa saya lahap dalam 1-3 hari. Sekarang ? Nyaris tak pernah saya sentuh buku-buku baru yang saya borong ketika cuti, bahkan beberapa buku masih terbungkus dalam kepompong plastik. Saya tak tahu apa yang salah dengan diri saya saat ini, tapi jiwa saya benar-benar terasa kosong tanpa membaca dan menulis. Otak saya seperti kram, tak punya denyut di setiap simpul syarafnya. Dan gawatnya, saya tak punya daya untuk melawannya...saya seakan lumpuh, menyerah pada kondisi. Bahkan yang lebih parah, saya seakan membuat permakluman untuk kondisi saya ini, yaitu saya tengah sibuk luar biasa dengan pekerjaan dan kehidupan asmara saya tengah membutuhkan perhatian lebih, padahal kenyataannya tak begitu-pekerjaan saya biasa biasa saja, tak ada aktivitas tambahan yang berarti dan kehidupan asmara saya memang sudah begini adanya sejak dulu. Fiuh!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tapi akhirnya sedikit demi sedikit, gairah itu mulai muncul lagi meskipun pijarnya tak sebesar dulu...masih berupa api kecil bak nyala api dari korek gas. Beberapa hari ini, saya sudah membaca kembali, meskipun itu adalah buku novel ringan dan saya sudah mulai menulis lagi meskipun hanya tulisan curhat colongan sampah seperti sekarang. Mudah-mudahan api ini terus membesar dan akhirnya benar-benar membakar saya seutuhnya....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:78%;"&gt;*ditulis ketika tak tahu harus berbuat apa di tengah-tengah jam kerja, pernahkah Anda mengalaminya ?*&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2815370281066383978?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2815370281066383978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/03/menulis-dan-membaca.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2815370281066383978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2815370281066383978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/03/menulis-dan-membaca.html' title='Menulis dan Membaca'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-7996617580472469027</id><published>2010-01-16T08:25:00.003+09:00</published><updated>2010-01-16T09:05:08.886+09:00</updated><title type='text'>Back to the Reality</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Akhirnya musim cuti-pun selesai juga. Setelah 3 minggu bersenang-senang di tempat kelahiran, akhirnya harus kembali juga pada kenyataan, membanting tulang demi sesuap nasi dan segenggam berlian *lebay mode on*.&lt;br /&gt;Cuti kemarin benar-benar mengesankan bagi saya, karena pertama menghabiskan banyak uang untuk mondar-mandir dari satu kota ke kota yang lain; kedua-ketemu dengan banyak teman baru; ketiga-mendapatkan ilmu baru; dan keempat, mendapatkan pengalaman bertualang yang baru. Yang paling mengesankan tentu saja adalah akhirnya saya berhasil juga ke Sumatera, meskipun hanya sampai Lampung. Next destination ketika cuti adalah Bangka Belitung *jatuh tempo cuti masih 6 bulan lagi, tapi dah bermimpi. hehehe...*&lt;br /&gt;Berjuta terima kasih untuk teman-teman yang telah membuat cuti saya begitu bermakna : Fika, Thomas, dan Ralf...teman-teman seperjalanan yang membuat mimpi tanah Sumatera terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.....to be continued ke cerita Lampung 'The Dancing Dolphin'.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-7996617580472469027?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/7996617580472469027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/01/back-to-reality.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7996617580472469027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7996617580472469027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2010/01/back-to-reality.html' title='Back to the Reality'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-6537792073663632301</id><published>2009-11-16T13:32:00.003+09:00</published><updated>2009-11-16T15:15:22.165+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aturan'/><title type='text'>Saya dan SIM</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pernahkah Anda melanggar peraturan ? Bagaimana rasanya jika melanggar aturan ? Tentu saja rasanya tak enak, hati menjadi tak tenang *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ups...tapi bagi orang-orang yang memiliki kelainan jiwa, perasaan ini tentu saja tak ada dalam benak mereka&lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbulan-bulan di Merauke, saya juga merasa hidup tidak tenang. Penyebabnya padahal simple saja, yaitu saya tak punya SIM. Mungkin banyak orang akan mentertawakan saya karena tidak punya SIM sampai membuat hidup saya gundah gulana. Didikan dari kecil akan kedisiplinan membuat saya sering merasa bersalah dan tidak tenang jika melanggar peraturan, mungkin inilah yang disebut dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;conditioning&lt;/span&gt;-terbiasa karena dikondisikan. Sebenarnya saya sudah memiliki SIM, tapi sudah habis masa berlakunya tahun 2006 dan karena terlambat diperpanjang, maka saya harus buat baru. Beberapa waktu yang lalu, saya coba buat di Jember, tapi apa daya...disana saya tak lolos ujian praktek. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;jago di jalanan ternyata belum tentu berhasil mengatasi rintangan di tempat ujian praktek&lt;/span&gt;*. Akhirnya, dengan koneksi yang bisa mengusahakan pembuatan SIM dengan 'jalur cepat', saya memilih membuat SIM di Merauke, walaupun harus merogeh kantong dalam-dalam. Hmm...untuk mematuhi peraturan, saya 'terpaksa' melanggar aturan. Dan, itu adalah praktik yang lumrah di muka bumi Indonesia tercinta ini. Tapi untunglah...beberapa kota sekarang sudah menerapkan aturan yang ketat tentang pembuatan SIM ini sehingga praktek-praktek percaloan atau 'jalur cepat' tak lagi bisa digunakan. Semoga saja aturan yang ketat tentang pembuatan SIM ini akan dapat mengurangi angka kecelakaan  di jalan raya karena SIM benar-benar diperuntukkan bagi orang-orang yang memang ahli mengemudikan kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak patuh aturan selain membuat hidup tidak tenang, juga ternyata membawa dampak kerugian ekonomi bagi yang berusaha mengabaikan aturan. Hal ini saya alami sendiri. Akibat tidak memiliki SIM, saya harus memilih jalan memutar untuk menghindari tempat-tempat yang sering terkena razia dan, bensin-pun jadi cepat habis.  Dan jika terkena razia, maka harus mengeluarkan uang lebih banyak. UU Lalu lintas yang baru membuat aturan denda Rp. 1.000.000 bagi pengendara yang terbukti tidak memiliki SIM. Hii...ngeri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sudahkah Anda memiliki SIM ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-6537792073663632301?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/6537792073663632301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/11/saya-dan-sim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/6537792073663632301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/6537792073663632301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/11/saya-dan-sim.html' title='Saya dan SIM'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2478941152849633406</id><published>2009-11-12T08:22:00.004+09:00</published><updated>2009-11-12T12:13:52.957+09:00</updated><title type='text'>Buntu</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pernahkah Anda merasa tidak tahu harus melakukan apa ? Berada pada satu titik dimana Anda tidak tahu harus maju atau mundur. Apa yang Anda lakukan jika menghadapi situasi seperti ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2478941152849633406?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2478941152849633406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/11/buntu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2478941152849633406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2478941152849633406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/11/buntu.html' title='Buntu'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-3644561481398176241</id><published>2009-11-05T12:33:00.002+09:00</published><updated>2009-11-05T16:12:57.997+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perasaan'/><title type='text'>CEMBURU</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Cemburu...saya yakin semua pernah merasakannya dan mungkin pernah melakukan tindakan konyol karena terbakar rasa cemburu. Dan, tepat ketika saya menulis posting ini, seorang teman wanita melakukan tindakan konyol atas nama cemburu. Saya yang lebih dahulu mengenal kekasihnya merasa sah-sah saja dan tidak memiliki tendensi apa-apa ketika memanggil kekasihnya dengan sebutan sayang karena itu memang biasa saya lakukan terhadapnya. Rupanya panggilan akrab saya itu disalah artikan oleh teman saya. Bisa ditebak kan kelanjutannya ? Saya akhirnya harus sibuk menjelaskan bahwa saya tak memiliki maksud apa-apa *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sempat terlintas pikiran jahat untuk membumbui agar dia semakin panas. xixixixixi...&lt;/span&gt;* Come on, girls...! Tak sadarkah dirimu bahwa jika kamu bersikap begitu, maka kamu akan membuat lelakimu tak bebas dan akhirnya hanya menjadi seonggok manusia yang tak bisa diharapkan karena terlalu kau lindungi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa cemburu rupanya tak hanya berkaitan dengan masalah asmara saja, tapi juga dalam hal pekerjaan. Beberapa hari ini, saya menerima keluhan dari karyawan. Mereka mengeluh tentang apa yang mereka terima mengapa tidak sama dengan karyawan yang lain atau mengapa diperlakukan beda dari karyawan yang lain. Di dalam dunia kerja, rasa cemburu ini mungkin muncul karena karyawan merasa diperlakukan tidak adil *j&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ika sudah banyak yang mengeluh, maka perusahaan bisa dituding tidak berlaku adil. tapi, kalau cuma 1 atau 2 orang, mungkin mereka hanya sirik saja&lt;/span&gt;* Tapi tak jarang, rasa cemburu ini muncul karena ingin memiliki apa yang dimiliki oleh orang lain, ingin meraih apa yang diraih oleh orang lain tanpa mau berbuat atau bekerja sama kerasnya dengan orang lain. Akhirnya jegal menjegal, saling mengkritik dan menjatuhkan nama baik menjadi akibat nyata dari rasa cemburu. Kadang-kadang rasa cemburu juga tidak memiliki dasar yang jelas, seperti keluhan seorang teman tadi pagi...&lt;br /&gt;Fs : "Eh, si X itu sekarang statusnya apa?"&lt;br /&gt;Me:"Karyawan"&lt;br /&gt;Fs : "Oooo...kalau begitu, berarti bisa menegur-negur dengan lebih leluasa"&lt;br /&gt;Me :"Maksudnya?"&lt;br /&gt;FS :"Lha...dia sering pulang cepet. Aku kan iri. Yang lain gak bisa pulang cepet, giliran dia bisa kabur seenaknya."&lt;br /&gt;Me : "Halah"&lt;br /&gt;Bukankah itu bukanlah hal yang seharusnya dicemburui ? Pulang cepat atau tidak itu kan hak karyawan dan tergantung pada keahlian mereka sendiri dalam melakukan manajemen waktu. Hmm...rasa cemburu sepertinya sama persis karakternya dengan rasa cinta...tak memiliki logika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda juga dikuasai rasa cemburu hari ini ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-3644561481398176241?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/3644561481398176241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/11/cemburu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3644561481398176241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3644561481398176241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/11/cemburu.html' title='CEMBURU'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-715203560099992060</id><published>2009-11-03T16:26:00.005+09:00</published><updated>2009-11-03T17:31:17.670+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perasaan'/><title type='text'>PARANOID</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bumi Indonesia tengah bergolak menyesuaikan dirinya ke dalam bentuk yang pas. Pergolakan itu-pun dirasakan sebagai gempa dan meluluhlantakkan segala sesuatu yang ada di atas permukaan. Terakhir, gempa dahsyat membuat Padang menjadi porak poranda. Dan tak lama kemudian, gempa-gempa kecil-pun terasa di beberapa tempat di seluruh Indonesia, hanya Kalimantan saja yang tidak tersentuh *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sepertinya tinggal di Kalimantan cukup menyenangkan&lt;/span&gt;*. Bencana sekecil apapun dengan dampak yang sekecil apapun pasti akan membuat orang yang mengalaminya merasakan trauma. Adik sepupu saya yang tinggal di Jogja pada saat gempa terjadi pada tahun 2004 selama beberapa saat selalu shock setiap kali mendengar suara ribut. Keluarga di Jogja juga tak pernah mengunci pintu rumahnya selama beberapa waktu karena takut tak bisa melarikan diri jika gempa terjadi. Ruang tamu-pun menjadi pilihan yang paling praktis untuk tidur karena letaknya yang dekat dengan pintu keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur pada Sang Pencipta Alam Semesta karena tak pernah berada di tempat yang dilanda bencana *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;matur nuwun Gusti Allah&lt;/span&gt;* sehingga saya tak mengalami trauma. Namun, pemberitaan media massa yang gencar dan bertubi-tubi menayangkan berbagai bencana tak urung membuat nyali saya-pun ciut. Manusia memang hanyalah setitik noktah di alam semesta ini sehingga wajar jika rasa takut melekat padanya. Memang saya tak mengalami trauma, karena saya tak pernah mengalami kejadian yang traumatis, tapi saya menjadi paranoid. Saya sering merasakan ketakutan yang tak berdasar sehingga seringkali merasa khawatir dan was-was yang berlebihan. Panca indra saya-pun dirangsang bekerja lebih keras untuk merasakan hal-hal yang saya kuatirkan. Beberapa kebiasaan-pun terpaksa dirubah atas dasar rasa takut. Jika orang-orang ahli agama atau religius mencerna apa yang saya rasakan ini maka tak pelak mereka pasti akan melabel saya kurang pasrah dan tidak percaya akan kehendak Tuhan. Mungkin saja...tapi yang jelas, perasaan ketakutan dan kecemasan tak dapat dikontrol kapan datangnya...hanya insting saja bahwa semua tidak baik-baik saja dan segala kemungkinan dapat terjadi dalam hidup saya, termasuk tertimpa bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda merasakan hal yang sama dengan saya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/Su_qJG3hLrI/AAAAAAAAAD4/b-eeDzK6MrQ/s1600-h/paranoid.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/Su_qJG3hLrI/AAAAAAAAAD4/b-eeDzK6MrQ/s320/paranoid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399791920423710386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Deby/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-715203560099992060?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/715203560099992060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/11/paranoid.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/715203560099992060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/715203560099992060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/11/paranoid.html' title='PARANOID'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/Su_qJG3hLrI/AAAAAAAAAD4/b-eeDzK6MrQ/s72-c/paranoid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-40451135002302518</id><published>2009-10-30T17:34:00.003+09:00</published><updated>2009-10-30T18:08:06.823+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>The Devil Wears Prada</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya iseng-iseng membuka kumpulan tulisan saya yang telah lampau. Dan, saya menemukan sebuah tulisan yang cukup bagus *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;narsis banget ya...memuji tulisan sendiri&lt;/span&gt;* tentang sebuah film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama. Dan, inilah tulisan lampau saya .....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" &gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-US"&gt;The Devil Wears Prada &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-US"&gt;menceritakan tentang kehidupan seorang wanita yang baru saja lulus dari Fakultas Hukum, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Standford&lt;/st1:PlaceName&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;University&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/st1:place&gt;. Dia pintar, cantik, dan sangat berbakat dalam bidang jurnalistik. Impiannya adalah menjadi seorang jurnalis. Namun impian tidaklah mudah untuk didapatkan. Ia diterima bekerja di majalah &lt;i style=""&gt;Runaway, &lt;/i&gt;tapi sayangnya bukan sebagai jurnalis. Ia diterima sebagai assisten kedua sang pemimpin tertinggi di majalah itu, Miranda Priestly. Ups…saya lupa menyebutkan nama wanita yang beruntung mendapatkan pekerjaan yang diinginkan oleh jutaan gadis di seluruh dunia itu ya? Namanya Andrea Sachs atau Andy. Andy mengalami gagap budaya berada di lingkungan kerja barunya karena disana semua karyawannya modis dan trendy, sementara Andy adalah wanita yang konservatif dalam berpenampilan. Belum lagi, sang bos adalah tipe wanita berdarah dingin yang menggunakan manajemen by ‘&lt;i style=""&gt;pokokmen piye carane’ &lt;/i&gt;alias bagaimana caranya harus dapat/harus bisa. Dia tidak peduli kalau assistennya harus jungkir balik atau hampir mati sekalipun, asalkan semua permintaannya terpenuhi tanpa cacat dan tepat waktu. Hal-hal itu membuat Andy stress. Namun, bukan Andy namanya kalau tidak mampu mengatasi masalahnya dengan baik karena ia adalah seorang yang ulet dan memiliki motivasi kerja yang tinggi. Sedikit demi sedikit, Andy mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan mampu membuat si boss terkesan, bahkan ia mendapatkan penghormatan tertinggi untuk seorang assisten, yaitu mendampingi bos menghadiri gala pameran busana di Paris, mengalahkan assiten pertama. Tapi, prestasi yang diraih Andy menuntut pengorbanan tertentu, yaitu kehidupan pribadinya. Hubungannya dengan kekasih dan teman-temannya hancur berantakan karena ia tidak mampu lagi memberikan waktu bagi mereka, seluruh hidupnya tersedot sebagai pelayan bos. Suatu hari, Andy menyadari bahwa pekerjaan ini bukanlah impiannya dan ia telah kehilangan segalanya sehingga ia-pun memutuskan untuk mengakhiri pekerjaannya di puncak kesuksesannya. Ia kembali menekuni impiannya, menjadi jurnalis. Andy berani meninggalkan pekerjaan yang menjadi impian semua gadis demi sebuah aktualisasi diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-US"&gt;Sebuah film yang menarik, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;? Film ini seperti refleksi kehidupan bagi saya: kisahnya, perjuangan tokohnya, dan konfliknya. Yang berbeda adalah saya belum mencapai ending yang membahagiakan seperti Andy karena bagaimanapun durasi film dan kehidupan nyata sangat berbeda jauh. Saya jadi teringat pada masa-masa awal saya bekerja setelah lulus kuliah. Lulus kuliah terlambat dari waktu yang ditentukan membuat saya sempat ‘goyah’ dan kurang PD untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Penolakan demi penolakan membuat saya terjebak dan akhirnya menerima tawaran apapun, asalkan mendapatkan pekerjaan meskipun kurang sesuai dengan minat dan kemampuan saya. Namun, ambisi dan keinginan untuk segera hidup mandiri membuat saya melupakan cita-cita yang pernah tergantung setinggi langit. Hari demi hari dijalani dengan penuh kekosongan sampai pada akhirnya seorang bos berkata pada saya, “&lt;i style=""&gt;Apa yang kamu cari, Deb?” &lt;/i&gt;Yup…apa yang saya cari? Dalam 3 tahun, 3 kali berganti pekerjaan bukanlah suatu rekor yang bagus. Saya tidak mampu bertahan lebih dari 1,3 tahun dalam sebuah perusahaan karena saya sangat mudah bosan. Kutu loncat, kata orang-orang. Saya-pun belum menemukan nikmatnya bekerja, belum merasakan gairah yang meluap-luap dalam bekerja karena semua saya jalani demi sebuah keharusan, yaitu keharusan untuk bertahan hidup. Saya menjalani pekerjaan yang diinginkan oleh semua orang, tapi tidak oleh saya sendiri meskipun saya mampu melakukannya dengan cukup baik. Ini bukanlah seperti yang saya impikan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-US"&gt;Lalu mengapa tidak keluar saja seperti Andy? Hmmm…sekali lagi, hidup saya bukanlah film yang endingnya bisa ditebak atau diciptakan. Saya tidak tahu bagaimana kelanjutan kisah hidup saya dan saya tidak cukup berani untuk mengambil resiko mengubah haluan dari apa yang saya jalani sekarang. Saya tidak berani untuk berhenti bekerja tanpa mendapatkan kepastian akan keberlangsungan hidup saya. Dalam bekerja, rupanya saya masih berada dalam hirarki Maslow pertama, yaitu berusaha memenuhi kebutuhan dasar, bukan berusaha untuk mengaktualisasikan diri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Jadi, kapan saya bisa seperti Andy? Saya kira jawabannya adalah ketika saya tidak lagi membiarkan diri saya mengikuti arus-let it flow!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-40451135002302518?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/40451135002302518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/10/devil-wears-prada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/40451135002302518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/40451135002302518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/10/devil-wears-prada.html' title='The Devil Wears Prada'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-1168240751767922358</id><published>2009-10-22T07:54:00.002+09:00</published><updated>2009-10-22T10:08:07.963+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asmara'/><title type='text'>Mak Comblang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Di blog saya yang lama, saya pernah menulis tentang sebuah &lt;a href="http://deboradwi.multiply.com/journal/item/20/Sebuah_Obsesi"&gt;kisah cinta monyet saya&lt;/a&gt; di masa SMU. Kisah cinta itu begitu membekas dalam hati saya hingga menjadi sebuah obsesi. Dan, obsesi itu-pun terwujud 10 tahun kemudian berkat jasa adik dari pujaan hati saya itu. Tapi namanya bukan jodoh, kisah itu berlalu begitu saja, hanya menyisakan perkenalan yang seharusnya terjadi 10 tahun yang lalu. Sekarang-pun saya tak lagi tahu bagaimana kabarnya. Buat saya, biarlah dia mengendap dalam memori saya seperti dia apa adanya ketika jaman remaja dulu karena dialah kenangan termanis yang saya miliki semasa SMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putus kontak selama beberapa bulan ternyata tak otomatis memutus tali silaturahmi. Sebulan yang lalu, sang adik yang berjasa mewujudkan obsesi cinta monyet menghubungi saya. Berbincang tentang hal-hal ringan hingga akhirnya tercetus keinginannya untuk mencari pendamping hidup. Sasarannya adalah adik saya. Hmm...tak ada salahnya juga saya memberikan nomor contact adik, karena toh adik saya juga sedang membutuhkan teman untuk berbagi rasa. He's very excited when he knows my sister using the same celluler provider. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bahkan untuk urusan hati, prinsip ekonomi tetap berlaku&lt;/span&gt;* Setelah pemberian nomer itu, saya tak lagi update kabar berita mereka dan saya kira dia tak terlalu serius dengan adik saya, hanya ingin berkenalan saja. Tapi, kemarin saya bak mendapat hujan deras dengan tiba-tiba di tengah siang hari yang terik. Adik saya bilang bahwa ia sekarang 'jalan' atau pacaran dengan adik dari pujaan hati saya. Wow...sebuah proses yang cepat buat saya dan saya hanya bisa mengucap syukur atas apa yang terjadi. Tak sadar, saya telah sukses menjadi mak comblang. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;padahal saya sama sekali tak berniat menjodohkan mereka&lt;/span&gt;* Membayangkan mereka, saya jadi sering tersenyum-senyum sendiri. Apa jadinya jika kelak mereka menikah ? Lalu, hubungan saya dengan obsesi 10 tahun saya akan berbentuk seperti apa ya ? *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;can't wait&lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi...siapa berikutnya yang ingin saya comblangin ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;PS: Tulisan ini adalah sebuah letupan kegembiraan yang tak dapat dibendung dan ditulis sambil mencuri-curi waktu di saat jam kerja. Dipersembahkan untuk adikku yang hatinya sedang berwarna merah jambu. I love you, sis!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-1168240751767922358?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/1168240751767922358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/10/mak-comblang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1168240751767922358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1168240751767922358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/10/mak-comblang.html' title='Mak Comblang'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-8602503472569841641</id><published>2009-10-12T12:49:00.005+09:00</published><updated>2009-10-14T11:34:26.597+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ide'/><title type='text'>Lompatan Ide</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/StU3x_zFJrI/AAAAAAAAADw/n6rXx1-WBaI/s1600-h/lampu_ide.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/StU3x_zFJrI/AAAAAAAAADw/n6rXx1-WBaI/s320/lampu_ide.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392277460924835506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setiap orang pasti dianugerahi dengan kemampuan untuk berpikir, bahkan orang yang mengalami keterbelakangan mental sekalipun. Hanya saja, kapasitas berpikirnya saja yang berbeda. Ada orang yang mampu berpikir dengan baik sehingga menghasilkan output berupa ide dan gagasan yang cemerlang, dan ada pula orang yang daya berpikirnya rendah sehingga idenya 'tampak' kurang bermutu. Saya bersyukur dilahirkan dengan kemampuan berpikir yang cukup baik, bahkan menurut tes IQ, kapasitas berpikir saya di atas rata-rata. Dengan kemampuan tersebut, maka saya tak sulit untuk memproduksi ide-ide, meskipun tak brilian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pernahkah Anda tiba-tiba merasa punya bermacam ide di benak Anda? Saya sering mengalaminya! Ide-ide dengan lancar masuk dalam ruang pikir saya, berlompatan bak lumba-lumba, menari-nari seperti penari hawai. Darimana munculnya ide-ide tersebut ? Bisa bermacam-macam sumbernya, tapi seringkali ide tersebut muncul begitu saja ketika saya melihat sesuatu, merasakan sesuatu ataupun mengalami sesuatu. Namun, seringkali ide tersebut cuma mengendap saja di benak saya, tak ada kelanjutannya. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;seperti halnya tulisan tentang ide ini, mangkrak di folder draft selama 3 hari&lt;/span&gt;* Sulit sekali membuat sebuah ide terwujud dalam sebuah aksi. Alhasil, ide-ide itu hanya berlompatan saja dalam pikiran saya, tak pernah tercetus keluar dan mengejawantah dalam bentuk perilaku atau tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini-pun saya buat sebagai pengingat bagi saya untuk terus membulatkan tekad dan butuh lebih dari sekedar semangat untuk membuat ide-ide saya terwujud, tak sekedar melompat, meloncat dan akhirnya dilupakan karena tertimbun oleh ratusan ide baru yang muncul belakangan. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sebuah pembenaran akan tidak produktifnya saya menulis di blog ini&lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;PS: Gambar diambil dari &lt;a href="http://bumi-anggrek.blogspot.com/"&gt;blog ini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-8602503472569841641?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/8602503472569841641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/10/lompatan-ide.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8602503472569841641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8602503472569841641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/10/lompatan-ide.html' title='Lompatan Ide'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/StU3x_zFJrI/AAAAAAAAADw/n6rXx1-WBaI/s72-c/lampu_ide.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-4832445914974216439</id><published>2009-10-03T15:53:00.002+09:00</published><updated>2009-10-06T18:11:49.687+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perasaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='palapsi'/><title type='text'>GOJEK KERE</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pernah mendengar istilah 'gojek kere'? Saya yakin sebagian dari anda belum pernah mendengar istilah ini, terutama yang berasal dari luar jawa. Gojek kere adalah sebuah istilah dalam bahasa jawa. Gojek bisa diartikan sebagai guyonan *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;halah... boso jowo meneh!&lt;/span&gt;* atau gurauan. Sementara kere bisa diartikan sebagai melarat *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;iki boso jowo opo endonesa yo?&lt;/span&gt;* atau miskin papa. Jadi kalau digabung maka arti dari gojek kere adalah guyonane wong melarat atau gurauannya orang miskin. Mengapa bisa disebut gojek kere? Kalau ini, jujur saya tidak tahu asal muasalnya. Yang saya tahu gojek kere biasanya dilakukan untuk mentertawakan nasib sendiri atau orang lain dan nasib yang ditertawakan adalah nasib yang tragis atau menyedihkan. Mengapa sesuatu yang menyedihkan bisa ditertawakan ? Yah...daripada ditangisi yang tak memberikan faedah apapun, maka lebih baik ditertawakan-bisa memberikan efek kesehatan karena tertawa itu sehat *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;filosofi ngasal ala deBoeng&lt;/span&gt;* Gojek kere-pun biasanya berkembang menjadi saling ejek, seperti mentertawakan fisik yang kurang rupawan, kisah hidup yang kurang mulus ataupun kisah-kisah asmara yang sad ending. Tapi, syarat utama dari gojek kere adalah tidak bermaksud untuk membuat orang lain tersinggung atau menyakiti hati orang lain. Maka, para pelaku utama dari gojek kere biasanya memang memiliki jiwa yang besar dan pantang untuk tersinggung serta memiliki tingkat intelektualitas dan pemahaman akan makna hidup yang dalam. Mengapa begitu ? Karena orang-orang yang cerdas dan berwawasan luas sajalah yang bisa mentertawakan dirinya sendiri, dan menyadari bahwa dirinya adalah hanya secuil titik di tengah dunia *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;halah...sok berfilsafat lagi!&lt;/span&gt;* Baik...cukup sudah membicarakan asal muasal gojek kere karena nanti kalau dilanjutkan saya kuatir saya bakalan menciptakan ilmu baru tentang dunia pergojekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang gojek kere, saya selalu rindu dengan teman-teman kuliah yang aktif di PALAPSI. Gojek kere adalah kebiasaan yang tidak dapat dilepaskan ketika nongkrong bersama mereka. Saya heran bagaimana sesuatu hal bisa menjadi bahan gojekan yang meluas dan mampu membuat kami tertawa terpingkal-pingkal melupakan segala masalah. Dan, gojek kere mencapai klimaksnya jika seseorang yang dijadikan bahan gojekan tampak menyerah pada keinginan publik. Sasaran gojek kere bisa siapa saja tergantung dari hot issue saat itu dan kasus yang menerpa sang objek penderita. Di komunitas PALAPSI *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;alumni&lt;/span&gt;* saat ini, yang paling sering dijadikan objek penderita adalah adik kelas saya. Tampangnya yang jauh dari lumayan, penampilannya yang kurang menjual, dan nasib perjalanan cintanya yang selalu kandas membuatnya jadi sasaran empuk. Memang kadang-kadang ia tersinggung, tapi itu tak lebih dari hitungan jam, ia akan kembali ceria. Dan gojek kere sebenarnya akan lebih seru jika sang objek memberikan perlawanan berupa pembelaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gojek kere  jika dilihat memang tidak memberikan manfaat, tapi jika dirasakan maka gojek kere sebenarnya memiliki banyak manfaat, terutama adalah membentuk kekuatan mental dan kepasrahan diri. Saya belajar untuk tidak terlalu stress dalam menghadapi segala persoalan (lebih legawa dan pasrah) dan juga tahan banting menghadapi segala ocehan dan cemoohan. Mengapa harus stress jika semua hal di dunia ini sebenarnya hanyalah sebuah panggung drama yang penuh dengan hal-hal yang lucu ? Mari kita tertawa bersama !&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-4832445914974216439?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/4832445914974216439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/10/gojek-kere.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/4832445914974216439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/4832445914974216439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/10/gojek-kere.html' title='GOJEK KERE'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2554771862353828370</id><published>2009-09-03T15:24:00.005+09:00</published><updated>2009-09-06T19:48:27.489+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tetangga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='single'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menikah'/><title type='text'>Curhat si single di usia 28 (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat telpon dari adik yang mengabarkan tentang pernikahan seorang tetangga. Adik saya yang gaya bicaranya berapi-api mampu membuat saya shock pada saat mendengar berita bahagia tersebut, apalagi dia menceritakan dengan nada lebay dot (.) com. Yang membuat saya kaget yaitu sang calon mempelai tak lain tak bukan adalah tetangga depan dan sebelah rumah. Pertama kali, adik saya membuka percakapan dengan memberikan sebuah pernyataan mengejutkan, "Spe..., si X mau nikah lho!" Dalam pikiran saya, langsung terbersit pikiran negatif, yaitu pernikahan itu terjadi karena MBA alias Married by Accident. Menurut saya, tak salah saya berpikiran begitu karena usia sang calon pengantin a.k.a tetangga depan rumah saya itu relatif masih muda, lebih muda dari adik saya yang tahun ini genap berusia 25 tahun. Tapi, ternyata pikiran saya salah...kata adik saya, si X menikah karena sudah waktunya menikah. Pertanyaan saya berikutnya...kok bisa ? *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sambil menggeleng-gelengkan kepala dan melongo&lt;/span&gt;* Dan, jawaban adik saya adalah...karena cowoknya udah mapan. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;semakin melongo&lt;/span&gt;* Hmm...baiklah...sekarang siapa lagi yang menikah ? Ternyata, si Y, tetangga sebelah rumah yang usianya juga masih muda. Karena adik saya menyampaikan beritanya dengan gaya yang lebih lebay dari sebelumnya, tak urung pikiran jelek MBA muncul lagi, dan...saya keliru lagi! Alasan si Y menikah juga sama dengan si X...karena calon suaminya sudah mapan sehingga sudah waktunya menikah.&lt;br /&gt;Hmmm....jadi sekarang kalau cowoknya sudah mapan, harus segera menikah ya? *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan ukuran kemapanan itu yang seperti apa&lt;/span&gt;?* Sebuah alasan yang kurang kuat untuk mengakhiri masa lajang dan mengikatkan diri pada orang lain. Kemapanan memang salah satu faktor yang akan menyebabkan rumah tangga menjadi harmonis, tapi ada sekian banyak faktor lain yang juga menjadi penentu kelangsungan rumah tangga dan saya tidak yakin calon pasangan muda itu sudah memikirkannya. Bukti nyata bahwa kemapanan bukan satu-satunya faktor penentu kebahagiaan rumah tangga adalah banyak pasangan yang secara ekonomi sangat mapan, contohnya artis, akhirnya bercerai juga-bahkan ada yang dalam hitungan bulan saja. Menurut saya, salah satu faktor yang penting untuk menjalin rumah tangga bahagia adalah kedewasaan dan kematangan emosional. Bayangkan saja...mengatur emosi sendiri saja susah, apalagi harus dituntut untuk memahami emosi orang lain, belum lagi harus berkompromi dengan keinginan pasangan. Butuh tingkat kedewasaan yang tinggi untuk menjalani itu semua. Saya jadi ingat, salah satu dari tetangga saya itu, yaitu si X, tingkat ketergantungannya pada orang tua sangat tinggi karena ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang cukup protektif dan memanjakan. Bagaimana anak seperti itu dapat menjalani hidup rumah tangga, benar-benar tak terbayangkan oleh saya! Dulu semasa kuliah, saya dan teman-teman satu geng pernah membuat penelitian dengan tema kesiapan psikologis wanita-wanita muda suku Tengger untuk berumah tangga. Hasilnya, mereka ternyata memang sudah siap secara psikis untuk menikah meskipun masih dalam usia muda karena lingkungan-lah yang mendidik mereka seperti itu. Pendidikan cukup hanya sampai SD saja, selanjutnya wanita dididik untuk siap berumah tangga. Nah, jika di kota besar ? Saya tidak yakin bahwa keluarga-keluarga di kota besar saat ini mendidik anak-anaknya untuk siap menikah di usia muda karena perkembangan jaman yang pesat ikut menggeser nilai-nilai yang diajarkan dalam keluarga. Contohnya, adalah keluarga saya. Saya, kakak dan adik saya tidak diajarkan secara langsung maupun tidak langsung untuk siap membina rumah tangga tapi kami diajarkan untuk hidup mandiri, memiliki pendidikan tinggi sehingga mampu mencari penghasilan sendiri. Kesiapan berumah tangga atau menikah dipercayai akan terjadi secara otomatis sesuai dengan pertambahan usia. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tapi kok saya belum siap-siap juga ya di usia nyaris 30 ini&lt;/span&gt;?* Akhirnya, hanyalah doa yang bisa terucap untuk tetangga depan dan sebelah rumah bahwa mereka benar-benar siap untuk menikah dan menjalani semua problematikanya dengan sikap dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang setelah adik menelpon, giliran ibu saya yang telepon. Beliau juga mengabarkan hal yang sama, tapi kali ini diberi tambahan bumbu-bumbu berupa testimoni tetangga, mirip dengan iklan-iklan produk kesehatan yang ada di televisi. Kata yang punya hajat, sama dengan yang disampaikan oleh adik saya tadi. Kata tetangga yang lain...mereka juga ingin menikahkan anaknya dengan segera. Kata ibu saya...jangan dulu, biar saja sekolah dulu. Kata tetangga yang lain...semoga ibu saya segera menyusul menikahkan anaknya 6 bulan lagi setelah pernikahan tetangga saya itu. Hmmm...it means tetangga berharap saya akan menyusul menikah 6 bulan lagi. Ibu saya berkomentar...ya mudah-mudahan ya, nduk. Ibu saya melontarkan harapannya secara tak langsung melalui cerita tetangga yang menikah agar saya cepat mengakhiri masa lajang saya. Dan, pernyataan-pernyataan tak langsung ini bukan hanya sekali saya dengar, tapi sudah cukup sering. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mungkin juga dialami oleh lajang-lajang yang lain&lt;/span&gt;* Saya hanya menjawabnya dengan tertawa ringan, karena saya tidak pernah bisa memberikan jawaban yang jitu.&lt;br /&gt;Saya belum memiliki kesiapan psikologis untuk mengakhiri kesendirian saya, kelajangan saya. Saya masih menikmati kesendirian saya dan entah sejak kapan pikiran ini muncul...saya takut menjalani komitmen, saya takut menikah, saya takut terikat dan hidup diatur oleh orang lain, takut tak lagi bebas menjalani mimpi saya. Tapi, pikiran-pikiran itu tak mungkin saya sampaikan pada ibu saya kan ? Sampai detik ini, saat saya menulis blog ini, saya masih menemukan lebih banyak keunggulan menjadi single dibandingkan double.&lt;br /&gt;Apa saja keuntungannya ? Tunggu tulisan berikutnya....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2554771862353828370?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2554771862353828370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/09/curhat-si-single-di-usia-28-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2554771862353828370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2554771862353828370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/09/curhat-si-single-di-usia-28-1.html' title='Curhat si single di usia 28 (1)'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-3760814823592157934</id><published>2009-08-09T17:20:00.002+09:00</published><updated>2009-08-29T14:42:45.449+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kandidat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='user'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rekrutmen'/><title type='text'>Suka Duka jadi Rekruter di Pedalaman (7)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tantangan bagi seorang rekruter adalah mencari tenaga kerja yang dibutuhkan dengan waktu yang cepat dan kandidat yang ada memenuhi semua kriteria yang disyaratkan untuk jabatan tersebut. Dan meskipun kelihatan mudah, namun pekerjaan ini sungguhlah berat. Bagaimana tidak ? Karena waktu untuk menentukan apakah seorang kandidat ini bagus atau tidak sangatlah sempit. Ada beberapa macam metode yang dapat digunakan untuk menilai seorang kandidat, yaitu tes tertulis, wawancara dan terakhir, tes kesehatan. Sudah waktunya sempit, hasil yang didapat dari metode-metode tadi juga belum sepenuhnya menjamin bahwa kandidat yang diperoleh akan memiliki kualitas yang bagus. Metode yang paling sulit dijadikan kriteria untuk memilah kandidat yang terbaik dari sekian banyak pelamar adalah wawancara, karena penilaian yang dilakukan oleh interviewer terkadang subjektif. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;*salut untuk para rekruter yang memiliki insting tajam terhadap kandidat*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Nah, ternyata bukan hal yang mudah kan untuk mendapatkan seorang kandidat yang sesuai dengan keinginan ? Di tempat kerja saya sekarang, metode yang digunakan untuk menseleksi kandidat hanya ada dua, yaitu wawancara dan tes kesehatan karena tes tertulis sulit untuk dilakukan, maklum saja yang saya test biasanya sulit untuk membaca dan menulis. Jadi, kandidat yang terpilih-pun kualitasnya masih diragukan karena biasanya mereka manis di muka, tapi berontak di belakang. Tapi, rupanya kesulitan untuk mencari kandidat ini tak dipahami oleh sebagian user di tempat saya bekerja. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka, tapi hampir semuanya mengira kandidat kandidat yang mereka inginkan itu bisa siap kapan saja jika dibutuhkan. Hei...mereka bukan barang! Dan, memilih orang yang tepat tak semudah memilih barang. Barang jika tak cocok bisa dikembalikan atau ditukar, kalau orang ? *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bisa-bisa ditimpuk dan dipukuli deh!&lt;/span&gt;* Belum lagi di Merauke, kesulitannya menjadi dobel karena hal-hal kecil, salah satunya bisa dibaca &lt;a href="http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/suka-duka-jadi-rekruter-di-pedalaman-1.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;. User tak pernah paham kesulitan-kesulitan ini sehingga seringkali baru hari ini mereka mengajukan permohonan, esok hari sudah ditagih. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;please deh!&lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi user yang aneh dalam merekrut orang. Si bapak user ini selalu mencari sendiri orang-orang yang ingin dijadikan anak buahnya. Jika sudah ketemu, ia akan membawa surat permohonan penambahan karyawan plus sekalian orang yang akan direkrut. Memudahkan kerja saya sih sebenarnya sebagai rekruter, tapi...menyalahi prosedur dan ternyata kandidat yang dibawa tak bagus alias tak memenuhi persyaratan. Yang buat kesal adalah kandidat yang dibawa ternyata masih ada hubungan keluarga, padahal dalam perusahaan terdapat aturan bahwa satu bersaudara tak boleh bekerja dalam departemen yang sama. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ternyata di perusahaan swasta, Nepotisme berkembang dengan subur&lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;Kemudian, ada lagi yang keukeuh sumekeh bahwa kami harus memproses kandidat yang direkomendasikannya, padahal jelas-jelas kandidat yang dibawa tidak memenuhi syarat. Selidik punya selidik, ternyata si bapak sudah terlanjur berjanji pada rekanannya untuk merekrut kandidat tersebut. Dan yang paling menjengkelkan adalah ketika kata-kata seperti ini keluar, "HRD boleh cari pembandingnya, tapi saya akan tetap pakai yang ini!" *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;?@!$%&amp;amp;*#@!&lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, tak ada lagi yang lebih menjengkelkan selain pengalaman saya yang berikut ini :&lt;br /&gt;Suatu hari saya mewawancara seorang kandidat sopir. Hasilnya tidak bagus dan saya tolak. Rupanya sang kandidat ini pantang menyerah, dia berusaha terus untuk bisa masuk. Tapi, saya tetap keukeuh karena kandidat ini saya nilai bermasalah di attitude. Akhirnya, dengan usaha yang pantang menyerah dia berhasil masuk ke site tapi melalui kontraktor perusahaan. Selama kerja di site, dia terus melobby para user agar bisa masuk ke perusahaan saya dan yup...usahanya berhasil. Seorang user membuat surat rekomendasi agar saya merekrutnya dan meskipun saya sudah jelaskan berbagai alasan tentang kenapa tidak meloloskannya dalam proses seleksi yang lalu, sang user tetap bersikukuh ingin mengambilnya. Geram rasanya karena ini berarti saya menjilat ludah sendiri! Dan, yang menyakitkan adalah pandangan kandidat tersebut setiap kali berpapasan dengan saya, seakan-akan dia bilang...tuh kan saya yang menang! *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;saya rupanya suka sensitif berlebihan&lt;/span&gt;* Belakangan, kecurigaan saya tentang attitude-nya terbukti-ia sering mangkir dari tugasnya dan seenaknya sendiri sehingga terancam kontraknya tidak akan dilanjutkan. Kalau sudah begini, ingin saya teriak ke muka user yang dulu bertahan ingin merekrutnya..."Apa saya bilang dulu? Dia not recommended!" Sayangnya, user yang dulu itu sudah berganti posisi dan ditempatkan di site lain. Hiks!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-3760814823592157934?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/3760814823592157934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/08/suka-duka-jadi-rekruter-di-pedalaman-7.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3760814823592157934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3760814823592157934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/08/suka-duka-jadi-rekruter-di-pedalaman-7.html' title='Suka Duka jadi Rekruter di Pedalaman (7)'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-8029509515350821129</id><published>2009-08-08T10:39:00.004+09:00</published><updated>2009-08-08T14:32:09.426+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rekrutmen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merauke'/><title type='text'>Suka Duka jadi Rekruter di Pedalaman (6)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saya tidak tahu apakah yang saya alami ini hanya terjadi di kota-kota kecil, seperti Merauke ini ataukah juga terjadi di kota-kota besar, macam Jakarta, tapi yang jelas kejadian ini baru saya alami ketika bekerja di Merauke. Ada seorang karyawan yang sangat gigih memasukkan anggota keluarganya ke perusahaan dengan berbagai macam posisi. Mulai dari perawat, sopir hingga mekanik. Hmmm...oke, itu juga banyak terjadi di perusahaan-perusahaan lain. Tapi, yang buat unik adalah yang memasukkan lamaran hingga memfollow up lamaran adalah istri karyawan yang usianya sudah relatif tua. Sementara anak dan menantunya yang melamar kerja, tak pernah sama sekali nongol di kantor untuk mem-follow up lamarannya. Bahkan pernah suatu kali, saya memanggil si menantu untuk wawancara di kantor...eh...yang datang malahan si ibu mertua a.k.a istri karyawan. Saya tentu saja terkejut dan ketika saya tanya kenapa ibu datang kesini, dia jawab, "Tadi ada panggilan untuk si X tapi kurang jelas, bu. Saya mau tanya kapan dia dipanggil?" Ya ampun! Kenapa tidak si menantu yang datang untuk konfirmasi? Kenapa juga harus ibu mertuanya yang sudah renta yang harus datang tergopoh-gopoh ke kantor untuk bertanya? Apakah sang menantu tidak punya keberanian ? Fiuh...saya rasa karyawan saya dan istrinya telah salah mengambil menantu!&lt;br /&gt;Kemudian, ketika hari wawancara tiba...lagi-lagi si ibu mertua yang datang menemui saya, "Ibu, hari ini tho wawancaranya? Itu si X sudah datang!" Please deh...umur sudah 35 tahun, badan seperti preman, tapi datang wawancara saja diantar oleh mertuanya, padahal rumahnya di belakang kantor. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tuing...ingin rasanya mengospek si menantu agar punya semangat juang&lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih cerita yang sama tentang si X, si menantu kurang ajar itu. Ketika si X menerima gaji untuk pertama kalinya, dia datang kepada saya untuk bertanya apakah gajinya bisa diambil oleh keluarganya. Tentu saja saya bilang tidak bisa, dan meminta dia untuk membuat rekening di bank rekanan kami. Ternyata, dia punya rekening dan meminta ijin untuk mengambilnya. Tak selang berapa lama, tiba-tiba ada seorang wanita yang datang menghampiri saya dan mengaku istri si X. Ya ampun...memang parah benar si X ini...selalu sembunyi di balik wanita-wanita perkasa yang membuat hidupnya nyaman. Saya-pun akhirnya menceramahi istrinya bahwa harusnya yang datang menghadap saya itu suaminya sebagai karyawan, bukan keluarganya. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tentu saja dengan gaya ketus khas saya. hehehehe...&lt;/span&gt;* Dan, anda tahu...yang diberikan ke saya bukan rekening atas nama sang karyawan alias sang menantu kurang ajar alias si X, tapi rekening istrinya. OMG!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak karyawan tidak lebih baik dari si menantu. Yang menyerahkan lamaran ke kantor adalah ibunya dan ibunya pula yang setia menyatroni kantor nyaris tiap hari untuk menanyakan perkembangan lamaran anaknya. Duh...ibu, harusnya anda duduk manis saja di rumah...biarkan para lelaki Anda yang bekerja keras membanting tulang, karena itulah gunanya Anda memiliki anak laki-laki! Saya-pun jadi bertanya-tanya dan menduga bahwa ada yang salah pada cara membesarkan anak di keluarga karyawan itu karena tidak saja anak dan menantu yang membuat si ibu harus bolak-balik ke kantor, tapi juga sang suami. Istri karyawan ini sering bolak balik ke kantor untuk mengurus keperluan kerja suaminya, mulai dari mengurus kredit motor sampai mengurus kartu jamsostek. Hmmm...tak terbayangkan jika keluarga itu nanti kehilangan si ibu! *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mudah-mudahan si ibu diberikan kesehatan dan umur panjang&lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;Tapi, ada hikmahnya juga si buat saya karena sering berhubungan dengan si ibu. Saya diberi souvenir berupa gantungan kunci dan miniatur rumah semut. Yipie!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-8029509515350821129?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/8029509515350821129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/08/suka-duka-jadi-rekruter-di-pedalaman-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8029509515350821129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8029509515350821129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/08/suka-duka-jadi-rekruter-di-pedalaman-5.html' title='Suka Duka jadi Rekruter di Pedalaman (6)'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-7508538314932583583</id><published>2009-08-01T14:05:00.004+09:00</published><updated>2009-08-06T16:52:46.786+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mencuci'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah'/><title type='text'>Aku Suka Mencuci</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pekerjaan rumah tangga apa yang paling melelahkan bagi Anda ? Kalau saya, pasti akan menjawab mencuci baju dan seterika. Dua pekerjaan tersebut benar-benar membuat energi terkuras *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;apalagi badan saya kecil, jadi kurang bertenaga&lt;/span&gt;*. Belum lagi waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan pekerjaan itu, terutama mencuci. Proses merendam baju saja membutuhkan waktu minimal 30 menit, meskipun dalam kenyataannya saya selalu merendam baju-baju saya minimal 2 jam *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kelihatan malasnya ya?&lt;/span&gt;*. Setelah merendam, harus menguceknya. Mengucek adalah proses yang paling melelahkan dalam mencuci, apalagi kalau pakaiannya besar dan berbahan berat, seperti celana jeans *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;meskipun berat nyucinya, but i can't live without jeans&lt;/span&gt;* dan jaket. Itu sebabnya untuk pakaian-pakaian itu, saya lebih suka memasukkannya ke laundry. Tapi sayangnya di Merauke, jasa laundry sulit sekali ditemukan, sehingga mau tak mau saya harus mencuci semua baju saya, apapun jenisnya. Dan berhubung mencuci adalah pekerjaan berat, saya memilih untuk mengirit penggunaan baju *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ah...bilang saja malas, deb&lt;/span&gt;!* Satu celana jeans bisa saya pakai selama 1 minggu dan untuk jaket lebih parah lagi, 1 bulan sekali baru dicuci. Selain mengirit penggunaan baju, cara lain yang saya gunakan untuk menghindari aktivitas mencuci adalah saya mencuci seminggu sekali atau setelah pakaian kotor menumpuk dan tak punya baju ganti lagi. Alhasil, pekerjaan mencuci jadi semakin berat dan melelahkan karena jumlah yang dicuci banyak dan pakaianpun jadi kusam karena tidak terawat dengan baik dan benar. Tak jarang pula, pakaian-pun setelah dicuci menjadi berbau apek karena terlalu lama direndam *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;akibat nyata dari menunda pekerjaan&lt;/span&gt;*. Dan, proses berikutnya setelah mengucek adalah membilas. Meskipun pekerjaan membilas ini lebih ringan daripada mengucek, tapi tak urung juga membuat keringat meleleh karena pekerjaan ini dilakukan minimal 3 kali untuk mendapatkan cucian yang benar-benar bersih. Untuk yang menyukai bau harum pada pakaiannya, proses mencuci masih ditambah dengan merendamnya dalam larutan pewangi selama kurang lebih 10 menit. Tapi, proses ini optional-bisa dilakukan bisa tidak. Nah, proses terakhir dari mencuci adalah menjemur pakaian. Ini adalah proses yang paling menyenangkan dari mencuci karena merupakan tahap akhir dan tidak membutuhkan energi yang besar untuk melakukannya. Tapi, kadang-kadang cuaca yang tidak menentu bisa membuat proses ini jadi menyebalkan. Bayangkan saja...ketika menjemur, matahari bersinar dengan teriknya tapi selang satu jam kemudian, matahari tiba-tiba menghilang ditelan awan mendung dan hujan rintik-rintik datang. Kalau sudah begini, pasti kita akan lari tergopoh-gopoh untuk menyelamatkan jemuran agar tidak basah lagi. Eh, setelah selesai menyelamatkan semua jemuran, matahari tiba-tiba muncul lagi dengan malu-malu dan hujan tak jadi datang. Arrrgggghhhhh! Mencuci memang pekerjaan rumah tangga paling berat. Salut untuk para buruh cuci di seluruh dunia yang dengan tekun dan setia menjalani profesi tersebut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kini saya mulai menyukai pekerjaan mencuci. Apa sebabnya ? Karena berkat inovasi cerdas salah satu pabrik cairan pengharum dan pelembut pakaian, pekerjaan mencuci tak lagi berat. Kita bisa menghemat tenaga, waktu dan juga air sekaligus. Benar-benar sebuah penemuan yang paling inovatif abad ini *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lebay mode on&lt;/span&gt;* &lt;a href="http://www.unilever.co.id/id/ourcompany/beritaandmedia/siaranpers/2008/Hemat_Air.asp"&gt;Produk ini&lt;/a&gt; membuat terobosan di proses membilas, yaitu yang biasanya kita harus membilas 2-3 kali untuk menghasilkan pakaian yang bersih dari busa sabun maka dengan produk tersebut kita cukup membilas 1 kali saja plus mendapatkan bau harum. Waktu mencuci-pun menjadi lebih singkat dan kita tidak perlu mengeluarkan bergalon-galon keringat serta air lagi untuk mencuci. Sangat praktis! Sayapun tak ragu merekomendasikan produk ini pada orang-orang yang saya kenal dan ternyata mereka semua sangat menyukainya. Mencuci tak lagi menjadi pekerjaan yang berat dan melelahkan! Ups...ini tentu saja berlaku bagi orang-orang yang tak memiliki mesin cuci ya! Hmmm....jadi berangan-angan ingin punya mesin cuci *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;eits, kan hidup sendiri ya, baju yang dicuci juga punya sendiri, ngapain harus pakai mesin cuci? pemborosan!&lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;O ya, produk ini tidak saja berhasil menghemat tenaga dan waktu tapi juga berhasil menyelamatkan lingkungan. Dengan proses mencuci yang biasa, kita harus menghabiskan air 4 ember besar karena ada 3 kali proses bilas. Tapi produk ini membuat kita hanya menghabiskan 2 ember besar saja-sebuah langkah penghematan air yang nyata bukan ?&lt;br /&gt;Jadi, mari beramai-ramai menggunakan produk canggih tersebut demi lingkungan dan hidup yang lebih berkualitas karena kita jadi lebih punya banyak waktu dan tenaga untuk mengerjakan aktivitas lain yang berguna!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-7508538314932583583?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/7508538314932583583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/08/aku-suka-mencuci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7508538314932583583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7508538314932583583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/08/aku-suka-mencuci.html' title='Aku Suka Mencuci'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-7494742860681946007</id><published>2009-07-29T13:11:00.002+09:00</published><updated>2009-07-29T14:36:46.264+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jodoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='shock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuti'/><title type='text'>I'm back and I'm shock</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Saya kembali di jagad maya setelah hibernasi sebulan lamanya karena kesibukan kerja dan cuti. Kembali ke Jawa ternyata tidak otomatis membuat saya dapat mencicipi kemudahan akses internet, maklum saya tak lagi memiliki moda transportasi yang memadai untuk pergi ke tempat-tempat yang menyediakan akses internet gratis, bahkan warnet sekalipun. Alhasil, blog saya-pun kering!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Merauke, saya cukup shock. Cuti terlalu lama ternyata tidak baik, terutama bagi orang-orang yang memiliki kemampuan adaptasi yang jelek. Banyak sekali perubahan yang terjadi di lingkungan kerja dan cukup membuat saya terperangah karena perubahan-perubahan tersebut sedikit banyak bersinggungan dengan wilayah 'nyaman' saya. Tapi nasi telah menjadi bubur *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;apa hubungannya ya&lt;/span&gt;?* , jadi mau tak mau saya harus terima semua perubahan yang ada dan harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, tak lama setelah tiba di Merauke, saya disapa oleh seorang teman lama. Ia mengabarkan pernikahan seorang teman kuliah di Jogja yang katanya akan diselenggarakan di Jember, kota kelahiran saya. Sayang sekali...beritanya baru saya dengar ketika saya sudah kembali ke Merauke sehingga saya tak dapat hadir di hari bahagianya. Yang membuat saya shock adalah proses teman saya itu mendapatkan belahan jiwa yang akan mendampinginya hingga ajal menjelang. Saya iseng bertanya karena terdorong rasa ingin tahu yang sangat bahwa calon istrinya berasal dari kota yang sama dengan saya dan kebetulan juga, kami satu SMA, meskipun berbeda angkatan *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;what a small world&lt;/span&gt;*. Mereka rupanya berkenalan melalui chatting. Yup...chatting-ngobrol online! Ini kedua kalinya saya mengetahui orang yang dekat dengan saya menemukan jodohnya melalui chatting. Yah...rupanya kemajuan teknologi informasi-pun sanggup mempertemukan dua hati *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ups...iklan!&lt;/span&gt;* Dan, bagian yang lebih mengejutkan adalah frekuensi pertemuan mereka. Mereka hanya bertemu 4 kali saja, sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah. Kok bisa ya ? Saya tak habis pikir! Lha wong saya yang frekuensi bertemunya dengan mantan-mantan pacar saya saja cukup sering tidak ada yang berakhir bahagia, kok ini cuma bertemu 4 kali plus chatting bisa mantap untuk menikah-mengakhiri kisahnya dengan happy ending. Entahlah...mungkin inilah yang namanya jodoh!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-7494742860681946007?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/7494742860681946007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/07/im-back-and-im-shock.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7494742860681946007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7494742860681946007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/07/im-back-and-im-shock.html' title='I&apos;m back and I&apos;m shock'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-7697594182358599857</id><published>2009-06-18T15:10:00.003+09:00</published><updated>2009-06-26T14:56:49.527+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pelamar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='emosi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rekrutmen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merauke'/><title type='text'>Suka Duka jadi Rekruter di Pedalaman (5)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beberapa hari yang lalu saya mengalami suatu kejadian yang tak mengenakkan hati. Belum juga jarum jam menunjukkan pk. 10.00 WIT, di tengah-tengah hiruk pikuk karyawan yang akan berangkat ke site, saya didatangi kembali oleh seorang pelamar yang selama berbulan-bulan setia menyatroni kantor saya dan sempat sebulan ini menghilang ke Tanah Merah. Jika biasanya ia hanya setia duduk berjam-jam di ruang tamu menunggu lamarannya diproses, kali ini dia datang langsung masuk ke kantor saya dan marah-marah. Rupanya ia sudah kehilangan kesabaran meskipun saya bilang bahwa saya telah memanggilnya untuk diseleksi, tapi saat saya panggil dia sedang berada di Tanah Merah. Dan, dia tetap ngotot menuduh saya tidak memprosesnya. Duh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memaki-maki saya sambil mengeluarkan kata-kata binatang dan kata-kata jorok lainnya yang sungguh sangat menyakitkan hati. Dia masih menambahi juga dengan ancaman bahwa dia akan mencelakakan saya di jalan dan juga merekam seluruh pembicaraan saat itu. Terakhir, dia membanting map lamarannya di depan muka saya. Bohong jika saya baik-baik saja menghadapi pelamar ini karena meskipun saya memasang muka dingin dan menatap matanya terus, hati saya berdegup kencang. Saya takut jika ia bertindak nekat dan membahayakan nyawa saya, apalagi saat itu saya hanya berdua saja dengan pelamar itu di ruangan. 15 menit berlalu dan dia tidak menunjukkan tanda-tanda akan reda amarahnya. Polisi yang menjaga kantor akhirnya masuk karena mendengar suara ribut-ribut di ruangan saya, tapi sang pelamar baru bisa tenang setelah marah-marah selama 30 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia sudah agak tenang, saya ganti menggertak dia *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sifat tak mau mengalah saya muncul dalam keadaan tertekan&lt;/span&gt;* Saya berikan dia sebuah kesempatan untuk menjadi sopir dump truck di site, tapi saya bilang bahwa penilaian saya terhadap dia sudah berkurang dengan sikapnya tersebut. Pelamar yang tadinya memaki-maki saya akhirnya sibuk memberikan penjelasan atas sikapnya dan meminta maaf. Hehehehehe...dalam hati saya bangga juga pada diri sendiri karena berhasil menghadapi situasi 'genting' dengan tenang, padahal saya biasanya adalah pribadi yang mudah tersulut emosinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok lusanya, dia siap naik ke site. Dan ketika saya memberikan surat pengantar untuknya, ia memberikan sebongkah emas putih seukuran kelereng untuk saya. Saya terhenyak tapi tak perlu berpikir lama untuk menolak pemberiannya. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lamaran kerja saja dia minta kembali apalagi emas&lt;/span&gt;* Saya ingin menunjukkan pada pelamar tersebut, bahwa saya bekerja mengikuti aturan dan tak mau menerima imbalan atas pekerjaan yang memang sudah seharusnya saya lakukan. Mudah-mudahan saja si bapak pelamar itu benar-benar memegang janjinya untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan tidak akan membuat keributan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-7697594182358599857?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/7697594182358599857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/06/suka-duka-jadi-rekruter-di-pedalaman-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7697594182358599857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7697594182358599857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/06/suka-duka-jadi-rekruter-di-pedalaman-5.html' title='Suka Duka jadi Rekruter di Pedalaman (5)'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-6829744165727853684</id><published>2009-06-05T15:54:00.004+09:00</published><updated>2009-06-12T17:09:24.032+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='informasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='facebook'/><title type='text'>Virus itu bernama Facebook</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saat ini siapa yang tidak mengetahui Facebook ? Dijamin semua orang yang melek akan dunia informasi pasti mengenal situs jejaring sosial yang satu ini. Facebook membuat beberapa orang menjadi addicted dengan sedikit-sedikit update status, upload foto terbaru dan memberikan komentar untuk status orang lain, serta mengikuti aneka ragam kuis dari yang bermutu sampai yang tidak bermutu. Facebook juga membuka jalinan pertemanan yang mungkin sudah terlupakan sekian tahun, bahkan tak jarang ada beberapa orang yang akhirnya berubah dari tak begitu kenal menjadi akrab melalui Facebook. Facebook-pun tak luput dari hiruk pikuk panggung politik. Facebook dijadikan ajang kampanye untuk mempromosikan calon-calon pemimpin negara. Facebook juga bisa dijadikan ajang mencari dukungan untuk sebuah problematika tertentu. Bahkan saya berani bertaruh bahwa penjualan BlackBerry meningkat pesat, salah satu faktor penyebabnya adalah karena orang tak ingin terputus sedetik-pun koneksinya dengan Facebook. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;adakah yang berminat melakukan survei perilaku konsumen untuk hal ini?&lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Facebook sudah semakin mendominasi kehidupan maka beberapa perusahaan mulai khawatir Facebook ini akan membuat pegawainya menjadi tak produktif karena asyik berkutat dengan Facebook. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang akhirnya memblokir Facebook di jam-jam kerja, termasuk perusahaan saya. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hmmm...seharusnya perusahaan melakukan survei terlebih dahulu sebelum memutuskan secara sepihak seperti ini&lt;/span&gt;* Dan yang khawatir berlebihan tak hanya perusahaan, tapi juga para ulama, sampai-sampai mereka membuat &lt;a href="http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/05/22/55/222131/facebookers-fatwa-haram-facebook-tidak-berdasar"&gt;fatwa haram untuk facebook&lt;/a&gt;, entah apa dasar pertimbangannya. Facebook memang fenomenal karena mampu menyedot perhatian sekian juta orang sebagai pengguna aktif. Hal ini mungkin terjadi karena cara menggunakannya yang mudah dan mampu memberikan informasi terkini tentang orang-orang terdekat. Saya sendiri baru mengenal facebook beberapa waktu yang lalu dan sudah jatuh cinta pada jejaring maya ini karena bisa bertemu dengan teman-teman lama yang sekian tahun terlupakan. Namun, aktif berfesbuk ria ternyata membutuhkan iman yang kuat *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tak salah juga rupanya para ulama berkonsentrasi membahas facebook karena berurusan dengan iman&lt;/span&gt;* karena jika tak kuat iman maka akan memberikan dampak buruk, seperti tak produktif bekerja, jealous pada kehidupan orang lain, membohongi publik, dan perselingkuhan. Tak dapat dipungkiri, selain sebagai ajang bertukar informasi, dukungan dan menjalin silaturahmi, secara tak disadari facebook menjadi ajang aktualisasi diri. Semua orang sibuk memoles dirinya agar sedap dipandang di Facebook. Siapa yang ingin tampil buruk rupa di depan teman-teman lama ? Agar tak memalukan, maka berbagai cara-pun dilakukan untuk menunjukkan eksistensi diri, mulai dari update status yang 'wah', rajin upload foto-foto yang diambil di tempat-tempat yang mengundang decak kagum, rajin berkomentar, hingga mengikuti group-group yang menunjukkan eksistensi diri. Facebook-pun tak lagi menjadi fenomena tapi sudah menjadi virus yang memberikan efek berbeda bagi penderitanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah anda update status hari ini ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-6829744165727853684?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/6829744165727853684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/06/virus-itu-bernama-facebook.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/6829744165727853684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/6829744165727853684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/06/virus-itu-bernama-facebook.html' title='Virus itu bernama Facebook'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2737061415268427576</id><published>2009-06-04T12:46:00.002+09:00</published><updated>2009-06-04T13:38:24.756+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interview'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rekrutmen'/><title type='text'>Suka Duka jadi Rekruter di Pedalaman (4)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Suatu hari ketika interview berlangsung....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interviewer : Kalau bapak lolos skill test, maka bapak akan diangkat jadi karyawan. Kalau bapak jadi karyawan maka yang akan bapak terima adalah Gaji Pokok .... dan premi .... . Selain itu, bapak akan dapat asuransi .... dan fasilitas ....&lt;br /&gt;Jelas, pak ? Ada yang ingin ditanyakan ?&lt;br /&gt;Interviewee : Jelas, bu&lt;br /&gt;Interviewer : Ok, kalau begitu bapak kapan bisa mulai skill test ? Kamis ini bisa, pak?&lt;br /&gt;Interviewee : Bisa, bu&lt;br /&gt;Interviewer : Baik, kalau begitu kita ketemu lagi hari Kamis. Secara keseluruhan, ada yang ingin ditanyakan, pak ?&lt;br /&gt;Interviewee : Hmm...ada, bu. Kalau jadi karyawan, nanti Gaji Pokoknya berapa ya ?&lt;br /&gt;Interviewer : Aaaaaaarrrrgggghhhh....@$%#&amp;amp;*^%&amp;amp;!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interviewer : Bawa KTP, pak ?&lt;br /&gt;Interviewee : Tidak, bu&lt;br /&gt;Interviewer : Ok deh. Nama bapak siapa ?&lt;br /&gt;Interviewee : XXXXXXX&lt;br /&gt;Interviewer : Tanggal lahir bapak ?&lt;br /&gt;Interviewee : Aduh...saya lupa, bu...&lt;br /&gt;Interviewer : ?????????????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interviewer : Pendidikan terakhir bapak apa ?&lt;br /&gt;Interviewee : STM, bu&lt;br /&gt;Interviewer : Kok tidak ada foto copy ijazahnya, pak ?&lt;br /&gt;Interviewee : Oooo...itu, saya tidak lulus STM&lt;br /&gt;Interviewer : Lho ?&lt;br /&gt;Interviewee : Saya ikut ujian paket C, bu&lt;br /&gt;Interviewer : Oooo...terus ijazah Paket C-nya mana, pak ?&lt;br /&gt;Interviewee : Belum diambil, bu&lt;br /&gt;Interviewer : Belum diambil ? Memangnya bapak kapan ikut Paket C-nya ?&lt;br /&gt;Interviewee : Saya kurang tahu, bu. Itu istri saya yang urus.&lt;br /&gt;Interviewer : Lho...istri bapak yang urus ? Tapi kan yang ikut ujian bapak tho...&lt;br /&gt;Interviewee : Istri saya, bu yang ikut ujian...&lt;br /&gt;Interviewer : O...kalau gitu yang ikut paket C itu istri bapak, bukan bapak&lt;br /&gt;Interviewee : Iya saya, bu yang ikut paket C&lt;br /&gt;Interviewer : ...... (No comment sambil menghela nafas panjang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interviewer : Bapak melamar untuk posisi apa ?&lt;br /&gt;Interviewee : Direktur, bu&lt;br /&gt;Interviewer : Direktur??? Waduh...kami sudah punya direktur, pak&lt;br /&gt;Interviewee : Kalau gitu wakil direktur, bu&lt;br /&gt;Interviewer : ?????????????!!!!!!!!! (bengong)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interviewer : Keahlian bapak apa ?&lt;br /&gt;Interviewee : Saya bisa mengoperasikan alat berat, bu&lt;br /&gt;Interviewer : Alat beratnya apa saja ?&lt;br /&gt;Interviewee : Dozer, Tractor, Truck&lt;br /&gt;Interviewer : Ok. Tapi, saat ini kami belum ada lowongan untuk dozer, tractor ataupun truck, pak&lt;br /&gt;Interviewee : Tolonglah, bu...saya hanya ingin bekerja&lt;br /&gt;Interviewer : Iya, pak. Saya tahu. Tapi, kami tidak ada lowongan yang sesuai untuk bapak&lt;br /&gt;Interviewee : Bu, saya ini juga kalau diminta jadi pilot pesawat, saya juga bisa bawa pesawat (marah-marah)&lt;br /&gt;Interviewer : ..... *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;so what gitu lho!&lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2737061415268427576?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2737061415268427576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/06/suka-duka-jadi-rekruter-di-pedalaman-4.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2737061415268427576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2737061415268427576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/06/suka-duka-jadi-rekruter-di-pedalaman-4.html' title='Suka Duka jadi Rekruter di Pedalaman (4)'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-9138513685608641891</id><published>2009-05-26T10:25:00.004+09:00</published><updated>2009-05-26T11:43:03.624+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='road race'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merauke'/><title type='text'>Nonton Road Race</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akhirnya...setelah beberapa hari saya ribut di Facebook mencari dukungan untuk nonton road race, saya berkesempatan nonton juga di hari Minggu, 24 Mei 2009 nan panas. Berbekal topi dan kamera, saya dengan semangat 45 meluncur menuju Jl. Raya Mandala yang telah diubah menjadi sirkuit dadakan, padahal saat itu suhu badan saya sedikit tinggi karena terserang flu. Saya tiba di arena balap pk. 14.00 dan jalanan sudah padat dengan penonton yang tampak antusias melihat event yang diselenggarakan setahun sekali di Merauke ini. Jalanan di Merauke sebenarnya jauh dari layak untuk dijadikan sebagai arena adu kecepatan karena jalannya tak mulus dan bergelombang tapi rupanya itu jadi tantangan tersendiri bagi pembalap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melewatkan satu seri balapan ketika menemukan tempat yang nyaman untuk menonton. Sebenarnya saya mengincar lokasi menonton di tikungan tapi karena datang terlambat, tikungan-pun sudah habis dilibas oleh penonton yang haus hiburan. Saya-pun cukup berpuas diri menonton di trek lurus. Saya sebelumnya tak tertarik pada even-even yang melibatkan banyak orang seperti itu, tapi road race yang cuma diadakan 1 tahun sekali ini merupakan hiburan tersendiri bagi saya, seperti halnya menonton karnaval kemerdekaan karena tak banyak hiburan yang bisa dinikmati di kota paling timur Indonesia ini. Jadi, motivasi saya menonton road race bukan karena saya hobby olahraga otomotif tapi karena saya tak punya pilihan hiburan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menonton road race sama seperti menonton karnaval, tak ada pembatas antara peserta balapan dan penonton. Ngeri juga menyaksikan banyak anak-anak kecil tanpa pengawasan dari orang tua atau orang dewasa yang ikut menonton road race. Mereka belum mengenal bahaya sehingga sering kali mereka terlalu ke tengah jalan ketika balapan berlangsung. Untung saja, polisi tanpa kenal lelah selalu menghalau penonton-penonton yang nakal melongok bahaya. Balapan usai menjelang sore hari. Di tengah-tengah pembalap melakukan victory lap, penonton sudah semburat bubar jalan sehingga tak ayal pembalap yang masih berkendara dengan kecepatan cukup tinggi harus mengerem mendadak untuk menghindari tabrakan dengan penonton. Sungguh tontonan yang menarik sekaligus sarat dengan bahaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Road race-pun usai-pemenang lomba berdiri dengan gagah di atas tribun kemenangan dan penonton puas karena telah diberikan suguhan atraktif dan mendebarkan jantung. Tapi, road race masih menyisakan pekerjaan bagi pekerja jalanan, yaitu sampah. Kesadaran yang rendah akan kebersihan lingkungan *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tak ada satupun tempat sampah di jalan-jalan merauke* &lt;/span&gt;membuat arena balap yang notabene adalah jalan raya menjadi tempat sampah raksasa. Botol-botol minuman dan pembungkus makanan-pun menghiasi jalanan hingga hari senin menjelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto road race dapat dilihat di blog saya yang &lt;a href="http://deboradwi.multiply.com/photos/album/32/Road_Race_Merauke"&gt;ini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ShtWQ9-oPeI/AAAAAAAAADY/nQdkj7c6Nx4/s1600-h/road+race.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ShtWQ9-oPeI/AAAAAAAAADY/nQdkj7c6Nx4/s320/road+race.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339956632692997602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-9138513685608641891?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/9138513685608641891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/05/nonton-road-race.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/9138513685608641891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/9138513685608641891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/05/nonton-road-race.html' title='Nonton Road Race'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ShtWQ9-oPeI/AAAAAAAAADY/nQdkj7c6Nx4/s72-c/road+race.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-1759998952947672675</id><published>2009-05-23T13:25:00.000+09:00</published><updated>2009-05-23T13:35:58.952+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='romansa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rembulan'/><title type='text'>Dingin</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Langit bertaburkan bintang...kerlap kerlip di angkasa yang hitam pekat. Tak ada rembulan hiasi malam ini. Dimanakah engkau wahai dewi keelokan ? Di belahan bumi manakah gerangan dirimu menampakkan diri ? Mengapa kau tak muncul di saat aku ingin menggantungkan mimpiku ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, rasa dingin menelikung ragaku. Aku hanya bisa menggigil tak berdaya di bawah selimut tipisku seraya menggenggam erat mimpiku. Aku sungguh tak ingin kehilangan mimpiku, bulan. Bulan, kembalilah padaku...berikan aku kehangatan dengan sinar redupmu dan rengkuhlah mimpiku hingga fajar menjelang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dingin...hanya dingin yang kurasakan ketika engkau pergi...!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-1759998952947672675?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/1759998952947672675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/05/dingin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1759998952947672675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1759998952947672675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/05/dingin.html' title='Dingin'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-8853498483337265061</id><published>2009-05-18T13:31:00.000+09:00</published><updated>2009-05-18T13:40:54.747+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='patah hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asmara'/><title type='text'>Episode Patah Hati</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Apakah begitu sulitnya bagi dirimu untuk mengabarkan kabar bahagia itu padaku ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah begitu sulitnya bagi dirimu untuk memberitahuku bahwa kau tak lagi sendiri ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kau masih saja melayangkan sejuta kata-kata mesra di saat kau akan melepaskan status lajangmu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kau biarkan aku bermimpi bahwa aku masih punya kesempatan untuk menjalin asmara yang sempat renggang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejuta kata tanya berkecamuk di dalam otakku dan kau tetap diam membisu, tak memberikan sepatah kata-pun sebagai penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-8853498483337265061?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/8853498483337265061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/05/episode-patah-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8853498483337265061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8853498483337265061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/05/episode-patah-hati.html' title='Episode Patah Hati'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-4711429522181013767</id><published>2009-05-15T13:34:00.000+09:00</published><updated>2009-05-15T16:48:14.970+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penampilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kandidat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interview'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rekrutmen'/><title type='text'>Suka Duka jadi Rekruter di Pedalaman (3)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Untuk tulisan kali ini, saya akan menulis sebuah kisah yang tidak dapat dikategorikan dalam kisah suka maupun duka karena mencakup dua-duanya. Anda pernah merasa mual dan ingin muntah gara-gara menginterview kandidat ? Saya pernah! Bahkan hal ini saya alami berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja di suatu daerah yang belum tersentuh oleh canggihnya metode pengelolaan SDM, dimana HRD masih dianggap sama dengan Personalia&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;membuat saya harus melakukan banyak penyesuaian. Untuk merekrut tenaga kerja, utamanya lulusan STM, perusahaan saya bekerja sama dengan BLK setempat. Maksud hati ingin mempermudah rekrutmen, malahan membuat saya lelah tiada duanya. Ini karena pihak BLK belum sepenuhnya paham bagaimana caranya memfasilitasi kebutuhan perusahaan. Bayangkan saja, ketika saya minta kandidat lulusan dari BLK, saya diberi nyaris 30 lamaran yang harus saya proses pada hari interview. Di satu sisi, hal tersebut adalah keuntungan karena saya jadi punya banyak pilihan, tapi di lain sisi mulut saya jadi pegel euy dan banyak membuang waktu karena menginterview kandidat-kandidat yang sebenarnya tak masuk kualifikasi sama sekali. Bayangkan saja...mulut saya harus digunakan untuk mewawancarai 30 orang pada hari yang sama dengan rata-rata waktu interview 10 menit. Saya interview dari pk. 09.00-14.00 non stop. Benar benar melelahkan dan membuat kerongkongan kering. Sebenarnya saya bisa saja umumkan hari itu juga, bagi yang tidak memenuhi kualifikasi-misal pendidikan kurang, umur berlebih-untuk tidak ikut interview, tapi saya takut mengecewakan mereka dan berakhir dengan kejadian anarkis alias saya didemo oleh mereka. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;akhir-akhir ini saya memang cari aman. hehehe* &lt;/span&gt;Jadi, mau tak mau saya interview semua kandidat yang datang hari itu. Fiuh! Rasa haus dan lapar yang menyerang karena interview 5 jam non stop membuat saya sering kehilangan konsentrasi di peserta-peserta akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mulut pegel dan perut keroncongan, ada satu hal lagi yang membuat saya nyaris pingsan dan mual ketika interview, yaitu bau badan. Yup....BAU BADAN! Entah apa yang dimakan oleh para kandidat ini, dari radius 100 m, ketika mereka memasuki ruang interview, saya langsung lemas mencium bau badan mereka. Campuran antara bau bawang, amis, dan bau kecut sekaligus. Teman-teman sering menjuluki kandidat-kandidat saya dengan sebutan '&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;manusia berketek empat&lt;/span&gt;'. Duh...kenapa si mereka sebelum interview tidak pakai deodoran ? Hmm...jangankan pakai deodoran, datang ke tempat interview saja mereka menggunakan pakaian seadanya, bahkan ada yang bercelana pendek dan bersandal jepit. Kalau sudah begini, saya jadi rindu merekrut di kota-kota besar dimana kandidat-kandidatnya selalu berpakaian rapi, dan berbau harum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, inilah konsekuensi bekerja di daerah yang jauh dari ibu kota dimana penampilan adalah harga mutlak. Disini, Anda tak perlu berpenampilan rapi dan berbau harum untuk bisa bekerja karena yang terpenting adalah memiliki kemampuan yang bisa dijual dan semangat untuk bekerja keras. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cover doesn't need at all*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-4711429522181013767?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/4711429522181013767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/05/suka-duka-jadi-rekruter-di-pedalaman-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/4711429522181013767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/4711429522181013767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/05/suka-duka-jadi-rekruter-di-pedalaman-3.html' title='Suka Duka jadi Rekruter di Pedalaman (3)'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-1370346873974050099</id><published>2009-05-14T13:58:00.000+09:00</published><updated>2009-05-14T16:51:23.823+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='palapsi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulang tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliah'/><title type='text'>Mengenang PALAPSI</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pagi tadi saya membaca sebuah note yang sangat bagus dari seorang teman di FB. Tulisan tersebut berkisah tentang &lt;a href="http://maskomzpalapsi.blogspot.com/2009/05/epilog-34-tahun-palapsi.html"&gt;Epilog 34 tahun PALAPSI&lt;/a&gt;. Membaca tulisan tersebut membuat saya terkenang pengalaman saya sendiri beberapa tahun yang lalu ketika masih aktif di PALAPSI. Apa sih PALAPSI itu sehingga membuat teman saya bisa membuat tulisan yang sangat dalam dan menyentuh berbagai aspek kehidupan itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PALAPSI adalah sebuah organisasi mahasiswa Psikologi UGM yang mengkhususkan dirinya pada kegiatan kepecintaalaman. Didirikan pada tanggal 28 Juni 1975, PALAPSI (PLP) telah mengukir banyak prestasi dan menjadi organisasi pecinta alam yang diperhitungkan dan disegani karena prestasinya tersebut. PLP memiliki 5 divisi operasional, yaitu air, gunung, tebing, gua dan pengabdian masyarakat, dimana Air menjadi fokus selama beberapa generasi hingga saat ini. Mengapa air ? Karena PLP memiliki ambisi yang cukup besar di bidang ini dan PLP telah membuktikan kepiawaiannya di Air melalui beberapa prestasi membanggakan, seperti first descent Progo hingga menaklukkan jeram-jeram sungai di Thailand baru-baru ini. Menurut saya, PLP adalah organisasi yang kaya akan pembelajaran dimana setiap tahunnya berhasil mencetak kader-kader penerus dengan mimpi yang semakin tinggi. Dan, saya yang pernah bergelut di dalamnya selama kurang lebih 3 tahun merasa bangga telah menjadi bagian dari PLP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengawali 'hidup' di PLP pada tahun 1999. Awal mula ketertarikan adalah ajakan dari seorang kakak kelas yang saat itu mempesona saya karena ia memiliki cinta yang besar pada PLP. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;*m think, i love u at that time* &lt;/span&gt;Kegiatan pertama yang dia tawarkan adalah dayung kering, sebuah latihan dasar yang harus dijalani ketika akan berkegiatan di air. Wah...capeknya bukan main, otot-otot-pun langsung tegang, terutama otot tangan. Tapi, cara kakak kelas itu dan senior-senior lain dalam memotivasi membuat rasa capek itu dengan segera terlupakan. Yel-yel NEVER GIVE UP yang selalu didengungkan setiap kali akan berkegiatan mampu menghipnotis saya untuk memacu diri hingga ambang batas kemampuan. Saya-pun jatuh cinta pada PLP! Kegiatan demi kegiatan saya jalani dengan senang hati, terutama kegiatan camping. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;*ooh...aku rindu camping, bau rumput basah dan dinginnya udara malam*&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tapi, kesenangan itu tak berlangsung lama-hanya 6 bulan saja bulan madu saya dengan PLP. Ibarat pernikahan, setelah masa bulan madu habis, maka mata kita akan terbuka tentang siapa sesungguhnya pasangan kita. Begitu pula hubungan saya dengan PLP, masa bulan madu saya berakhir ketika saya menjadi salah satu pengurus. Derai air mata lebih banyak menghiasi hari-hari saya dibanding dengan tawa, apalagi saat itu kami benar-benar dipush untuk mendapatkan dana segar guna membiayai ekspedisi luar negeri pertama PLP ke Serawak, Malaysia. Saya-pun jatuh bangun mengikuti gerakan PLP. Menangis, bertengkar, merasa diacuhkan adalah makanan sehari-hari. Tapi, tanpa saya sadari pengalaman itu membuat saya memunculkan diri saya yang sebenarnya, potensi saya benar-benar tergali dan akhirnya membentuk saya menjadi pribadi yang 'utuh'. Saya yang dulunya selalu minder berubah menjadi percaya diri, tertutup menjadi terbuka, komunikasi tidak lancar menjadi pandai berbicara, dan saat itu pula saya menyadari bahwa saya adalah orang yang keras hati. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;saya baru ngeh kalau saya keras kepala dari feed back teman-teman PLP* &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLP benar-benar merasuki diri saya. Setelah lulus dari masa kepengurusan 2000-2001, saya ditunjuk untuk jadi pengurus kembali, tapi dengan posisi yang berbeda dan masa kepengurusan yang lebih panjang, yaitu menjadi Kadiv Litbang dan masa kepengurusan 1,5 tahun. Masa ini saya jalani dengan lebih matang dan saya-pun membidani beberapa event besar. Sebuah pengalaman yang sungguh tak kan terlupakan karena pada masa itulah saya mengenal outbound training dan saya berhasil mendapatkan pekerjaan di kemudian hari karena pengetahuan saya akan bidang tersebut. Jatuh bangun masih saya alami, tapi rasanya energi tak pernah habis untuk PLP. Pagi kuliah, sore hingga dini hari untuk PLP. Saya-pun kerap dimarahi orang tua karena pulang terlalu larut dan melakukan kegiatan-kegiatan beresiko tinggi serta menguras uang tabungan saya. Tapi, semua itu terbayar dengan pengalaman-pengalaman yang masih berguna intisarinya bagi saya hingga saat ini. Menyenangkan sekali rasanya mengenang saat-saat itu. Tapi, hidup di PLP tak kan memberikan arti sedalam ini bagi saya jika tanpa teman-teman berkegiatan. Teman-teman PLP sekarang ini tak ubahnya bagai saudara karena dengan merekalah saya menghabiskan waktu nyaris 24 jam tiap harinya selama kuliah. Merekalah yang menempa saya menjadi sosok seperti saat ini. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;i love u all, guys!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Terima kasih PALAPSI karena telah membentuk saya menjadi pribadi yang tahan banting dan pantang menyerah!&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun yang ke - 34...semoga semakin jaya...!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-1370346873974050099?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/1370346873974050099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/05/mengenang-palapsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1370346873974050099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1370346873974050099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/05/mengenang-palapsi.html' title='Mengenang PALAPSI'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2690953812287192084</id><published>2009-05-08T17:01:00.000+09:00</published><updated>2009-05-12T08:36:47.118+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kriminalitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Tersandung Asmara</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beberapa hari ini publik dikejutkan oleh berita menghebohkan, yaitu terlibatnya seorang pejabat negara dalam sebuah kasus pembunuhan petinggi BUMN. Urusan menghilangkan nyawa seseorang selalu menjadi pusat perhatian, apalagi jika dilakukan oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;public figure&lt;/span&gt;, macam Antasari Azhar, ketua KPK. Kasus pembunuhan petinggi BUMN, Nasarudin, cukup menghebohkan masyarakat pada bulan April 2009 karena metode pembunuhan yang cukup berani, yaitu menembak korban di jalan umum. Pembunuhnya pasti terlatih sekali, pikir orang saat itu. Tapi ternyata, mereka kalah lihai dari polisi, karena hanya dalam tempo sebulan mereka semua dibekuk. Bukan hanya pelaku penembakannya yang tertangkap, tapi juga otak pembunuhannya sekaligus, yaitu Antasari Azhar (AA). Publik kembali tercengang karena AA selama ini dikenal sebagai pejabat yang bersih dan memimpin sebuah lembaga yang saat ini ditakuti oleh banyak pihak yang suka 'menyelewengkan uang negara'. Bagaimana bisa seorang yang dikenal bersih dan tegas terlibat dalam tindak kriminal yang kotor ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa spekulasi-pun merebak di masyarakat tentang kasus pembunuhan ini, tapi kebanyakan menyangsikan AA terlibat dalam pembunuhan tersebut. Saya yang seorang penggemar cerita kriminal juga tak habis pikir dengan betapa mudahnya AA terseret dalam tindak kriminal, apalagi setelah mengetahui tokoh-tokoh di balik kasus pembunuhan tersebut. Auw...apakah ini sebuah konspirasi besar untuk menjatuhkan seseorang yang menebar teror bagi orang-orang berperut buncit karena makan uang haram? Saya mendadak merasa geli membaca artikel di Kompas.com tentang &lt;a href="http://www.kompas.com/lipsus052009/antasariread/2009/05/05/03121713/Inilah.Kronologi.Pengungkapan.Pembunuhan.Nasrudin"&gt;kronologi pengungkapan pembunuhan Nasrudin&lt;/a&gt;. Menurut saya, tidak keren sekali-terlalu dramatis dan simple seperti cerita-cerita sinetron Indonesia *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;keseringan nonton CSI, maka otak kriminal saya jadi mbulet*&lt;/span&gt; Masa' kalau memang AA otak pembunuhan tersebut, didukung pula oleh tokoh-tokoh terkenal, macam SHW dan WW, bisa dengan mudah terungkap. Hmmm...atau mungkin mereka memang bukan orang-orang yang ahli melakukan pembunuhan ya makanya mudah tertangkap begitu ? Atau uang yang mereka berikan untuk sang pembunuh bayaran kurang ya sehingga orang suruhan itu mudah buka mulut dan teledor ? Apapun itu, rasanya tetap aneh orang sekaliber AA membunuh hanya karena urusan asmara. Apa tidak ada motif yang lebih keren untuk membunuh seseorang ? Apakah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;caddy&lt;/span&gt; tersebut memang sedemikian mempesonanya sehingga harus diperjuangkan dengan darah dan nyawa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak sabar menunggu kelanjutan kisah kriminal seru ini berakhir karena melihat kisah ini seperti melihat sinetron televisi, banyak adegan yang tidak terduga tapi kurang alami alias terlalu nyata lakon sandiwaranya. Yah...tapi siapa tahu juga AA memang terlibat dan akhirnya terjungkal karirnya karena seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2690953812287192084?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2690953812287192084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/05/tersandung-asmara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2690953812287192084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2690953812287192084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/05/tersandung-asmara.html' title='Tersandung Asmara'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-1584771995719511480</id><published>2009-05-05T13:24:00.000+09:00</published><updated>2009-05-05T16:06:03.773+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tn wasur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perbatasan ri-png'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pantai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merauke'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Pola Wisata di Merauke</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beberapa hari disibukkan oleh pekerjaan yang seolah-olah tak ada hentinya *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pura-pura sibuk mode on*, &lt;/span&gt;akhirnya saya berkesempatan refreshing juga. Hari Minggu kemarin, saya dan rekan-rekan satu departemen berwisata bersama memanfaatkan moment kunjungan seorang petinggi HR dari Jakarta. Tujuan wisata kali ini adalah Sota, yaitu daerah perbatasan Indonesia-Papua New Guinea. Saya pernah berkunjung ke Sota beberapa bulan yang lalu, dan berniat tidak akan kesana lagi alias kapok, karena pengalaman yang didapat disana tidaklah sebanding dengan perjalanannya yang cukup lama, yaitu sekitar 1,5 jam dari kota Merauke. Perbatasan RI-PNG di Merauke yang terletak di distrik Sota sangatlah sepi dan tidak menarik karena tak ada atraksi, fasilitas wisata ataupun pemandangan yang indah-sangat jauh berbeda dengan perbatasan RI-PNG yang terletak di Jayapura. Sepanjang perjalanan menuju perbatasan juga cukup monoton, yaitu hamparan pepohonan eukaliptus dan rawa, sehingga membuat saya sering tertidur dalam perjalanan. Hoam...! Namun karena objek hiburan di Merauke sangatlah terbatas, objek yang kurang menarik macam Sota-pun laris manis dikunjungi oleh wisawatawan lokal. Sesampainya saya disana, sudah ada beberapa rombongan yang duduk-duduk berpiknik di taman yang dikelola oleh para tentara perbatasan. O ya, jika Anda berminat datang kesana jangan lupa melapor ke pos tentara yang terletak tak jauh dari tugu perbatasan. Cukup meninggalkan KTP saja!&lt;br /&gt;Foto-foto perbatasan RI-PNG di Sota dapat dilihat &lt;a href="http://deboradwi.multiply.com/photos/album/29/SOTA-Sebuah_perbatasan_Republik_Indonesia_Papua_New_Guinea"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menuju Sota, maka kita akan melewati kawasan Taman Nasional Wasur. TN Wasur adalah daerah konservasi yang melindungi berbagai species khas Merauke, baik hewan maupun tumbuhan. Disini akan dijumpai banyak kangguru, anggrek, dan tak ketinggalan adalah rumah semut-sebuah fenomena alam yang hanya bisa dijumpai di Merauke dan Afrika Selatan. Saya belum pernah berkunjung secara khusus ke TN Wasur ini karena dulu saat saya berkunjung ke Sota, tidak ada seorang-pun yang berjaga di posnya. Kemarin, kami sungguh beruntung karena TN Wasur sedang 'hidup', jadi ada penjaga yang siaga di pos. Dengan Rp. 2.000, kami diijinkan masuk ke dalam pusat informasi TN Wasur yang berbentuk seperti rumah semut, sebuah hasil seni arsitektur yang indah. Tapi, ternyata pusat informasinya hanya berisi poster-poster berisi himbauan menyelamatkan hutan, penjelasan tentang flora fauna di Merauke, pakaian adat dan silsilah suku-suku besar di Merauke. Tak ada diorama ataupun film yang dapat membuat pengunjung takjub. Sungguh sangat disayangkan...dengan potensi alam yang cukup kaya, TN Wasur sebenarnya bisa membuat suguhan-suguhan atraktif untuk menarik minat pengunjung guna menambah income sekaligus mengenalkan cara-cara menyelamatkan lingkungan. Namun mulai minggu kemarin, TN Wasur sudah berbenah diri dengan membuka wahana outbound sebagai sarana rekreasi warga sekitar Merauke. Bekerja sama dengan Tim SAR, wahana outbound dibuka dengan biaya masuk Rp. 20.000/orang-mudah mudahan minggu depan saya berkesempatan mengunjunginya.&lt;br /&gt;Foto-foto TN Wasur saya tampilkan di &lt;a href="http://deboradwi.multiply.com/photos/album/28"&gt;blog saya yang lain&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya orang-orang ke Wasur untuk berenang di kolam pemandian yang tak jauh dari pusat informasi. Lokasi pemandian sebenarnya seperti danau di tengah rawa-rawa yang kemudian oleh pengelola TN Wasur dibangun beberapa gazebo di atasnya sehingga nyaman untuk dijadikan tempat berwisata bagi keluarga. Tapi, hati-hati jika berenang disana karena beberapa waktu yang lalu katanya pernah ada yang terbelit akar pepohonan hingga akhirnya tenggelam dan tak bisa diselamatkan. Setelah puas berendam di kolam pemandian, biasanya warga Merauke akan menyerbu pantai Lampu Satu yang terletak di kota Merauke untuk menyaksikan balapan liar di pantai. Pantai sepanjang kurang lebih 2 km akan dijadikan ajang memacu kecepatan dan memompa adrenalin oleh pemuda-pemuda Merauke setiap hari Minggu atau hari libur karena mereka tak memiliki area yang layak untuk menyalurkan hobby. Sebuah pola wisata yang sangat monoton karena Merauke minim objek wisata dan public area yang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/Sf_kaHhGisI/AAAAAAAAADQ/hyXghghA-iY/s1600-h/IMG_0842.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/Sf_kaHhGisI/AAAAAAAAADQ/hyXghghA-iY/s320/IMG_0842.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332231621175577282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terhibur oleh balapan motor liar di pantai Lampu Satu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Foto diambil dari dokumentasi pribadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-1584771995719511480?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/1584771995719511480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/05/pola-wisata-di-merauke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1584771995719511480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1584771995719511480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/05/pola-wisata-di-merauke.html' title='Pola Wisata di Merauke'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/Sf_kaHhGisI/AAAAAAAAADQ/hyXghghA-iY/s72-c/IMG_0842.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-3526990258510915982</id><published>2009-04-29T12:24:00.000+09:00</published><updated>2009-04-29T14:54:25.794+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasialis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rekrutmen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia timur'/><title type='text'>Suka Duka jadi Rekruter di Pedalaman (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Menjadi seorang rekruter sebenarnya bukanlah pekerjaan impian saya, tapi karena proses pembelajaran dan pengaruh lingkungan ketika saya kuliah, maka akhirnya saya-pun terjerumus ke dalam dunia rekrutmen. Dan, pekerjaan profesional pertama saya adalah sebagai Recruitment Staff. Mungkin karena saya memiliki jiwa adventurir, saya mudah bosan pada pekerjaan rekrutmen yang memang cukup monoton jika dibandingkan dengan area lain dalam bidang Human Resource. Dan sebagai akibatnya, saya sering melirik-lirik area HR yang lain, seperti training dan pengembangan organisasi. Namun, pandangan saya akan pekerjaan rekrutmen yang monoton berubah ketika saya bekerja di Merauke. Rekrutmen tidak saja sekedar pekerjaan mempublikasikan lowongan dan kemudian menseleksi, tapi juga sebuah pekerjaan memberdayakan masyarakat. Dan, alih-alih rekrutmen sebagai pekerjaan yang monoton, rekrutmen-pun jadi pekerjaan yang penuh dengan resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja sebagai seorang rekruter di Merauke harus memiliki teknik mengelola emosi yang baik karena berhadapan dengan pelamar kerja dan calon karyawan membutuhkan kesabaran yang ekstra mengingat rata-rata SDM di Merauke jarang yang bekerja di sektor formal sehingga banyak dari pelamar yang tidak memahami prosedur rekrutmen dan seleksi. Selain itu, bekerja sebagai rekruter di Merauke juga harus siap diserang dengan isu rasialis. Seperti daerah-daerah Indonesia Timur lainnya, Merauke adalah daerah yang memiliki potensi Sumber Daya Alam yang cukup besar, namun tidak semuanya dapat dinikmati oleh penduduk asli, seperti halnya kasus Freeport karena ketika sebuah perusahaan besar masuk, maka SDM lokal banyak dikalahkan oleh SDM pendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan pertama saya bekerja di Merauke, saya didemo oleh belasan pelamar kerja. Mereka menuntut saya untuk mempekerjakan orang asli. Muka saya ditunjuk-tunjuk. Duh...mau copot rasanya jantung ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;Ibu ini pilih-pilih orang yang masuk. Yang diterima selalu yang berambut lurus, kulit putih. Kalau begitu...ganti saja nama perusahaan ini jadi M**** Jawa.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Saya terkejut mendengar tuntutan mereka karena tak pernah terlintas sedikit-pun bahwa perusahaan kami akan menerapkan diskriminasi ras seperti yang mereka tuduhkan, bahkan dari awal kami sudah diwanti-wanti oleh BOD untuk memprioritaskan tenaga lokal karena tidak ingin menjadi Freeport kedua. Tapi, rupanya bekerja di daerah Indonesia Timur memang tak semudah di Indonesia Barat, terutama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat lokal. Saya sudah beratus-ratus kali menyampaikan pada mereka bahwa kami tidak melakukan diskriminasi, dan kami melakukan rekrutmen berdasarkan keahlian, tapi apa yang saya sampaikan rupanya hanya dipahami dalam waktu singkat saja. Beberapa minggu kemudian bisa dipastikan mereka akan menyatroni kantor lagi untuk menuntut pekerjaan. Posisi saya jadi terjepit karena mereka yang menuntut pekerjaan rata-rata tidak memiliki pengalaman atau jika ada, memiliki attitude yang kurang baik dan banyak yang tidak memenuhi syarat pekerjaan, seperti tingkat pendidikan dan usia. Sampai dengan saat ini, saya masih belum menemukan cara yang efektif untuk memberikan pemahaman pada mereka bahwa perusahaan merekrut berdasarkan kompetensi dan ada prosedur-prosedur yang harus ditaati dalam penyelenggaraan rekrutmen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang bisa memberikan saran untuk saya ?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-3526990258510915982?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/3526990258510915982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/suka-duka-jadi-rekruter-di-pedalaman-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3526990258510915982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3526990258510915982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/suka-duka-jadi-rekruter-di-pedalaman-2.html' title='Suka Duka jadi Rekruter di Pedalaman (2)'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-7703770161660865521</id><published>2009-04-24T15:12:00.000+09:00</published><updated>2009-04-24T18:25:18.235+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hari istimewa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesadaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bumi'/><title type='text'>Apa yang bisa kita lakukan untuk bumi : Sebuah Refleksi Hari Bumi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April, tahun ini jatuh pada hari Rabu. Mengapa Bumi diberi hari khusus ? Karena Bumi adalah tempat kita bernaung, tempat kita diberi kehidupan oleh Tuhan sebagai manusia sehingga sudah selayaknya dan sepantasnya jika Bumi kita hargai. Lantas mengapa saya baru menulis tentang Bumi di hari Jumat, sementara banyak orang sudah mencapai klimaks membicarakan tentang Bumi di hari Rabu ? Ya hanya satu jawabannya...karena saya ingin membuka wacana baru bahwa Bumi ada untuk kita setiap hari, dari kita menghirup nafas sampai kita menghembuskan nafas terakhir, sehingga bicara tentang Bumi dan membalas budi baik sang Bumi tidak terbatas pada jam, hari, bulan dan tahun khusus, tapi harus kita lakukan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bicara saja tak cukup jika menyangkut tentang Bumi karena Bumi tidak lagi memerlukan kata-kata, tapi tindakan karena Bumi sudah semakin lelah menampung semua penghuninya selama jutaan tahun. Jadi, apa yang sudah Anda lakukan untuk Bumi ?&lt;br /&gt;Saya sendiri sadar bahwa saya belum berbuat banyak untuk Bumi, apa yang saya lakukan bahkan banyak yang masih di angan-angan, tidak tercetus dalam kata-kata, apalagi dalam tindakan. Inilah beberapa hal yang sudah saya lakukan untuk Bumi :&lt;br /&gt;1. mematikan kran air ketika sedang mencuci tangan, tidak membiarkan air terus mengalir ketika saya sedang mencuci tangan dengan sabun dan baru menghidupkannya kembali ketika akan membasuh tangan&lt;br /&gt;2. mematikan lampu ruangan kantor ketika jam istirahat&lt;br /&gt;3. mematikan lampu kamar jika tidur&lt;br /&gt;4. mencopot charger dari colokan ketika sudah tidak dipakai&lt;br /&gt;5. mematikan seluruh aliran listrik jika bepergian (tidak membiarkannya dalam keadaan stand by)&lt;br /&gt;6. lebih suka berjalan kaki daripada naik ojek jika jaraknya masih masuk akal untuk ditempuh dengan kaki&lt;br /&gt;7. lebih suka makan di tempat daripada membungkus&lt;br /&gt;8. sebisa mungkin menghabiskan makanan, tidak menyisakan makanan&lt;br /&gt;9. menggunakan kertas bekas&lt;br /&gt;10. berusaha membawa kantong belanjaan sendiri untuk menghindari penggunaan plastik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, saya baru melakukan 10 hal saja untuk Bumi padahal Bumi sudah melakukan banyak hal untuk saya sepanjang saya menghirup nafas kehidupan. Semoga saja Anda melakukan lebih banyak tindakan baik untuk Bumi, dibandingkan dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Avignam jagad samagram!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-7703770161660865521?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/7703770161660865521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/apa-yang-bisa-kita-lakukan-untuk-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7703770161660865521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/7703770161660865521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/apa-yang-bisa-kita-lakukan-untuk-bumi.html' title='Apa yang bisa kita lakukan untuk bumi : Sebuah Refleksi Hari Bumi'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-1936546346962563924</id><published>2009-04-22T14:04:00.000+09:00</published><updated>2009-04-22T17:11:17.439+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hari kartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Perempuan : Sebuah Refleksi Hari Kartini</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Perempuan, dimanapun mereka berada, akan selalu menarik perhatian karena perempuan adalah ciptaan Tuhan yang penuh misteri-lembut sekaligus tegar, ringkih sekaligus kuat-dan penuh pesona. Oleh karena itu, perempuan kerap kali menjadi objek yang diperebutkan oleh berbagai pihak karena pesonanya itu, terutama oleh lawan jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan memang tak pernah habisnya sebagai bahan tulisan ataupun bahan diskusi karena perempuan adalah makhluk Tuhan yang mampu melakukan berbagai macam peran di balik tubuhnya yang gemulai dan terkesan lemah itu. Bahkan, perempuan memiliki berbagai macam hari yang diperingati khusus, seperti hari Ibu dan hari Kartini. Tapi, di tengah-tengah segala keistimewaan dan keelokannya itu, perempuan masih seringkali dipandang dengan sebelah mata, bahkan kadang mendapatkan perlakuan yang tak manusiawi, seperti kasus yang baru saja dialami oleh artis cantik Indonesia di negeri seberang. Ia adalah seorang perempuan yang dianugerahi kecantikan mempesona, namun sayangnya ia mendapatkan perlakuan yang tidak sepantasnya dari laki-laki yang telah menjadi suaminya. Ia mengalami kekerasan di dalam istana megah yang diberikan kepadanya. Ternyata, kekerasan pada perempuan tak memandang status sosial ekonomi dan derajat pesona-nya. Apa yang menyebabkan perempuan kerap menjadi objek penderita ? Menurut saya, karena perempuan tak memiliki posisi tawar yang tinggi dalam kehidupan masyarakat, apalagi dalam masyarakat Indonesia, dimana laki-laki masih memegang peranan sebagai 'nahkoda rumah tangga'. Selain itu, perempuan juga memiliki harta yang sangat berharga yang selalu melekat pada dirinya dan dibawa kemanapun mereka pergi, hingga mereka mati, yaitu 'kehormatan' *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bisa dibaca sebagai keperawanan*&lt;/span&gt;. Dan karena sifat dasar manusia adalah rakus, maka harta berharga milik perempuan-pun tak luput dari incaran untuk dikuasai, dimiliki secara paksa, sehingga kemudian muncullah kasus-kasus penganiyaan terhadap perempuan demi memperebutkan harta tersebut. Perempuan-pun kerap menjadi sasaran pelecehan karena perempuan sering sekali dipandang dari satu sudut pandang saja, yaitu dari segi fisik. Perempuan acap kali dipandang sebagai makhluk yang tak memiliki otak sehingga tak mampu menghasilkan karya hebat dan akibatnya, perempuan-pun mendapatkan perlakuan yang tak senonoh. Sungguh ironis hidup seorang perempuan. Dianugerahi Tuhan dengan berbagai macam pesona agar dapat hidup bahagia, tapi juga kerap kali menanggung derita karena pesona itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, perempuan tak selamanya diam. Perempuan adalah makhluk yang dianugerahi Tuhan berlapis-lapis ketegaran sehingga mereka tak pernah menyerah dengan segala perlakuan lingkungan yang memandangnya rendah. Oleh karena itu, kita seringkali mendengar kisah-kisah tentang perempuan yang berhasil dalam bidangnya, bahkan melebihi prestasi laki-laki. Bahkan Indonesia pernah mencatat dalam sejarahnya pernah memiliki seorang presiden perempuan, yaitu Megawati Soekarno Putri. Hal ini membuktikan bahwa perempuan kini tak lagi bisa dipandang remeh dan rendah. Perempuan dengan segala pesonanya layak untuk mendapatkan tempat yang sejajar dengan laki-laki di dunia ini.&lt;br /&gt;Perempuan diciptakan oleh Tuhan dari tulang rusuk laki-laki sehingga ia dapat berjalan bersisihan dengan laki-laki dalam menjalani hidup ini, bukan di atas laki-laki apalagi diinjak oleh laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Perempuan! Selamat Hari Kartini untuk seluruh kaum Perempuan di Indonesia! Anda adalah orang-orang hebat!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-1936546346962563924?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/1936546346962563924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/perempuan-sebuah-refleksi-hari-kartini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1936546346962563924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1936546346962563924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/perempuan-sebuah-refleksi-hari-kartini.html' title='Perempuan : Sebuah Refleksi Hari Kartini'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2489219796898769554</id><published>2009-04-17T12:59:00.000+09:00</published><updated>2009-04-17T14:25:23.765+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merauke'/><title type='text'>Rumahku Istanaku</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semalam, saya melihat program yang cukup bagus di RCTI, yaitu program &lt;a href="http://www.rcti.tv/sinopsis/bedah-rumah"&gt;Bedah Rumah&lt;/a&gt;. Program ini ditayangkan setiap hari Kamis dan Jumat, pk. 18.15 WIT. Program ini bertujuan untuk menyentuh rasa kemanusiaan para pemirsanya, karena dalam program ini akan disajikan sebuah potret kehidupan dari orang-orang yang terpinggirkan dimana mereka adalah orang-orang yang sangat miskin namun berhati emas *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tekun, ulet, tak pantang menyerah, sederhana*, &lt;/span&gt;yang tak mampu membangun rumah yang layak. Untuk menarik perhatian, program ini mengikutsertakan artis yang diminta untuk menyelami kehidupan para 'target bedah rumah'. Setelah sehari semalam tinggal bersama mereka, sang bintang tamu akan memberikan hadiah berupa tulisan, yaitu "Selamat! Rumah Anda akan kami bedah" dan sim salabim...dalam waktu yang singkat, hanya beberapa jam saja, rumah yang tadinya tak layak huni menjadi tak sekedar layak huni, tapi juga tampak elegan dengan desain eksterior dan interior yang sangat apik. Sebuah program yang bagus kan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya penasaran adalah...apakah rumah yang telah dibedah itu akan awet mengingat dibangun hanya dalam waktu singkat ? Kemudian, apakah nantinya sang empunya rumah akan sanggup membiayai perawatan rumah dan segala perlengkapannya ? Saya sering memperhatikan, sebelum dibedah mereka tidak memiliki pesawat TV ataupun lemari es, tapi setelah dibedah mereka jadi punya segala macam peralatan elektronik dengan spesifikasi produk yang cukup mewah. Darimana mereka akan membayar tagihan listriknya ya? Dan, saya jadi khawatir bahwa nantinya mereka tidak dapat menerima BLT (Bantuan Langsung Tunai), yang sempat diributkan oleh partai-partai politik saat kampanye pemilu kemarin, karena dengan tampilan rumah yang bagus mereka akan dicap sebagai kalangan berpunya. Duh...semoga saja hal-hal yang saya kuatirkan di atas sudah dipikirkan oleh penggagas program briliyian ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, program ini hanya diadakan di sekitar kota Jakarta saja, tidak menyentuh propinsi lain *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;atau saya yang tidak tahu ya?* &lt;/span&gt;Padahal, jika kita melihat daerah lain, misalnya Merauke *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;contoh yang sangat gampang karena saya tinggal disini*, &lt;/span&gt;ada banyak rumah yang lebih tidak layak huni dibandingkan dengan rumah-rumah yang masuk program bedah rumah. Rata-rata rumah di kabupaten Merauke didirikan atas bantuan pemerintah, terutama rumah untuk masyarakat lokal dan masyarakat transmigran. Memang ada banyak rumah bantuan yang akhirnya berkembang menjadi rumah yang nyaman untuk jadi tempat tinggal, tapi masih banyak juga rumah yang semakin bobrok hingga kondisinya mengkhawatirkan. Rumah-rumah ini terbuat dari papan kayu dengan ukuran sekitar 4x5m dengan kamar mandi dan WC yang terpisah jauh dari rumah. Listrik-pun seringkali tak mereka miliki. Apakah ini bisa disebut layak huni ? Seringkali ketika melewati rumah-rumah tersebut saya tidak percaya bahwa saya masih ada di Indonesia, karena saya terbiasa melihat rumah tembok dengan desain arsitektur yang canggih dan dilengkapi dengan 'isi rumah' yang cukup komplit. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;saya harus mengucap syukur berkali-kali setiap kali melihat rumah papan itu* &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Duh...kenapa ya program Bedah Rumah tidak diadakan di Merauke juga ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SegPWDQ8QNI/AAAAAAAAAC4/cjkGtEx8kDY/s1600-h/IMG_0783.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SegPWDQ8QNI/AAAAAAAAAC4/cjkGtEx8kDY/s320/IMG_0783.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325523430873514194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Foto diambil di Muara Bian.&lt;br /&gt;Rumah di atas masih termasuk dalam kategori rumah papan yang cukup besar dan layak di Merauke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2489219796898769554?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2489219796898769554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/rumahku-istanaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2489219796898769554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2489219796898769554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/rumahku-istanaku.html' title='Rumahku Istanaku'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SegPWDQ8QNI/AAAAAAAAAC4/cjkGtEx8kDY/s72-c/IMG_0783.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-457397010750084121</id><published>2009-04-16T14:34:00.000+09:00</published><updated>2009-04-16T15:30:53.702+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fotografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foto'/><title type='text'>Fotografer Gadungan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kemarin saya menemukan satu forum di internet yang menarik untuk diikuti, yaitu &lt;a href="http://kfk.kompas.com"&gt;Klinik Fotografi Kompas&lt;/a&gt;. Forum ini berisi orang-orang yang mencintai dunia fotografi dan mempublikasikan karya-karyanya secara terbuka. Saya tertarik untuk mengikuti forum ini karena saya baru mencoba terjun dalam aktivitas baru, yaitu fotografi. Saya sebenarnya tertarik dengan dunia fotografi sudah lama, tapi baru benar-benar tertarik ketika mengikuti sebuah even yang diselenggarakan oleh Indo Backpacker, yaitu Jakarta Journey II. Waktu itu, saya tidak bawa kamera sama sekali karena memang tidak punya, dan saya sangat iri pada teman-teman yang tampak asyik jeprat jepret di sana sini. Dan, lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mupeng &lt;/span&gt;lagi ketika mereka memamerkan hasil fotonya. Duh...saya juga mau! Dan akhirnya, setelah menabung cukup lama, saya akhirnya punya kamera juga. Kamera pertama saya adalah Canon EOS 1000D yang saya beli secara online *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nekat mode on* &lt;/span&gt;karena saya tidak sabar untuk segera punya kamera. Jepretan pertama saya adalah kamar saya sendiri. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, menjadi fotografer yang apik ternyata tak cukup hanya bermodalkan kamera bagus saja. Hal ini saya buktikan sendiri. Latihan yang rutin dan rajin bertanya pada yang sudah ahli adalah salah satu kunci sukses untuk dapat menghasilkan foto yang bagus. Dan, kunci sukses lainnya adalah keberanian atau percaya diri. Yup...menjadi fotografer ternyata juga butuh keberanian dan rasa percaya diri, terutama jika Anda tertarik pada tema kehidupan sehari-hari. Saya yang tertarik pada pemandangan / landscape dan kegiatan manusia sangat bermasalah dengan keberanian dan kepercayaan diri. Mengabadikan sebuah moment dengan tema kegiatan manusia sangatlah tidak mudah, apalagi jika kita ingin menangkap peristiwa-peristiwa natural. Beberapa waktu yang lalu, saya mencoba memotret kehidupan masyarakat di tepi pantai dan juga ekspresi wajah teman-teman yang sedang menunggu jemputan kendaraan, tapi saya gagal. Saya gagal mengabadikan pose-pose natural karena setiap kali saya membidikkan kamera, teman-teman langsung berpose. Dan, ketika saya ingin mengabadikan foto masyarakat asli yang sedang melakukan aktivitas sehari-hari, saya merasa takut kalau mereka menangkap basah saya yang sedang memotret dan akhirnya berprasangka buruk. Akhirnya, saya tidak memotret yang saya inginkan. Pikiran-pikiran seperti itulah yang akhirnya menghambat saya menghasilkan karya-karya apik. Selain perasaan takut, saya juga sering minder memotret moment atau sesuatu yang saya inginkan karena setiap kali saya mengeluarkan kamera, saya langsung ditatap beberapa pasang mata di sekeliling saya *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;atau hanya perasaan saya saja ya?* &lt;/span&gt;karena kamera saya yang cukup menonjol secara ukuran dan bentuk fisiknya. Saya kurang PD, takut dianggap norak dan aneh. Hehehehe...apa ini sindrom pemula ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain takut dan kurang PD, saya juga banyak berpikir ketika akan mengambil foto sehingga saya sering lambat memutuskan untuk memotret atau tidak. Alhasil...saya sering kehilangan moment bagus. Hmm...tampaknya masih butuh waktu yang lama bagi saya untuk tak sekedar menjadi 'fotografer gadungan'. Tapi, saya mulai mengikis rasa tidak PD dan ketakutan yang 'nggak mutu' ini dengan mencoba mem-publikasikan foto saya di &lt;a href="http://kfk.kompas.com/sfkphotos/2009/04/15/menjelang-sore-di-muara-kumbe-merauke-12009"&gt;KFK&lt;/a&gt;. Berikan feed back Anda sebagai pemicu kreativitas saya di dunia fotografi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-457397010750084121?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/457397010750084121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/fotografer-gadungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/457397010750084121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/457397010750084121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/fotografer-gadungan.html' title='Fotografer Gadungan'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-8999016517816190157</id><published>2009-04-14T14:01:00.000+09:00</published><updated>2009-04-14T15:59:39.891+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merauke'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='air'/><title type='text'>Air Hidup</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beberapa hari ini, saya tertarik mengamati sekumpulan laki-laki yang menimba air dari sumur di pinggir jalan. Sebenarnya ketertarikan saya akan aktivitas mereka sudah sejak dulu, tapi baru terjawab ketika hari libur kemarin di rumah salah seorang teman. Mereka menggunakan jasa para lelaki perkasa ini untuk mensuplai air yang digunakan untuk menyambung hidup sehari-hari, seperti memasak, mandi, dan lain-lain. Dan, harga yang harus dibayar untuk 13 jerigen air ini tergantung dari jarak tempuh sang lelaki perkasa dari sumber air ke rumah-rumah pelanggannya. Teman saya, yang rumahnya berjarak sekitar 4 km dari sumber air harus merogoh kantongnya agak dalam untuk mengeluarkan uang Rp. 40.000. Harga yang sangat mahal untuk air, tapi apa daya...yang dibeli bukan saja air tapi juga tenaga para lelaki perkasa yang menyusuri jalanan aspal panas dengan kaki telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air memang sumber kehidupan, tapi saya baru benar-benar menyadarinya ketika berada di Merauke. Topografi Merauke yang berupa dataran rendah dan nyaris dipenuhi oleh rawa menyebabkan Merauke mengalami kesulitan untuk menyediakan air bersih bagi penghuninya. Di beberapa tempat, air tidaklah sulit didapat, tapi ternyata tak layak untuk dikonsumsi karena airnya asin. Ini terjadi di daerah-daerah pinggiran pantai, seperti rumah teman saya. Di tempat-tempat yang bukan pinggiran pantai dan punya sumber air yang baik-pun, tak menjamin airnya layak untuk dikonsumsi, sehingga jasa penyediaan air minum galon-pun laris manis. Di musim hujan, para lelaki perkasa akan sejenak beristirahat karena para pelanggannya memilih untuk menampung air hujan yang tercurah dari langit dalam bak-bak penampungan sehingga mereka bisa berhemat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air memang sumber kehidupan. Di Merauke, saya baru menyadari arti penting air dan lebih menghargai jasa orang-orang perkasa yang telah berjalan ribuan kilometer untuk mensuplai air. Sungguh suatu profesi yang mulia dan tak akan pernah lekang oleh waktu, kecuali Indonesia sudah memiliki teknologi canggih untuk menyediakan air bersih dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SeQz_ydpHII/AAAAAAAAACw/ipdIDyp9cnA/s1600-h/IMG_0977.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SeQz_ydpHII/AAAAAAAAACw/ipdIDyp9cnA/s320/IMG_0977.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324437830429645954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-8999016517816190157?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/8999016517816190157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/air-hidup.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8999016517816190157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8999016517816190157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/air-hidup.html' title='Air Hidup'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SeQz_ydpHII/AAAAAAAAACw/ipdIDyp9cnA/s72-c/IMG_0977.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-8771638108456282580</id><published>2009-04-11T10:29:00.000+09:00</published><updated>2009-04-11T13:01:45.667+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merauke'/><title type='text'>Pemilu....oh....Pemilu</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pemilu akhirnya datang lagi setelah 5 tahun berlalu sejak tahun 2004. Pemilu kali ini saya cukup bersemangat untuk berpartisipasi karena alasan-alasan eksternal, yaitu ini pemilu pertama saya di daerah Indonesia Timur jadi saya ingin ikut merasakan situasinya, dan kedua...saya ingin mencoba menggunakan kamera baru saya untuk memotret momen-momen khusus. Hehehehe...alasan yang aneh ya ? Saya sendiri tidak terlalu tertarik dengan siapa yang menang karena menurut saya, siapapun pemenangnya tidak terlalu signifikan merubah kehidupan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 10 saya datang ke kantor karena ada janji dengan teman-teman yang tergabung dalam 1 TPS untuk mencontreng bersama. Menurut informasi yang kami peroleh dari OB di kantor, kami terdaftar di TPS 21, yaitu TPS yang terletak di sasana tinju, belakang kantor. Kami-pun bergegas kesana karena menurut informasi, kami harus mendaftar dulu kemudian menunggu untuk dapat panggilan dan saat ini, situasinya sedang antri. Sampai disana, kami memang melihat ada banyak orang tengah antri dan kami sempat bingung tentang tata cara pendaftaran dan pemilihan karena tidak ada keterangan apapun yang ditempel di TPS.  Akhirnya, kami iseng melihat DPT yang dipasang di pintu masuk dan...nama kami tidak ada. Weks! Takut bahwa kami kurang teliti melihat DPT karena nama tidak tersusun sesuai abjad, kami menelusuri lagi satu demi satu nama dari berlembar lembar DPT TPS 21 dan nama kami-pun tetap tak ada. Wah...bagaimana ini? Salah seorang petugas TPS menyarankan kami untuk melihat DPT di kantor kelurahan karena disana datanya lengkap. Hmm...untung saja kantor kelurahan letaknya dekat, jadi kami-pun rela menuju ke sana untuk menunaikan kewajiban sebagai warga negara yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di kantor kelurahan, kami tidak sendiri. Ada banyak orang yang sibuk mencari nama masing-masing di dalam DPT yang ditempel di papan pengumuman kantor kelurahan. Masih tidak percaya nama kami tidak ada di TPS 21, sekali lagi saya mencari nama kami dalam DPT TPS 21 dan daftar itu tetap sama, tidak ada yang berubah-nama kami tetap tidak ada. Fiuh! Akhirnya, saya melirik DPT di sebelah, yaitu di TPS 22. Lembar demi lembar saya susuri hingga ke halaman terakhir dan...nama saya tertera dengan indahnya di urutan 295. Duh senangnya... Saya bisa ikut pemilu di TPS 22! Yang saya heran, kami beralamat di satu rumah tapi berbeda TPS. OB dan istrinya terdaftar di TPS 21, sementara saya dan 4 teman yang lain terdaftar di TPS 22. Ada yang tahu bagaimana cara penyusunan DPT?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SeAVwfAxULI/AAAAAAAAACo/b6EyWmLLyb8/s1600-h/IMG_0986.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SeAVwfAxULI/AAAAAAAAACo/b6EyWmLLyb8/s320/IMG_0986.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323278682254561458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Dari kantor kelurahan, kami langsung meluncur ke TPS 22 yang berlokasi di kantor DISPENDA, Merauke, 300 m dari kantor. Sampai disana, TPS sepi, hanya ada para saksi saja. Saya kurang tahu pasti apakah kami yang datang terlambat atau TPS ini memang sepi peminat karena menurut kabar burung, Pemilu kali ini jumlah golput meningkat pesat. Kami langsung mendaftar di petugas pendaftaran dengan menunjukkan KTP masing-masing. Setelah itu, langsung menuju petugas yang memberikan kartu suara. Kami dapat 4 macam kertas suara, entah untuk apa saja, yang jelas warnanya kuning, merah, biru dan hijau. Kami dapat pesan sponsor dari petugas tersebut, "Nanti kalau kertas suaranya robek, kasih kembali ya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat kertas suara, kami langsung menuju bilik pemungutan suara. Yang pertama saya buka ternyata kertas suara untuk perwakilan daerah dan saya bingung karena tidak mengenal sama sekali caleg-caleg yang wajahnya terpampang di kertas suara itu. Beberapa memang pernah saya lihat di poster-poster sepanjang jalan tapi saya tidak yakin dengan reputasinya, jadi saya melewatkan kertas suara perwakilan daerah tersebut dan berniat untuk golput. Kertas berikutnya yang saya buka adalah kertas suara yang memuat nama partai dan calegnya, tapi saya tidak memperhatikan untuk pemilihan mana. Karena saya hanya memilih partai, saya tidak begitu peduli pada caleg-calegnya. Selesai mencontreng, saya kesulitan untuk melipat kertas suaranya! Butuh waktu 1,5 menit untuk menemukan pola lipatan yang benar. Hehehe...lambat banget ya? Tapi, itu hanya berlaku untuk kertas suara pertama saja. Kertas suara kedua dan ketiga saya sudah paham pola lipatan dan letak partai pilihan saya, jadi tidak perlu membuka kertas suaranya lebar-lebar, jadi waktu yang dibutuhkan untuk mencontreng tidak lama. Tapi kerugiannya adalah saya jadi tidak tahu kalau ada cacat di kertas suara itu. Biarlah...! Setelah 3 kertas suara selesai, saya teringat pada iklan yang dibintangi Maudy Kusnaidi, yaitu "PILIH CALEG PEREMPUAN!". Akhirnya, saya buka kembali kertas suara untuk perwakilan daerah dan saya contreng caleg perempuan yang paling 'lokal'. Hehehe...kemakan iklan banget ya? Hidup Perempuan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contreng mencontreng-pun selesai, saya kemudian memasukkan semua kartu ke dalam kotaknya masing-masing. Dan, mencelupkan jari di tutup botol tinta pemilu sebagai tanda sudah menggunakan hak pilih. Lup...kelingking saya-pun jadi biru! Sayangnya, petugas di TPS 22 ini kurang sigap dalam menunaikan tugasnya. Saya hampir kelupaan mencelupkan jari, bahkan teman saya sudah pergi dari TPS, baru ingat belum mencelupkan jari dan tak satupun petugas TPS yang mengingatkan padahal botol tinta dijaga oleh petugas tersendiri. Hmm...semoga saja itu adalah kejadian yang tidak disengaja! Selesai memilih, kami-pun pulang ke rumah masing-masing. Hingga saat ini, saya tidak tahu siapa yang tampil jadi pemenang di TPS 22. Epen kah? :)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-8771638108456282580?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/8771638108456282580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/pemiluohpemilu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8771638108456282580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8771638108456282580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/pemiluohpemilu.html' title='Pemilu....oh....Pemilu'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SeAVwfAxULI/AAAAAAAAACo/b6EyWmLLyb8/s72-c/IMG_0986.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-5110142352239841877</id><published>2009-04-08T15:19:00.000+09:00</published><updated>2009-04-08T15:27:11.852+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>Contreng Menyontreng</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hore...nama saya ada di dalam DPT!&lt;br /&gt;Ternyata, saya masih tercatat sebagai warga negara yang memiliki hak pilih dan saya bertekad tidak akan mensia-siakan kesempatan 5 tahun sekali ini dengan datang ke TPS 21 yang terletak di sasana tinju. Saya juga bertekad untuk mengabadikannya dalam foto-foto menggunakan kamera baru saya. Hidup Indonesia!&lt;br /&gt;Tunggu laporan saya dari TPS 21!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-5110142352239841877?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/5110142352239841877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/contreng-menyontreng.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/5110142352239841877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/5110142352239841877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/contreng-menyontreng.html' title='Contreng Menyontreng'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-5601390056441936196</id><published>2009-04-06T15:57:00.000+09:00</published><updated>2009-04-07T18:05:02.794+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merauke'/><title type='text'>Suka Duka jadi Rekruter di Pedalaman (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saya adalah seorang praktisi HRD dengan spesialisasi di rekrutmen dan training. Selama 1 tahun ini, saya bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di industri pengolahan kayu dan ditempatkan di Merauke, Papua. Jika anda mendengar kata Papua, apa yang terbayang di benak Anda ? Kalau saya, yang terbayang di benak saya saat pertama kali ditawari bekerja di Merauke adalah kondisi alam yang menantang dan SDM yang kualitasnya jauh tertinggal dari SDM yang ada di Jawa, dan...bayangan saya tepat sekali dengan kenyataan. Ada banyak kisah duka yang menguras emosi dan membuat saya berlinangan air mata, dan hanya sedikit saja kisah suka ketika menjalankan tugas di Tanah Papua tercinta ini. Tapi, saya percaya ini hanya terjadi di awal-awal saja karena proyek perusahaan saya yang masih embrio. Dan jika perusahaan ini terus berkembang dan eksis, saya yakin kisah suka akan lebih banyak menghiasi hari-hari saya dibanding kisah duka. Berhubung peristiwa yang terjadi saat ini adalah sesuatu yang tidak bisa diulang dan pengalaman adalah guru yang paling baik di dunia, maka saya mencoba untuk menuliskan semua hal yang saya alami-baik suka maupun duka, di blog ini agar bisa menjadi bahan pembelajaran bagi saya di kemudian hari atau bagi siapapun yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah pertama saya akan diawali dengan kisah duka. Tiba di Merauke, saya langsung dihadapkan pada job desc yang tidak jelas karena saya adalah satu-satunya HRD di masa itu. Alhasil, saya stress luar biasa di 3 bulan pertama karena saya harus mengerjakan hal-hal yang tidak ada dalam kamus pengalaman saya selama ini. Bahkan, pekerjaan yang biasa saya lakukan-pun tidaklah mudah untuk dilaksanakan karena berbagai kendala. Sebagai seorang rekruter tentu saja tugas utama saya adalah merekrut kandidat yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan serta permintaan user. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengerjakan tugas itu adalah mempublikasikan lowongan kerja dan sourcing kandidat dari data yang ada. Langkah awal ini mudah untuk dilakukan meski menggunakan media konvensional, yaitu lewat RRI, dengan biaya Rp. 25.000/siaran. Animo masyarakat-pun cukup bagus, yang terbukti dari banyaknya lamaran yang masuk setelah pengumuman lowongan disiarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala mulai ada ketika langkah kedua rekrutmen dijalankan, yaitu pemanggilan kandidat dan dari sinilah kisah duka saya dimulai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Hmmm...kandidat ini sepertinya bisa untuk posisi itu. Panggil ah!" *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ini pikiran saya ketika sedang sourcing lamaran*&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;"Tit..tut...tit...tut...tit...tut...tit...tut...tit...tut...tit...tut" *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;saya memencet nomer telpon yang tertera di surat lamaran dengan semangat 45*&lt;br /&gt;"&lt;/span&gt;Maaf...nomer yang anda hubungi tidak aktif atau berada di luar jangkauan" &lt;span style="font-style: italic;"&gt;*ini adalah jawaban yang saya terima dari seberang sana*&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Hmm...belum beruntung ni, orang. Coba yang lain ah!" &lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Saya belum menyerah ketika yang pertama gagal dihubungi*&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Tit..tut...tit...tut...tit...tut...tit...tut...tit...tut...tit...tut" *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;adegan pemencetan nomer telpon kandidat terulang&lt;br /&gt;"&lt;/span&gt;Truuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuttttttttttttttttttt" &lt;span style="font-style: italic;"&gt;*suara di seberang diganti dengan bunyi bising&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dan, adegan di atas terjadi berkali-kali hingga stok lamaran yang bisa dipertimbangkan telah habis di tangan saya. Damn! Apakah orang-orang ini semua HPnya dicuri atau habis masa aktifnya bersama-sama ? Saya-pun menggerutu sendiri! Inilah akibat dari murahnya kartu perdana...membuat konsumen gampang ganti nomer dan akhirnya menyusahkan rekruter seperti saya. Fenomena ini membuat saya tertarik untuk membuat penelitian dengan hipotesa "Semakin murah kartu perdana maka semakin sulit orang mendapatkan rejeki dari perusahaan" Fiuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala lainnya adalah...banyak kandidat tidak punya nomer telepon. OMG! Serasa kembali ke tahun 80-an deh! Alhasil, saya terpaksa menggunakan pilihan terakhir, yaitu memakai jasa 'pak pos melayang di udara' alias radio, untuk memanggil kandidat-kandidat yang saya inginkan. Hasilnya...hanya 50% yang mendengar dan datang! Niat gak sih ?????!!!!!!!!@@@@########&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari pengalaman pertama yang buruk, saya akhirnya memasang berita tambahan setiap kali membuka pengumuman lowongan, yaitu mohon mencantumkan nomer telepon yang bisa dihubungi di surat lamaran! Hasilnya...yang mencantumkan nomer telepon prosentasenya meningkat! Tapi, tidak menjamin bisa dihubungi ketika waktu pemanggilan tiba karena...kartu perdana sangat murah dan sinyal jatuhnya tidak merata! Damn again!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;to be continued-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-5601390056441936196?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/5601390056441936196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/suka-duka-jadi-rekruter-di-pedalaman-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/5601390056441936196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/5601390056441936196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/suka-duka-jadi-rekruter-di-pedalaman-1.html' title='Suka Duka jadi Rekruter di Pedalaman (1)'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-1877397902180486171</id><published>2009-04-04T10:23:00.000+09:00</published><updated>2009-04-04T13:26:42.510+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rekayasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='eksploitasi'/><title type='text'>Jangan percaya pada foto!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SdbgdlYEK8I/AAAAAAAAACg/ZhcYrYuBqQ0/s1600-h/IMG_0740.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SdbgdlYEK8I/AAAAAAAAACg/ZhcYrYuBqQ0/s320/IMG_0740.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320686808638696386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Foto mampu bercerita tentang banyak hal, apapun objeknya. Banyak orang yang gembira mengetahui dirinya diabadikan melalui foto, tapi ada pula yang sedih bahkan marah karena mereka sedang melakukan hal-hal yang melanggar norma masyarakat atau sedang dalam kondisi yang buruk &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ketika diabadikan melalui foto, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;seperti &lt;a href="http://www.kapanlagi.com/g/sarah_azhari_party_abis.html"&gt;mbak sarah azhari. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi foto bisa juga tidak jujur, apalagi di jaman teknologi canggih seperti sekarang ini. Foto-foto banyak direkayasa dengan berbagai macam program edit foto. Tapi, tenang...jika anda merasa ada kejanggalan ketika melihat sebuah foto, anda bisa menghubungi Roy Suryo, seorang pakar telematika. Dia bisa menganalisa foto Anda dan menentukan dengan mudah, apakah foto tersebut direkayasa atau sungguhan. Tapi, saya tidak akan membahas kehebatan mas Roy Suryo ini karena saya memang kurang tertarik dengan bahasan teknologi. Saya lebih tertarik pada latar belakang sebuah foto dibuat dan emosi yang terpapar pada wajah-wajah di dalam foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, seorang teman memamerkan sebuah foto di internet. Dalam foto tersebut, ia tampak bercengkrama dengan anak-anak di sebuah pedalaman Papua. Sebuah foto yang sangat menyentuh! Tapi, apakah benar apa yang terjadi sesungguhnya seindah yang terpapar di foto ? Tentu saja tidak ! Karena foto itu dibuat dengan sengaja alias membuat sebuah momen rekayasa sehingga tampak seolah-olah teman saya tersebut berinteraksi dengan penuh pengabdian. Dan, itu bukan saja dilakukan oleh seorang teman tapi beberapa teman. Mereka memanfaatkan momen-momen tertentu untuk berfoto dengan masyarakat yang 'unik' dan akhirnya dipamerkan di situs-situs jejaring sosial, seperti Facebook atau Friendster untuk mengundang decak kagum dari kolega. Menurut saya, inilah yang namanya eksploitasi...memanfaatkan keberadaan pihak lain untuk kepentingan sendiri. Semakin tampak primitif atau aneh, akan semakin menarik fotonya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ... janganlah percaya pada sebuah foto begitu saja karena foto hanyalah suatu objek bisu yang tidak dapat berkata-kata apa yang terjadi senyatanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-1877397902180486171?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/1877397902180486171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/jangan-percaya-pada-foto.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1877397902180486171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/1877397902180486171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/jangan-percaya-pada-foto.html' title='Jangan percaya pada foto!'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SdbgdlYEK8I/AAAAAAAAACg/ZhcYrYuBqQ0/s72-c/IMG_0740.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-4695157460668536802</id><published>2009-04-02T15:50:00.000+09:00</published><updated>2009-04-02T17:06:12.071+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembangunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='infrastruktur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merauke'/><title type='text'>Janji Manis</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hari ini ada artikel menarik di Kompas, yaitu tentang &lt;a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/02/11331424/JK.Jika.Golkar.Menang..Infrastruktur.Dibangun"&gt;janji partai politik&lt;/a&gt;. Bukan...saya tak hendak mengkritisi &lt;a href="http://www.golkar.or.id/ver2.0/dinamis/"&gt;partai itu&lt;/a&gt;, tapi saya tertawa getir karena mereka sangat mudah sekali melontarkan kata-kata indah penyejuk hati atau yang lebih dikenal dengan nama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;janji. &lt;/span&gt;Dan, itu bukan hanya dilakukan oleh mereka tapi juga oleh puluhan partai lain. Memang sih tak ada salahnya mengumbar janji manis, apalagi di masa-masa kampanye seperti sekarang karena inilah moment yang tepat untuk melancarkan jurus-jurus menarik hati masyarakat. Tapi...mbok kalau buat janji itu yang realistis! Jika kami menang, maka infrastruktur akan dibangun! Saya jadi bertanya-tanya...beranikah mereka mengucapkan janji manis yang sama di daerah Merauke ? Sanggupkah mereka untuk membangun infrastruktur di Merauke jika mereka menang dengan kondisi infrastruktur Merauke yang seperti sekarang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SdRoaENONRI/AAAAAAAAACQ/NP_YQyINl_U/s1600-h/DSC00654.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 207px; height: 155px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SdRoaENONRI/AAAAAAAAACQ/NP_YQyINl_U/s320/DSC00654.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319991856846484754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saya kok sedikit pesimis bahwa mereka mampu melakukannya. Eits! Saya pesimis bukan tanpa dasar lho! Foto di atas adalah foto jalan menuju Jagebob, suatu distrik atau kecamatan di kabupaten Merauke. Jagebob sendiri sudah ada sejak pertengahan tahun 1980-an ketika program transmigrasi masih marak dan ini adalah jalan menuju kampung para transmigran. Coba Anda hitung sudah berapa kali pemilu sejak tahun 1980 ? Dan, siapakah yang keluar sebagai pemenang ? Berhasilkah mereka membangun infrastruktur di Merauke ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang membuat saya tertawa getir ketika membaca artikel di Kompas tadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;" &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika ...... menang, perbaikan infrastruktur di Sulteng akan segera dilaksanakan &lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Mengapa komitmen untuk membangun bangsa, harus menggunakan syarat ? Kesannya kok tidak ikhlas. Jika partai lain yang menang, apakah lantas mereka tidak mau ikut berpartisipasi membangun bangsa ? Sepertinya Anda semua sudah tahu jawabannya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kita tidak boleh patah arang hanya karena janji yang rasanya terlalu manis dan sekaligus kurang realistis. Bangsa ini maju bukan karena partai ini berhasil membuat itu atau partai itu sukses membangun ini. Bangsa ini maju karena kita-masyarakatnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maukah Anda berpartisipasi membangun bangsa ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SdRwq31ouYI/AAAAAAAAACY/qridhfb5dqA/s1600-h/Foto000.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 239px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SdRwq31ouYI/AAAAAAAAACY/qridhfb5dqA/s320/Foto000.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320000941677132162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Gambar mobil high land yang terjerembab ke dalam lumpur karena jalan yang rusak. Mobil ini sedang dalam perjalanan Merauke-Tanah Merah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;*foto diambil oleh Nurul-driver angkutan umum penumpang Merauke-Tanah Merah*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-4695157460668536802?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/4695157460668536802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/janji-manis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/4695157460668536802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/4695157460668536802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/04/janji-manis.html' title='Janji Manis'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SdRoaENONRI/AAAAAAAAACQ/NP_YQyINl_U/s72-c/DSC00654.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-5871238981677664528</id><published>2009-04-01T12:18:00.000+09:00</published><updated>2009-04-01T16:44:20.040+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jomblo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asmara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='palapsi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliah'/><title type='text'>Jejaring Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SdMXVLhMs8I/AAAAAAAAACA/ZxejVO2Zf-E/s1600-h/poster+jomblo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 230px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SdMXVLhMs8I/AAAAAAAAACA/ZxejVO2Zf-E/s320/poster+jomblo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319621237491413954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Semalam saya melihat film &lt;a href="http://www.sinemart.com/jomblo"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jomblo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, sebuah karya apik dari sutradara Hanung Bramantyo yang diangkat dari novel karya Adhitya Mulya. Film lama sih, tapi saya baru sempat melihatnya semalam dan saya merasa rugi baru melihatnya sekarang. Filmnya cukup unik dari segi sinematografi, but...saya tidak mau mengomentari dari sisi teknis perfilman karena saya bukan ahlinya. Saya tertarik pada jalan cerita filmnya karena menurut saya film ini sangatlah nyata dan menggambarkan romantika asmara di dunia kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jomblo &lt;/span&gt;sendiri berkisah tentang kehidupan empat orang cowok yang bersahabat dekat dan kuliah di Teknik Sipil UNB. Dari judul filmnya bisa ditebak bahwa keempat cowok tersebut adalah jomblo'ers karena berbagai alasan. Doni (Christian Sugiono) adalah tipe cowok playboy yang tidak siap menjalin komitmen, Bimo (Dennis Adhiswara) adalah tipe cowok yang pantang menyerah untuk mendapatkan pacar meski terkendala masalah fisik alias kurang tampan dan norak, Olip (Rizky Hanggono) adalah tipe cowok yang tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya dan sangat terobsesi pada satu wanita, sedangkan Agus (Ringgo Agus Rahman) adalah tipe cowok yang sangat idealis dalam mencari pacar. Adegan-adegan awal berisi tentang pandangan-pandangan keempat cowok tersebut tentang kriteria cewek idaman dan terus bergulir ke cara-cara mendapatkan cewek idaman tersebut. Konflik atau klimaks film mulai terjadi ketika ada kisah perselingkuhan dan rebutan kekasih di antara sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cerita yang biasa kan ? Tapi, saya yakin itulah kisah asmara sebagian besar mahasiswa di Indonesia, termasuk saya. Dulu, ketika masih muda *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sekarang juga masih awet muda* &lt;/span&gt;dan masih seneng-senengnya tinggal di kampus, saya terlibat di sebuah organisasi pecinta alam, PALAPSI. PALAPSI bukan hanya menjadi ajang berkegiatan di alam bebas yang mengandung resiko tinggi, tapi juga menjadi ajang olah asmara dengan tingkat kerumitan tinggi. Persis seperti jalan cerita di film jomblo! Hal ini terjadi karena nyaris sebagian besar waktu dihabiskan bersama-sama dengan teman satu organisasi, sehingga memungkinkan orang-orang yang terlibat di dalamnya untuk menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman berkegiatan, termasuk hubungan asmara. Si A suka pada si B, tapi si B suka pada C. Si A disukai oleh D, E, dan F. F dikejar oleh G. E gagal dapat A, menggaet H, putus, jalan sama I. Complicated! Kami menyebut hubungan rumit ini dengan jaring laba-laba cinta. Bahkan, seorang teman sempat iseng menggambarkan hubungan yang complicated itu dalam sebuah peta hubungan yang memang jika dilihat dari bentuk fisiknya menyerupai jaring laba-laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak sedikit yang akhirnya berhasil melewati masa-masa kritis romantika asmara jaman kuliah dan berakhir happy ending dengan pernikahan, tapi banyak pula yang berujung tragis seperti Doni dan Olip karena berebut cinta yang sama sehingga merusak persahabatan. Saya sendiri juga terjebak dalam jaring laba-laba itu. Saya sempat menyukai kakak kelas saya, sebut saja namanya A. Eh...ternyata yang suka pada A ini bukan hanya saya seorang, tapi ada 6 cewek lain dan kami semua bersahabat. Gila kan ? Dan, gawatnya si A tak pernah menjatuhkan pilihan karena A adalah tipe Doni-takut menjalani komitmen! Ada lagi kisah yang lebih gila...seorang teman, sebut saja N, disukai oleh kakak kelas bernama T dan P. Awalnya N suka pada T dan merekapun berpacaran, tapi kemudian si P lebih menarik hati N sehingga N-pun memutuskan T dan berpacaran dengan P. Akibatnya hubungan T dan P yang awalnya bersahabat menjadi tegang. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;maaf jika ceritanya kurang pas benar dengan kejadian sesungguhnya karena ini hanyalah pandangan dari pihak ketiga, bukan pelaku utama*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sebuah kisah asmara yang rumit dan banyak menguras emosi serta air mata pada jamannya, tapi kini kisah-kisah itu telah menjadi bagian dari sejarah dan selalu mengundang senyum dan tawa jika dikenang kembali. Beberapa teman yang terlibat dalam jaring laba-laba kini telah bahagia dengan pasangan hidupnya masing-masing, dan beberapa yang lain masih terus berjuang mengubah status jomblo, termasuk saya. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gambar diambil dari www.sinemart.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-5871238981677664528?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/5871238981677664528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/jejaring-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/5871238981677664528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/5871238981677664528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/jejaring-cinta.html' title='Jejaring Cinta'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/SdMXVLhMs8I/AAAAAAAAACA/ZxejVO2Zf-E/s72-c/poster+jomblo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-8136112358014493626</id><published>2009-03-31T15:19:00.000+09:00</published><updated>2009-03-31T16:31:00.174+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekerjaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laporan'/><title type='text'>Laporan...laporan...laporan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;5 menit yang lalu, saya menerima email dari manager saya di Jakarta. Beliau meminta laporan mingguan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="font-family: verdana; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style="font-family: verdana; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sesuai dengan pertemuan di site ,untuk HR report : Daily,  Weekly &amp;amp; Monthly&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kita sepakat utk start from tgl 21 Maret, akan ada weekly  report terutama utk laporan OT &amp;amp; Premi proyek , &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;termasuk evidence atas penyimpangan atas jam kerja/OT ,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;if  ada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;Up to today belum ada report ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Oh tidak...saya paling tidak bisa diminta untuk membuat laporan...dari dulu! Buat saya, laporan terlalu menyita energi dan waktu sedangkan hasilnya kadang tidak sebanding. Apalagi yang sifatnya mingguan! Duh...jangan-jangan waktu hanya akan habis untuk membuat laporan dan gak sempat lagi untuk bekerja. Hehehe....terlalu berlebihan ya ? Tapi, memang sih...kalau bagi saya, membuat laporan adalah hal yang paling memusingkan. Pusing disuruh mengingat-ingat kembali atau membuka arsip hanya untuk membuat laporan!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Saya jadi teringat ketika bekerja di perusahaan sebelumnya, yaitu di perusahaan media cukup terkemuka di Indonesia. Saya suka menunda membuat laporan, alhasil...ketika mau resign dan pindah ke perusahaan sekarang, saya harus berusaha keras menyelesaikan laporan-laporan yang terbengkalai. Saya bukannya tidak bisa membuat laporan tapi entah mengapa energi saya tidak pernah terdistribusi secara merata. Saya senang mempersiapkan segala sesuatu dan melaksanakan apa yang saya rencanakan tersebut, tapi giliran diminta untuk membuat laporannya, terutama laporan kegiatan, saya langsung mati ide. Energi saya melesat tinggi ketika pre dan during kegiatan, dan menukik turun tajam di post kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kesulitan membuat laporan bukan hanya saya alami ketika bekerja saja, tapi sudah sejak kuliah. Ketika saya masih aktif menjadi ketua divisi litbang di sebuah organisasi pecinta alam, bernama PALAPSI, saya sering sekali diminta untuk membuat sebuah kegiatan dalam skala besar dengan konsep yang cukup wah, seperti membuat program kreativitas mahasiswa dengan tema Outbound Training untuk mengurangi Agresivitas Remaja, dan beberapa penelitian kemasyarakatan. Keren kan ? *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mode narsis on*  &lt;/span&gt;Kegiatan-kegiatan tersebut saya lakukan dengan semangat 45, terutama saat pembuatan konsep. Dan, ketika konsep itu diterima dengan tepukan tangan oleh berbagai pihak, saya-pun semangat untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan sempurna. Tapi, seringkali pelaksanaan tak seindah konsep, sehingga ketika diminta membuat laporan, saya tak lagi bersemangat. Hehehe...ini sebenarnya sebuah denial bahwa saya tidak sanggup mengalami kegagalan. Eits...tapi itu tidak hanya dialami oleh saya seorang lho! Teman-teman satu organisasi juga paling malas jika diminta untuk membuat laporan. Gejala apa ya ini ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Saya pernah di tes di sebuah lembaga psikologi terkenal di Jakarta dalam rangka tes masuk sebuah perusahaan. Mau tahu hasilnya ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;Subjek perlu diyakinkan bahwa tugas yang sifatnya administratif dan pembuatan laporan penting untuk dilakukan dalam sebuah pekerjaan.&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;Saya jadi curiga...ketidakmampuan saya membuat laporan adalah bawaan orok. Hmm...jika begitu adanya, posisi apa ya...eh...pekerjaan apa ya yang cocok untuk saya ? *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;garuk-garuk kepala*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-8136112358014493626?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/8136112358014493626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/laporanlaporanlaporan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8136112358014493626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8136112358014493626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/laporanlaporanlaporan.html' title='Laporan...laporan...laporan'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-6742346899240161614</id><published>2009-03-30T17:44:00.000+09:00</published><updated>2009-03-30T17:59:44.719+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diri sendiri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulang tahun'/><title type='text'>Aku Ulang Tahun</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hari ini saya genap berusia 28 tahun. Tak ada yang istimewa di hari ulang tahun kali ini, selain inilah ulang tahun kedua yang saya lewati di tanah perantauan, jauh dari keluarga dan sahabat. Ulang tahun ini saya tak berani berharap banyak dan tidak mempunyai impian yang muluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulang tahun kali ini juga relatif sepi, tidak banyak yang mengingat hari ulang tahun saya. Sedih sekali! Bahkan orang tua-pun lupa karena mereka ingatnya saya berulang tahun esok hari, tanggal 31 Maret. Duh...saya sudah jadi anak mereka selama 28 tahun dan mereka lupa hari ulang tahun saya. Tapi, tak mengapa...yang penting, saya selalu ada di hati mereka *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mode percaya diri on*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Doa-doa yang saya dapatkan hari ini kebanyakan adalah semoga saya cepat mendapatkan jodoh. Hehehehe...memang sudah waktunya sih! Jadi ingat...dulu saya sering bermimpi bahwa saya akan menikah di usia 28...akankah mimpi saya menjadi kenyataan ? Hanya TUHAN yang tahu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Happy Birthday for myself!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-6742346899240161614?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/6742346899240161614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/aku-ulang-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/6742346899240161614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/6742346899240161614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/aku-ulang-tahun.html' title='Aku Ulang Tahun'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-8762103490408613849</id><published>2009-03-28T12:09:00.000+09:00</published><updated>2009-03-28T13:38:22.852+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tahu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan'/><title type='text'>Enaknya Makan Tahu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/Sc2pYAGXk3I/AAAAAAAAAB4/licX0bHRRIQ/s1600-h/250px-Tahu_sumedang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 224px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/Sc2pYAGXk3I/AAAAAAAAAB4/licX0bHRRIQ/s320/250px-Tahu_sumedang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318092964803089266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pagi ini saya merasa sangat lapar dan bergegas ke kantor agar punya waktu untuk sarapan di kantor. Maklum, sedang tanggal tua jadi pengeluaran mesti dihitung dengan cermat termasuk pengeluaran yang berhubungan dengan perut. Dan, menu sarapan di kantor memang tak pernah berubah dari hari ke hari...selalu sama, yaitu oseng-oseng kacang yang kadang diganti dengan sarden, dan menu wajib tempe-tahu. Khusus tempe dan tahu, menjadi hidangan wajib tidak hanya waktu sarapan, tapi juga waktu makan siang dan malam. Tanpa berpikir panjang, saya akhirnya mencomot 1 tahu goreng. Yummy...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada tempe, saya memang lebih suka dengan tahu. Rasanya yang gurih dan ringan membuat saya tidak pernah bosan untuk makan tahu. Segala jenis tahu dari daerah manapun, saya pasti suka. Tapi, yang paling saya suka tentu saja tahu yang dibuat oleh pabrik rumahan di dekat rumah saya di Jember. Hmm...kapan ya terakhir kali makan tahu itu ? Beginilah kalau jarang mudik, jadinya tidak bisa menikmati makanan kegemaran! Tahu yang dibuat di Arjasa, Jember itu punya tekstur luar yang agak kasar dan kosong di dalam. Tahunya digoreng sampai garing dan enak dimakan dalam kondisi hangat sambil ditaburi garam plus menggigit cabe rawit. Tahu Arjasa juga enak dimakan dengan bumbu rujak. Slurup...! Dan, penggemar tahu Arjasa bukan saya saja, tapi juga teman-teman saya waktu SMA. Kalau mereka main ke rumah, mereka selalu minta dibelikan tahu Arjasa dan dalam hitungan menit pasti langsung tandas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu adalah makanan yang jamak dijumpai di Indonesia dan sering dikaitkan dengan orang kecil atau masyarakat kurang mampu karena mungkin bentuknya yang kurang menarik dan harganya yang murah sehingga banyak dikonsumsi oleh masyarakat menengah ke bawah. Padahal jika menilik dari sejarahnya, tahu sama sekali bukan makanan '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rendahan'. &lt;/span&gt;Tahu adalah makanan yang diciptakan dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Orang pertama yang menciptakan tahu adalah Liu An, seorang bangsawan yang merupakan cucu dari Kaisar Han Gaozu, pendiri dinasti Han (sumber : wikipedia). Nah...penciptanya saja seorang bangsawan, jadi pantaskah tahu dianggap sebagai makanan rendahan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, tahu ada banyak macamnya dan memiliki ciri khas masing-masing yang kemudian diberi nama sesuai dengan nama daerah pembuatnya. Ada tahu sumedang, tahu kediri, dan tahu pong semarang. Selain diolah sebagai tahu goreng, tahu juga bisa dibuat menjadi berbagai macam masakan, seperti tahu fantasi, tahu gejrot, tahu thek, dan lain-lain. Tahu memang nggak ada matinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah Anda makan tahu hari ini ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-8762103490408613849?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/8762103490408613849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/enaknya-makan-tahu.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8762103490408613849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8762103490408613849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/enaknya-makan-tahu.html' title='Enaknya Makan Tahu'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/Sc2pYAGXk3I/AAAAAAAAAB4/licX0bHRRIQ/s72-c/250px-Tahu_sumedang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-2156143581773786925</id><published>2009-03-26T12:32:00.000+09:00</published><updated>2009-03-26T13:50:31.271+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pernikahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan'/><title type='text'>Putaran Roda Nasib</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScsJg37xVeI/AAAAAAAAABw/tgeIs2AYTT0/s1600-h/DOTS+happy+family+cartoon.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScsJg37xVeI/AAAAAAAAABw/tgeIs2AYTT0/s320/DOTS+happy+family+cartoon.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317354245416113634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hari ini saya menerima email undangan pernikahan dari seorang teman kuliah. Duh...ada lagi yang menikah ! Sekarang, setiap kali menerima undangan pernikahan dari seorang teman, hati saya langsung miris. Kapan ya giliran saya menikah ? Sebenarnya, saya tidak terlalu ingin juga untuk menikah karena sejauh ini bayangan saya akan sebuah pernikahan belum berubah, masih seram. Saya tidak sanggup membuat komitmen sehidup semati dengan satu orang yang nantinya akan diberi label 'suami'. Mungkin ini berkaitan dengan karakter saya yang pembosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang pernikahan dan membangun keluarga, sepertinya saya memang terlambat menjalani fase perkembangan yang satu ini mengingat usia saya yang sebentar lagi akan bertambah menjadi 28. Melihat profil teman-teman di Facebook atau cerita teman-teman di blog tentang keluarga bahagianya, seperti &lt;a href="http://sanggita.wordpress.com/2009/03/14/celoteh-wima-dan-polah-willa/"&gt;blog ini&lt;/a&gt; , tak urung terbersit rasa iri dengan kehidupan mereka. Kehidupan yang sempurna : memiliki pasangan yang bersedia menghabiskan sisa hidupnya untuk membangun keluarga bersama, memiliki anak yang lucu, karir yang cerah dan kehidupan ekonomi yang mapan. Hmmm...siapa yang tidak menginginkannya ? Benar-benar sebuah kehidupan yang mengikuti jalurnya. Coba bandingkan dengan apa yang saya alami !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum memiliki pasangan tetap di usia 28, usia yang sudah tidak bisa dibilang muda lagi, bahkan di beberapa tempat, saya pasti dianggap '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;perawan tua&lt;/span&gt;'. Pasangan saja belum punya, apalagi anak. Hmmm...ada beberapa teman di usia yang sama, sudah punya 2 anak yang duduk di bangku SD dan TK. Bahkan, teman kantor yang usianya sama dengan adik saya saja sudah akan melahirkan sebentar lagi. Duh...!&lt;br /&gt;Sekarang bicara tentang karir : pekerjaan saya sekarang ini cukup mapan. Saya bekerja di sebuah perusahaan swasta yang tergabung dalam sebuah group yang beken di negara ini dengan posisi supervisor dan gaji yang cukup tinggi untuk level saya. Tapi, saya harus pergi jauh dari orang tua dan kampung halaman sebagai kompensasi dari gaji tinggi itu. Dan, belakangan saya tahu bahwa beberapa teman saya dengan profesi yang sama sekarang juga memiliki gaji yang sama tanpa harus pergi jauh dan tanpa resiko yang tinggi seperti yang saya alami sekarang. Duh...hidup rasanya tidak adil ! Mengapa hidup terasa enteng dan mudah bagi beberapa orang dan terasa sulit dan berliku liku bagi yang lain, termasuk saya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, katanya kita harus selalu bersyukur atas apa yang terjadi pada hidup kita meskipun hidup kita tak seindah hidup orang lain. Dan, itulah yang hendak saya lakukan nantinya jika melihat undangan pernikahan. Saya bersyukur atas anugerah kesendirian karena dengan status single...saya memiliki waktu saya sendiri, saya bebas melakukan apapun yang saya inginkan tanpa harus terbebani oleh pikiran tentang suami dan anak-anak, dan saya bebas pula menggunakan seluruh hasil kerja keras saya tanpa harus berpikir bagaimana caranya menyisihkan sebagian pendapatan saya untuk pendidikan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang menginginkan hidup saya ?&lt;br /&gt;Hehehe...saya yakin pasti ada...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Gambar diambil dari www.galih.net. Nice picture!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-2156143581773786925?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/2156143581773786925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/putaran-roda-nasib.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2156143581773786925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/2156143581773786925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/putaran-roda-nasib.html' title='Putaran Roda Nasib'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScsJg37xVeI/AAAAAAAAABw/tgeIs2AYTT0/s72-c/DOTS+happy+family+cartoon.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-732415725126553208</id><published>2009-03-25T14:30:00.000+09:00</published><updated>2009-03-25T15:02:32.516+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='emosi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasa aman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekerjaan'/><title type='text'>Pintu Emosi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hari ini, saya kembali dikejar-kejar oleh pelamar yang ngototnya setengah mati untuk minta diterima sebagai karyawan. Duh...! Saya sudah sangat lelah berkali-kali menolaknya, mulai dari cara halus sampai kasar. Hari ini saya tidak mau menemuinya karena saya sadar sepenuhnya bahwa kondisi emosi saya sedang tidak dalam kondisi yang bagus karena dikejar banyak sekali deadline sehingga jika dipaksakan bertemu dengan pelamar tersebut, bisa dipastikan saya akan meledak dan akan menambah masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya memutuskan untuk melarikan diri. Sayangnya, teman-teman hari ini kurang kooperatif. Mereka tidak mau menyampaikan pada pelamar tersebut bahwa saya tidak ada di tempat, malahan meminta saya untuk menemui si pelamar yang katanya sudah marah-marah. Tapi, saya tidak peduli. Saya akhirnya lari ke kamar seorang teman di mess yang letaknya jadi satu dengan kantor. Satu jam saya nongkrong di kamar itu bersama teman yang juga sama-sama melarikan diri dari kejaran para debt collector. Saya memberanikan diri keluar dari kamar ketika istirahat makan siang karena saya kelaparan dan yakin bahwa situasi sudah aman. Dan, tepat seperti dugaan saya bahwa pelamar itu akhirnya pergi seperti yang sudah-sudah. Tapi hari Jumat ini dia akan kembali karena saya berjanji melalui receptionist bahwa atasan saya akan menemuinya hari Jumat. Hmmm...bagaimana ya kira-kira tanggapan atasan saya tentang hal ini ? Sungguh...saya ketakutan pada orang ini karena dia nyaris tiap hari ke kantor untuk minta diterima bekerja dan ini membuat saya merasa tidak nyaman, tidak bisa bergerak dan merasa terancam. Apa hari Jumat saya bolos saja ya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara saya ketakutan dan cemas akan keselamatan saya, lagi-lagi teman-teman kantor kurang kooperatif. Mereka membuka pintu penghubung antara kantor dan ruang tamu, tanpa menutupnya kembali sehingga membuat saya jadi deg-deg plas. Saya takut jika pelamar itu melihat keberadaan saya di kantor dan memaksa untuk bertemu. Saya tidak berani membayangkan seandainya hal itu terjadi. Benar-benar membuat senewen! Urusan pintu ini membuat saya sulit konsentrasi bekerja karena posisi duduk saya memang pas sekali menghadap ke pintu. Melihat kondisi ini, saya jadi tidak sabar untuk segera mendapatkan mess baru sehingga bangunan yang sekarang dibagi untuk kantor dan mess dapat digunakan seluruhnya untuk kantor. Jika hal ini terjadi maka saya akan punya ruangan sendiri yang jauh dari pintu yang membuat emosi alias pintu penghubung kantor-ruang tamu.&lt;br /&gt;Dan, saya tidak sabar menunggu hari itu tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hari ini Anda merasa tidak aman seperti saya dan merasa emosi pada sebuah pintu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-732415725126553208?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/732415725126553208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/pintu-emosi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/732415725126553208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/732415725126553208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/pintu-emosi.html' title='Pintu Emosi'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-5697377970390096091</id><published>2009-03-23T16:57:00.000+09:00</published><updated>2009-03-23T19:29:33.150+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekerjaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teror'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resiko'/><title type='text'>Menanggung Resiko Pekerjaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScdR1YssI2I/AAAAAAAAABg/gTesBPe5xro/s1600-h/CIMG0630.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScdR1YssI2I/AAAAAAAAABg/gTesBPe5xro/s320/CIMG0630.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316307862738969442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setahun bekerja di Merauke, membuat saya menjadi bersentuhan dengan bahaya karena pekerjaan. Sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya akan saya alami karena di pekerjaan saya di 2 perusahaan sebelumnya, nyaris tidak ada bahaya yang jelas mengancam seperti sekarang.&lt;br /&gt;Saat ini, saya bekerja sebagai seorang supervisor SDM di sebuah perusahaan swasta bonafied yang sedang membuka usaha baru di Merauke. Sebagai seorang supervisor SDM, tugas saya adalah merekrut tenaga kerja, membuat program pelatihan, mengurus gaji karyawan, dan mengerjakan hal-hal lain yang tidak termasuk dalam job desc di kontrak kerja tapi ternyata lebih banyak menyita waktu dan emosi, seperti mengurus rumah, mobilisasi karyawan dari kantor Merauke ke site kerja. Fiuh...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekrutmen sudah saya tekuni sejak saya pertama kali terjun ke dunia industri 3 tahun yang lalu, jadi seharusnya saya mampu menangani pekerjaan ini dengan mudah. Tapi di Merauke, pekerjaan ini menjadi momok bagi saya karena membuat saya berkali-kali harus berhadapan dengan bahaya secara langsung, mulai dari didemo masyarakat hingga teror telpon. Bahkan ada yang pernah mengancam akan mencegat saya di tengah jalan. Ancaman-ancaman ini pulalah yang membuat saya tidak berani keluar kantor, tidak berani naik angkot, dan akhirnya membeli sepeda motor, serta mengganti nomer HP yang sudah setia menemani saya dari tahun 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak teman sebenarnya sudah mengingatkan tentang resiko bekerja di daerah pedalaman, tapi karena saya sangat ingin bekerja di luar Jawa, maka resiko-resiko itu dulu saya abaikan ketika mengambil keputusan pindah kerja. Bekerja di daerah Indonesia Timur memiliki tantangan tersendiri karena SDMnya memiliki kualitas yang jauh dari SDM di Jawa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(lebih rendah)&lt;/span&gt; tapi dituntut untuk dapat melakukan hal yang sama. Mengapa kualitas mereka jauh dibandingkan dengan SDM di Jawa ? Kita bahas di tulisan yang lain ya...&lt;br /&gt;Sifat kedaerahan masih sangat terasa di sini, sehingga sangat sulit menerapkan rekrutmen 'modern', alhasil jika kita tidak berhasil memuaskan hati SDM pencari kerja disini maka bersiap-siaplah menghadapi teror. Awal-awal saya masih sangat sabar dan selalu memasang muka manis pada setiap pencari kerja, tapi lama kelamaan sikap mereka membuat saya merasa tidak nyaman dan akhirnya kehilangan kesabaran karena mereka tidak pernah mau menerima penjelasan dari saya dan terus merongrong saya untuk diterima bekerja. Sesekali, jika pikiran sedang waras, saya merasa bersalah juga pada mereka karena selalu memasang muka ketus jika mereka bertanya. Mencari kerja dan menuntut pekerjaan kan sebenarnya sah-sah saja dilakukan apalagi di tengah kondisi krisis begini, tapi mengapa saya harus menanggapinya dengan keras. Saya jadi bertanya-tanya apakah saya yang kurang sabar ya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang ini, pikiran saya sedang tidak waras sehingga saya memutuskan untuk cuek. Telepon berdering seratus kali atau sms-sms berebutan memasuki inbox saya hingga penuh, saya tidak mau menggubrisnya sama sekali. Lebih baik mengabaikan daripada menanggapi karena saya merasa sudah lelah. Bobot tubuh saya berkurang, saya sering mengalami psikosomatis, nafas saya sesak...sepertinya memang sudah waktunya untuk mengambil cuti!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sms terakhir yang saya terima hari ini dan tentu saja yang termasuk saya abaikan :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;"Maaf klu mnganggu aktifitas anda.sbnrx kmi hnya pngen tau soal kerjaan aj, klu saja msh ad. jauh2 aku mnta nmr hp anda tpi cma sia2 aku telp gk di angkt aku sms gk d bls, ap sbgtu brk skali org miskin sprti kmi ini di mata anda. cuma untk bls sms aj and tdk mau, org mskn mcm kmi in udh gk da artix ya bu."&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;Orang ini meminta pekerjaan yang sudah dia campakkan karena tidak sesuai dengan keinginannya, tapi belakangan dia meminta untuk dipekerjakan lagi karena katanya dia tidak punya penghasilan. Duh....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ya yang harus saya lakukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-5697377970390096091?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/5697377970390096091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/menanggung-resiko-pekerjaan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/5697377970390096091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/5697377970390096091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/menanggung-resiko-pekerjaan.html' title='Menanggung Resiko Pekerjaan'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScdR1YssI2I/AAAAAAAAABg/gTesBPe5xro/s72-c/CIMG0630.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-3931985749975783744</id><published>2009-03-21T14:51:00.000+09:00</published><updated>2009-03-21T15:47:12.823+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sikap negatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Bangsa over reaction</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScSCinfviAI/AAAAAAAAABY/S9GcdsEdTXc/s1600-h/IMG_0753.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScSCinfviAI/AAAAAAAAABY/S9GcdsEdTXc/s320/IMG_0753.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315516991433312258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Semalam saya melihat siaran liputan kampanye di Metro TV dan RCTI karena hanya 2 stasiun itu yang bersedia mampir di Merauke. Isinya sangat-sangatlah standar, apalagi kalau tidak mencerca kampanye partai ini dan partai itu yang katanya terlalu banyak obral janji.&lt;br /&gt;Hmmm...mungkin saja mereka memang banyak obral janji, tapi kenapa harus dibicarakan terus menerus dan diliput terus menerus seolah-olah hanya dengan berjanji saja, mereka seperti sudah melakukan dosa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama saya hidup di Indonesia tercinta ini *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sok pernah tinggal di luar negeri* &lt;/span&gt;saya jarang sekali mendapati bahwa masyarakat bangsa ini memuji negaranya sendiri, setidaknya melalui media cetak dan elektronik. Yang ada hanyalah cacian, kritikan sepanjang jalan, siapapun yang berkuasa.&lt;br /&gt;Mengapa ya bangsa ini sulit sekali memberikan kata-kata positif bagi bangsanya sendiri, bagi pemerintahnya sendiri ?&lt;br /&gt;Mungkin karena bangsa ini sudah lelah mendapatkan perlakuan buruk. Tapi, bukankah itu sebagian besar karena perilaku mereka sendiri, jadi mengapa harus menyalahkan pemerintah ? Mulai dari perilaku susah diatur, selalu mengharapkan bantuan, malas bekerja, hingga selalu berprasangka buruk kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini menurut saya selalu berpikiran negatif ! Mungkin hal inilah yang menyebabkan bangsa ini menjadi bangsa yang sulit maju dan selalu over reaction terhadap segala sesuatu, termasuk mengkritisi para caleg yang kampanye. Akhirnya energi habis hanyalah untuk berbalas pantun, saling tangkis menangkis serangan-serangan dan akibatnya...pembangunan yang jadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eneg sekali rasanya setiap hari disuguhi tontonan dan sikap yang negatif terus menerus sepanjang hari! Kenapa tidak kita terima saja janji-janji manis mereka karena toh...nanti ada waktunya bagi mereka untuk bekerja mewujudkan janji itu. Jika mereka gagal, pemilu depan tidak perlu kita pilih lagi. Gampang kan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita sukseskan pemilu tahun ini dengan sikap positif demi tercapainya kemajuan bangsa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I Love U, Indonesia !!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-3931985749975783744?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/3931985749975783744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/bangsa-over-reaction.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3931985749975783744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/3931985749975783744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/bangsa-over-reaction.html' title='Bangsa over reaction'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScSCinfviAI/AAAAAAAAABY/S9GcdsEdTXc/s72-c/IMG_0753.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4701875152566718225.post-8076814905353758378</id><published>2009-03-20T15:31:00.000+09:00</published><updated>2009-03-20T16:36:29.840+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mimpi'/><title type='text'>I'm a dreamer</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Beberapa hari ini saya merasakan kehampaan, kosong, tanpa greget. Hidup mengalir saja mengikuti rutinitas mulai dari bangun pagi, mandi, berdandan, berangkat menuju kantor, bekerja, menunggu jam berdetak hingga jam 5, pulang, makan malam, kencan, nonton TV, dan tidur. Tak ada yang menarik! Tak bermakna! Tiba-tiba saja saya merindukan saat-saat dimana saya punya banyak aktivitas yang bermakna seperti jaman kuliah dulu. Aaaarggghhh....sayangnya waktu tak dapat diputar kembali ke masa lalu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya sadar sepenuhnya bahwa merenungi masa lalu adalah suatu kegiatan tak berguna dan dapat memperparah rasa hampa, jadi saya memutuskan untuk lari dari kehampaan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;*pencet tombol esc* &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara melarikan diri dari kehampaan yang hakiki ini adalah membangkitkan kembali mimpi-mimpi yang sempat tenggelam bersama kesibukan, dan mimpi yang rasanya cukup realistis untuk dibangkitkan saat ini adalah menulis. Saya sudah cukup lama tidak menulis lagi karena selalu beralasan sibuk-suatu alasan klasik yang dibuat dibuat. Akibatnya, blog saya di multiply-pun terbengkalai, tak pernah di update. Dan, untuk membangkitkan lagi jiwa menulis saya yang sempat mati suri, saya tidak mau bersikap tanggung. Saya buat blog baru, di tempat baru, dengan desain baru, dan jiwa yang baru. Semoga saja yang ini berhasil, tidak hangat sesaat seperti tahi ayam karena saya sadar selain memiliki jiwa pemimpi, saya juga memiliki jiwa pembosan yang cukup kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, membuat mimpi terwujud memang tak pernah mudah. Entah sudah berapa kali tombol backspace di laptop saya dipencet hanya untuk menghasilkan beberapa baris kalimat yang jauh dari bermutu ini. Tapi, biarlah...daripada tidak mencoba sama sekali! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;*suatu pembenaran diri*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4701875152566718225-8076814905353758378?l=blueboraus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blueboraus.blogspot.com/feeds/8076814905353758378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/im-dreamer.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8076814905353758378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4701875152566718225/posts/default/8076814905353758378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blueboraus.blogspot.com/2009/03/im-dreamer.html' title='I&apos;m a dreamer'/><author><name>DeBoeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01008059759901130592</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_HqP-mJfSKc0/ScNQ-rpZEBI/AAAAAAAAAA4/AKc9LHaG-8s/S220/debby+2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
